'
20 Sya'ban 1447 H | Minggu, 8 Februari 2026
×
/ pekanbaru
Aturan PPKM Level 2, Warga Luar Pekanbaru Wajib Divaksin
| Kamis, 9 Desember 2021
Editor : | Penulis : admin

PEKANBARU, SUPERRIAU.COM  - Pekanbaru saat ini turun ke status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2. Aturan untuk aktivitas masyarakat, tidak jauh berbeda dibanding PPKM Level 1.

Aktivitas perekonomian, ibadah dan sektor lain masih dilonggarkan. Hanya saja, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru lebih menekankan vaksinasi terhadap masyarakat, baik itu warga Pekanbaru maupun luar Pekanbaru.

"Penerapan PPKM level 1 dan 2 itu hampir sama. Namun bagi kita ada yang kita tekankan, agar masyarakat kita yang belum divaksin segera memvaksinkan diri. Tidak hanya warga Pekanbaru, juga warga Pekansikawan, juga masyarakat Riau," kata Walikota Pekanbaru Firdaus, Kamis (9/12/2021).

Kemudian, Pemko mewajibkan pengunjung pusat perbelanjaan menunjukkan kartu vaksin atau memiliki aplikasi Pedulilindungi sebelum masuk. Kebijakan itu untuk mengetahui apakah warga sudah vaksin atau belum.

"Bagi nanti yang ke pusat perbelanjaan atau mal, ini harus divaksin. Kita akan menerapkan untuk setiap kunjungan ke mal mesti mempunyai aplikasi Pedulilindungi atau aplikasi lain. Yang penting intinya setiap pengunjung telah divaksin," jelasnya.

Pekanbaru turun ke level 2 akibat adanya klaster sekolah swasta dan vaksinasi lansia yang rendah. Begitu diungkapkan Walikota saat rapat evaluasi PPKM dengan Forkopimda, Selasa (7/12/2021).

Walikota menyebut, mulai hari ini sampai tanggal 23 Desember, Pekanbaru turun dari level 1 ke level 2. Ada dua persoalan yang membuat Pekanbaru masuk ke level 2.

"Karena kita belum mencapai target untuk vaksin lansia. Walau sudah maksimal lakukan vaksin lansia, namun masih belum memenuhi target belum tercapai. Terus yang kedua, ini juga karena adanya klaster sekolah yang terjadi di pekan yang lalu, ini juga memberikan kontribusi untuk kita turun ke level 2 ini," jelas Walikota.

Lanjutnya, terjadi klaster sekolah swasta itu, Pemko Pekanbaru kesulitan mencapai tracking kontak erat, agar mencapai 1:14.

"Memang sulit, karena mereka boarding. Yang terpapar itu kan memang tidak banyak kontaknya. Sehingga itu juga tidak bisa mencapai persyaratan 1 terkonfirmasi, 14 kontak erat," jelasnya.

 

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
pekanbaru

Aturan PPKM Level 2, Warga Luar Pekanbaru Wajib Divaksin
Kamis, 9 Desember 2021
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

PEKANBARU, SUPERRIAU.COM  - Pekanbaru saat ini turun ke status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2. Aturan untuk aktivitas masyarakat, tidak jauh berbeda dibanding PPKM Level 1.

Aktivitas perekonomian, ibadah dan sektor lain masih dilonggarkan. Hanya saja, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru lebih menekankan vaksinasi terhadap masyarakat, baik itu warga Pekanbaru maupun luar Pekanbaru.

"Penerapan PPKM level 1 dan 2 itu hampir sama. Namun bagi kita ada yang kita tekankan, agar masyarakat kita yang belum divaksin segera memvaksinkan diri. Tidak hanya warga Pekanbaru, juga warga Pekansikawan, juga masyarakat Riau," kata Walikota Pekanbaru Firdaus, Kamis (9/12/2021).

Kemudian, Pemko mewajibkan pengunjung pusat perbelanjaan menunjukkan kartu vaksin atau memiliki aplikasi Pedulilindungi sebelum masuk. Kebijakan itu untuk mengetahui apakah warga sudah vaksin atau belum.

"Bagi nanti yang ke pusat perbelanjaan atau mal, ini harus divaksin. Kita akan menerapkan untuk setiap kunjungan ke mal mesti mempunyai aplikasi Pedulilindungi atau aplikasi lain. Yang penting intinya setiap pengunjung telah divaksin," jelasnya.

Pekanbaru turun ke level 2 akibat adanya klaster sekolah swasta dan vaksinasi lansia yang rendah. Begitu diungkapkan Walikota saat rapat evaluasi PPKM dengan Forkopimda, Selasa (7/12/2021).

Walikota menyebut, mulai hari ini sampai tanggal 23 Desember, Pekanbaru turun dari level 1 ke level 2. Ada dua persoalan yang membuat Pekanbaru masuk ke level 2.

"Karena kita belum mencapai target untuk vaksin lansia. Walau sudah maksimal lakukan vaksin lansia, namun masih belum memenuhi target belum tercapai. Terus yang kedua, ini juga karena adanya klaster sekolah yang terjadi di pekan yang lalu, ini juga memberikan kontribusi untuk kita turun ke level 2 ini," jelas Walikota.

Lanjutnya, terjadi klaster sekolah swasta itu, Pemko Pekanbaru kesulitan mencapai tracking kontak erat, agar mencapai 1:14.

"Memang sulit, karena mereka boarding. Yang terpapar itu kan memang tidak banyak kontaknya. Sehingga itu juga tidak bisa mencapai persyaratan 1 terkonfirmasi, 14 kontak erat," jelasnya.