'
19 Sya'ban 1447 H | Sabtu, 7 Februari 2026
×
/ siak
Bupati Siak Alfedri Wujudkan Siak Hijau dengan Mitigasi Karhutla
| Senin, 20 Juni 2022
Editor : | Penulis : admin

 

 Bupati Siak Alfedri menyatakan Pemkab Siak tetap berkomitmen untuk melakukan tindakan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) secara siatemik, terstruktur dan massif.

Salah satu poin penting untuk pengelolaan alam sepenuhnya untuk kesejahteraan namun lingkungan terjaga dari Karhutla adalah dengan program Siak Hijau.

“Program Siak Hijau ini bukan hanya sekadar menanam pohon, namun jauh lebih dari itu. Seluruh kebijakan dan program di Pemkab Siak harus memerhatikan kesadaran lingkungannya, kemudian memanfaatkan alam untuk kesejahteraan masyarakat tanpa merusak lingkungan itu,” kata Alfedri, Senin (20/6/2022).

Menurutnya, saat ini yang sedang dipacu adalah mitigasi Karhutla. Upaya mitigasi tersebut dengan melibatkan semua orang, baik di pemerintah, swasta, perangkat kampung, tokoh masyarakat, anak muda, pelajar dan semua kalangan masyarakat.

“Salah satu yang kita lakukan adalah mengedukasi kalangan bawah agar dapat menumbuhkan kesadaran bagi mereka untuk bertani dengan cara tidak membakar. Upaya ini sudah dilakukan sejak 2018 lalu dan tetap berkelanjutan hingga saat ini,” kata dia.

Selain itu, ia juga menyampaikan upaya pemerintah kabupaten Siak untuk dunia usaha dalam mengedukasi masyarakat tentang investasi yang berkelanjutan.

Alfedri menekankan pada pentingnya komitmen dan dukungan semua pihak.

Sebab Kabupaten Siak miliki lanskap bentang alam hutan dan lahan gambut yang cukup luas hampir 60 persen area total administrasi.

“Berangkat pada tahun 2015, kita mengalami kebakaran hutan dan lahan gambut yang cukup dahsyat dengan total kerugian yang jika ditaksir kerugiannya sekitar 2,6 juta Ha atau setara dengan uang 6 juta USD. Kita di Siak yang terdampak akibat kebakaran hutan ini sangat parah,” kata Alfedri.

Ia masih ingat saat banyaknya masyarakat terserang ISPA, ekonomi lumpuh dan anak sekolah terlalu lama diliburkan.

Perjalanan Siak untuk memastikan melindungi hutan dan gambut serta memastikan kesejahteran masyarakat telah berlangsung cukup panjang.

Upaya melakukan mitigasi dari kerugian tersebut, kabupaten Siak pada 2018 menerbitkan Peraturan Bupati tentang Siak Hijau. Seiring berjalannya waktu Perbup tersebut ditingkatkan menjadi Perda yang merupakan sebuah aturan untuk menjadi pedoman bagi para pemangku kepentingan di Siak.

”Tentu regulasi tadi menjadi pedoman seluruh stakeholder bagaimana pengelolaan sumberdaya alam yang baik berkelanjutan dan lestari sehingga tercapai kesejahteraan masyarakat,” kata dia.

Alfedri menguraikan, ada tiga target utama yaitu bagaimana alam dikelola berkelanjutan atau pemanfaatan sumberdaya alam untuk kepentingan ekonomi masyarakat dan juga dapat meningkatkan PAD.

“Program Siak Hijau ini direalisasikan hingga tingkat tapak. Kami melakukan pendekatan dengan rantai pasok memanfaatkan lahan gambut seperti budidaya nanas, sagu, dan pembuatan albumin yang bahan bakunya ikan gabus. Ekstraksi kulit ikan gabus ini sedang dikembangkan dengan pembudidayaan ikan gabus di kanal dan embung gambut tersebut,” kata dia.

Selain itu juga memanfaatkan embung Karhutla untuk destinasi wisata dengan menyulap
embung itu menjadi objek wisata. Hal ini telah terbukti di kampung Dayun, yang saat ini masuk ke dalam 50 besar desa wisata di Indonesia.

“Kami juga berkolaborasi dengan semua pihak pemerintah masyarakat swasta dan para pemerhati lingkungan dan para LSM. Salah satu Portofolio yang ada di Siak yaitu PT Alam Siak Lestari yang memproduksi albumin, keberadaanya melibatkan para dokter dan komonitas anak Siak yang membatu produksi albumin ini,” katanya.(infotorial).

 

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
siak

Bupati Siak Alfedri Wujudkan Siak Hijau dengan Mitigasi Karhutla
Senin, 20 Juni 2022
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

 

 Bupati Siak Alfedri menyatakan Pemkab Siak tetap berkomitmen untuk melakukan tindakan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) secara siatemik, terstruktur dan massif.

Salah satu poin penting untuk pengelolaan alam sepenuhnya untuk kesejahteraan namun lingkungan terjaga dari Karhutla adalah dengan program Siak Hijau.

“Program Siak Hijau ini bukan hanya sekadar menanam pohon, namun jauh lebih dari itu. Seluruh kebijakan dan program di Pemkab Siak harus memerhatikan kesadaran lingkungannya, kemudian memanfaatkan alam untuk kesejahteraan masyarakat tanpa merusak lingkungan itu,” kata Alfedri, Senin (20/6/2022).

Menurutnya, saat ini yang sedang dipacu adalah mitigasi Karhutla. Upaya mitigasi tersebut dengan melibatkan semua orang, baik di pemerintah, swasta, perangkat kampung, tokoh masyarakat, anak muda, pelajar dan semua kalangan masyarakat.

“Salah satu yang kita lakukan adalah mengedukasi kalangan bawah agar dapat menumbuhkan kesadaran bagi mereka untuk bertani dengan cara tidak membakar. Upaya ini sudah dilakukan sejak 2018 lalu dan tetap berkelanjutan hingga saat ini,” kata dia.

Selain itu, ia juga menyampaikan upaya pemerintah kabupaten Siak untuk dunia usaha dalam mengedukasi masyarakat tentang investasi yang berkelanjutan.

Alfedri menekankan pada pentingnya komitmen dan dukungan semua pihak.

Sebab Kabupaten Siak miliki lanskap bentang alam hutan dan lahan gambut yang cukup luas hampir 60 persen area total administrasi.

“Berangkat pada tahun 2015, kita mengalami kebakaran hutan dan lahan gambut yang cukup dahsyat dengan total kerugian yang jika ditaksir kerugiannya sekitar 2,6 juta Ha atau setara dengan uang 6 juta USD. Kita di Siak yang terdampak akibat kebakaran hutan ini sangat parah,” kata Alfedri.

Ia masih ingat saat banyaknya masyarakat terserang ISPA, ekonomi lumpuh dan anak sekolah terlalu lama diliburkan.

Perjalanan Siak untuk memastikan melindungi hutan dan gambut serta memastikan kesejahteran masyarakat telah berlangsung cukup panjang.

Upaya melakukan mitigasi dari kerugian tersebut, kabupaten Siak pada 2018 menerbitkan Peraturan Bupati tentang Siak Hijau. Seiring berjalannya waktu Perbup tersebut ditingkatkan menjadi Perda yang merupakan sebuah aturan untuk menjadi pedoman bagi para pemangku kepentingan di Siak.

”Tentu regulasi tadi menjadi pedoman seluruh stakeholder bagaimana pengelolaan sumberdaya alam yang baik berkelanjutan dan lestari sehingga tercapai kesejahteraan masyarakat,” kata dia.

Alfedri menguraikan, ada tiga target utama yaitu bagaimana alam dikelola berkelanjutan atau pemanfaatan sumberdaya alam untuk kepentingan ekonomi masyarakat dan juga dapat meningkatkan PAD.

“Program Siak Hijau ini direalisasikan hingga tingkat tapak. Kami melakukan pendekatan dengan rantai pasok memanfaatkan lahan gambut seperti budidaya nanas, sagu, dan pembuatan albumin yang bahan bakunya ikan gabus. Ekstraksi kulit ikan gabus ini sedang dikembangkan dengan pembudidayaan ikan gabus di kanal dan embung gambut tersebut,” kata dia.

Selain itu juga memanfaatkan embung Karhutla untuk destinasi wisata dengan menyulap
embung itu menjadi objek wisata. Hal ini telah terbukti di kampung Dayun, yang saat ini masuk ke dalam 50 besar desa wisata di Indonesia.

“Kami juga berkolaborasi dengan semua pihak pemerintah masyarakat swasta dan para pemerhati lingkungan dan para LSM. Salah satu Portofolio yang ada di Siak yaitu PT Alam Siak Lestari yang memproduksi albumin, keberadaanya melibatkan para dokter dan komonitas anak Siak yang membatu produksi albumin ini,” katanya.(infotorial).