'
19 Jumadil Awwal 1448 H | Sabtu, 31 Oktober 2026
×
/ serbaserbi
Kisah Pilu Putri, Korban Narkoba yang Datang ke Rumah Dinas Bupati Siak
| Jumat, 1 Mei 2026
Editor : | Penulis :

Di lantai teras dingin rumah rakyat Siak, seorang perempuan muda terbaring lemah. Namanya Putri. Usianya 27 tahun, tapi tubuhnya tampak seperti remaja yang kelelahan oleh hidup. Rambut keritingnya menutupi wajah, pakaiannya kusut, dan matanya kosong, seolah kehilangan arah pulang.

Putri tidak datang sendiri. Seorang ibu menggenggam harapan terakhir, membawanya menempuh perjalanan jauh dari Tualang dengan sepeda motor, Rabu (29/4/2026). Bukan untuk berkunjung, melainkan untuk memohon pertolongan. Tak tahu lagi harus ke mana, ia memilih mengetuk pintu rumah dinas Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli. 

Putri bukan anak kandungnya. Dia diangkat sejak usia sehari, dibesarkan dengan kasih sayang tanpa batas. Namun cinta seorang ibu pun nyaris kalah oleh kerasnya kenyataan. Narkoba perlahan merenggut Putri, mengubahnya dari anak yang dicintai menjadi sosok asing yang tak lagi dikenali.

Dengan suara bergetar, sang ibu menceritakan luka yang selama ini dipendam. Putri beberapa kali mengaku mencuri, dengan nilai yang disebut-sebut mencapai Rp25 juta. Namun tak pernah ada bukti. “Dia hanya disuruh orang dan mengaku maling, tapi barang buktinya tak ada,” ujar sang ibu lirih.

Keputusasaan sempat menghampiri. Tapi sebagai ibu, ia tidak menyerah. Ia hanya ingin anaknya tetap hidup, tetap diperlakukan sebagai manusia, bukan sekadar masalah. Itulah yang membawanya sampai ke titik ini, mencari jalan agar Putri bisa diselamatkan.

Di hadapan Bupati Afni, kondisi Putri membuat hati teriris. Tubuhnya kotor, kuku panjang menghitam, dan kondisinya sangat memprihatinkan. Oleh Afni, Putri kemudian diminta untuk dibersihkan, dimandikan, diperlakukan dengan layak. Inibsebuah langkah kecil untuk mengembalikan martabatnya sebagai manusia.

Hasil tes urine menunjukkan kenyataan pahit, Putri positif mengonsumsi metamfetamin atau sabu-sabu. “Ya Allah, budak macam dari mana dia dapat sabu? Dia ini mana tahu-menahu dengan hal macam itu,” ucap Afni dengan nada prihatin.

Bagi Afni, Putri bukan sekadar satu kasus. Putri adalah wajah dari fenomena gunung es, bahwa di luar sana, mungkin masih banyak “Putri” lain yang terjebak dalam lingkaran kemiskinan dan narkoba. Mereka bukan pelaku, melainkan korban dari sistem yang rapuh dan lingkungan yang tak melindungi.

Putri kemudian dipulangkan dalam kondisi lebih bersih dan sedikit lebih tenang. Ia akan menjalani rehabilitasi, sebuah harapan baru, meski jalan yang harus ditempuh masih panjang.

Kisah ini menjadi pengingat, perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Ia membutuhkan kepedulian bersama, keluarga, pemerintah, dan masyarakat. Sebab jika lengah, bukan tidak mungkin akan ada Putri-Putri lain yang bernasib sama.
Dan bagi seorang ibu, harapan itu tidak pernah benar-benar padam. 

Index
Mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis Ikuti Kelas Pemilu, KPU Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif
Kemkomdigi Ingatkan Ancaman AI, Penipuan Kini Bisa Meniru Suara dan Identitas
Bangun Ketahanan Digital, 69 Aplikasi Pemerintah Beroperasi di Pusat Data Nasional
Alhamdulillah, Labkesmas Bengkalis Raih Akreditasi Utama, Siap Tingkatkan Mutu Pelayanan
Bertemu USABC, Meutya Hafid Dorong Investasi Digital AS Beri Manfaat Nyata bagi Indonesia
Dewan Pendidikan Bengkalis Apresiasi K3S Bantan Gelar Lomba Cerdas Cermat Tingkat SD
Toreh Prestasi Internasional, Mahasiswa Polbeng Raih Gold Medal dan Special Award di IUIC 2026 Malay
Jurnalistik Cendekia Gelar REDAKSI, Ajak Anak Yayasan Aisyah Mengenal Literasi
Perkuat Tata Kelola Data Desa dan Kelurahan, Kecamatan Bengkalis Sosialisasikan Program Desa Cantik
Hadiri Pembukaan Musda XI DPD Partai Golkar, Bupati Kasmarni Ajak Perkuat Persatuan dan Sinergi Pemb
Index
Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Tengah Tantangan Fiskal, Wabup Ingatkan Peran Pemuda untuk Dae
Menkomdigi Meutya Hafid dan Kapolri Suyudi Perkuat Sinergi Berantas Judi Online Lintas Negara dan Pe
Bupati Kasmarni Terima Audiensi PKB Bengkalis, Perkuat Sinergi Bangun Daerah
Bupati Bengkalis Sampaikan Jawaban atas Pandangan Umum Tujuh Fraksi DPRD terhadap Ranperda APBD 2027
Peringatan Hari Santri 2026 di Ponpes Nurul Hidayah, Bupati Kasmarni Minta Santri Kuasai Iptek Menuj
Hadiri Paripurna DPRD, Bupati Bengkalis Harapkan Pandangan Umum Fraksi Jadi Bahan Penyempurnaan Ranp
Wabup Bengkalis Bagus Santoso Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Perkuat S
Ranperda APBD 2027 Disampaikan, DBH Migas Bengkalis Diproyeksi Turun 80,61 Persen
Diskominfotik Gaungkan Literasi Digital dan Anti Perundungan di SDN 32 Bantan
Wabup Bagus Santoso Hadiri Pembukaan Rakornas TPAKD oleh Presiden Prabowo
pemerintahan
Wali Kota Pekanbaru: Rumah Dinas Terbuka Bagi Siapa Saja
Pekanbaru Bersujud, Wako Agung dan Ratusan Warga Mohon Hujan di Tengah Kepungan Asap
Sekolah di Pekanbaru Dialihkan ke Daring, MBG Tetap Disalurkan
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Insinyur Profesional Utama
daerah
Mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis Ikuti Kelas Pemilu, KPU Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif
Kemkomdigi Ingatkan Ancaman AI, Penipuan Kini Bisa Meniru Suara dan Identitas
Bangun Ketahanan Digital, 69 Aplikasi Pemerintah Beroperasi di Pusat Data Nasional
Alhamdulillah, Labkesmas Bengkalis Raih Akreditasi Utama, Siap Tingkatkan Mutu Pelayanan
Politik
Musda VI Demokrat Riau Akan di Gelar,Agung Nugroho Calon Tunggal Ketua DPD Periode 2026-2031
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
serbaserbi

Kisah Pilu Putri, Korban Narkoba yang Datang ke Rumah Dinas Bupati Siak
Jumat, 1 Mei 2026
Editor : | Penulis :
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Di lantai teras dingin rumah rakyat Siak, seorang perempuan muda terbaring lemah. Namanya Putri. Usianya 27 tahun, tapi tubuhnya tampak seperti remaja yang kelelahan oleh hidup. Rambut keritingnya menutupi wajah, pakaiannya kusut, dan matanya kosong, seolah kehilangan arah pulang.

Putri tidak datang sendiri. Seorang ibu menggenggam harapan terakhir, membawanya menempuh perjalanan jauh dari Tualang dengan sepeda motor, Rabu (29/4/2026). Bukan untuk berkunjung, melainkan untuk memohon pertolongan. Tak tahu lagi harus ke mana, ia memilih mengetuk pintu rumah dinas Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli. 

Putri bukan anak kandungnya. Dia diangkat sejak usia sehari, dibesarkan dengan kasih sayang tanpa batas. Namun cinta seorang ibu pun nyaris kalah oleh kerasnya kenyataan. Narkoba perlahan merenggut Putri, mengubahnya dari anak yang dicintai menjadi sosok asing yang tak lagi dikenali.

Dengan suara bergetar, sang ibu menceritakan luka yang selama ini dipendam. Putri beberapa kali mengaku mencuri, dengan nilai yang disebut-sebut mencapai Rp25 juta. Namun tak pernah ada bukti. “Dia hanya disuruh orang dan mengaku maling, tapi barang buktinya tak ada,” ujar sang ibu lirih.

Keputusasaan sempat menghampiri. Tapi sebagai ibu, ia tidak menyerah. Ia hanya ingin anaknya tetap hidup, tetap diperlakukan sebagai manusia, bukan sekadar masalah. Itulah yang membawanya sampai ke titik ini, mencari jalan agar Putri bisa diselamatkan.

Di hadapan Bupati Afni, kondisi Putri membuat hati teriris. Tubuhnya kotor, kuku panjang menghitam, dan kondisinya sangat memprihatinkan. Oleh Afni, Putri kemudian diminta untuk dibersihkan, dimandikan, diperlakukan dengan layak. Inibsebuah langkah kecil untuk mengembalikan martabatnya sebagai manusia.

Hasil tes urine menunjukkan kenyataan pahit, Putri positif mengonsumsi metamfetamin atau sabu-sabu. “Ya Allah, budak macam dari mana dia dapat sabu? Dia ini mana tahu-menahu dengan hal macam itu,” ucap Afni dengan nada prihatin.

Bagi Afni, Putri bukan sekadar satu kasus. Putri adalah wajah dari fenomena gunung es, bahwa di luar sana, mungkin masih banyak “Putri” lain yang terjebak dalam lingkaran kemiskinan dan narkoba. Mereka bukan pelaku, melainkan korban dari sistem yang rapuh dan lingkungan yang tak melindungi.

Putri kemudian dipulangkan dalam kondisi lebih bersih dan sedikit lebih tenang. Ia akan menjalani rehabilitasi, sebuah harapan baru, meski jalan yang harus ditempuh masih panjang.

Kisah ini menjadi pengingat, perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Ia membutuhkan kepedulian bersama, keluarga, pemerintah, dan masyarakat. Sebab jika lengah, bukan tidak mungkin akan ada Putri-Putri lain yang bernasib sama.
Dan bagi seorang ibu, harapan itu tidak pernah benar-benar padam.