'
19 Sya'ban 1447 H | Sabtu, 7 Februari 2026
×
/ pelalawan
Kendalikan Inflasi, TPID Kabupaten Pelalawan Tinjau Kebun Kelompok Usaha Tani Mandiri
| Selasa, 25 Juni 2024
Editor : | Penulis : admin

 Bupati Pelalawan H. Zukri, SE yang dalam hal ini diwakili oleh Asisten II Drs Fahrizal beserta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Pelalawan m meninjau kebun kelompok usaha tani mandiri pada Selasa (25/6/2024) yang berlokasi di jalan Raja, Pangkalan Kerinci. Adapun tanaman yang ditanam oleh kelompok usaha tani mandiri ini adalah tanaman cabai seluas 750.000 m².

Ketika meninjau kebun cabai, Bupati Pelalawan H. Zukri melalui Asisten II Drs Fahrizal menyampaikan bahwa peninjauan TPID Pelalawan hari ini adalah salah satu upaya untuk mengendalikan inflasi di Kabupaten Pelalawan.
“TPID Kabupaten Pelalawan sedang meninjau salah satu langkah strategis kita sebagai upaya pengendalian inflasi di Pelalawan yaitu gerakan menanam. Gerakan menanam ini kita lakukan di seluruh kecamatan dan memang potensinya ada, dan hari ini kita meninjau di kecamatan Pangkalan Kerinci. Semoga ini bisa dijadikan salah satu komoditi yang dapat membantu upaya pengendalian inflasi di Pelalawan.” Sebutnya.

Fakhrizal juga berharap agar gerakan menanam ini dilakukan secara masif agar masyarakat juga dapat terbantu ekonominya.
“Harapan kami mudah-mudahan gerakan menanam ini dapat dilaksanakan secara masif di kelompok masyarakat, karena selain untuk menjaga inflasi, juga bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat serta. meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat petani. Kita akan terus menggalakkan gerakan menanam ini di seluruh kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Pelalawan, dan tim terpadu kita kita yang terdiri dari Dinas Koperasi, Inspektorat, Dinas Pertanian, Bappeda, Bapenda dan tim TPID lainnya juga akan turun untuk melihat bagaimana gerakan menanam ini bisa dilakukan dengan baik. Mudah-mudahan hasilnya baik dan bisa menguntungkan para petani kita.” Tambahnya.

Fakhrizal juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pelalawan akan membantu para petani dalam memasarkan hasil kebunnya kepada masyarakat.
“Kedepannya, kita akan buat pasar tani agar masyarakat mudah memperoleh bahan pangan dan petani pun mudah untuk menjual hasil kebunnya kepada masyarakat. Kemudian petani juga akan dibantu untuk mempromosikan hasil kebunnya cepat terjual dan bisa mensejahterakan petani.” Ujar Fakhrizal.

Asisten II Fakhrizal juga menyampaikan bahwa data inflasi Kabupaten Pelalawan sebesar -1,85% jauh dibawah Provinsi Riau sebesar -0.93%, yang menunjukkan bahwa tingkat inflasi di Kabupaten Pelalawan terkendali dan masih di bawah tingkat inflasi Provinsi Riau.

“Saat rapat inflasi, Mendagri berpesan agar pemerintah kabupaten/kota mendukung program-program pengendalian inflasi pertanda pemerintah hadir ditengah masyarakat dan didukung penganggarannya. Oleh karena itu, untuk mendukung gerakan menanam para petani mandiri, Pemerintah Kabupaten Pelalawan melalui Dinas KPTPH juga melakukan inovasi penanaman sayur dan buah dengan pola teknologi hydroponik screen house. Budidaya buah dan sayuran melalui teknologi hidroponik screen house yang mampu berproduksi sepanjang tahun tanpa harus khawatir terganggu oleh cuaca atau musim. Inovasi ini akan kita jadi program unggulan TPID Tahun 2024, disamping program pembibitan dan peningkatan produksi beras melalui IP200.” Tutup Fakhrizal. 

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
pelalawan

Kendalikan Inflasi, TPID Kabupaten Pelalawan Tinjau Kebun Kelompok Usaha Tani Mandiri
Selasa, 25 Juni 2024
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

 Bupati Pelalawan H. Zukri, SE yang dalam hal ini diwakili oleh Asisten II Drs Fahrizal beserta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Pelalawan m meninjau kebun kelompok usaha tani mandiri pada Selasa (25/6/2024) yang berlokasi di jalan Raja, Pangkalan Kerinci. Adapun tanaman yang ditanam oleh kelompok usaha tani mandiri ini adalah tanaman cabai seluas 750.000 m².

Ketika meninjau kebun cabai, Bupati Pelalawan H. Zukri melalui Asisten II Drs Fahrizal menyampaikan bahwa peninjauan TPID Pelalawan hari ini adalah salah satu upaya untuk mengendalikan inflasi di Kabupaten Pelalawan.
“TPID Kabupaten Pelalawan sedang meninjau salah satu langkah strategis kita sebagai upaya pengendalian inflasi di Pelalawan yaitu gerakan menanam. Gerakan menanam ini kita lakukan di seluruh kecamatan dan memang potensinya ada, dan hari ini kita meninjau di kecamatan Pangkalan Kerinci. Semoga ini bisa dijadikan salah satu komoditi yang dapat membantu upaya pengendalian inflasi di Pelalawan.” Sebutnya.

Fakhrizal juga berharap agar gerakan menanam ini dilakukan secara masif agar masyarakat juga dapat terbantu ekonominya.
“Harapan kami mudah-mudahan gerakan menanam ini dapat dilaksanakan secara masif di kelompok masyarakat, karena selain untuk menjaga inflasi, juga bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat serta. meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat petani. Kita akan terus menggalakkan gerakan menanam ini di seluruh kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Pelalawan, dan tim terpadu kita kita yang terdiri dari Dinas Koperasi, Inspektorat, Dinas Pertanian, Bappeda, Bapenda dan tim TPID lainnya juga akan turun untuk melihat bagaimana gerakan menanam ini bisa dilakukan dengan baik. Mudah-mudahan hasilnya baik dan bisa menguntungkan para petani kita.” Tambahnya.

Fakhrizal juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pelalawan akan membantu para petani dalam memasarkan hasil kebunnya kepada masyarakat.
“Kedepannya, kita akan buat pasar tani agar masyarakat mudah memperoleh bahan pangan dan petani pun mudah untuk menjual hasil kebunnya kepada masyarakat. Kemudian petani juga akan dibantu untuk mempromosikan hasil kebunnya cepat terjual dan bisa mensejahterakan petani.” Ujar Fakhrizal.

Asisten II Fakhrizal juga menyampaikan bahwa data inflasi Kabupaten Pelalawan sebesar -1,85% jauh dibawah Provinsi Riau sebesar -0.93%, yang menunjukkan bahwa tingkat inflasi di Kabupaten Pelalawan terkendali dan masih di bawah tingkat inflasi Provinsi Riau.

“Saat rapat inflasi, Mendagri berpesan agar pemerintah kabupaten/kota mendukung program-program pengendalian inflasi pertanda pemerintah hadir ditengah masyarakat dan didukung penganggarannya. Oleh karena itu, untuk mendukung gerakan menanam para petani mandiri, Pemerintah Kabupaten Pelalawan melalui Dinas KPTPH juga melakukan inovasi penanaman sayur dan buah dengan pola teknologi hydroponik screen house. Budidaya buah dan sayuran melalui teknologi hidroponik screen house yang mampu berproduksi sepanjang tahun tanpa harus khawatir terganggu oleh cuaca atau musim. Inovasi ini akan kita jadi program unggulan TPID Tahun 2024, disamping program pembibitan dan peningkatan produksi beras melalui IP200.” Tutup Fakhrizal.