'
6 Jumadil Awwal 1448 H | Minggu, 18 Oktober 2026
×
/ perempuan
Perempuan Amanat Nasional: Kiprah Perempuan di Dunia Politik Harus Nyata dan Terasa Manfaatnya
| Kamis, 8 Juli 2021
Editor : | Penulis : admin

Perempuan Amanat Nasional (PUAN) menggelar diskusi daring terkait eksistensi perempuan dalam dunia politik dan kepemimpinan perempuan dengan tema 'Perempuan, Politik, dan Kepemimpinan', Rabu (7/7/2021).

Dialog dibuka oleh Ketua Umum PUAN Intan Fauzi dan dipandu oleh Ketua Badan Politik PUAN Rahma Sarita.

Intan mengatakan berbagai upaya telah dilakukan untuk mendorong kiprah perempuan dalam dunia politik di Indonesia. Salah satunya dengan afirmasi 30 persen di kepengurusan partai politik, juga penyelenggaraan pemilu.

"Keterlibatan perempuan di politik harus berani parle atau bersuara untuk benar-benar mampu memperjuangkan aspirasi orang banyak. Kiprah perempuan di dunia politik baik legislatif, eksekutif harus nyata dan terasa manfaatnya," ujar Intan Fauzi, dalam diskusi yang menghadirkan narasumber Rocky Gerung, Bivitri Susanti (PSHK), dan Khoirunissa (Perludem) itu, Rabu (7/7/2021).

Intan Fauzi yang juga Anggota DPR RI ini menjelaskan bahwa di Partai Amanat Nasional (PAN) mereka selalu diberikan ruang yang luas untuk menyuarakan aspirasi dalam dunia politik.

"Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan selalu mendukung dan memberi ruang yang luas kepada perempuan untuk berbuat bagi masyarakat. Di Fraksi DPR RI misalnya, tujuh Anggota DPR RI dan banyak Dewan Perempuan di DPRD diwajibkan aktif bersuara di komisi masing masing untuk membantu masyarakat," ungkap Intan Fauzi.

Sementara itu, pengamat politik Rocky Gerung pun menyuarakan hal serupa. Bagi Rocky, perubahan dan situasi politik hari ini sangat memerlukan sentuhan kepemimpinan perempuan yang menurutnya bisa lebih baik dalam mendistribusikan keadilan.

"Perempuan ahli dalam mendistribusikan keadilan, mereka mampu memahami keadilan bahkan sebelum membaca teori. bagi perempuan yang terbiasa memberikan kehidupan, membagi dan mendistribusi keadilan bisa lebih mudah," kata Rocky.

Untuk itu, Rocky pun meminta PUAN --yang merupakan organisasi sayap PAN-- menjadi salah satu wadah bagi pendidikan politik perempuan, serta dapat menjadi pelopor kembali bangkitnya kaukus perempuan yang mampu merangkul perempuan lintas parpol dan latar belakang yang punya kepedulian terhadap politik dan keadilan.

Hanya saja Rocky juga mengingatkan bahwa tantangan PUAN cukup berat. Karena seringkali halangan bagi kiprah perempuan adalah arogansi laki-laki yang seringkali tak ingin ada perempuan dalam proses pengambilan keputusan.

"Beruntung di PAN Ketua Umumnya memahami bahwa kiprah perempuan dalam politik dan keadilan ini penting untuk terus diberikan ruang," jelas Rocky.

Untuk membuka akses dan menjamin partisipasi perempuan dalam politik, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Khoirunnisa Agustyati menyebut kebijakan afirmatif perlu diperkuat.

"Meskipun ini bersifat sementara, strategi untuk mengatasi hambatan perempuan dalam berpolitik yang bersifat institusional, kultural, dan politis harus diperkuat," jelas Khoirunissa.

Sementara itu, aktivis perempuan yang juga pendiri Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Bivitri Susanti berpendapat bahwa kiprah perempuan dalam politik sangat tergantung pada pendidikan politik kaum perempuan itu sendiri.

"Saya kira bukan soal berapa persen kuota perempuan dalam berbagai suksesi politik. Mau 30 persen sekalipun jika hanya dijadikan pelengkap dan penggembira saya kira perempuan tetap tidak akan bisa memperjuangkan aspirasinya. Misalnya, apakah jumlah anggota DPR perempuan saat ini sudah mencapai 30 persen?" kata Bivitri.

Rahma Sarita yang merupakan pengurus DPP PUAN kemudian menutup diskusi yang diikuti lebih dari seratus partisipan di seluruh Indonesia.

"Ke depan PUAN akan rutin mengadakan forum yang mampu memberikan pendidikan politik kepada perempuan, agar benar-benar bisa berkiprah dan bermanfaat setidaknya bagi kaum perempuan sendiri," kata Rahma Sarita.

Index
Kabupaten Siak Terima Alokasi Anggaran Dukungan Verifikasi dan Validasi untuk Penguatan KDKMP
Keliling Empat Kampung, Wabup Syamsurizal Serahkan Bantuan untuk Lansia dan Disabilitas di Sungai Ap
Pemkab Bengkalis Gelar Tabligh Akbar Bersama UAS: UAS Beberkan 10 Kunci Lahirkan Generasi Islam
Bupati Bengkalis Serahkan Bantuan Chest Freezer, Dorong Penguatan Usaha Pengolahan Hasil Perikanan
Hadiri Wisuda XVIII Sarjana dan Pascasarjana IsNJ Bengkalis, Hj. Kasmarni Berpesan Wisuda Ini Bukan
Polbeng Gandeng UMKM, BUMDes, dan Perbankan Dorong Ekosistem Kewirausahaan di Bengkalis
PT ORI Tanam Investasi Rp1,6 Triliun di KITB Siak, Bupati Afni, Akan Banyak Investasi Lagi
Jaga Identitas dan Warisan Budaya Melayu, Disdik Siak Dorong Pelajar Mainkan Kompang dari Sekolah.
 Syah APBD-P Siak 2026 Sebesar Rp2,236 triliun, Pendapatan Daerah Turun 6,7 Persen
Bupati Kasmarni Bersama DPRD Bengkalis Teken Perubahan APBD 2026 Sebesar Rp3,578 Triliun
Index
Puan LAM-R Bengkalis Resmi Dilantik, Bupati Hj. Kasmarni Ucapkan Tahniah dan Ajak Perkuat Peran Pere
Cakupan Konektivitas Tembus 90 Persen, Pemerintah Kejar Kualitas 5G
Wamenkomdigi: Kedaulatan Digital Dimulai dari Konektivitas yang Bermanfaat
Perkuat Sinergi Ekonomi Daerah, Pemkab Bengkalis Hadiri RUPSLB BRK Syariah
Diskominfotik Sambangi SDN 04 Bengkalis, Edukasi Siswa tentang Bahaya Gadget dan Cyber Bullying
Silaturahmi Ketua Harian LPTQ Baru, Bahas Persiapan MTQ ke-51 di Bantan
Turnamen Domino dan Tenis Meja SIWO PWI Bengkalis Dibuka, Bupati Apresiasi Peran Pers
Menkomdigi Tegaskan Kewajiban Pelindungan Anak ke CEO Roblox di Amerika Serikat
Salurkan Bantuan Logistik, Wabup Bengkalis Tinjau Korban Kebakaran Rumah di Deluk
Jawaban Bupati Bengkalis Terhadap Pandangan Umum Fraksi DPRD,Perubahan APBD 2026 Harus Bermanfaat
pemerintahan
Wali Kota Pekanbaru: Rumah Dinas Terbuka Bagi Siapa Saja
Pekanbaru Bersujud, Wako Agung dan Ratusan Warga Mohon Hujan di Tengah Kepungan Asap
Sekolah di Pekanbaru Dialihkan ke Daring, MBG Tetap Disalurkan
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Insinyur Profesional Utama
daerah
Kabupaten Siak Terima Alokasi Anggaran Dukungan Verifikasi dan Validasi untuk Penguatan KDKMP
Keliling Empat Kampung, Wabup Syamsurizal Serahkan Bantuan untuk Lansia dan Disabilitas di Sungai Ap
Pemkab Bengkalis Gelar Tabligh Akbar Bersama UAS: UAS Beberkan 10 Kunci Lahirkan Generasi Islam
Bupati Bengkalis Serahkan Bantuan Chest Freezer, Dorong Penguatan Usaha Pengolahan Hasil Perikanan
Politik
Musda VI Demokrat Riau Akan di Gelar,Agung Nugroho Calon Tunggal Ketua DPD Periode 2026-2031
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
perempuan

Perempuan Amanat Nasional: Kiprah Perempuan di Dunia Politik Harus Nyata dan Terasa Manfaatnya
Kamis, 8 Juli 2021
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Perempuan Amanat Nasional (PUAN) menggelar diskusi daring terkait eksistensi perempuan dalam dunia politik dan kepemimpinan perempuan dengan tema 'Perempuan, Politik, dan Kepemimpinan', Rabu (7/7/2021).

Dialog dibuka oleh Ketua Umum PUAN Intan Fauzi dan dipandu oleh Ketua Badan Politik PUAN Rahma Sarita.

Intan mengatakan berbagai upaya telah dilakukan untuk mendorong kiprah perempuan dalam dunia politik di Indonesia. Salah satunya dengan afirmasi 30 persen di kepengurusan partai politik, juga penyelenggaraan pemilu.

"Keterlibatan perempuan di politik harus berani parle atau bersuara untuk benar-benar mampu memperjuangkan aspirasi orang banyak. Kiprah perempuan di dunia politik baik legislatif, eksekutif harus nyata dan terasa manfaatnya," ujar Intan Fauzi, dalam diskusi yang menghadirkan narasumber Rocky Gerung, Bivitri Susanti (PSHK), dan Khoirunissa (Perludem) itu, Rabu (7/7/2021).

Intan Fauzi yang juga Anggota DPR RI ini menjelaskan bahwa di Partai Amanat Nasional (PAN) mereka selalu diberikan ruang yang luas untuk menyuarakan aspirasi dalam dunia politik.

"Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan selalu mendukung dan memberi ruang yang luas kepada perempuan untuk berbuat bagi masyarakat. Di Fraksi DPR RI misalnya, tujuh Anggota DPR RI dan banyak Dewan Perempuan di DPRD diwajibkan aktif bersuara di komisi masing masing untuk membantu masyarakat," ungkap Intan Fauzi.

Sementara itu, pengamat politik Rocky Gerung pun menyuarakan hal serupa. Bagi Rocky, perubahan dan situasi politik hari ini sangat memerlukan sentuhan kepemimpinan perempuan yang menurutnya bisa lebih baik dalam mendistribusikan keadilan.

"Perempuan ahli dalam mendistribusikan keadilan, mereka mampu memahami keadilan bahkan sebelum membaca teori. bagi perempuan yang terbiasa memberikan kehidupan, membagi dan mendistribusi keadilan bisa lebih mudah," kata Rocky.

Untuk itu, Rocky pun meminta PUAN --yang merupakan organisasi sayap PAN-- menjadi salah satu wadah bagi pendidikan politik perempuan, serta dapat menjadi pelopor kembali bangkitnya kaukus perempuan yang mampu merangkul perempuan lintas parpol dan latar belakang yang punya kepedulian terhadap politik dan keadilan.

Hanya saja Rocky juga mengingatkan bahwa tantangan PUAN cukup berat. Karena seringkali halangan bagi kiprah perempuan adalah arogansi laki-laki yang seringkali tak ingin ada perempuan dalam proses pengambilan keputusan.

"Beruntung di PAN Ketua Umumnya memahami bahwa kiprah perempuan dalam politik dan keadilan ini penting untuk terus diberikan ruang," jelas Rocky.

Untuk membuka akses dan menjamin partisipasi perempuan dalam politik, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Khoirunnisa Agustyati menyebut kebijakan afirmatif perlu diperkuat.

"Meskipun ini bersifat sementara, strategi untuk mengatasi hambatan perempuan dalam berpolitik yang bersifat institusional, kultural, dan politis harus diperkuat," jelas Khoirunissa.

Sementara itu, aktivis perempuan yang juga pendiri Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Bivitri Susanti berpendapat bahwa kiprah perempuan dalam politik sangat tergantung pada pendidikan politik kaum perempuan itu sendiri.

"Saya kira bukan soal berapa persen kuota perempuan dalam berbagai suksesi politik. Mau 30 persen sekalipun jika hanya dijadikan pelengkap dan penggembira saya kira perempuan tetap tidak akan bisa memperjuangkan aspirasinya. Misalnya, apakah jumlah anggota DPR perempuan saat ini sudah mencapai 30 persen?" kata Bivitri.

Rahma Sarita yang merupakan pengurus DPP PUAN kemudian menutup diskusi yang diikuti lebih dari seratus partisipan di seluruh Indonesia.

"Ke depan PUAN akan rutin mengadakan forum yang mampu memberikan pendidikan politik kepada perempuan, agar benar-benar bisa berkiprah dan bermanfaat setidaknya bagi kaum perempuan sendiri," kata Rahma Sarita.