'
15 Safar 1448 H | Jumat, 31 Juli 2026
×
/ pekanbaru
Walikota Pekanbaru Ajak Lestarikan Sungai
| Senin, 5 Juli 2021
Editor : | Penulis : admin

Dr. H . Firdaus, ST.,MT

Sungai Sail yang dulu asri dan digunakan sumber air masyarakat sekitar, sekarang rusak dan kotor. Kerusakan terjadi saat ini disinyalir oleh ulah oknum penambang pasir ilegal.

Demikian dikatakan Walikota Pekanbaru Firdaus kepada Wartawan. Kata dia, sungai rusak akibat penambangan juga terjadi di luar Kota Pekanbaru. Ia mencontohkan Sungai Kampar Kiri, di Kabupaten Kampar.

Menurutnya, pelaku penambangan liar atau ilegal ini seharusnya dapat dijerat dengan undang-undang lingkungan hidup. Pasalnya, lingkungan sungai yang rusak dapat menjadi bencana bagi pemukiman di sekitarnya, seperti banjir yang terjadi di Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu.

"Penambangan liar ini, kerusakannya besar (bagi sungai). Seperti sungai Sail, Sungai Kampar Kiri, itu airnya keruh seperti susu, karena tambang liar," ujar Walikota, Ahad (4/7).

Ia menyayangkan sampai saat ini belum ada tindakan yang efektif untuk membuat jera para penambang liar tersebut. Menurutnya, para pelaku penambang liar ini selalu 'kucing-kucingan' saat melakukan kegiatan.

"Belasan dan puluhan tahun tak bisa kita tertibkan. Memang tentang lingkungan, dalam penertibannya kita belum efektif walaupun kerusakan yang ditimbulkannya besar," jelasnya.

Ia berharap agar warga lebih banyak memberikan perhatiannya dalam kelestarian sungai. Terutama, menyadari manfaat besar salah satu ekosistem perairan tersebut bagi kehidupan manusia.

"Harus ada perhatian kita bersama, untuk sungai-sungai yang ada di Riau," jelasnya. 

Index
Film Pramuka Tayang di Pekanbaru, Wawako Ajak Sekolah Dukung Penguatan Karakter Siswa
Siak Masuk Kategori Terbaik Investasi, Pemkab Genjot Permudah Perizinan Bagi Investasi
 Buka Seminar UMKM Rohil Bistamam, UMKM Harus Kuasai Transformasi platform digital.
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Berkunjung Rohil Tinjau Fasilitas Pendidikan dan Program MBG
Coffe Morning Bersama Camat, Wako Pekanbaru Bahas Soal Banjir Hingga Pelantikan RT/RW
Raih Juara Umum MTQ Riau, LPTQ Rohil Gelar Syukuran dan Doa Bersama
Olimpiade Bahasa Arab, Tiga Wakil MAN 1 Rokan Hilir Melaju ke Provinsi
Sekda Rohil Fauzi Efrizal Ikuti Rapat Virtual Bersama Kemendagri Bahas SIPD BUMD
MTQ XLIV Riau 2026 Resmi Ditutup,Rokan Hilir Juara Umum
Pembukaan MTQ Riau ke-44 Resmi Digelar, Kafilah Siak Siap Bertanding
Index
 Bupati Afni Lepas Kafilah MTQ Siak,Hadiah Umroh Menanti, Bonus Naik 10 Persen
Wabup Syamsurizal Kenalkan Pesona Siak kepada Komisaris Bank Mandiri
Pemkab Siak Bangun Rumah Singgah untuk Pasien Miskin yang Berobat Ke RS Tengku Rafian
 Ditengah Tekanan Fiskal, Pemkab Siak Pastikan Pembayaran gaji 13 bagi  ASN.
HUT ke-242, Pekanbaru Semakin Maju dan Masyarakat Sejahtera jadi Harapan Walikota Agung
KolaborAksi Membangun Pekanbaru: 242 Tahun Melangkah Menuju Kota yang Lebih Maju
Peringati HKG PKK Ke-54, TP PKK Pelalawan Dorong Penguatan 10 Program Pokok PKK
Rektor Unri dan Plt Gubri Lepas Ribuan Mahasiswa Kukerta Membangun Negeri
Kab Siak Dapat Pengahargaan WTP ke-15 Kali Berturut-turut dari BPK RI, Ini Harapan Bupati Afni
Buka Festival Literasi 2026, Walikota: Jadikan Membaca Sebagai Kebiasaan
pemerintahan
Rektor Unri dan Plt Gubri Lepas Ribuan Mahasiswa Kukerta Membangun Negeri
Dorong Ekonomi Berkelanjutan, Pemprov Riau Fokus Kembangkan UMKM Berbasis Syariah
Pemko Pekanbaru akan Membentuk Dinas Perikanan dan Peternakan untuk Menyukseskan Program MBG.
Satu Tahun Kepemimpinan Agung dan Markarius, Fiskal Naik Singnifikan
daerah
Film Pramuka Tayang di Pekanbaru, Wawako Ajak Sekolah Dukung Penguatan Karakter Siswa
Siak Masuk Kategori Terbaik Investasi, Pemkab Genjot Permudah Perizinan Bagi Investasi
Coffe Morning Bersama Camat, Wako Pekanbaru Bahas Soal Banjir Hingga Pelantikan RT/RW
Pembukaan MTQ Riau ke-44 Resmi Digelar, Kafilah Siak Siap Bertanding
Politik
Musda VI Demokrat Riau Akan di Gelar,Agung Nugroho Calon Tunggal Ketua DPD Periode 2026-2031
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
pekanbaru

Walikota Pekanbaru Ajak Lestarikan Sungai
Senin, 5 Juli 2021
Editor : | Penulis : admin
Dr. H . Firdaus, ST.,MT
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Sungai Sail yang dulu asri dan digunakan sumber air masyarakat sekitar, sekarang rusak dan kotor. Kerusakan terjadi saat ini disinyalir oleh ulah oknum penambang pasir ilegal.

Demikian dikatakan Walikota Pekanbaru Firdaus kepada Wartawan. Kata dia, sungai rusak akibat penambangan juga terjadi di luar Kota Pekanbaru. Ia mencontohkan Sungai Kampar Kiri, di Kabupaten Kampar.

Menurutnya, pelaku penambangan liar atau ilegal ini seharusnya dapat dijerat dengan undang-undang lingkungan hidup. Pasalnya, lingkungan sungai yang rusak dapat menjadi bencana bagi pemukiman di sekitarnya, seperti banjir yang terjadi di Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu.

"Penambangan liar ini, kerusakannya besar (bagi sungai). Seperti sungai Sail, Sungai Kampar Kiri, itu airnya keruh seperti susu, karena tambang liar," ujar Walikota, Ahad (4/7).

Ia menyayangkan sampai saat ini belum ada tindakan yang efektif untuk membuat jera para penambang liar tersebut. Menurutnya, para pelaku penambang liar ini selalu 'kucing-kucingan' saat melakukan kegiatan.

"Belasan dan puluhan tahun tak bisa kita tertibkan. Memang tentang lingkungan, dalam penertibannya kita belum efektif walaupun kerusakan yang ditimbulkannya besar," jelasnya.

Ia berharap agar warga lebih banyak memberikan perhatiannya dalam kelestarian sungai. Terutama, menyadari manfaat besar salah satu ekosistem perairan tersebut bagi kehidupan manusia.

"Harus ada perhatian kita bersama, untuk sungai-sungai yang ada di Riau," jelasnya.