'
19 Muharram 1448 H | Minggu, 5 Juli 2026
×
/ pendidikan
Disdik Riau Mulai Salurkan BOSDA dan BOSDA Afirmasi
| Senin, 7 Juli 2025
Editor : | Penulis :

 Dilakukan dalam Dua gelombang, untuk 226 sekolah penerima, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau mulai menyalurkan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) serta BOSDA Afirmasi tahap I tahun 2025.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Riau Weisman Yahya menjelaskan bahwa pada tahap I gelombang I, dana yang disalurkan adalah BOSDA reguler dengan total penerima sebanyak 64 sekolah. 

"Masing-masing 21 SMA swasta, 33 SMK swasta dan 10 SLB swasta. Total dana yang sudah disalurkan Rp 3.106.545.000," jelasnya Senin (07/07/2025). 

Sementara untuk Gelombang II, lanjut Erisman, saat ini pengajuan sudah masuk Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Riau. Jika sudah masuk BPKAD, biasanya proses penyaluran dana sudah dapat dilakukan 3 hingga 7 hari berikutnya. 

"Pada Gelombang II ini, penyaluran dilakukan untuk BOSDA Reguler serta BOSDA Afirmasi. Untuk BOSDA Reguler, ada 126 sekolah penerima. Masing-masing 43 SMA negeri, 11 SMK negeri, 5 SLB negeri, 29 SMA swasta, 33 SMK swasta dan 5 SLB swasta. Total dana yang akan disalurkan Rp13.319.331.148,"urainya. 

Sementara, dana BOSDA Afirmasi di Gelombang II akan disalurkan ke 36 sekolah. Masing-masing 6 SMA swasta, 24 SMK swasta dan 6 SLB swasta dengan total anggaran Rp564.200.000.

"Sekolah penerima di Gelombang II ini adalah satuan pendidikan yang Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS) sudah terverifikasi,"sambungnya.

Sementara itu, hingga kini menurut Erisman, ada 418 sekolah negeri lagi yang RKAS-nya belum terverifikasi. Lalu, 289 lainnya merupakan sekolah swasta. Diharapkan, sekolah-sekolah tersebut menuntaskan kewajibannya dengan baik agar dana BOSDA dapat segera disalurkan. 

Kepada pihak sekolah yang sudah menerima, Erisman mengimbau agar menggunakan dana tersebut sesuai ketentuan dan perundangan yang berlaku. 

Dia juga menegaskan bahwa khusus BOSDA Afirmasi, dananya dapat dipakai untuk membiayai kebutuhan siswa yang diterima pada PPDB 2024 dan SPMB 2025. 

"Karena memang BOSDA Afirmasi ini memang untuk siswa tidak mampu yang ada di sekolah swasta. Sehingga siswa dari keluarga tidak mampu tetap dapat mengenyam pendidikan yang layak," tuturnya.

"Untuk BOSDA Reguler, pemanfaatannya tahun ini difokuskan untuk pembayaran honor guru, pemeliharaan bangunan sekolah, pemeliharaan sarana dan prasarana serta pembayaran honor guru ekstrakurikuler,"tutupnya. 

 Dilakukan dalam Dua gelombang, untuk 226 sekolah penerima, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau mulai menyalurkan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) serta BOSDA Afirmasi tahap I tahun 2025.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Riau Weisman Yahya menjelaskan bahwa pada tahap I gelombang I, dana yang disalurkan adalah BOSDA reguler dengan total penerima sebanyak 64 sekolah. 

"Masing-masing 21 SMA swasta, 33 SMK swasta dan 10 SLB swasta. Total dana yang sudah disalurkan Rp 3.106.545.000," jelasnya Senin (07/07/2025). 

Sementara untuk Gelombang II, lanjut Erisman, saat ini pengajuan sudah masuk Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Riau. Jika sudah masuk BPKAD, biasanya proses penyaluran dana sudah dapat dilakukan 3 hingga 7 hari berikutnya. 

"Pada Gelombang II ini, penyaluran dilakukan untuk BOSDA Reguler serta BOSDA Afirmasi. Untuk BOSDA Reguler, ada 126 sekolah penerima. Masing-masing 43 SMA negeri, 11 SMK negeri, 5 SLB negeri, 29 SMA swasta, 33 SMK swasta dan 5 SLB swasta. Total dana yang akan disalurkan Rp13.319.331.148,"urainya. 

Sementara, dana BOSDA Afirmasi di Gelombang II akan disalurkan ke 36 sekolah. Masing-masing 6 SMA swasta, 24 SMK swasta dan 6 SLB swasta dengan total anggaran Rp564.200.000.

"Sekolah penerima di Gelombang II ini adalah satuan pendidikan yang Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS) sudah terverifikasi,"sambungnya.

Sementara itu, hingga kini menurut Erisman, ada 418 sekolah negeri lagi yang RKAS-nya belum terverifikasi. Lalu, 289 lainnya merupakan sekolah swasta. Diharapkan, sekolah-sekolah tersebut menuntaskan kewajibannya dengan baik agar dana BOSDA dapat segera disalurkan. 

Kepada pihak sekolah yang sudah menerima, Erisman mengimbau agar menggunakan dana tersebut sesuai ketentuan dan perundangan yang berlaku. 

Dia juga menegaskan bahwa khusus BOSDA Afirmasi, dananya dapat dipakai untuk membiayai kebutuhan siswa yang diterima pada PPDB 2024 dan SPMB 2025. 

"Karena memang BOSDA Afirmasi ini memang untuk siswa tidak mampu yang ada di sekolah swasta. Sehingga siswa dari keluarga tidak mampu tetap dapat mengenyam pendidikan yang layak," tuturnya.

"Untuk BOSDA Reguler, pemanfaatannya tahun ini difokuskan untuk pembayaran honor guru, pemeliharaan bangunan sekolah, pemeliharaan sarana dan prasarana serta pembayaran honor guru ekstrakurikuler,"tutupnya. 

Index
Pembukaan MTQ Riau ke-44 Resmi Digelar, Kafilah Siak Siap Bertanding
 Bupati Afni Lepas Kafilah MTQ Siak,Hadiah Umroh Menanti, Bonus Naik 10 Persen
Wabup Syamsurizal Kenalkan Pesona Siak kepada Komisaris Bank Mandiri
Pemkab Siak Bangun Rumah Singgah untuk Pasien Miskin yang Berobat Ke RS Tengku Rafian
 Ditengah Tekanan Fiskal, Pemkab Siak Pastikan Pembayaran gaji 13 bagi  ASN.
HUT ke-242, Pekanbaru Semakin Maju dan Masyarakat Sejahtera jadi Harapan Walikota Agung
KolaborAksi Membangun Pekanbaru: 242 Tahun Melangkah Menuju Kota yang Lebih Maju
Peringati HKG PKK Ke-54, TP PKK Pelalawan Dorong Penguatan 10 Program Pokok PKK
Rektor Unri dan Plt Gubri Lepas Ribuan Mahasiswa Kukerta Membangun Negeri
Kab Siak Dapat Pengahargaan WTP ke-15 Kali Berturut-turut dari BPK RI, Ini Harapan Bupati Afni
Index
Buka Festival Literasi 2026, Walikota: Jadikan Membaca Sebagai Kebiasaan
Rapat Persiapan MTQ Riau ke 44, Wabup Misharti,Maksimalkan Persiapan.
Semarak Malam 1 Muharam, Bupati Siak Hidupkan Kembali Tradisi Pawai Obor di Kota Pusaka
DPRD Pekanbaru Sampaikan Hasil Reses di Rapat Paripurna
Bupati Siak Gandeng SKK Migas dan BPKP, Seleksi Dirut BSP Masuk Babak Akhir
Demi Proses Administrasi Bantuan Sapi Presiden, Peternak Riau Kumpul di Kantor Gubri
Disdik Kota Pekanbaru Vidcon ESD Pertemukan Pelajar, Indonesia, Malaysia dan Thailand
Mandi di Sungai Kampar, Anak 13 Tahun Dilaporkan Hilang Tenggelam
Libur Panjang Tak Pengaruhi Jumlah Penumpang di Bandara SSK II Pekanbaru
Musda VI Demokrat Riau Akan di Gelar,Agung Nugroho Calon Tunggal Ketua DPD Periode 2026-2031
pemerintahan
Rektor Unri dan Plt Gubri Lepas Ribuan Mahasiswa Kukerta Membangun Negeri
Dorong Ekonomi Berkelanjutan, Pemprov Riau Fokus Kembangkan UMKM Berbasis Syariah
Pemko Pekanbaru akan Membentuk Dinas Perikanan dan Peternakan untuk Menyukseskan Program MBG.
Satu Tahun Kepemimpinan Agung dan Markarius, Fiskal Naik Singnifikan
daerah
Pembukaan MTQ Riau ke-44 Resmi Digelar, Kafilah Siak Siap Bertanding
 Bupati Afni Lepas Kafilah MTQ Siak,Hadiah Umroh Menanti, Bonus Naik 10 Persen
Wabup Syamsurizal Kenalkan Pesona Siak kepada Komisaris Bank Mandiri
Pemkab Siak Bangun Rumah Singgah untuk Pasien Miskin yang Berobat Ke RS Tengku Rafian
Politik
Musda VI Demokrat Riau Akan di Gelar,Agung Nugroho Calon Tunggal Ketua DPD Periode 2026-2031
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
pendidikan

Disdik Riau Mulai Salurkan BOSDA dan BOSDA Afirmasi
Senin, 7 Juli 2025
Editor : | Penulis :
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

 Dilakukan dalam Dua gelombang, untuk 226 sekolah penerima, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau mulai menyalurkan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) serta BOSDA Afirmasi tahap I tahun 2025.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Riau Weisman Yahya menjelaskan bahwa pada tahap I gelombang I, dana yang disalurkan adalah BOSDA reguler dengan total penerima sebanyak 64 sekolah. 

"Masing-masing 21 SMA swasta, 33 SMK swasta dan 10 SLB swasta. Total dana yang sudah disalurkan Rp 3.106.545.000," jelasnya Senin (07/07/2025). 

Sementara untuk Gelombang II, lanjut Erisman, saat ini pengajuan sudah masuk Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Riau. Jika sudah masuk BPKAD, biasanya proses penyaluran dana sudah dapat dilakukan 3 hingga 7 hari berikutnya. 

"Pada Gelombang II ini, penyaluran dilakukan untuk BOSDA Reguler serta BOSDA Afirmasi. Untuk BOSDA Reguler, ada 126 sekolah penerima. Masing-masing 43 SMA negeri, 11 SMK negeri, 5 SLB negeri, 29 SMA swasta, 33 SMK swasta dan 5 SLB swasta. Total dana yang akan disalurkan Rp13.319.331.148,"urainya. 

Sementara, dana BOSDA Afirmasi di Gelombang II akan disalurkan ke 36 sekolah. Masing-masing 6 SMA swasta, 24 SMK swasta dan 6 SLB swasta dengan total anggaran Rp564.200.000.

"Sekolah penerima di Gelombang II ini adalah satuan pendidikan yang Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS) sudah terverifikasi,"sambungnya.

Sementara itu, hingga kini menurut Erisman, ada 418 sekolah negeri lagi yang RKAS-nya belum terverifikasi. Lalu, 289 lainnya merupakan sekolah swasta. Diharapkan, sekolah-sekolah tersebut menuntaskan kewajibannya dengan baik agar dana BOSDA dapat segera disalurkan. 

Kepada pihak sekolah yang sudah menerima, Erisman mengimbau agar menggunakan dana tersebut sesuai ketentuan dan perundangan yang berlaku. 

Dia juga menegaskan bahwa khusus BOSDA Afirmasi, dananya dapat dipakai untuk membiayai kebutuhan siswa yang diterima pada PPDB 2024 dan SPMB 2025. 

"Karena memang BOSDA Afirmasi ini memang untuk siswa tidak mampu yang ada di sekolah swasta. Sehingga siswa dari keluarga tidak mampu tetap dapat mengenyam pendidikan yang layak," tuturnya.

"Untuk BOSDA Reguler, pemanfaatannya tahun ini difokuskan untuk pembayaran honor guru, pemeliharaan bangunan sekolah, pemeliharaan sarana dan prasarana serta pembayaran honor guru ekstrakurikuler,"tutupnya. 

 Dilakukan dalam Dua gelombang, untuk 226 sekolah penerima, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau mulai menyalurkan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) serta BOSDA Afirmasi tahap I tahun 2025.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Riau Weisman Yahya menjelaskan bahwa pada tahap I gelombang I, dana yang disalurkan adalah BOSDA reguler dengan total penerima sebanyak 64 sekolah. 

"Masing-masing 21 SMA swasta, 33 SMK swasta dan 10 SLB swasta. Total dana yang sudah disalurkan Rp 3.106.545.000," jelasnya Senin (07/07/2025). 

Sementara untuk Gelombang II, lanjut Erisman, saat ini pengajuan sudah masuk Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Riau. Jika sudah masuk BPKAD, biasanya proses penyaluran dana sudah dapat dilakukan 3 hingga 7 hari berikutnya. 

"Pada Gelombang II ini, penyaluran dilakukan untuk BOSDA Reguler serta BOSDA Afirmasi. Untuk BOSDA Reguler, ada 126 sekolah penerima. Masing-masing 43 SMA negeri, 11 SMK negeri, 5 SLB negeri, 29 SMA swasta, 33 SMK swasta dan 5 SLB swasta. Total dana yang akan disalurkan Rp13.319.331.148,"urainya. 

Sementara, dana BOSDA Afirmasi di Gelombang II akan disalurkan ke 36 sekolah. Masing-masing 6 SMA swasta, 24 SMK swasta dan 6 SLB swasta dengan total anggaran Rp564.200.000.

"Sekolah penerima di Gelombang II ini adalah satuan pendidikan yang Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS) sudah terverifikasi,"sambungnya.

Sementara itu, hingga kini menurut Erisman, ada 418 sekolah negeri lagi yang RKAS-nya belum terverifikasi. Lalu, 289 lainnya merupakan sekolah swasta. Diharapkan, sekolah-sekolah tersebut menuntaskan kewajibannya dengan baik agar dana BOSDA dapat segera disalurkan. 

Kepada pihak sekolah yang sudah menerima, Erisman mengimbau agar menggunakan dana tersebut sesuai ketentuan dan perundangan yang berlaku. 

Dia juga menegaskan bahwa khusus BOSDA Afirmasi, dananya dapat dipakai untuk membiayai kebutuhan siswa yang diterima pada PPDB 2024 dan SPMB 2025. 

"Karena memang BOSDA Afirmasi ini memang untuk siswa tidak mampu yang ada di sekolah swasta. Sehingga siswa dari keluarga tidak mampu tetap dapat mengenyam pendidikan yang layak," tuturnya.

"Untuk BOSDA Reguler, pemanfaatannya tahun ini difokuskan untuk pembayaran honor guru, pemeliharaan bangunan sekolah, pemeliharaan sarana dan prasarana serta pembayaran honor guru ekstrakurikuler,"tutupnya.