'
15 Rabiul Awwal 1448 H | Sabtu, 29 Agustus 2026
×
/ pendidikan
Demi Lihat Anak di Istana Merdeka, Ibunda Paskibraka Asal Siak Beranikan Diri Naik Pesawat Pertama K
| Sabtu, 15 Agustus 2026
Editor : | Penulis :

 Menjelang pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, persiapan fisik menjadi bagian penting bagi para anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional. Di balik latihan intensif yang dijalani para putra-putri terbaik bangsa, terselip doa dan harapan orang tua agar mereka selalu diberikan kesehatan serta kekuatan hingga menjalankan tugas pada 17 Agustus mendatang.

Satu di antaranya datang dari Muhammad Isnaini Siregar dan Dina Afnita, mereka adalah orang tua dari Rizqy Aditya Siregar, putra asal Kabupaten Siak yang terpilih mewakili Provinsi Riau sebagai Paskibraka Nasional. Sebagai seorang ibu, Dina memahami bahwa tugas tersebut membutuhkan kondisi fisik prima, mental kuat, serta kedisiplinan tinggi.

Dina mengungkapkan, latihan fisik sebenarnya bukan hal baru bagi Rizqy. Sejak kecil, anak keduanya dari tiga bersaudara itu memang memiliki kegemaran berolahraga sehingga pelatinahan ini telah menjadi bagian dari kesehariannya.

"Alhamdulillah, memang anak saya itu udah dari kecil hobi olahraga. Terkait fisik, insyaallah dia kuat karena persiapannya dari sebelum ini sangat luar biasa," ujar Dina saat diwawancara Media Center Riau, Sabtu (15/08/2026).

Dijelaskan, sejak memasuki rangkaian pemusatan latihan Paskibraka Nasional, komunikasi antara Dina dan Rizqy menjadi sangat terbatas. Sejak 14 Juli lalu, ia mengaku tidak lagi dapat berkomunikasi langsung dengan putranya karena para peserta menjalani berbagai aturan dan kesibukan latihan.

"Semenjak tanggal 14 Juli yang lalu, saya tidak ada berkontak sama Rizqy. Mereka juga tidak dibolehkan memainkan HP dan pasti sibuk mempersiapkan berbagai latihan. Doa saya tentu untuk kondisi fisiknya selalu tetap kuat, sehat, dan jangan sakit. Apalagi saya yakin, dia di sana pasti mendapatkan asupan gizi yang baik dari panitia," jelasnya.

Untuk mengobati rasa rindu sekaligus memantau perkembangan putranya, Dina memanfaatkan informasi yang tersedia melalui media sosial resmi. Ia rutin mengikuti unggahan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Direktorat Paskibraka Nasional untuk melihat aktivitas para peserta selama berada di Jakarta.

"Walaupun gak bisa berkontak dengan Rizqy, tapi saya selalu memantau dia melalui Instagram resmi BPIP dan Direktorat Paskibraka Nasional. Senang, beberapa kali anak saya tampak di beberapa postingan," ungkapnya.

Dari berbagai video latihan yang dilihatnya, Dina melihat perubahan positif pada kondisi fisik Rizqy. Ia menilai putranya tampak semakin bugar, sementara kekompakan seluruh anggota Paskibraka dalam menjalankan latihan baris-berbaris juga terlihat semakin matang.

"Saya lihat videonya, fisik dia semakin bugar. Saat latihan baris berbaris, kekompakan mereka juga sempurna. Semoga ini dapat dipertahankan dan menjadi modal sukses untuk pelaksanaan pengibaran bendera pusaka pada 17 Agustus mendatang," tuturnya.

Dina juga belum mengetahui secara pasti posisi yang nantinya akan ditempati Rizqy dalam formasi Paskibraka Nasional. Namun, hal tersebut tidak mengurangi sedikit pun rasa bangga yang dirasakannya sebagai seorang ibu.

"Sampai saat ini saya belum mengetahui dia menjadi posisi apa. Tapi saya gak masalah terkait hal itu, soalnya dia sudah terpilih menjadi Paskibraka Nasional saya sangat bangga. Gak pernah kami menyangka," ucapnya.

Bagi Dina, menjadi Paskibraka Nasional saja sudah merupakan pencapaian besar bagi keluarganya. Dari seorang anak asal Siak, Rizqy kini mendapatkan kesempatan berdiri bersama putra-putri terbaik dari seluruh Indonesia dalam momen bersejarah peringatan kemerdekaan bangsa.

"Insyaallah, nanti saya akan berangkat ke Jakarta. Ini merupakan pengalaman pertama saya naik pesawat, untuk melihat Rizqy saya beranikan diri melawan ketinggian," tambahnya.

Demi memastikan kehadirannya berjalan sesuai ketentuan, Dina juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Ia mendapatkan informasi mengenai tahapan yang harus dilakukan orang tua sebelum menghadiri upacara di Istana Merdeka.

"Saya sudah berkoordinasi dengan pihak Kesbangpol Provinsi Riau. Nanti setibanya di Jakarta, orang tua wajib melakukan registrasi atau lapor diri dan verifikasi dokumen autentik sesuai undangan resmi agar dapat menghadiri langsung upacara 17 Agustus di Istana Merdeka," terangnya.

Di tengah persiapan fisik dan latihan yang terus dijalani Rizqy bersama anggota Paskibraka Nasional lainnya, Dina memilih menguatkan diri melalui doa. Ia menyadari bahwa sebagai seorang ibu, ada batas yang tidak dapat ia jangkau untuk mendampingi putranya secara langsung selama menjalani pemusatan latihan.

"Doa saya tak pernah henti untuk anak-anak, setiap malam setiap hari saya berdoa muluskanlah perjalanannya. Mohon doa juga dari seluruh masyarakat Riau agar anak kami dan seluruh anggota Paskibraka Nasional diberi kekuatan, kesehatan, dan dapat menjalankan tugasnya dengan lancar besok di Istana Merdeka," pungkasnya.

Index
Hingga Dini Hari Bupati Siak Pimpin Karhutla, Menjaga Sumur Minyak BSP
Pekanbaru Bersujud, Wako Agung dan Ratusan Warga Mohon Hujan di Tengah Kepungan Asap
Dugaan Ketertutupan Publikasi Media di DPRD Pekanbaru, Kabag Protokol Menolak di Jumpai Wartawan
Sekolah di Pekanbaru Dialihkan ke Daring, MBG Tetap Disalurkan
Alam Cahyo Tuah Nagoghi Rebut Tahta Tepian Narosa, Tumbangkan Juara Bertahan Bintang Emas Cahaya Int
LKKS Kabupaten Kampar Kembali Salurkan Bantuan Perlengkapan dan Perlengkapan Rumah Tangga
Panen Semangka di Sungai Apit, Bupati Afni Buktikan Dana Desa Bermanfaat bagi Warga
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Insinyur Profesional Utama
Tahun Ini Pemko Pekanbaru Terima Ratusan Usulan di Program Pembangunan Rp100 Juta per RW
SF Hariyanto Tunjuk Sri Sadono Jadi Plt Kadishub Riau
Index
24 Insan Pramuka Riau Terima Lencana Kehormatan di Hari Pramuka ke-65
Sebanyak 572 Warga Binaan Rutan Rengat Terima Remisi Kemerdekaan
Demi Lihat Anak di Istana Merdeka, Ibunda Paskibraka Asal Siak Beranikan Diri Naik Pesawat Pertama K
Bupati Rohil Temui Kepala Bappenas, Bahas Pengembangan Rumah Sakit
Wabup Husni Thamrin Pimpin Upacara HUT ke-69 Provinsi Riau
Film Pramuka Tayang di Pekanbaru, Wawako Ajak Sekolah Dukung Penguatan Karakter Siswa
Siak Masuk Kategori Terbaik Investasi, Pemkab Genjot Permudah Perizinan Bagi Investasi
 Buka Seminar UMKM Rohil Bistamam, UMKM Harus Kuasai Transformasi platform digital.
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Berkunjung Rohil Tinjau Fasilitas Pendidikan dan Program MBG
Coffe Morning Bersama Camat, Wako Pekanbaru Bahas Soal Banjir Hingga Pelantikan RT/RW
pemerintahan
Pekanbaru Bersujud, Wako Agung dan Ratusan Warga Mohon Hujan di Tengah Kepungan Asap
Sekolah di Pekanbaru Dialihkan ke Daring, MBG Tetap Disalurkan
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Insinyur Profesional Utama
SF Hariyanto Tunjuk Sri Sadono Jadi Plt Kadishub Riau
daerah
Hingga Dini Hari Bupati Siak Pimpin Karhutla, Menjaga Sumur Minyak BSP
Dugaan Ketertutupan Publikasi Media di DPRD Pekanbaru, Kabag Protokol Menolak di Jumpai Wartawan
Alam Cahyo Tuah Nagoghi Rebut Tahta Tepian Narosa, Tumbangkan Juara Bertahan Bintang Emas Cahaya Int
LKKS Kabupaten Kampar Kembali Salurkan Bantuan Perlengkapan dan Perlengkapan Rumah Tangga
Politik
Musda VI Demokrat Riau Akan di Gelar,Agung Nugroho Calon Tunggal Ketua DPD Periode 2026-2031
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
pendidikan

Demi Lihat Anak di Istana Merdeka, Ibunda Paskibraka Asal Siak Beranikan Diri Naik Pesawat Pertama K
Sabtu, 15 Agustus 2026
Editor : | Penulis :
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

 Menjelang pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, persiapan fisik menjadi bagian penting bagi para anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional. Di balik latihan intensif yang dijalani para putra-putri terbaik bangsa, terselip doa dan harapan orang tua agar mereka selalu diberikan kesehatan serta kekuatan hingga menjalankan tugas pada 17 Agustus mendatang.

Satu di antaranya datang dari Muhammad Isnaini Siregar dan Dina Afnita, mereka adalah orang tua dari Rizqy Aditya Siregar, putra asal Kabupaten Siak yang terpilih mewakili Provinsi Riau sebagai Paskibraka Nasional. Sebagai seorang ibu, Dina memahami bahwa tugas tersebut membutuhkan kondisi fisik prima, mental kuat, serta kedisiplinan tinggi.

Dina mengungkapkan, latihan fisik sebenarnya bukan hal baru bagi Rizqy. Sejak kecil, anak keduanya dari tiga bersaudara itu memang memiliki kegemaran berolahraga sehingga pelatinahan ini telah menjadi bagian dari kesehariannya.

"Alhamdulillah, memang anak saya itu udah dari kecil hobi olahraga. Terkait fisik, insyaallah dia kuat karena persiapannya dari sebelum ini sangat luar biasa," ujar Dina saat diwawancara Media Center Riau, Sabtu (15/08/2026).

Dijelaskan, sejak memasuki rangkaian pemusatan latihan Paskibraka Nasional, komunikasi antara Dina dan Rizqy menjadi sangat terbatas. Sejak 14 Juli lalu, ia mengaku tidak lagi dapat berkomunikasi langsung dengan putranya karena para peserta menjalani berbagai aturan dan kesibukan latihan.

"Semenjak tanggal 14 Juli yang lalu, saya tidak ada berkontak sama Rizqy. Mereka juga tidak dibolehkan memainkan HP dan pasti sibuk mempersiapkan berbagai latihan. Doa saya tentu untuk kondisi fisiknya selalu tetap kuat, sehat, dan jangan sakit. Apalagi saya yakin, dia di sana pasti mendapatkan asupan gizi yang baik dari panitia," jelasnya.

Untuk mengobati rasa rindu sekaligus memantau perkembangan putranya, Dina memanfaatkan informasi yang tersedia melalui media sosial resmi. Ia rutin mengikuti unggahan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Direktorat Paskibraka Nasional untuk melihat aktivitas para peserta selama berada di Jakarta.

"Walaupun gak bisa berkontak dengan Rizqy, tapi saya selalu memantau dia melalui Instagram resmi BPIP dan Direktorat Paskibraka Nasional. Senang, beberapa kali anak saya tampak di beberapa postingan," ungkapnya.

Dari berbagai video latihan yang dilihatnya, Dina melihat perubahan positif pada kondisi fisik Rizqy. Ia menilai putranya tampak semakin bugar, sementara kekompakan seluruh anggota Paskibraka dalam menjalankan latihan baris-berbaris juga terlihat semakin matang.

"Saya lihat videonya, fisik dia semakin bugar. Saat latihan baris berbaris, kekompakan mereka juga sempurna. Semoga ini dapat dipertahankan dan menjadi modal sukses untuk pelaksanaan pengibaran bendera pusaka pada 17 Agustus mendatang," tuturnya.

Dina juga belum mengetahui secara pasti posisi yang nantinya akan ditempati Rizqy dalam formasi Paskibraka Nasional. Namun, hal tersebut tidak mengurangi sedikit pun rasa bangga yang dirasakannya sebagai seorang ibu.

"Sampai saat ini saya belum mengetahui dia menjadi posisi apa. Tapi saya gak masalah terkait hal itu, soalnya dia sudah terpilih menjadi Paskibraka Nasional saya sangat bangga. Gak pernah kami menyangka," ucapnya.

Bagi Dina, menjadi Paskibraka Nasional saja sudah merupakan pencapaian besar bagi keluarganya. Dari seorang anak asal Siak, Rizqy kini mendapatkan kesempatan berdiri bersama putra-putri terbaik dari seluruh Indonesia dalam momen bersejarah peringatan kemerdekaan bangsa.

"Insyaallah, nanti saya akan berangkat ke Jakarta. Ini merupakan pengalaman pertama saya naik pesawat, untuk melihat Rizqy saya beranikan diri melawan ketinggian," tambahnya.

Demi memastikan kehadirannya berjalan sesuai ketentuan, Dina juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Ia mendapatkan informasi mengenai tahapan yang harus dilakukan orang tua sebelum menghadiri upacara di Istana Merdeka.

"Saya sudah berkoordinasi dengan pihak Kesbangpol Provinsi Riau. Nanti setibanya di Jakarta, orang tua wajib melakukan registrasi atau lapor diri dan verifikasi dokumen autentik sesuai undangan resmi agar dapat menghadiri langsung upacara 17 Agustus di Istana Merdeka," terangnya.

Di tengah persiapan fisik dan latihan yang terus dijalani Rizqy bersama anggota Paskibraka Nasional lainnya, Dina memilih menguatkan diri melalui doa. Ia menyadari bahwa sebagai seorang ibu, ada batas yang tidak dapat ia jangkau untuk mendampingi putranya secara langsung selama menjalani pemusatan latihan.

"Doa saya tak pernah henti untuk anak-anak, setiap malam setiap hari saya berdoa muluskanlah perjalanannya. Mohon doa juga dari seluruh masyarakat Riau agar anak kami dan seluruh anggota Paskibraka Nasional diberi kekuatan, kesehatan, dan dapat menjalankan tugasnya dengan lancar besok di Istana Merdeka," pungkasnya.