'
20 Sya'ban 1447 H | Minggu, 8 Februari 2026
×
/ pekanbaru
Pemprov Riau Usulkan Rp 4 Triliun untuk Infrastruktur dan UMKM dari Lembaga AS MCC
| Selasa, 5 Oktober 2021
Editor : | Penulis : admin

Gubernur Riau, H Syamsuar bersama tim dari PPN/Bappenas meninjau pelabuhan Ro-Ro Dumai, Selasa (5/10/2021)

Pemerintah Provinsi Riau, telah mengajukan proposal kepada pemerintah pusat melalui Kementrian PPN/Bappenas, untuk mendapatkan hibah dari lembaga pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Millenium challenge corporation (MCC). Proposal ini untuk pembangunan infrastruktur dan pembiayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar Rp4 Triliun.

Sebagai tindak lanjut proposal yang diajukan oleh Pemerintah Provisi Riau, Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas, Himawan Hariyoga Djojokusumo, yang juga ketua tim pengarah persiapan dan pengembangan Compact-2, telah mengadakan pertemuan membahas program dari proposal yang diajukan oleh Gubernur Riau.

“Kita sudah mengadakan pertemuan membahas proyek yang akan memperoleh, pendanaan hibah dari program MCC Compact-2. Riau ini salah satu dari lima lokasi program di Indonesia," ujar Himawan, usai mengadakan pertemuan dengan Gubernur Riau, Syamsuar, di Kantor Gubernur Riau, Selasa (5/10).

"Kami mengapresiasi komitmen dari Gubernur untuk mengawal langsung dari awal, supaya apa yang diusul memenuhi kriteria compact-2 dari Amerika. Program ini mengangkat tema untuk meningkatkan produktifitas melalui pembiayaan proyek-proyek infrastruktur maupun yang terkait dengan UMKM,” ujarnya lagi 

Dari pengajuan yang diserahkan oleh Gubernur Riau, kata Himawan, banyak untuk pembiayaan infrastruktur. Apalagi di Provinsi Riau banyak industri yang berkembang yang dapat untuk meningkatkan perekonimian masyarakat. Kemudian, ada juga program yang diajukan oleh Pemprov Riau, belum cocok dengan program MCC, sehingga lebih cocok diajukan untuk program yang lain. 

“Kebetulan yang di Provinsi Riau ini banyak fokus untuk pembiayaan infrastruktur. Tetapi yang dibangun infrsatruktur untuk kegiatan ekonomi masyarakat. Misalnya, kawasan industri dan ada sejumlah kriteria diharapkan bisa dipenuhi. Sehingga nanti provinsi Riau ini bisa mendapatkan alokasi dukungan pendanaan yang memadai," ungkapnya. 

"Ini bukan satu-satunya program untuk mendukung kebutuhan pemprov Riau, tapi salah satu yang akan dimanfaatkan sesuai dengan yang dicontohkan. Ada mungkin yang tidak masuk dalam kriteria itu nanti tentunya lebih cocok didukung program yang lain,” jelasnya. 

Disinggung berapa besar anggaran yang akan diterima oleh Pemprov Riau dari MCC, Himawan belum bisa memastikannya. Karena akan ada studi kelayakan, survei, riset dasar, penilaian lingkungan dan sosial, pembiayaan infrastruktur dan UMKM, serta kegiatan lainnya yang dapat menjadi landasan kuat untuk memberikan hibah tersebut.

“Ini masih diusulkan akan di review lagi dari MCC oleh pihak sana, nanti baru ketahuan berapa kira-kira yang disetujui. Karena ada beberapa persyaratan yang tetap harus diperhatikan. Misalnya soal lingkungan apakah ini memperhatikan lingkungan hidup," sebutnya. 

Himawan memaparkan, meskipun infrastruktur, dalam proses dan perencanaannya melibatkan stakholders yang luas, dan dengan penekanan UMKM kelompok perempuan, dan swasta. "Karena dukungan pembiayaan nanti tidak 100 persen, tetapi harus di blender finance masuk bersumber pendanaan lain," ucapnya. 

Setelah disetujui oleh MCC dan pemerintah, imbuh Himawan, melalui Bapenas akan menyerahkan anggaran yang disiapkan untuk Riau. Setiap program yang dijalankan disesuaikan dengan anggaean yang ada dalam bentuk hibah. Lalu, hibah tersebut akan dikelola oleh Bappenas, termasuk pembangunan infrastruktur dan aset yang dibangun tersebut menjadi milik daerah.

“Jadi hibah ini dikelola oleh Bappenas, nanti kalau ada satu proyek misalnya jalan atau apa, itu nanti barang milik negara akan dihibahkan kepada daerah akan ada serah terima barang milik negara aset ya, dari pihak Amerika ke Indonesia dan kepada daerah yang akhirnya kepada daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Riau, Syamsuar, berharap dari usulan yang diajukan Pemprov Riau dapat diterima oleh MCC. Sehingga nantinya bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur, sesuai dengan program yang ada di MCC Compact-2. Melalui program tersebut dalam meningkatkan perekonomian di Riau.

“Tim dari Bappenas ke Riau, untuk mengecek langsung kelapangan dan sekaligus kita menyampaikan usulan tadi yang disampaikan. Kita berdoa semoga dengan adanya dukungan hibah MCC. Kita harapkan dapat membantu terutama yang berkaitan masalah peningkatan kesejahteraan kita, dan juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Gubri.

“Sekaligus dapat nanti membenahi UMKM yang menurunkan angka kemiskinan, termasuk juga skala gender. Target akan dapat menurunkan angka kemiskinan meningkatkan ekonomi dan tumbuhnya usaha-usaha kecil. Nilai usulan kalau tak salah 4 triliun lebih,” kata Gubri.

Usai mengadakan pertemuan dengan Gubernur Riau, tim dari PPN/Bappenas bersama rombongan langsung meninjau Kota industri di Kota Dumai, termasuk meninjau pelabuhan Dumai, dan Roro Dumai.

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
pekanbaru

Pemprov Riau Usulkan Rp 4 Triliun untuk Infrastruktur dan UMKM dari Lembaga AS MCC
Selasa, 5 Oktober 2021
Editor : | Penulis : admin
Gubernur Riau, H Syamsuar bersama tim dari PPN/Bappenas meninjau pelabuhan Ro-Ro Dumai, Selasa (5/10/2021)
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Pemerintah Provinsi Riau, telah mengajukan proposal kepada pemerintah pusat melalui Kementrian PPN/Bappenas, untuk mendapatkan hibah dari lembaga pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Millenium challenge corporation (MCC). Proposal ini untuk pembangunan infrastruktur dan pembiayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar Rp4 Triliun.

Sebagai tindak lanjut proposal yang diajukan oleh Pemerintah Provisi Riau, Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas, Himawan Hariyoga Djojokusumo, yang juga ketua tim pengarah persiapan dan pengembangan Compact-2, telah mengadakan pertemuan membahas program dari proposal yang diajukan oleh Gubernur Riau.

“Kita sudah mengadakan pertemuan membahas proyek yang akan memperoleh, pendanaan hibah dari program MCC Compact-2. Riau ini salah satu dari lima lokasi program di Indonesia," ujar Himawan, usai mengadakan pertemuan dengan Gubernur Riau, Syamsuar, di Kantor Gubernur Riau, Selasa (5/10).

"Kami mengapresiasi komitmen dari Gubernur untuk mengawal langsung dari awal, supaya apa yang diusul memenuhi kriteria compact-2 dari Amerika. Program ini mengangkat tema untuk meningkatkan produktifitas melalui pembiayaan proyek-proyek infrastruktur maupun yang terkait dengan UMKM,” ujarnya lagi 

Dari pengajuan yang diserahkan oleh Gubernur Riau, kata Himawan, banyak untuk pembiayaan infrastruktur. Apalagi di Provinsi Riau banyak industri yang berkembang yang dapat untuk meningkatkan perekonimian masyarakat. Kemudian, ada juga program yang diajukan oleh Pemprov Riau, belum cocok dengan program MCC, sehingga lebih cocok diajukan untuk program yang lain. 

“Kebetulan yang di Provinsi Riau ini banyak fokus untuk pembiayaan infrastruktur. Tetapi yang dibangun infrsatruktur untuk kegiatan ekonomi masyarakat. Misalnya, kawasan industri dan ada sejumlah kriteria diharapkan bisa dipenuhi. Sehingga nanti provinsi Riau ini bisa mendapatkan alokasi dukungan pendanaan yang memadai," ungkapnya. 

"Ini bukan satu-satunya program untuk mendukung kebutuhan pemprov Riau, tapi salah satu yang akan dimanfaatkan sesuai dengan yang dicontohkan. Ada mungkin yang tidak masuk dalam kriteria itu nanti tentunya lebih cocok didukung program yang lain,” jelasnya. 

Disinggung berapa besar anggaran yang akan diterima oleh Pemprov Riau dari MCC, Himawan belum bisa memastikannya. Karena akan ada studi kelayakan, survei, riset dasar, penilaian lingkungan dan sosial, pembiayaan infrastruktur dan UMKM, serta kegiatan lainnya yang dapat menjadi landasan kuat untuk memberikan hibah tersebut.

“Ini masih diusulkan akan di review lagi dari MCC oleh pihak sana, nanti baru ketahuan berapa kira-kira yang disetujui. Karena ada beberapa persyaratan yang tetap harus diperhatikan. Misalnya soal lingkungan apakah ini memperhatikan lingkungan hidup," sebutnya. 

Himawan memaparkan, meskipun infrastruktur, dalam proses dan perencanaannya melibatkan stakholders yang luas, dan dengan penekanan UMKM kelompok perempuan, dan swasta. "Karena dukungan pembiayaan nanti tidak 100 persen, tetapi harus di blender finance masuk bersumber pendanaan lain," ucapnya. 

Setelah disetujui oleh MCC dan pemerintah, imbuh Himawan, melalui Bapenas akan menyerahkan anggaran yang disiapkan untuk Riau. Setiap program yang dijalankan disesuaikan dengan anggaean yang ada dalam bentuk hibah. Lalu, hibah tersebut akan dikelola oleh Bappenas, termasuk pembangunan infrastruktur dan aset yang dibangun tersebut menjadi milik daerah.

“Jadi hibah ini dikelola oleh Bappenas, nanti kalau ada satu proyek misalnya jalan atau apa, itu nanti barang milik negara akan dihibahkan kepada daerah akan ada serah terima barang milik negara aset ya, dari pihak Amerika ke Indonesia dan kepada daerah yang akhirnya kepada daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Riau, Syamsuar, berharap dari usulan yang diajukan Pemprov Riau dapat diterima oleh MCC. Sehingga nantinya bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur, sesuai dengan program yang ada di MCC Compact-2. Melalui program tersebut dalam meningkatkan perekonomian di Riau.

“Tim dari Bappenas ke Riau, untuk mengecek langsung kelapangan dan sekaligus kita menyampaikan usulan tadi yang disampaikan. Kita berdoa semoga dengan adanya dukungan hibah MCC. Kita harapkan dapat membantu terutama yang berkaitan masalah peningkatan kesejahteraan kita, dan juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Gubri.

“Sekaligus dapat nanti membenahi UMKM yang menurunkan angka kemiskinan, termasuk juga skala gender. Target akan dapat menurunkan angka kemiskinan meningkatkan ekonomi dan tumbuhnya usaha-usaha kecil. Nilai usulan kalau tak salah 4 triliun lebih,” kata Gubri.

Usai mengadakan pertemuan dengan Gubernur Riau, tim dari PPN/Bappenas bersama rombongan langsung meninjau Kota industri di Kota Dumai, termasuk meninjau pelabuhan Dumai, dan Roro Dumai.