'
19 Sya'ban 1447 H | Sabtu, 7 Februari 2026
×
/ lingkungan
Didukung PPCF, Yayasan Gambut Kolaborasi Bahtera Melayu Gelar Sosialisasi Program Pengelolaan Gambut
| Rabu, 18 Juni 2025
Editor : | Penulis :

SUPERRIAU.COM

BENGKALIS-Yayasan Gambut berkolaborasi Bahtera Melayu dan didukung oleh Pan Pacific Conservation Foundation (PPCF), menggelar Sosialisasi Program Pengelolaan Gambut Berkelanjutan, Selasa 17 Juni 2025, di Aula Kantor Desa Pematang Duku.

Dalam sambutan Direktur Yayasan Gambut Mulyadi, menjelaskan mengenai informasi Desa pematang Duku merupakan rekomendasi dari Bahtera Melayu mengenai isu degradasi ekosistem gambut.

"Kita juga ada di Desa lainya di Kabupaten Bengkalis dan tidak hanya di gambut, akan tetapi juga di ekosistem pesisir. Kegiatan kita, selain penanaman juga melakukan peningkatan kapasitas masyarakat mengenai komoditi yang kita tanam, khususnya pada kopi," jelas Mulyadi.

Mulyadi juga mengatakan bahwa Desa Pematang Duku telah banyak kehilangan ekosistem gambut yang terkonversi kebun karet, dan terjadi kebakaran hutan berulang di wilayah tertentu.

Tidak hanya itu, Mulyadi menambahkan "Desa Pematang Duku mengalami degradasi hutan dan gambut signifikan, kehilangan 1.060 ha tutupan pohon sejak 2000.  Emisi karbon mencapai rata-rata 47,7 ktCO?e/tahun, total 1,09 MtCO?e (2001–2023).  Terjadi konversi gambut menjadi perkebunan sawit dan karet, serta kebakaran lahan secara berulang.  Perlu pendekatan restorasi terpadu berbasis masyarakat dan pengembangan ekonomi alternatif yang ramah gambut," jelasnya.

Untuk itu dalam program ini, perlu adanya upaya yang harus dilakukan diantaranya, 
Melakukan restorasi di Lahan Gambut yang  terdegradasi, Meningkatkan kapasitas masyarakat dalam tata kelola gambut berkelanjutan dan pertanian tanpa bakar
Mendorong penghidupan alternatif melalui sistem agroforestry kopi Liberika dan produk hutan bukan kayu (NTFP). Mengurangi risiko kebakaran  hutan dan lahan (karhutla) secara partisipatif, sambung Mulyadi.

Kemudian Mulyadi menjelaskan dari upaya yang dilakukan Yayasan Gambut mempunyai target dalam program yang didukung oleh PPCF ini yakni, 90 ha lahan gambut dipulihkan (hidrologi, revegetasi, proteksi api), 2.000 bibit pohon dan 2.000 kopi ditanam, 50 petani dilatih dan 1 unit usaha berbasis NTFP terbentuk serta Kebakaran berkurang 30% di area proyek.

Sementara itu, Defitri Akbar selaku Direktur Bahtera Melayu, pada kesempatan tersebut menyampaikan mengenai keadaan kondisi ekologis kita saat ini termasuk rusak.

"Perlu adanya upaya untuk menjadikan lingkungan itu menjadi baik kembali, karena dampak dari kerusakan gambut ini menimbulkan hal yang tidak baik bagi banyak pihak. Saat ini kita akan melakukan penanaman pulai sebagai tanaman endemik gambut sebagai fungsi ekologis, dan kopi liberika sebagai bentuk fungsi ekonomi".

Selain itu, program pembangunan sekat kanal juga akan dilakukan sebagai upaya pembasahan kembali ekosistem gambut, sambung Defitri.

Secretary General PPCF Xu Wansu, mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak terkait atas dukungan program ini untuk kedepannya, dan ia mengatakan untuk mengelola gambut dengan baik butuh penjaga utama yaitu masyarakat lokal.

"kami fokus pada perubahan iklim, konservasi di ekosistem gambut adalah salah satu prioritas kami, karena gambut tidak hanya pada lokasi itu sendiri, akan tetapi ketika tidak terkelola baik, maka dia akan mempengaruhi banyak aspek. Kami percaya bahwa masyarakat lokal adalah penjaga utama, dan selain itu juga akan berbicara terkait ekonomi. Terimakasih telah menerima kami dan kami percaya pada semua pihak dalam pelaksanaan program ini kedepannya," tutup Xu Wansu.

Hal senada juga disampaikan  Pj. Kepala Desa Pematang Duku Dian Saputra, mengucapkan terima kasih kepada Bahtera Melayu dan PPCF atas kerja samanya, dan ia juga mengatakan bahwa terdapat 10 anggota kelompok yang telah di SK kan.

"Semoga program ini dapat bermanfaat secara ekonomi dan lingkungan di Desa Pematang Duku, serta kami berterimakasih kepada Yayasan Gambut, Bahtera Melayu dan juga PPCF atas kerja sama ini. Semoga kedepannya dapat berkelanjutan, saat ini ada beberapa masyarakat lagi yang ingin tergabung dalam kelompok," ucap Dian Saputra.

namun, sambung Dian Saputra mengatakan kita akan lihat bagaimana kedepannya, karena kita akan fokuskan dulu terhadap yang sudah ada untuk kegiatan penanaman kopi liberika dan pulai.Sosialisasi ini diikuti sebanyak 48 orang peserta yang terdiri dari Pemerintah Desa Pematang Duku, BPD Pematang Duku, PPL, Kelompok Tani Ketiau Jaya, Kelompok Mangrove Paghet Segagah Bahtera Melayu, Yayasan Gambut, Perwakilan PPCF, Tokoh Masyarakat, BUMDES Pematang Duku, LPM Pematang Duku serta RT/RW.(Rilis)

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
lingkungan

Didukung PPCF, Yayasan Gambut Kolaborasi Bahtera Melayu Gelar Sosialisasi Program Pengelolaan Gambut
Rabu, 18 Juni 2025
Editor : | Penulis :
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

SUPERRIAU.COM

BENGKALIS-Yayasan Gambut berkolaborasi Bahtera Melayu dan didukung oleh Pan Pacific Conservation Foundation (PPCF), menggelar Sosialisasi Program Pengelolaan Gambut Berkelanjutan, Selasa 17 Juni 2025, di Aula Kantor Desa Pematang Duku.

Dalam sambutan Direktur Yayasan Gambut Mulyadi, menjelaskan mengenai informasi Desa pematang Duku merupakan rekomendasi dari Bahtera Melayu mengenai isu degradasi ekosistem gambut.

"Kita juga ada di Desa lainya di Kabupaten Bengkalis dan tidak hanya di gambut, akan tetapi juga di ekosistem pesisir. Kegiatan kita, selain penanaman juga melakukan peningkatan kapasitas masyarakat mengenai komoditi yang kita tanam, khususnya pada kopi," jelas Mulyadi.

Mulyadi juga mengatakan bahwa Desa Pematang Duku telah banyak kehilangan ekosistem gambut yang terkonversi kebun karet, dan terjadi kebakaran hutan berulang di wilayah tertentu.

Tidak hanya itu, Mulyadi menambahkan "Desa Pematang Duku mengalami degradasi hutan dan gambut signifikan, kehilangan 1.060 ha tutupan pohon sejak 2000.  Emisi karbon mencapai rata-rata 47,7 ktCO?e/tahun, total 1,09 MtCO?e (2001–2023).  Terjadi konversi gambut menjadi perkebunan sawit dan karet, serta kebakaran lahan secara berulang.  Perlu pendekatan restorasi terpadu berbasis masyarakat dan pengembangan ekonomi alternatif yang ramah gambut," jelasnya.

Untuk itu dalam program ini, perlu adanya upaya yang harus dilakukan diantaranya, 
Melakukan restorasi di Lahan Gambut yang  terdegradasi, Meningkatkan kapasitas masyarakat dalam tata kelola gambut berkelanjutan dan pertanian tanpa bakar
Mendorong penghidupan alternatif melalui sistem agroforestry kopi Liberika dan produk hutan bukan kayu (NTFP). Mengurangi risiko kebakaran  hutan dan lahan (karhutla) secara partisipatif, sambung Mulyadi.

Kemudian Mulyadi menjelaskan dari upaya yang dilakukan Yayasan Gambut mempunyai target dalam program yang didukung oleh PPCF ini yakni, 90 ha lahan gambut dipulihkan (hidrologi, revegetasi, proteksi api), 2.000 bibit pohon dan 2.000 kopi ditanam, 50 petani dilatih dan 1 unit usaha berbasis NTFP terbentuk serta Kebakaran berkurang 30% di area proyek.

Sementara itu, Defitri Akbar selaku Direktur Bahtera Melayu, pada kesempatan tersebut menyampaikan mengenai keadaan kondisi ekologis kita saat ini termasuk rusak.

"Perlu adanya upaya untuk menjadikan lingkungan itu menjadi baik kembali, karena dampak dari kerusakan gambut ini menimbulkan hal yang tidak baik bagi banyak pihak. Saat ini kita akan melakukan penanaman pulai sebagai tanaman endemik gambut sebagai fungsi ekologis, dan kopi liberika sebagai bentuk fungsi ekonomi".

Selain itu, program pembangunan sekat kanal juga akan dilakukan sebagai upaya pembasahan kembali ekosistem gambut, sambung Defitri.

Secretary General PPCF Xu Wansu, mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak terkait atas dukungan program ini untuk kedepannya, dan ia mengatakan untuk mengelola gambut dengan baik butuh penjaga utama yaitu masyarakat lokal.

"kami fokus pada perubahan iklim, konservasi di ekosistem gambut adalah salah satu prioritas kami, karena gambut tidak hanya pada lokasi itu sendiri, akan tetapi ketika tidak terkelola baik, maka dia akan mempengaruhi banyak aspek. Kami percaya bahwa masyarakat lokal adalah penjaga utama, dan selain itu juga akan berbicara terkait ekonomi. Terimakasih telah menerima kami dan kami percaya pada semua pihak dalam pelaksanaan program ini kedepannya," tutup Xu Wansu.

Hal senada juga disampaikan  Pj. Kepala Desa Pematang Duku Dian Saputra, mengucapkan terima kasih kepada Bahtera Melayu dan PPCF atas kerja samanya, dan ia juga mengatakan bahwa terdapat 10 anggota kelompok yang telah di SK kan.

"Semoga program ini dapat bermanfaat secara ekonomi dan lingkungan di Desa Pematang Duku, serta kami berterimakasih kepada Yayasan Gambut, Bahtera Melayu dan juga PPCF atas kerja sama ini. Semoga kedepannya dapat berkelanjutan, saat ini ada beberapa masyarakat lagi yang ingin tergabung dalam kelompok," ucap Dian Saputra.

namun, sambung Dian Saputra mengatakan kita akan lihat bagaimana kedepannya, karena kita akan fokuskan dulu terhadap yang sudah ada untuk kegiatan penanaman kopi liberika dan pulai.Sosialisasi ini diikuti sebanyak 48 orang peserta yang terdiri dari Pemerintah Desa Pematang Duku, BPD Pematang Duku, PPL, Kelompok Tani Ketiau Jaya, Kelompok Mangrove Paghet Segagah Bahtera Melayu, Yayasan Gambut, Perwakilan PPCF, Tokoh Masyarakat, BUMDES Pematang Duku, LPM Pematang Duku serta RT/RW.(Rilis)