'
20 Sya'ban 1447 H | Minggu, 8 Februari 2026
×
/ siak
Wabup Siak Kampanyekan Bahaya Penyakit LSD pada Kelompok Tani Barokah di Koto Ringin
| Jumat, 22 April 2022
Editor : | Penulis : admin

Kampanyekan bahaya penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) pada ternak sapi, Wakil Bupati Siak, Husni Merza tinjau kelompok Jaya Barokah, di Kampung Koto Ringin, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Jumat (22/04/2022).

 

Husni yang didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Siak, beserta Asisten 1 dan Camat Mempura, berjalan menuju kekandang milik kelompok Jaya Barokah, disana Husni terlihat berbincang membahas managemen pemeliharaan.

 

Mulai dari managemen pakan yang saat ini sudah menggunakan pakan fermentasi, hingga managemen kesehatan yang diterapkan kelompok tersebut.

 

Dalam kunjungannya, husni juga mengingatkan peternak untuk ttp menjaga kebersihan kandang supaya sapi yang dihasilkan bisa sehat, meski sapi yang ada dikelompok ini sudah di vaksin, Husni tetap mengingatkan untuk tetap waspada, jika menemukan tanda LSD segera lapor kepada petugas.

 

Sejak muncul pada awal maret 2022 lalu, penyakit LSD pada ternak ini telah merugikan banyak peternak, meski tingkat kematiannya kecil, namun tampilan ternak menjadi kurang menarik akibat benjolan di seluruh anggota badan.

 

"Berpengaruh terhadap harga jualnya, sudah pasti menurun", kata dia.

 

Husni yang saat itu menggelar acara Bujang Kampung menyampaikan, kepada setiap peternak yang ada di Kampung Koto Ringin supaya bisa melaporkan jika melihat, atau ada ternak yang memiliki ciri - ciri umum, yaitu bentol di sekujur tubuh sapi, kepetugas setempat.

 

Dari sekitar 26085 ekor populasi sapi yang ada dikabupaten Siak, baru 2000 an ekor yang telah di vaksin, menurut Kepala Dinas Peikanan dan Peternakan, drh Hj Susilawati, Mm, belum maksimalnya proses vaksinasi disebabkan pasokan vaksin dari pusat diserahkan secara bertahap.

 

Sementara menunggu vaksin datang, drh Susi menjelaskan cara mencegah penularan penyakit menular itu, kata dia, virus yang msih tergolong dalam keluarga cacar ini, menjangkit ke ternak lain berkat bantuan dari serangga yang biasa mengigit ternak.

 

"Untuk itu baiknya kebersihan kandang harus dijaga, buat perapian d sekitar kandang untuk mmbantu mengusir serangga pembawa penyakit", kata Susi.

 

Tidak hanya pengasapan, peternak juga bisa melakukan penyemprotan menggunakan racun serangga, namun harus hati - hati , sebab ada kemungkinan bisa menyebabkan keracunan akibat ternak menghirup racun.

 

"Penyebarannya cepat sekali, karna bantuan dari serangga itu tadi, jadi selagi terjangkau oleh serangganya, ya besar kemungkinan terinfeksi" tutup Susi. 

 

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
siak

Wabup Siak Kampanyekan Bahaya Penyakit LSD pada Kelompok Tani Barokah di Koto Ringin
Jumat, 22 April 2022
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Kampanyekan bahaya penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) pada ternak sapi, Wakil Bupati Siak, Husni Merza tinjau kelompok Jaya Barokah, di Kampung Koto Ringin, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Jumat (22/04/2022).

 

Husni yang didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Siak, beserta Asisten 1 dan Camat Mempura, berjalan menuju kekandang milik kelompok Jaya Barokah, disana Husni terlihat berbincang membahas managemen pemeliharaan.

 

Mulai dari managemen pakan yang saat ini sudah menggunakan pakan fermentasi, hingga managemen kesehatan yang diterapkan kelompok tersebut.

 

Dalam kunjungannya, husni juga mengingatkan peternak untuk ttp menjaga kebersihan kandang supaya sapi yang dihasilkan bisa sehat, meski sapi yang ada dikelompok ini sudah di vaksin, Husni tetap mengingatkan untuk tetap waspada, jika menemukan tanda LSD segera lapor kepada petugas.

 

Sejak muncul pada awal maret 2022 lalu, penyakit LSD pada ternak ini telah merugikan banyak peternak, meski tingkat kematiannya kecil, namun tampilan ternak menjadi kurang menarik akibat benjolan di seluruh anggota badan.

 

"Berpengaruh terhadap harga jualnya, sudah pasti menurun", kata dia.

 

Husni yang saat itu menggelar acara Bujang Kampung menyampaikan, kepada setiap peternak yang ada di Kampung Koto Ringin supaya bisa melaporkan jika melihat, atau ada ternak yang memiliki ciri - ciri umum, yaitu bentol di sekujur tubuh sapi, kepetugas setempat.

 

Dari sekitar 26085 ekor populasi sapi yang ada dikabupaten Siak, baru 2000 an ekor yang telah di vaksin, menurut Kepala Dinas Peikanan dan Peternakan, drh Hj Susilawati, Mm, belum maksimalnya proses vaksinasi disebabkan pasokan vaksin dari pusat diserahkan secara bertahap.

 

Sementara menunggu vaksin datang, drh Susi menjelaskan cara mencegah penularan penyakit menular itu, kata dia, virus yang msih tergolong dalam keluarga cacar ini, menjangkit ke ternak lain berkat bantuan dari serangga yang biasa mengigit ternak.

 

"Untuk itu baiknya kebersihan kandang harus dijaga, buat perapian d sekitar kandang untuk mmbantu mengusir serangga pembawa penyakit", kata Susi.

 

Tidak hanya pengasapan, peternak juga bisa melakukan penyemprotan menggunakan racun serangga, namun harus hati - hati , sebab ada kemungkinan bisa menyebabkan keracunan akibat ternak menghirup racun.

 

"Penyebarannya cepat sekali, karna bantuan dari serangga itu tadi, jadi selagi terjangkau oleh serangganya, ya besar kemungkinan terinfeksi" tutup Susi.