'
20 Sya'ban 1447 H | Minggu, 8 Februari 2026
×
/ nasional
Nadiem: Pengadaan Laptop Rp17 T untuk Digitalisasi Sekolah
| Kamis, 22 Juli 2021
Editor : | Penulis : admin

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim mengatakan pihaknya membeli alat-alat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan total anggaran mencapai Rp17,42 triliun hingga 2024 untuk program Digitalisasi Sekolah.

Alat-alat TIK yang hendak dibeli Kemendikbudristek antara lain, laptop, access point, konektor, layar proyektor, dan speaker aktif, hingga internet router.

"Jadi sampai 2024 ini kita ada program untuk digitalisasi sekolah," kata Nadiem dalam konferensi pers yang digelar bersama Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) di kanal Youtube Kemenko Marves, Kamis (22/7).

Nadiem menyebut peralatan TIK yang hendak dibeli dan dikirim ke berbagai sekolah di Indonesia merupakan produk dalam negeri (PDN).

Pada pengadaan program Digitalisasi Sekolah tahun 2021, pihaknya telah mengirimkan 190.000 laptop ke 12.000 sekolah dari berbagai jenjang, mulai PAUD, SD, SMP, hingga SMA.

Total anggaran yang dihabiskan untuk realisasi tersebut sebanyak Rp1,3 triliun. Nadiem juga menyatakan akan terus menggunakan produk dalam negeri pada pelaksanaan program berikutnya.

"Seratus persen dari anggaran tersebut dibelanjakan untuk laptop PDN dengan sertifikat tingkat komponen dalam negeri," ujarnya.

Selain itu, kata Nadiem, pihaknya telah mengalokasikan anggaran Rp2,4 triliun sebagai dana alokasi khusus pendidikan tahun 2021 di tingkat provinsi dan daerah guna melakukan pembelian 240 ribu laptop.

Ia menyebut pemanfaatan produk dalam negeri akan berdampak luar biasa terhadap kemajuan dan bisa meningkatkan hilirisasi temuan riset perguruan tinggi. Selain itu, Nadiem berharap adopsi teknologi yang telah berjalan selama masa pandemi ini tak sia-sia.

"Berbagai macam adopsi teknologi yang sudah terjadi di masa pandemi ini tidak sia-sia," katanya.

Lebih lanjut, Nadiem menyebut hingga saat ini sejumlah perguruan tinggi telah mengembangkan laptop produk dalam negeri. Perguruan tinggi tersebut antara lain, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gajah Mada (UGM).

Kampus-kampus tersebut bekerja sama dengan industri TIK dalam negeri dan membentuk konsorsium guna memproduksi Laptop Merah Putih.

"Ini menjadi salah satu kebanggaan kita," ujar Nadiem.

Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan Kemendikbudristek M Samsuri menjelaskan jumlah kebutuhan Rp17,42 triliun tersebut berdasarkan kebutuhan sekolah-sekolah yang belum memiliki fasilitas TIK.

Adapun skema pengadaan alat TIK tersebut, kata Samsuri, akan menggunakan dana APBN pusat dan APBN transfer daerah.

"Sekolah-sekolah yang belum memiliki kapasitas komputer di atas 15 atau yang belum sama sekali itu datanya kalau dianggarkan sekitar 17 triliun itu," kata Samsuri saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (22/7) malam.

Lebih lanjut, Samsuri mengatakan pengadaan tersebut akan dilakukan setiap tahun. Pada 2022 mendatang, jumlah anggaran untuk pengadaan alat-alat TIK ini mencapai sekitar Rp3,5 triliun dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik.

"Ya, lihat nanti kan alokasi anggaran per tahun. Tapi Mas Menteri (Nadiem) menargetkan (pemenuhan kebutuhan alat TIK) tuntas di masa periode beliau," kata Samsuri.

Sebelumnya, Luhut mengatakan pemerintah akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp17,42 triliun guna melakukan pengadaan alat-alat TIK untuk sektor pendidikan. Alat-alat TIK yang akan dibeli merupakan produk dalam negeri.

"Tujuan utama adalah meningkatkan penggunaan produk TIK dalam negeri di bidang pendidikan melalui pengadaan barang pemerintah yang ditargetkan Rp17 triliun pada 2024," ujar Luhut, Kamis (22/7).

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
nasional

Nadiem: Pengadaan Laptop Rp17 T untuk Digitalisasi Sekolah
Kamis, 22 Juli 2021
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim mengatakan pihaknya membeli alat-alat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan total anggaran mencapai Rp17,42 triliun hingga 2024 untuk program Digitalisasi Sekolah.

Alat-alat TIK yang hendak dibeli Kemendikbudristek antara lain, laptop, access point, konektor, layar proyektor, dan speaker aktif, hingga internet router.

"Jadi sampai 2024 ini kita ada program untuk digitalisasi sekolah," kata Nadiem dalam konferensi pers yang digelar bersama Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) di kanal Youtube Kemenko Marves, Kamis (22/7).

Nadiem menyebut peralatan TIK yang hendak dibeli dan dikirim ke berbagai sekolah di Indonesia merupakan produk dalam negeri (PDN).

Pada pengadaan program Digitalisasi Sekolah tahun 2021, pihaknya telah mengirimkan 190.000 laptop ke 12.000 sekolah dari berbagai jenjang, mulai PAUD, SD, SMP, hingga SMA.

Total anggaran yang dihabiskan untuk realisasi tersebut sebanyak Rp1,3 triliun. Nadiem juga menyatakan akan terus menggunakan produk dalam negeri pada pelaksanaan program berikutnya.

"Seratus persen dari anggaran tersebut dibelanjakan untuk laptop PDN dengan sertifikat tingkat komponen dalam negeri," ujarnya.

Selain itu, kata Nadiem, pihaknya telah mengalokasikan anggaran Rp2,4 triliun sebagai dana alokasi khusus pendidikan tahun 2021 di tingkat provinsi dan daerah guna melakukan pembelian 240 ribu laptop.

Ia menyebut pemanfaatan produk dalam negeri akan berdampak luar biasa terhadap kemajuan dan bisa meningkatkan hilirisasi temuan riset perguruan tinggi. Selain itu, Nadiem berharap adopsi teknologi yang telah berjalan selama masa pandemi ini tak sia-sia.

"Berbagai macam adopsi teknologi yang sudah terjadi di masa pandemi ini tidak sia-sia," katanya.

Lebih lanjut, Nadiem menyebut hingga saat ini sejumlah perguruan tinggi telah mengembangkan laptop produk dalam negeri. Perguruan tinggi tersebut antara lain, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gajah Mada (UGM).

Kampus-kampus tersebut bekerja sama dengan industri TIK dalam negeri dan membentuk konsorsium guna memproduksi Laptop Merah Putih.

"Ini menjadi salah satu kebanggaan kita," ujar Nadiem.

Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan Kemendikbudristek M Samsuri menjelaskan jumlah kebutuhan Rp17,42 triliun tersebut berdasarkan kebutuhan sekolah-sekolah yang belum memiliki fasilitas TIK.

Adapun skema pengadaan alat TIK tersebut, kata Samsuri, akan menggunakan dana APBN pusat dan APBN transfer daerah.

"Sekolah-sekolah yang belum memiliki kapasitas komputer di atas 15 atau yang belum sama sekali itu datanya kalau dianggarkan sekitar 17 triliun itu," kata Samsuri saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (22/7) malam.

Lebih lanjut, Samsuri mengatakan pengadaan tersebut akan dilakukan setiap tahun. Pada 2022 mendatang, jumlah anggaran untuk pengadaan alat-alat TIK ini mencapai sekitar Rp3,5 triliun dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik.

"Ya, lihat nanti kan alokasi anggaran per tahun. Tapi Mas Menteri (Nadiem) menargetkan (pemenuhan kebutuhan alat TIK) tuntas di masa periode beliau," kata Samsuri.

Sebelumnya, Luhut mengatakan pemerintah akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp17,42 triliun guna melakukan pengadaan alat-alat TIK untuk sektor pendidikan. Alat-alat TIK yang akan dibeli merupakan produk dalam negeri.

"Tujuan utama adalah meningkatkan penggunaan produk TIK dalam negeri di bidang pendidikan melalui pengadaan barang pemerintah yang ditargetkan Rp17 triliun pada 2024," ujar Luhut, Kamis (22/7).