'
25 Rabiul Akhir 1448 H | Kamis, 8 Oktober 2026
×
/ pemerintahan
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Insinyur Profesional Utama
| Jumat, 21 Agustus 2026
Editor : | Penulis :

 Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto resmi memperoleh predikat Insinyur Profesional Utama (IPU) dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Hal tersebut berdasarkan Sertifikat Kompetensi Insinyur Profesional yang diterbitkan PII. Di mana, SF Hariyanto ditetapkan sebagai Insinyur Profesional Utama (Executive Professional Engineer) dengan Nomor Sertifikasi 3-15-00-000772-00.

Sertifikat tersebut ditetapkan di Jakarta pada 14 Agustus 2026 dan berlaku selama 5 (lima) tahun. Capaian ini sekaligus menempatkan SF Hariyanto sebagai Plt Gubernur pertama yang meraih jenjang Insinyur Profesional Utama (IPU) di Indonesia, sebuah pencapaian penting dalam penguatan profesionalisme keinsinyuran di lingkungan pemerintahan daerah.

Pencapaian ini diperoleh setelah SF Hariyanto mengikuti wawancara calon Insinyur Profesional yang diselenggarakan Majelis Uji Kompetensi Badan Keahlian Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) pada, Jumat (14/8/2026) lalu secara daring melalui video conference.

Proses tersebut dilaksanakan berdasarkan undangan BKS PII Nomor 070/BKS-PII/MUK/VIII/2026 tertanggal 11 Agustus 2026.

Dalam asesmen tersebut, Majelis Uji Kompetensi terdiri dari Prof Agus Taufik Mulyono, Wakil Ketua Umum PII Ir Habibie Razak, Ketua Badan Keahlian Sipil PII Pusat Dr Aksan Kawanda, serta Ketua Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti.

SF Hariyanto juga didampingi unsur PII Riau, yakni Aswandi, Dewan Pembina PII Riau sekaligus Ketua Umum DPP ASPEKNAS Ir Irving Kahar Arifin, Dewan Penasehat PII Riau Ir Ulul Azmi serta Ketua Pengurus Wilayah PII Provinsi Riau.

Pada asesmen tersebut, SF Hariyanto mempresentasikan pengalaman pembangunan Fly Over Jalan Jenderal Sudirman-Imam Munandar, Pekanbaru. 

Salah satu tantangan penting yang dipaparkan adalah ketika PT Istaka Karya (Persero) menghadapi proses kepailitan saat progres pekerjaan baru sekitar 63 persen, sehingga masih terdapat sekitar 37 persen pekerjaan yang harus dituntaskan menjelang PON XVIII Tahun 2012. 

Pengalaman tersebut memperlihatkan kemampuan dalam penyelesaian persoalan teknis, manajemen krisis proyek, koordinasi lintas pihak, pengendalian mutu, waktu dan biaya, serta pengambilan keputusan strategis

Atas pengalaman profesional yang dijabarkan SF Hariyanto tersebut, Prof Dr Ir Agus Taufik Mulyono memberikan apresiasi. 

"Kemampuan menyelesaikan persoalan yang mencakup aspek teknis, manajemen, administrasi, hukum, koordinasi lintas pihak hingga pengambilan keputusan dalam situasi kritis dipandang sebagai gambaran praktik keinsinyuran yang nyata," kata Prof Agus.

Apresiasi juga disampaikan Ir Habibie Razak, yang menilai perjalanan panjang SF Hariyanto menunjukkan kematangan seorang insinyur dalam menghadapi persoalan lapangan sekaligus kapasitas kepemimpinan keinsinyuran pada tingkat strategis.

"Dalam hal ini, Bapak SF Hariyanto memperlihatkan bagaimana kematanhan insinyur dalam menghadapi persoalan di lapangan," katanya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah PII Provinsi Riau, Ir Ulul Azmi membenarkan bahwa Sertifikat Kompetensi Insinyur Profesional Gubernur sudah keluar dan disampaikan oleh Pengurus Pusat.

"Tentu kami sangat mengapresiasi atas pencapaian tersebut. PII Wilayah Riau mengucapkan selamat kepada Bapak SF Hariyanto atas diraihnya predikat Insinyur Profesional Utama. Capaian ini menjadi semakin istimewa karena beliau merupakan Plt," katanya.

"Gubernur pertama di Indonesia yang meraih jenjang IPU. Ini merupakan pengakuan profesional atas kompetensi, pengalaman, kepemimpinan, dan perjalanan panjang beliau dalam bidang keinsinyuran, khususnya pembangunan infrastruktur," sambungnya. 

Menurut Ulul Azmi, capaian IPU tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi para insinyur, khususnya ASN dan praktisi keinsinyuran di Provinsi Riau, untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme serta melaksanakan praktik keinsinyuran sesuai dengan UU Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran.

"Semakin banyak Insinyur Profesional di Riau, semakin kuat pula fondasi profesionalisme dalam pembangunan daerah. Insinyur tidak hanya dituntut menghasilkan karya, tetapi juga memastikan karya tersebut memenuhi standar, menjunjung etika profesi, serta memperhatikan keselamatan dan kemaslahatan masyarakat,” tegasnya.

PII Wilayah Riau berharap pencapaian SF Hariyanto sebagai Insinyur Profesional Utama dapat menjadi contoh bagi kepala daerah di Seluruh Indoneusa, ASN berlatar belakang ilmu Rumpun Keinsinyuran, dan para praktisi untuk meningkatkan kompetensi profesi keinsinyuran. 

Kehadiran seorang pimpinan daerah dengan jenjang IPU juga diharapkan semakin memperkuat penerapan standar, etika, keselamatan, dan profesionalisme keinsinyuran dalam pembangunan Provinsi Riau.

Index
Bupati Kasmarni Bersama DPRD Bengkalis Teken Perubahan APBD 2026 Sebesar Rp3,578 Triliun
Puan LAM-R Bengkalis Resmi Dilantik, Bupati Hj. Kasmarni Ucapkan Tahniah dan Ajak Perkuat Peran Pere
Cakupan Konektivitas Tembus 90 Persen, Pemerintah Kejar Kualitas 5G
Wamenkomdigi: Kedaulatan Digital Dimulai dari Konektivitas yang Bermanfaat
Perkuat Sinergi Ekonomi Daerah, Pemkab Bengkalis Hadiri RUPSLB BRK Syariah
Diskominfotik Sambangi SDN 04 Bengkalis, Edukasi Siswa tentang Bahaya Gadget dan Cyber Bullying
Silaturahmi Ketua Harian LPTQ Baru, Bahas Persiapan MTQ ke-51 di Bantan
Turnamen Domino dan Tenis Meja SIWO PWI Bengkalis Dibuka, Bupati Apresiasi Peran Pers
Menkomdigi Tegaskan Kewajiban Pelindungan Anak ke CEO Roblox di Amerika Serikat
Salurkan Bantuan Logistik, Wabup Bengkalis Tinjau Korban Kebakaran Rumah di Deluk
Index
Jawaban Bupati Bengkalis Terhadap Pandangan Umum Fraksi DPRD: Perubahan APBD 2026 Harus Bermanfaat u
Tampung Aspirasi Masyarakat, Wabup Bagus Santoso Terima Laporan Hasil Reses Anggota DPRD Bengkalis
Meski Padat Agenda Safari Dakwah, UAS Sempatkan Tabligh Akbar Bersama Bupati Bengkalis di Muara Basu
Wali Kota Pekanbaru: Rumah Dinas Terbuka Bagi Siapa Saja
Pemkab Bengkalis Perkuat Sinergi Bersama RRI, Siap Hadirkan Informasi Edukatif dan Manfaat
Optimalkan PAD dan Kelestarian Lingkungan, Pemkab Bengkalis Jajaki Kerja Sama Bidang AMDAL
Bupati Bengkalis Sampaikan Ranperda dan Nota Keuangan Perubahan APBD 2026, Fokus Perkuat Pembangunan
UMKM Jadi Bantalan Ekonomi Perbatasan, Pemkab Bengkalis Dorong Reaktivasi Perdagangan Lintas Batas S
Dorong Inovasi Digital, HMTI Polbeng Sukses Gelar KOMTIK XII Tahun 2026
Berikan Semangat Kontes Kapal Indonesia 2026, Bupati Kasmarni Saksikan Langsung Penampilan Tim Polbe
pemerintahan
Wali Kota Pekanbaru: Rumah Dinas Terbuka Bagi Siapa Saja
Pekanbaru Bersujud, Wako Agung dan Ratusan Warga Mohon Hujan di Tengah Kepungan Asap
Sekolah di Pekanbaru Dialihkan ke Daring, MBG Tetap Disalurkan
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Insinyur Profesional Utama
daerah
Bupati Kasmarni Bersama DPRD Bengkalis Teken Perubahan APBD 2026 Sebesar Rp3,578 Triliun
Puan LAM-R Bengkalis Resmi Dilantik, Bupati Hj. Kasmarni Ucapkan Tahniah dan Ajak Perkuat Peran Pere
Cakupan Konektivitas Tembus 90 Persen, Pemerintah Kejar Kualitas 5G
Wamenkomdigi: Kedaulatan Digital Dimulai dari Konektivitas yang Bermanfaat
Politik
Musda VI Demokrat Riau Akan di Gelar,Agung Nugroho Calon Tunggal Ketua DPD Periode 2026-2031
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
pemerintahan

SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Insinyur Profesional Utama
Jumat, 21 Agustus 2026
Editor : | Penulis :
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

 Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto resmi memperoleh predikat Insinyur Profesional Utama (IPU) dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Hal tersebut berdasarkan Sertifikat Kompetensi Insinyur Profesional yang diterbitkan PII. Di mana, SF Hariyanto ditetapkan sebagai Insinyur Profesional Utama (Executive Professional Engineer) dengan Nomor Sertifikasi 3-15-00-000772-00.

Sertifikat tersebut ditetapkan di Jakarta pada 14 Agustus 2026 dan berlaku selama 5 (lima) tahun. Capaian ini sekaligus menempatkan SF Hariyanto sebagai Plt Gubernur pertama yang meraih jenjang Insinyur Profesional Utama (IPU) di Indonesia, sebuah pencapaian penting dalam penguatan profesionalisme keinsinyuran di lingkungan pemerintahan daerah.

Pencapaian ini diperoleh setelah SF Hariyanto mengikuti wawancara calon Insinyur Profesional yang diselenggarakan Majelis Uji Kompetensi Badan Keahlian Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) pada, Jumat (14/8/2026) lalu secara daring melalui video conference.

Proses tersebut dilaksanakan berdasarkan undangan BKS PII Nomor 070/BKS-PII/MUK/VIII/2026 tertanggal 11 Agustus 2026.

Dalam asesmen tersebut, Majelis Uji Kompetensi terdiri dari Prof Agus Taufik Mulyono, Wakil Ketua Umum PII Ir Habibie Razak, Ketua Badan Keahlian Sipil PII Pusat Dr Aksan Kawanda, serta Ketua Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti.

SF Hariyanto juga didampingi unsur PII Riau, yakni Aswandi, Dewan Pembina PII Riau sekaligus Ketua Umum DPP ASPEKNAS Ir Irving Kahar Arifin, Dewan Penasehat PII Riau Ir Ulul Azmi serta Ketua Pengurus Wilayah PII Provinsi Riau.

Pada asesmen tersebut, SF Hariyanto mempresentasikan pengalaman pembangunan Fly Over Jalan Jenderal Sudirman-Imam Munandar, Pekanbaru. 

Salah satu tantangan penting yang dipaparkan adalah ketika PT Istaka Karya (Persero) menghadapi proses kepailitan saat progres pekerjaan baru sekitar 63 persen, sehingga masih terdapat sekitar 37 persen pekerjaan yang harus dituntaskan menjelang PON XVIII Tahun 2012. 

Pengalaman tersebut memperlihatkan kemampuan dalam penyelesaian persoalan teknis, manajemen krisis proyek, koordinasi lintas pihak, pengendalian mutu, waktu dan biaya, serta pengambilan keputusan strategis

Atas pengalaman profesional yang dijabarkan SF Hariyanto tersebut, Prof Dr Ir Agus Taufik Mulyono memberikan apresiasi. 

"Kemampuan menyelesaikan persoalan yang mencakup aspek teknis, manajemen, administrasi, hukum, koordinasi lintas pihak hingga pengambilan keputusan dalam situasi kritis dipandang sebagai gambaran praktik keinsinyuran yang nyata," kata Prof Agus.

Apresiasi juga disampaikan Ir Habibie Razak, yang menilai perjalanan panjang SF Hariyanto menunjukkan kematangan seorang insinyur dalam menghadapi persoalan lapangan sekaligus kapasitas kepemimpinan keinsinyuran pada tingkat strategis.

"Dalam hal ini, Bapak SF Hariyanto memperlihatkan bagaimana kematanhan insinyur dalam menghadapi persoalan di lapangan," katanya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah PII Provinsi Riau, Ir Ulul Azmi membenarkan bahwa Sertifikat Kompetensi Insinyur Profesional Gubernur sudah keluar dan disampaikan oleh Pengurus Pusat.

"Tentu kami sangat mengapresiasi atas pencapaian tersebut. PII Wilayah Riau mengucapkan selamat kepada Bapak SF Hariyanto atas diraihnya predikat Insinyur Profesional Utama. Capaian ini menjadi semakin istimewa karena beliau merupakan Plt," katanya.

"Gubernur pertama di Indonesia yang meraih jenjang IPU. Ini merupakan pengakuan profesional atas kompetensi, pengalaman, kepemimpinan, dan perjalanan panjang beliau dalam bidang keinsinyuran, khususnya pembangunan infrastruktur," sambungnya. 

Menurut Ulul Azmi, capaian IPU tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi para insinyur, khususnya ASN dan praktisi keinsinyuran di Provinsi Riau, untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme serta melaksanakan praktik keinsinyuran sesuai dengan UU Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran.

"Semakin banyak Insinyur Profesional di Riau, semakin kuat pula fondasi profesionalisme dalam pembangunan daerah. Insinyur tidak hanya dituntut menghasilkan karya, tetapi juga memastikan karya tersebut memenuhi standar, menjunjung etika profesi, serta memperhatikan keselamatan dan kemaslahatan masyarakat,” tegasnya.

PII Wilayah Riau berharap pencapaian SF Hariyanto sebagai Insinyur Profesional Utama dapat menjadi contoh bagi kepala daerah di Seluruh Indoneusa, ASN berlatar belakang ilmu Rumpun Keinsinyuran, dan para praktisi untuk meningkatkan kompetensi profesi keinsinyuran. 

Kehadiran seorang pimpinan daerah dengan jenjang IPU juga diharapkan semakin memperkuat penerapan standar, etika, keselamatan, dan profesionalisme keinsinyuran dalam pembangunan Provinsi Riau.