'
9 Zulhijjah 1447 H | Selasa, 26 Mei 2026
×
/ pendidikan
109 Anak Siap Masuk Sekolah Rakyat Pekanbaru
| Selasa, 8 Juli 2025
Editor : | Penulis :

 Sekolah Rakyat di Kota Pekanbaru akhirnya siap beroperasi. Kabar gembira ini membawa harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang selama ini terhalang akses pendidikan.

Pada tahun ajaran 2025/2026 mendatang, sebanyak 109 calon peserta didik akan menjadi angkatan pertama yang merasakan pendidikan gratis di sekolah berasrama tersebut.

Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru, Dr H Idrus M.Ag, mengungkapkan bahwa mayoritas calon peserta didik berasal dari keluarga tidak mampu di Pekanbaru.

“Dari 109 calon peserta didik, sebanyak 76 anak merupakan warga Pekanbaru yang berasal dari keluarga kurang mampu,” jelas Idrus saat ditemui pada Senin (7/7/2025).

Selain itu, program ini juga membuka peluang bagi anak-anak di daerah sekitar. “Kemudian ditambah 33 orang lagi yang berasal dari kabupaten tetangga, yaitu Kampar, Siak, dan Pelalawan,” sambungnya.

Sekolah Rakyat bukan hanya sekadar sekolah gratis. Konsepnya yang berasrama dan terpadu membuat para siswa tidak hanya belajar akademik, tetapi juga dibina kemandirian dan karakter.

Meski antusiasme masyarakat sangat tinggi, hingga kini proses teknis pengoperasian sekolah masih menunggu kepastian dari pihak Sentra Abiseka.

“Jadi teknis kapan dimulainya belajar mengajar, itu langsung dari Sentra Abiseka. Mereka yang atur teknisnya,” tutur Idrus.

Namun begitu, Idrus memperkirakan bahwa kegiatan belajar mengajar bisa dimulai serentak dengan sekolah-sekolah lain di Pekanbaru.

“Kalau bisa, kita berharap bisa mulai bersamaan dengan SD dan SMP negeri, yang dijadwalkan masuk tanggal 14 Juli,” harapnya.

Idrus menegaskan, Sekolah Rakyat memang dirancang agar menjadi jalan keluar bagi keluarga yang kesulitan membiayai pendidikan anak.

Melalui skema berasrama, anak-anak tidak hanya dijamin gratis biaya sekolah, tetapi juga biaya makan, tempat tinggal, hingga perlengkapan belajar.

Langkah ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) No 8 Tahun 2025 tentang pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

“Sekolah Rakyat di Pekanbaru ini adalah wujud nyata dari upaya kita untuk memutus rantai kemiskinan,” kata Idrus penuh keyakinan.

Ia menambahkan, setiap anak yang diterima akan mendapatkan perhatian khusus, agar bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

“Kalau anak-anak ini berhasil, ke depannya mereka bisa membantu keluarganya keluar dari lingkaran kemiskinan,” tambahnya.

Sekolah Rakyat di Pekanbaru akan membuka jenjang SD, SMP, hingga SMA. Semua fasilitas disediakan negara, sehingga anak-anak hanya perlu membawa semangat dan tekad untuk belajar.

Konsep sekolah berasrama ini diharapkan mampu membentuk generasi yang mandiri dan berdaya saing. Selain ilmu akademik, anak-anak juga akan diajarkan keterampilan hidup dan nilai-nilai kebangsaan.

Selain di Pekanbaru, Sekolah Rakyat juga akan dibuka di beberapa kota lain sebagai bagian dari gerakan nasional. Namun, keberadaan Sekolah Rakyat di Pekanbaru menjadi salah satu pilot project yang sangat dinanti.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas. Banyak orang tua yang merasa lega sekaligus terharu karena akhirnya anak-anak mereka mendapatkan kesempatan yang sama untuk menggapai masa depan.

Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan tidak ada lagi anak-anak yang harus putus sekolah hanya karena faktor biaya. Sekolah Rakyat bukan sekadar gedung atau program bantuan sosial biasa. Ia adalah simbol harapan baru bagi ribuan keluarga yang bermimpi mengangkat derajat melalui pendidikan.

Dengan dimulainya Sekolah Rakyat, masa depan cerah kini terbuka lebar. Dan seperti kata Idrus, “Semoga ini menjadi langkah awal yang bisa mengubah banyak nasib, satu anak, satu keluarga, satu masa depan sekaligus.” 

Index
Bupati Siak Gandeng SKK Migas dan BPKP, Seleksi Dirut BSP Masuk Babak Akhir
Demi Proses Administrasi Bantuan Sapi Presiden, Peternak Riau Kumpul di Kantor Gubri
Disdik Kota Pekanbaru Vidcon ESD Pertemukan Pelajar, Indonesia, Malaysia dan Thailand
Mandi di Sungai Kampar, Anak 13 Tahun Dilaporkan Hilang Tenggelam
Libur Panjang Tak Pengaruhi Jumlah Penumpang di Bandara SSK II Pekanbaru
Musda VI Demokrat Riau Akan di Gelar,Agung Nugroho Calon Tunggal Ketua DPD Periode 2026-2031
Ketua TP PKK Pekanbaru dan Siak Gelar Diskusi Bahas Pengelolaan Sampah Tepat Guna
Pemko Pekanbaru Siap Gelar Operasi Pasar Tekan Lonjakan Harga Minyakita
Dorong Ekonomi Berkelanjutan, Pemprov Riau Fokus Kembangkan UMKM Berbasis Syariah
Pemko Pekanbaru akan Membentuk Dinas Perikanan dan Peternakan untuk Menyukseskan Program MBG.
Index
Perkuat Rantai Dingin, Diskan Bengkalis Bina Pelaku Usaha Es Balok untuk Jaga Mutu Udang
Tim Pembina Posyandu Bengkalis Monitoring Dua Posyandu, Tinjau Implementasi 6 SPM
Pemkab Bengkalis Buka Seleksi Calon Komisaris PT. BLJ, Berikut Informasinya
MUI Bukit Batu Bersama PT Pertamina Patra Niaga RU II Sungai Pakning Sukses Gelar Bimtek Qurban Sesu
Festival Bakso Berbagi Kebahagiaan Bersama 1.000 Anak Panti Kota Pekanbaru
Gelar Program DSS, Diskominfotik Bengkalis Ajak Siswa SD Negeri 1 Jadi Generasi Cerdas Digital
Disdukcapil Bengkalis kembali Jemput Bola Perekaman KTP-el di SMAN 3 Bengkalis
Pekanbaru Melaju Cepat: Dari Program Prioritas hingga Dampak Nyata bagi Warga
Satu Tahun Kepemimpinan Agung dan Markarius, Fiskal Naik Singnifikan
Kisah Pilu Putri, Korban Narkoba yang Datang ke Rumah Dinas Bupati Siak
pemerintahan
Dorong Ekonomi Berkelanjutan, Pemprov Riau Fokus Kembangkan UMKM Berbasis Syariah
Pemko Pekanbaru akan Membentuk Dinas Perikanan dan Peternakan untuk Menyukseskan Program MBG.
Satu Tahun Kepemimpinan Agung dan Markarius, Fiskal Naik Singnifikan
Menteri LHK Hanif Dorong Pengakhiran Open Dumping, Pekanbaru Siapkan Teknologi Methane Capture
daerah
Bupati Siak Gandeng SKK Migas dan BPKP, Seleksi Dirut BSP Masuk Babak Akhir
Mandi di Sungai Kampar, Anak 13 Tahun Dilaporkan Hilang Tenggelam
Libur Panjang Tak Pengaruhi Jumlah Penumpang di Bandara SSK II Pekanbaru
Ketua TP PKK Pekanbaru dan Siak Gelar Diskusi Bahas Pengelolaan Sampah Tepat Guna
Politik
Musda VI Demokrat Riau Akan di Gelar,Agung Nugroho Calon Tunggal Ketua DPD Periode 2026-2031
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
pendidikan

109 Anak Siap Masuk Sekolah Rakyat Pekanbaru
Selasa, 8 Juli 2025
Editor : | Penulis :
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

 Sekolah Rakyat di Kota Pekanbaru akhirnya siap beroperasi. Kabar gembira ini membawa harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang selama ini terhalang akses pendidikan.

Pada tahun ajaran 2025/2026 mendatang, sebanyak 109 calon peserta didik akan menjadi angkatan pertama yang merasakan pendidikan gratis di sekolah berasrama tersebut.

Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru, Dr H Idrus M.Ag, mengungkapkan bahwa mayoritas calon peserta didik berasal dari keluarga tidak mampu di Pekanbaru.

“Dari 109 calon peserta didik, sebanyak 76 anak merupakan warga Pekanbaru yang berasal dari keluarga kurang mampu,” jelas Idrus saat ditemui pada Senin (7/7/2025).

Selain itu, program ini juga membuka peluang bagi anak-anak di daerah sekitar. “Kemudian ditambah 33 orang lagi yang berasal dari kabupaten tetangga, yaitu Kampar, Siak, dan Pelalawan,” sambungnya.

Sekolah Rakyat bukan hanya sekadar sekolah gratis. Konsepnya yang berasrama dan terpadu membuat para siswa tidak hanya belajar akademik, tetapi juga dibina kemandirian dan karakter.

Meski antusiasme masyarakat sangat tinggi, hingga kini proses teknis pengoperasian sekolah masih menunggu kepastian dari pihak Sentra Abiseka.

“Jadi teknis kapan dimulainya belajar mengajar, itu langsung dari Sentra Abiseka. Mereka yang atur teknisnya,” tutur Idrus.

Namun begitu, Idrus memperkirakan bahwa kegiatan belajar mengajar bisa dimulai serentak dengan sekolah-sekolah lain di Pekanbaru.

“Kalau bisa, kita berharap bisa mulai bersamaan dengan SD dan SMP negeri, yang dijadwalkan masuk tanggal 14 Juli,” harapnya.

Idrus menegaskan, Sekolah Rakyat memang dirancang agar menjadi jalan keluar bagi keluarga yang kesulitan membiayai pendidikan anak.

Melalui skema berasrama, anak-anak tidak hanya dijamin gratis biaya sekolah, tetapi juga biaya makan, tempat tinggal, hingga perlengkapan belajar.

Langkah ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) No 8 Tahun 2025 tentang pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

“Sekolah Rakyat di Pekanbaru ini adalah wujud nyata dari upaya kita untuk memutus rantai kemiskinan,” kata Idrus penuh keyakinan.

Ia menambahkan, setiap anak yang diterima akan mendapatkan perhatian khusus, agar bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

“Kalau anak-anak ini berhasil, ke depannya mereka bisa membantu keluarganya keluar dari lingkaran kemiskinan,” tambahnya.

Sekolah Rakyat di Pekanbaru akan membuka jenjang SD, SMP, hingga SMA. Semua fasilitas disediakan negara, sehingga anak-anak hanya perlu membawa semangat dan tekad untuk belajar.

Konsep sekolah berasrama ini diharapkan mampu membentuk generasi yang mandiri dan berdaya saing. Selain ilmu akademik, anak-anak juga akan diajarkan keterampilan hidup dan nilai-nilai kebangsaan.

Selain di Pekanbaru, Sekolah Rakyat juga akan dibuka di beberapa kota lain sebagai bagian dari gerakan nasional. Namun, keberadaan Sekolah Rakyat di Pekanbaru menjadi salah satu pilot project yang sangat dinanti.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas. Banyak orang tua yang merasa lega sekaligus terharu karena akhirnya anak-anak mereka mendapatkan kesempatan yang sama untuk menggapai masa depan.

Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan tidak ada lagi anak-anak yang harus putus sekolah hanya karena faktor biaya. Sekolah Rakyat bukan sekadar gedung atau program bantuan sosial biasa. Ia adalah simbol harapan baru bagi ribuan keluarga yang bermimpi mengangkat derajat melalui pendidikan.

Dengan dimulainya Sekolah Rakyat, masa depan cerah kini terbuka lebar. Dan seperti kata Idrus, “Semoga ini menjadi langkah awal yang bisa mengubah banyak nasib, satu anak, satu keluarga, satu masa depan sekaligus.”