'
14 Safar 1448 H | Kamis, 30 Juli 2026
×
/ pemerintahan
Deportasi Perdana Pascalebaran, 32 Pekerja Migran dari Malaysia Tiba di Pelabuhan Dumai
| Senin, 13 April 2026
Editor : | Penulis :

Gelombang pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari luar negeri kembali berlanjut di gerbang perbatasan Provinsi Riau. Sebanyak 32 orang PMI yang dideportasi dari Malaysia tiba di Pelabuhan Internasional Dumai pada Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 12.15 WIB. Kedatangan ini tercatat sebagai rombongan deportasi perdana yang masuk ke wilayah Indonesia melalui Kota Dumai setelah perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Setibanya di pelabuhan dengan menggunakan kapal feri Indomal Imperial, para pekerja migran tersebut langsung diarahkan untuk menjalani serangkaian pemeriksaan ketat oleh tim gabungan. Proses pemeriksaan meliputi verifikasi dokumen keimigrasian guna memastikan legalitas status mereka serta pemeriksaan kesehatan awal yang dilakukan oleh petugas Balai Kekarantinaan Kesehatan. Langkah ini merupakan prosedur standar untuk memastikan keamanan dan keselamatan setiap warga negara yang kembali dari luar negeri.

Berdasarkan hasil pemindaian kesehatan di lokasi, seluruh PMI tersebut dinyatakan dalam kondisi fisik yang sehat dan tidak ditemukan adanya keluhan medis yang menonjol. Dengan hasil pemeriksaan yang stabil tersebut, tim petugas menyatakan mereka layak untuk melanjutkan proses birokrasi selanjutnya menuju tahap pemulangan ke daerah asal masing-masing. 

Penanganan lanjutan terhadap rombongan ini segera diambil alih oleh Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau bersama Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Kota Dumai. Di lokasi transit, para PMI mendapatkan layanan pendampingan komprehensif yang mencakup pendataan mendalam, pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan dan tempat istirahat, serta fasilitasi administrasi yang diperlukan agar hak-hak mereka tetap terlindungi.

Selain urusan logistik, para PMI juga mendapatkan bantuan teknis berupa fasilitasi registrasi IMEI perangkat komunikasi di gerai Bea Cukai pelabuhan. Langkah ini dilakukan agar alat komunikasi mereka tetap dapat berfungsi di jaringan seluler dalam negeri sebelum mereka ditempatkan sementara di Rumah Ramah PMI Dumai. Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu Kurniawan, menegaskan bahwa negara berkomitmen penuh hadir dalam setiap tahap kepulangan para pahlawan devisa tersebut.

"Setiap PMI yang dipulangkan, apapun statusnya, tetap menjadi tanggung jawab negara. Kami memastikan mereka mendapatkan pelayanan yang layak dan manusiawi, mulai dari pemeriksaan kesehatan yang teliti, pendataan yang akurat, hingga fasilitasi pemulangan ke kampung halaman dengan aman," ujar Fanny Wahyu Kurniawan saat memberikan keterangan resmi, Ahad (12/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Fanny juga memberikan edukasi kepada masyarakat luas agar tidak tergiur bekerja ke luar negeri melalui jalur nonprosedural atau ilegal. Ia menyoroti bahwa sebagian besar masalah hukum dan kemanusiaan yang menimpa PMI di luar negeri berawal dari proses keberangkatan yang tidak sesuai dengan ketentuan regulasi. Ia mengimbau warga agar selalu memilih jalur resmi demi menghindari risiko eksploitasi dan kekerasan di negara penempatan.

Secara rinci, data rombongan kali ini terdiri dari 23 orang laki-laki dan 9 orang perempuan yang mayoritas berasal dari Provinsi Sumatera Utara, diikuti oleh warga asal Aceh dan Riau. Saat ini, seluruh pekerja migran tersebut masih menjalani masa transit di Rumah Ramah PMI Dumai guna menunggu jadwal keberangkatan ke daerah masing-masing. "Kami terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah asal mereka untuk mempercepat proses pemulangan ini," tutup Fanny.

Index
Film Pramuka Tayang di Pekanbaru, Wawako Ajak Sekolah Dukung Penguatan Karakter Siswa
Siak Masuk Kategori Terbaik Investasi, Pemkab Genjot Permudah Perizinan Bagi Investasi
 Buka Seminar UMKM Rohil Bistamam, UMKM Harus Kuasai Transformasi platform digital.
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Berkunjung Rohil Tinjau Fasilitas Pendidikan dan Program MBG
Coffe Morning Bersama Camat, Wako Pekanbaru Bahas Soal Banjir Hingga Pelantikan RT/RW
Raih Juara Umum MTQ Riau, LPTQ Rohil Gelar Syukuran dan Doa Bersama
Olimpiade Bahasa Arab, Tiga Wakil MAN 1 Rokan Hilir Melaju ke Provinsi
Sekda Rohil Fauzi Efrizal Ikuti Rapat Virtual Bersama Kemendagri Bahas SIPD BUMD
MTQ XLIV Riau 2026 Resmi Ditutup,Rokan Hilir Juara Umum
Pembukaan MTQ Riau ke-44 Resmi Digelar, Kafilah Siak Siap Bertanding
Index
 Bupati Afni Lepas Kafilah MTQ Siak,Hadiah Umroh Menanti, Bonus Naik 10 Persen
Wabup Syamsurizal Kenalkan Pesona Siak kepada Komisaris Bank Mandiri
Pemkab Siak Bangun Rumah Singgah untuk Pasien Miskin yang Berobat Ke RS Tengku Rafian
 Ditengah Tekanan Fiskal, Pemkab Siak Pastikan Pembayaran gaji 13 bagi  ASN.
HUT ke-242, Pekanbaru Semakin Maju dan Masyarakat Sejahtera jadi Harapan Walikota Agung
KolaborAksi Membangun Pekanbaru: 242 Tahun Melangkah Menuju Kota yang Lebih Maju
Peringati HKG PKK Ke-54, TP PKK Pelalawan Dorong Penguatan 10 Program Pokok PKK
Rektor Unri dan Plt Gubri Lepas Ribuan Mahasiswa Kukerta Membangun Negeri
Kab Siak Dapat Pengahargaan WTP ke-15 Kali Berturut-turut dari BPK RI, Ini Harapan Bupati Afni
Buka Festival Literasi 2026, Walikota: Jadikan Membaca Sebagai Kebiasaan
pemerintahan
Rektor Unri dan Plt Gubri Lepas Ribuan Mahasiswa Kukerta Membangun Negeri
Dorong Ekonomi Berkelanjutan, Pemprov Riau Fokus Kembangkan UMKM Berbasis Syariah
Pemko Pekanbaru akan Membentuk Dinas Perikanan dan Peternakan untuk Menyukseskan Program MBG.
Satu Tahun Kepemimpinan Agung dan Markarius, Fiskal Naik Singnifikan
daerah
Film Pramuka Tayang di Pekanbaru, Wawako Ajak Sekolah Dukung Penguatan Karakter Siswa
Siak Masuk Kategori Terbaik Investasi, Pemkab Genjot Permudah Perizinan Bagi Investasi
Coffe Morning Bersama Camat, Wako Pekanbaru Bahas Soal Banjir Hingga Pelantikan RT/RW
Pembukaan MTQ Riau ke-44 Resmi Digelar, Kafilah Siak Siap Bertanding
Politik
Musda VI Demokrat Riau Akan di Gelar,Agung Nugroho Calon Tunggal Ketua DPD Periode 2026-2031
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
pemerintahan

Deportasi Perdana Pascalebaran, 32 Pekerja Migran dari Malaysia Tiba di Pelabuhan Dumai
Senin, 13 April 2026
Editor : | Penulis :
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Gelombang pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari luar negeri kembali berlanjut di gerbang perbatasan Provinsi Riau. Sebanyak 32 orang PMI yang dideportasi dari Malaysia tiba di Pelabuhan Internasional Dumai pada Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 12.15 WIB. Kedatangan ini tercatat sebagai rombongan deportasi perdana yang masuk ke wilayah Indonesia melalui Kota Dumai setelah perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Setibanya di pelabuhan dengan menggunakan kapal feri Indomal Imperial, para pekerja migran tersebut langsung diarahkan untuk menjalani serangkaian pemeriksaan ketat oleh tim gabungan. Proses pemeriksaan meliputi verifikasi dokumen keimigrasian guna memastikan legalitas status mereka serta pemeriksaan kesehatan awal yang dilakukan oleh petugas Balai Kekarantinaan Kesehatan. Langkah ini merupakan prosedur standar untuk memastikan keamanan dan keselamatan setiap warga negara yang kembali dari luar negeri.

Berdasarkan hasil pemindaian kesehatan di lokasi, seluruh PMI tersebut dinyatakan dalam kondisi fisik yang sehat dan tidak ditemukan adanya keluhan medis yang menonjol. Dengan hasil pemeriksaan yang stabil tersebut, tim petugas menyatakan mereka layak untuk melanjutkan proses birokrasi selanjutnya menuju tahap pemulangan ke daerah asal masing-masing. 

Penanganan lanjutan terhadap rombongan ini segera diambil alih oleh Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau bersama Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Kota Dumai. Di lokasi transit, para PMI mendapatkan layanan pendampingan komprehensif yang mencakup pendataan mendalam, pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan dan tempat istirahat, serta fasilitasi administrasi yang diperlukan agar hak-hak mereka tetap terlindungi.

Selain urusan logistik, para PMI juga mendapatkan bantuan teknis berupa fasilitasi registrasi IMEI perangkat komunikasi di gerai Bea Cukai pelabuhan. Langkah ini dilakukan agar alat komunikasi mereka tetap dapat berfungsi di jaringan seluler dalam negeri sebelum mereka ditempatkan sementara di Rumah Ramah PMI Dumai. Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu Kurniawan, menegaskan bahwa negara berkomitmen penuh hadir dalam setiap tahap kepulangan para pahlawan devisa tersebut.

"Setiap PMI yang dipulangkan, apapun statusnya, tetap menjadi tanggung jawab negara. Kami memastikan mereka mendapatkan pelayanan yang layak dan manusiawi, mulai dari pemeriksaan kesehatan yang teliti, pendataan yang akurat, hingga fasilitasi pemulangan ke kampung halaman dengan aman," ujar Fanny Wahyu Kurniawan saat memberikan keterangan resmi, Ahad (12/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Fanny juga memberikan edukasi kepada masyarakat luas agar tidak tergiur bekerja ke luar negeri melalui jalur nonprosedural atau ilegal. Ia menyoroti bahwa sebagian besar masalah hukum dan kemanusiaan yang menimpa PMI di luar negeri berawal dari proses keberangkatan yang tidak sesuai dengan ketentuan regulasi. Ia mengimbau warga agar selalu memilih jalur resmi demi menghindari risiko eksploitasi dan kekerasan di negara penempatan.

Secara rinci, data rombongan kali ini terdiri dari 23 orang laki-laki dan 9 orang perempuan yang mayoritas berasal dari Provinsi Sumatera Utara, diikuti oleh warga asal Aceh dan Riau. Saat ini, seluruh pekerja migran tersebut masih menjalani masa transit di Rumah Ramah PMI Dumai guna menunggu jadwal keberangkatan ke daerah masing-masing. "Kami terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah asal mereka untuk mempercepat proses pemulangan ini," tutup Fanny.