'
15 Zulqaidah 1447 H | Sabtu, 2 Mei 2026
×
/ serbaserbi
Kisah Pilu Putri, Korban Narkoba yang Datang ke Rumah Dinas Bupati Siak
| Jumat, 1 Mei 2026
Editor : | Penulis :

Di lantai teras dingin rumah rakyat Siak, seorang perempuan muda terbaring lemah. Namanya Putri. Usianya 27 tahun, tapi tubuhnya tampak seperti remaja yang kelelahan oleh hidup. Rambut keritingnya menutupi wajah, pakaiannya kusut, dan matanya kosong, seolah kehilangan arah pulang.

Putri tidak datang sendiri. Seorang ibu menggenggam harapan terakhir, membawanya menempuh perjalanan jauh dari Tualang dengan sepeda motor, Rabu (29/4/2026). Bukan untuk berkunjung, melainkan untuk memohon pertolongan. Tak tahu lagi harus ke mana, ia memilih mengetuk pintu rumah dinas Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli. 

Putri bukan anak kandungnya. Dia diangkat sejak usia sehari, dibesarkan dengan kasih sayang tanpa batas. Namun cinta seorang ibu pun nyaris kalah oleh kerasnya kenyataan. Narkoba perlahan merenggut Putri, mengubahnya dari anak yang dicintai menjadi sosok asing yang tak lagi dikenali.

Dengan suara bergetar, sang ibu menceritakan luka yang selama ini dipendam. Putri beberapa kali mengaku mencuri, dengan nilai yang disebut-sebut mencapai Rp25 juta. Namun tak pernah ada bukti. “Dia hanya disuruh orang dan mengaku maling, tapi barang buktinya tak ada,” ujar sang ibu lirih.

Keputusasaan sempat menghampiri. Tapi sebagai ibu, ia tidak menyerah. Ia hanya ingin anaknya tetap hidup, tetap diperlakukan sebagai manusia, bukan sekadar masalah. Itulah yang membawanya sampai ke titik ini, mencari jalan agar Putri bisa diselamatkan.

Di hadapan Bupati Afni, kondisi Putri membuat hati teriris. Tubuhnya kotor, kuku panjang menghitam, dan kondisinya sangat memprihatinkan. Oleh Afni, Putri kemudian diminta untuk dibersihkan, dimandikan, diperlakukan dengan layak. Inibsebuah langkah kecil untuk mengembalikan martabatnya sebagai manusia.

Hasil tes urine menunjukkan kenyataan pahit, Putri positif mengonsumsi metamfetamin atau sabu-sabu. “Ya Allah, budak macam dari mana dia dapat sabu? Dia ini mana tahu-menahu dengan hal macam itu,” ucap Afni dengan nada prihatin.

Bagi Afni, Putri bukan sekadar satu kasus. Putri adalah wajah dari fenomena gunung es, bahwa di luar sana, mungkin masih banyak “Putri” lain yang terjebak dalam lingkaran kemiskinan dan narkoba. Mereka bukan pelaku, melainkan korban dari sistem yang rapuh dan lingkungan yang tak melindungi.

Putri kemudian dipulangkan dalam kondisi lebih bersih dan sedikit lebih tenang. Ia akan menjalani rehabilitasi, sebuah harapan baru, meski jalan yang harus ditempuh masih panjang.

Kisah ini menjadi pengingat, perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Ia membutuhkan kepedulian bersama, keluarga, pemerintah, dan masyarakat. Sebab jika lengah, bukan tidak mungkin akan ada Putri-Putri lain yang bernasib sama.
Dan bagi seorang ibu, harapan itu tidak pernah benar-benar padam. 

Index
Kisah Pilu Putri, Korban Narkoba yang Datang ke Rumah Dinas Bupati Siak
Pelaku Usaha Pekanbaru Riau Gelar Temu Ramah dan Sosialisasi Bersama Penggadaian
Bupati Siak, Perempuan NU Harus Aktif di Bidang Sosial dan Ekonomi
Menteri LHK Hanif Dorong Pengakhiran Open Dumping, Pekanbaru Siapkan Teknologi Methane Capture
Berhasil Tekan Kemiskinan dan Stunting, WaliKota Agung Terima Penghargaan
Harga Lebih Murah, Operasi Pasar Murah Pemprov Riau Pekan Ini Digelar di Pekanbaru dan Siak
Rakor DBH Sawit 2026: Pelalawan Tegaskan Komitmen Percepat Pembangunan Infrastruktur
Pekan Ini Operasi Pasar Murah Digelar di 3 Kabupaten, Berikut Lokasinya
Pemko Pekanbaru Jawab Pandangan Umum Fraksi Terkait LKPj 2025
Pemko Pekanbaru Koordinasi ke Pemprov Minta Bangun Drainase Jalan Soekarno Hatta
Index
Deportasi Perdana Pascalebaran, 32 Pekerja Migran dari Malaysia Tiba di Pelabuhan Dumai
HUT PUPR ke-2,Ketum Handoko,PUPR Terus Berkembang,Berkolaborasi dengan Pihak Pemerintah dan Swasta
Bupati Pelalawan H. Zukri Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Jelang Idul Fitri
 Jalin Silaturrahmi,DPD Parsindo Riau Buka Puasa Bersama 137 Yatim dan Dhuafa
 Inspektorat Kota Pekanbaru dan Darma Wanita Berbagi 1000 Paket Takjil Gratis
Perkuat Sinergi Pengamanan Idulfitri, Bupati Siak Hadiri Rakor Operasi Lancang Kuning 2026
Polisi Bubarkan Kerumunan Pemuda di Pekanbaru untuk Antisipasi Balap Liar
Bupati Siak Afni, Hadiri Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 di Polda Riau
Serap Aspirasi hingga Bahas Beasiswa
Bupati Siak Afni Yakin Generasi Muda Siak Mampu Tumbuh Menjadi Generasi Qur’ani
pemerintahan
Menteri LHK Hanif Dorong Pengakhiran Open Dumping, Pekanbaru Siapkan Teknologi Methane Capture
Berhasil Tekan Kemiskinan dan Stunting, WaliKota Agung Terima Penghargaan
Harga Lebih Murah, Operasi Pasar Murah Pemprov Riau Pekan Ini Digelar di Pekanbaru dan Siak
Pekan Ini Operasi Pasar Murah Digelar di 3 Kabupaten, Berikut Lokasinya
daerah
Bupati Siak, Perempuan NU Harus Aktif di Bidang Sosial dan Ekonomi
Rakor DBH Sawit 2026: Pelalawan Tegaskan Komitmen Percepat Pembangunan Infrastruktur
Perkuat Sinergi Pengamanan Idulfitri, Bupati Siak Hadiri Rakor Operasi Lancang Kuning 2026
Polisi Bubarkan Kerumunan Pemuda di Pekanbaru untuk Antisipasi Balap Liar
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
serbaserbi

Kisah Pilu Putri, Korban Narkoba yang Datang ke Rumah Dinas Bupati Siak
Jumat, 1 Mei 2026
Editor : | Penulis :
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Di lantai teras dingin rumah rakyat Siak, seorang perempuan muda terbaring lemah. Namanya Putri. Usianya 27 tahun, tapi tubuhnya tampak seperti remaja yang kelelahan oleh hidup. Rambut keritingnya menutupi wajah, pakaiannya kusut, dan matanya kosong, seolah kehilangan arah pulang.

Putri tidak datang sendiri. Seorang ibu menggenggam harapan terakhir, membawanya menempuh perjalanan jauh dari Tualang dengan sepeda motor, Rabu (29/4/2026). Bukan untuk berkunjung, melainkan untuk memohon pertolongan. Tak tahu lagi harus ke mana, ia memilih mengetuk pintu rumah dinas Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli. 

Putri bukan anak kandungnya. Dia diangkat sejak usia sehari, dibesarkan dengan kasih sayang tanpa batas. Namun cinta seorang ibu pun nyaris kalah oleh kerasnya kenyataan. Narkoba perlahan merenggut Putri, mengubahnya dari anak yang dicintai menjadi sosok asing yang tak lagi dikenali.

Dengan suara bergetar, sang ibu menceritakan luka yang selama ini dipendam. Putri beberapa kali mengaku mencuri, dengan nilai yang disebut-sebut mencapai Rp25 juta. Namun tak pernah ada bukti. “Dia hanya disuruh orang dan mengaku maling, tapi barang buktinya tak ada,” ujar sang ibu lirih.

Keputusasaan sempat menghampiri. Tapi sebagai ibu, ia tidak menyerah. Ia hanya ingin anaknya tetap hidup, tetap diperlakukan sebagai manusia, bukan sekadar masalah. Itulah yang membawanya sampai ke titik ini, mencari jalan agar Putri bisa diselamatkan.

Di hadapan Bupati Afni, kondisi Putri membuat hati teriris. Tubuhnya kotor, kuku panjang menghitam, dan kondisinya sangat memprihatinkan. Oleh Afni, Putri kemudian diminta untuk dibersihkan, dimandikan, diperlakukan dengan layak. Inibsebuah langkah kecil untuk mengembalikan martabatnya sebagai manusia.

Hasil tes urine menunjukkan kenyataan pahit, Putri positif mengonsumsi metamfetamin atau sabu-sabu. “Ya Allah, budak macam dari mana dia dapat sabu? Dia ini mana tahu-menahu dengan hal macam itu,” ucap Afni dengan nada prihatin.

Bagi Afni, Putri bukan sekadar satu kasus. Putri adalah wajah dari fenomena gunung es, bahwa di luar sana, mungkin masih banyak “Putri” lain yang terjebak dalam lingkaran kemiskinan dan narkoba. Mereka bukan pelaku, melainkan korban dari sistem yang rapuh dan lingkungan yang tak melindungi.

Putri kemudian dipulangkan dalam kondisi lebih bersih dan sedikit lebih tenang. Ia akan menjalani rehabilitasi, sebuah harapan baru, meski jalan yang harus ditempuh masih panjang.

Kisah ini menjadi pengingat, perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Ia membutuhkan kepedulian bersama, keluarga, pemerintah, dan masyarakat. Sebab jika lengah, bukan tidak mungkin akan ada Putri-Putri lain yang bernasib sama.
Dan bagi seorang ibu, harapan itu tidak pernah benar-benar padam.