'
25 Jumadil Awwal 1448 H | Jumat, 6 November 2026
×
/ pekanbaru
Walikota Pekanbaru Ajak Lestarikan Sungai
| Senin, 5 Juli 2021
Editor : | Penulis : admin

Dr. H . Firdaus, ST.,MT

Sungai Sail yang dulu asri dan digunakan sumber air masyarakat sekitar, sekarang rusak dan kotor. Kerusakan terjadi saat ini disinyalir oleh ulah oknum penambang pasir ilegal.

Demikian dikatakan Walikota Pekanbaru Firdaus kepada Wartawan. Kata dia, sungai rusak akibat penambangan juga terjadi di luar Kota Pekanbaru. Ia mencontohkan Sungai Kampar Kiri, di Kabupaten Kampar.

Menurutnya, pelaku penambangan liar atau ilegal ini seharusnya dapat dijerat dengan undang-undang lingkungan hidup. Pasalnya, lingkungan sungai yang rusak dapat menjadi bencana bagi pemukiman di sekitarnya, seperti banjir yang terjadi di Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu.

"Penambangan liar ini, kerusakannya besar (bagi sungai). Seperti sungai Sail, Sungai Kampar Kiri, itu airnya keruh seperti susu, karena tambang liar," ujar Walikota, Ahad (4/7).

Ia menyayangkan sampai saat ini belum ada tindakan yang efektif untuk membuat jera para penambang liar tersebut. Menurutnya, para pelaku penambang liar ini selalu 'kucing-kucingan' saat melakukan kegiatan.

"Belasan dan puluhan tahun tak bisa kita tertibkan. Memang tentang lingkungan, dalam penertibannya kita belum efektif walaupun kerusakan yang ditimbulkannya besar," jelasnya.

Ia berharap agar warga lebih banyak memberikan perhatiannya dalam kelestarian sungai. Terutama, menyadari manfaat besar salah satu ekosistem perairan tersebut bagi kehidupan manusia.

"Harus ada perhatian kita bersama, untuk sungai-sungai yang ada di Riau," jelasnya. 

Index
Imigrasi Pekanbaru Musnahkan 145.731 Berkas Arsip Keimigrasian
Pemulihan TNTN Dimulai, 83,2 Persen Kawasan Hutan Telah Berubah Jadi Kebun Sawit
Mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis Ikuti Kelas Pemilu, KPU Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif
Kemkomdigi Ingatkan Ancaman AI, Penipuan Kini Bisa Meniru Suara dan Identitas
Bangun Ketahanan Digital, 69 Aplikasi Pemerintah Beroperasi di Pusat Data Nasional
Alhamdulillah, Labkesmas Bengkalis Raih Akreditasi Utama, Siap Tingkatkan Mutu Pelayanan
Bertemu USABC, Meutya Hafid Dorong Investasi Digital AS Beri Manfaat Nyata bagi Indonesia
Dewan Pendidikan Bengkalis Apresiasi K3S Bantan Gelar Lomba Cerdas Cermat Tingkat SD
Toreh Prestasi Internasional, Mahasiswa Polbeng Raih Gold Medal dan Special Award di IUIC 2026 Malay
Jurnalistik Cendekia Gelar REDAKSI, Ajak Anak Yayasan Aisyah Mengenal Literasi
Index
Perkuat Tata Kelola Data Desa dan Kelurahan, Kecamatan Bengkalis Sosialisasikan Program Desa Cantik
 Bupati Kasmarni Hadiri Pembukaan Musda XI DPD Partai Golkar, Ajak Perkuat Persatuan dan Bersinergi
Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Tengah Tantangan Fiskal, Wabup Ingatkan Peran Pemuda untuk Dae
Menkomdigi Meutya Hafid dan Kapolri Suyudi Perkuat Sinergi Berantas Judi Online Lintas Negara dan Pe
Bupati Kasmarni Terima Audiensi PKB Bengkalis, Perkuat Sinergi Bangun Daerah
Bupati Bengkalis Sampaikan Jawaban atas Pandangan Umum Tujuh Fraksi DPRD terhadap Ranperda APBD 2027
Peringatan Hari Santri 2026 di Ponpes Nurul Hidayah, Bupati Kasmarni Minta Santri Kuasai Iptek Menuj
Hadiri Paripurna DPRD, Bupati Bengkalis Harapkan Pandangan Umum Fraksi Jadi Bahan Penyempurnaan Ranp
Wabup Bengkalis Bagus Santoso Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Perkuat S
Ranperda APBD 2027 Disampaikan, DBH Migas Bengkalis Diproyeksi Turun 80,61 Persen
pemerintahan
Imigrasi Pekanbaru Musnahkan 145.731 Berkas Arsip Keimigrasian
Wali Kota Pekanbaru: Rumah Dinas Terbuka Bagi Siapa Saja
Pekanbaru Bersujud, Wako Agung dan Ratusan Warga Mohon Hujan di Tengah Kepungan Asap
Sekolah di Pekanbaru Dialihkan ke Daring, MBG Tetap Disalurkan
daerah
Mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis Ikuti Kelas Pemilu, KPU Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif
Kemkomdigi Ingatkan Ancaman AI, Penipuan Kini Bisa Meniru Suara dan Identitas
Bangun Ketahanan Digital, 69 Aplikasi Pemerintah Beroperasi di Pusat Data Nasional
Alhamdulillah, Labkesmas Bengkalis Raih Akreditasi Utama, Siap Tingkatkan Mutu Pelayanan
Politik
Musda VI Demokrat Riau Akan di Gelar,Agung Nugroho Calon Tunggal Ketua DPD Periode 2026-2031
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Pemulihan TNTN Dimulai, 83,2 Persen Kawasan Hutan Telah Berubah Jadi Kebun Sawit
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
pekanbaru

Walikota Pekanbaru Ajak Lestarikan Sungai
Senin, 5 Juli 2021
Editor : | Penulis : admin
Dr. H . Firdaus, ST.,MT
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Sungai Sail yang dulu asri dan digunakan sumber air masyarakat sekitar, sekarang rusak dan kotor. Kerusakan terjadi saat ini disinyalir oleh ulah oknum penambang pasir ilegal.

Demikian dikatakan Walikota Pekanbaru Firdaus kepada Wartawan. Kata dia, sungai rusak akibat penambangan juga terjadi di luar Kota Pekanbaru. Ia mencontohkan Sungai Kampar Kiri, di Kabupaten Kampar.

Menurutnya, pelaku penambangan liar atau ilegal ini seharusnya dapat dijerat dengan undang-undang lingkungan hidup. Pasalnya, lingkungan sungai yang rusak dapat menjadi bencana bagi pemukiman di sekitarnya, seperti banjir yang terjadi di Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu.

"Penambangan liar ini, kerusakannya besar (bagi sungai). Seperti sungai Sail, Sungai Kampar Kiri, itu airnya keruh seperti susu, karena tambang liar," ujar Walikota, Ahad (4/7).

Ia menyayangkan sampai saat ini belum ada tindakan yang efektif untuk membuat jera para penambang liar tersebut. Menurutnya, para pelaku penambang liar ini selalu 'kucing-kucingan' saat melakukan kegiatan.

"Belasan dan puluhan tahun tak bisa kita tertibkan. Memang tentang lingkungan, dalam penertibannya kita belum efektif walaupun kerusakan yang ditimbulkannya besar," jelasnya.

Ia berharap agar warga lebih banyak memberikan perhatiannya dalam kelestarian sungai. Terutama, menyadari manfaat besar salah satu ekosistem perairan tersebut bagi kehidupan manusia.

"Harus ada perhatian kita bersama, untuk sungai-sungai yang ada di Riau," jelasnya.