'
18 Zulqaidah 1447 H | Selasa, 5 Mei 2026
×
/ kuansing
Bupati Kuansing Minta Pusat Bangun Tribun Permanen dan Tetapkan KSPN untuk Pacu Jalur
| Kamis, 21 Agustus 2025
Editor : | Penulis :

Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby secara resmi mengajukan permohonan kepada pemerintah pusat untuk membantu pembangunan infrastruktur penting di Tepian Narosa. Ia berharap agar pemerintah pusat dapat mengalokasikan anggaran untuk pembangunan  tribun permanen di tepi Sungai Kuantan. Selain itu, Suhardiman juga meminta agar Kuansing ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Permohonan ini disampaikan oleh Suhardiman saat memberikan sambutan pada pembukaan Festival Pacu Jalur di Taman Jalur, Teluk Kuantan, pada Rabu (20/8/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Juru Bicara Presiden Hasan Hasby, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Kebudayaan Fadlizon, Gubernur Riau Abdul Wahid dan sejumlah Duta Besar negara sahabat.

Dalam sambutannya, Suhardiman menegaskan bahwa Pacu Jalur lebih dari sekadar pesta rakyat, ia adalah "api semangat" untuk membangun Kuansing. Ia menekankan bahwa dukungan dari pusat sangat vital untuk mewujudkan potensi pariwisata Kuansing secara maksimal.

"Sungai Kuantan mengajarkan kita air mengalir yang tak pernah berhenti, begitulah pembangunan kita, jalan terus, demikian semangat pembangunan dan tak boleh padam," ujar Suhardiman di hadapan para menteri dan tamu undangan.

Suhardiman secara khusus menyoroti pentingnya penetapan Kuansing sebagai KSPN. Ia percaya bahwa status ini akan menjadi landasan pembangunan pariwisata yang terintegrasi.

"Kami berharap kepada Kementerian Pariwisata agar KSPN dijadikanlah, sebagai pembalut pembangunan di Kuansing karena Kawasan Strategis Pariwisata Nasional," sebutnya.

Menurut Suhardiman, penetapan KSPN akan memungkinkan Kuansing mengintegrasikan berbagai potensi wisata alam dan budaya.

"Jika KSPN ditetapkan, ini bisa digabungkan antara Pacu Jalur, rumah adat, kawasan lindung Bukit Betabuh dan taman nasional Rimbang Baling yang terdapat 43 air terjun, dan dihiasi satu bukit piramid yang indah nan molek," jelasnya.

Dengan status KSPN, Bupati Suhardiman berharap Kuansing bisa mendapatkan alokasi anggaran maksimal dari pusat, sehingga mampu menjadi pintu masuk pariwisata yang menghubungkan antarprovinsi, seperti Sumatera Barat, Sijunjung, Dharmasraya, dan Jambi.

Lebih lanjut, Suhardiman mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur pariwisata di Kuansing akan sangat memakan waktu jika hanya mengandalkan anggaran daerah.

"Kita sangat butuhkan sisi kanan sungai dibangun tribun yang permanen. Kemudian, membangun kawasan yang permanen di sisi pantainya," ujarnya. Ia optimistis, dengan pembangunan ini, Kuansing akan menjadi tujuan pariwisata nasional yang bisa disambungkan ke daerah tetangga.

Suhardiman juga mengulas sejarah panjang Pacu Jalur yang kini telah berusia 125 tahun. Ia menjelaskan bahwa tradisi ini bermula sejak abad ke-17, di mana jalur digunakan sebagai sarana transportasi untuk mengangkut hasil bumi dan menghubungkan antarkampung.

"Festival pacu jalur adalah warisan luhur yang berusia satu abad lebih," ucapnya.

Seiring berjalannya waktu, jalur bertransformasi menjadi lambang kebersamaan dan kehormatan, yang puncaknya melahirkan tradisi Pacu Jalur pada masa Kerajaan Indragiri. Festival ini pun menjadi bagian dari upacara adat, perayaan hari besar Islam, dan pesta rakyat.

Suhardiman menegaskan, Pacu Jalur bukan sekadar ajang olahraga, melainkan cerminan adat Melayu Kuansing. Jalur dibuat dengan ritual adat yang sakral, mulai dari menebang kayu yang diiringi doa, hingga upacara tepuk tepung tawar dan petuah dari Ninik Mamak, menjadikan setiap perlombaan penuh makna filosofis.

Index
Kisah Pilu Putri, Korban Narkoba yang Datang ke Rumah Dinas Bupati Siak
Pelaku Usaha Pekanbaru Riau Gelar Temu Ramah dan Sosialisasi Bersama Penggadaian
Bupati Siak, Perempuan NU Harus Aktif di Bidang Sosial dan Ekonomi
Menteri LHK Hanif Dorong Pengakhiran Open Dumping, Pekanbaru Siapkan Teknologi Methane Capture
Berhasil Tekan Kemiskinan dan Stunting, WaliKota Agung Terima Penghargaan
Harga Lebih Murah, Operasi Pasar Murah Pemprov Riau Pekan Ini Digelar di Pekanbaru dan Siak
Rakor DBH Sawit 2026: Pelalawan Tegaskan Komitmen Percepat Pembangunan Infrastruktur
Pekan Ini Operasi Pasar Murah Digelar di 3 Kabupaten, Berikut Lokasinya
Pemko Pekanbaru Jawab Pandangan Umum Fraksi Terkait LKPj 2025
Pemko Pekanbaru Koordinasi ke Pemprov Minta Bangun Drainase Jalan Soekarno Hatta
Index
Deportasi Perdana Pascalebaran, 32 Pekerja Migran dari Malaysia Tiba di Pelabuhan Dumai
HUT PUPR ke-2,Ketum Handoko,PUPR Terus Berkembang,Berkolaborasi dengan Pihak Pemerintah dan Swasta
Bupati Pelalawan H. Zukri Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Jelang Idul Fitri
 Jalin Silaturrahmi,DPD Parsindo Riau Buka Puasa Bersama 137 Yatim dan Dhuafa
 Inspektorat Kota Pekanbaru dan Darma Wanita Berbagi 1000 Paket Takjil Gratis
Perkuat Sinergi Pengamanan Idulfitri, Bupati Siak Hadiri Rakor Operasi Lancang Kuning 2026
Polisi Bubarkan Kerumunan Pemuda di Pekanbaru untuk Antisipasi Balap Liar
Bupati Siak Afni, Hadiri Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 di Polda Riau
Serap Aspirasi hingga Bahas Beasiswa
Bupati Siak Afni Yakin Generasi Muda Siak Mampu Tumbuh Menjadi Generasi Qur’ani
pemerintahan
Menteri LHK Hanif Dorong Pengakhiran Open Dumping, Pekanbaru Siapkan Teknologi Methane Capture
Berhasil Tekan Kemiskinan dan Stunting, WaliKota Agung Terima Penghargaan
Harga Lebih Murah, Operasi Pasar Murah Pemprov Riau Pekan Ini Digelar di Pekanbaru dan Siak
Pekan Ini Operasi Pasar Murah Digelar di 3 Kabupaten, Berikut Lokasinya
daerah
Bupati Siak, Perempuan NU Harus Aktif di Bidang Sosial dan Ekonomi
Rakor DBH Sawit 2026: Pelalawan Tegaskan Komitmen Percepat Pembangunan Infrastruktur
Perkuat Sinergi Pengamanan Idulfitri, Bupati Siak Hadiri Rakor Operasi Lancang Kuning 2026
Polisi Bubarkan Kerumunan Pemuda di Pekanbaru untuk Antisipasi Balap Liar
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
kuansing

Bupati Kuansing Minta Pusat Bangun Tribun Permanen dan Tetapkan KSPN untuk Pacu Jalur
Kamis, 21 Agustus 2025
Editor : | Penulis :
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby secara resmi mengajukan permohonan kepada pemerintah pusat untuk membantu pembangunan infrastruktur penting di Tepian Narosa. Ia berharap agar pemerintah pusat dapat mengalokasikan anggaran untuk pembangunan  tribun permanen di tepi Sungai Kuantan. Selain itu, Suhardiman juga meminta agar Kuansing ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Permohonan ini disampaikan oleh Suhardiman saat memberikan sambutan pada pembukaan Festival Pacu Jalur di Taman Jalur, Teluk Kuantan, pada Rabu (20/8/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Juru Bicara Presiden Hasan Hasby, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Kebudayaan Fadlizon, Gubernur Riau Abdul Wahid dan sejumlah Duta Besar negara sahabat.

Dalam sambutannya, Suhardiman menegaskan bahwa Pacu Jalur lebih dari sekadar pesta rakyat, ia adalah "api semangat" untuk membangun Kuansing. Ia menekankan bahwa dukungan dari pusat sangat vital untuk mewujudkan potensi pariwisata Kuansing secara maksimal.

"Sungai Kuantan mengajarkan kita air mengalir yang tak pernah berhenti, begitulah pembangunan kita, jalan terus, demikian semangat pembangunan dan tak boleh padam," ujar Suhardiman di hadapan para menteri dan tamu undangan.

Suhardiman secara khusus menyoroti pentingnya penetapan Kuansing sebagai KSPN. Ia percaya bahwa status ini akan menjadi landasan pembangunan pariwisata yang terintegrasi.

"Kami berharap kepada Kementerian Pariwisata agar KSPN dijadikanlah, sebagai pembalut pembangunan di Kuansing karena Kawasan Strategis Pariwisata Nasional," sebutnya.

Menurut Suhardiman, penetapan KSPN akan memungkinkan Kuansing mengintegrasikan berbagai potensi wisata alam dan budaya.

"Jika KSPN ditetapkan, ini bisa digabungkan antara Pacu Jalur, rumah adat, kawasan lindung Bukit Betabuh dan taman nasional Rimbang Baling yang terdapat 43 air terjun, dan dihiasi satu bukit piramid yang indah nan molek," jelasnya.

Dengan status KSPN, Bupati Suhardiman berharap Kuansing bisa mendapatkan alokasi anggaran maksimal dari pusat, sehingga mampu menjadi pintu masuk pariwisata yang menghubungkan antarprovinsi, seperti Sumatera Barat, Sijunjung, Dharmasraya, dan Jambi.

Lebih lanjut, Suhardiman mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur pariwisata di Kuansing akan sangat memakan waktu jika hanya mengandalkan anggaran daerah.

"Kita sangat butuhkan sisi kanan sungai dibangun tribun yang permanen. Kemudian, membangun kawasan yang permanen di sisi pantainya," ujarnya. Ia optimistis, dengan pembangunan ini, Kuansing akan menjadi tujuan pariwisata nasional yang bisa disambungkan ke daerah tetangga.

Suhardiman juga mengulas sejarah panjang Pacu Jalur yang kini telah berusia 125 tahun. Ia menjelaskan bahwa tradisi ini bermula sejak abad ke-17, di mana jalur digunakan sebagai sarana transportasi untuk mengangkut hasil bumi dan menghubungkan antarkampung.

"Festival pacu jalur adalah warisan luhur yang berusia satu abad lebih," ucapnya.

Seiring berjalannya waktu, jalur bertransformasi menjadi lambang kebersamaan dan kehormatan, yang puncaknya melahirkan tradisi Pacu Jalur pada masa Kerajaan Indragiri. Festival ini pun menjadi bagian dari upacara adat, perayaan hari besar Islam, dan pesta rakyat.

Suhardiman menegaskan, Pacu Jalur bukan sekadar ajang olahraga, melainkan cerminan adat Melayu Kuansing. Jalur dibuat dengan ritual adat yang sakral, mulai dari menebang kayu yang diiringi doa, hingga upacara tepuk tepung tawar dan petuah dari Ninik Mamak, menjadikan setiap perlombaan penuh makna filosofis.