'
15 Zulqaidah 1447 H | Sabtu, 2 Mei 2026
×
/ bengkalis
Tenun Putri Mas: Merajut Warisan Melayu Riau dalam Sehelai Kain Berkelas Dunia
| Jumat, 10 Oktober 2025
Editor : | Penulis :

SUPERRIAU.COM

Setiap perjalanan meninggalkan jejak, dan setiap destinasi memiliki jiwa yang terangkum dalam karyanya. Saat berkunjung ke Bengkalis, Negeri Junjungan di pesisir Riau, pencarian akan sebuah oleh-oleh yang otentik bukan hanya tentang membawa pulang barang, melainkan membawa pulang sebuah cerita, sepotong warisan, dan kebanggaan dari tanah Melayu. Di antara riuh rendahnya pilihan, ada satu nama yang bersinar paling terang, sebuah nama yang identik dengan keindahan, kualitas, dan tradisi: Putri Tenun Mas.

?Ini bukanlah sekadar sebuah usaha kain tenun. Putri Tenun Mas adalah sebuah sanggar seni, sebuah penjaga tradisi, dan sebuah duta budaya yang telah membawa keindahan kain tenun Riau melintasi batas-batas provinsi hingga ke panggung internasional. Produk-produknya yang anggun dan berkelas tidak hanya menghiasi lemari para pecinta wastra di seluruh Indonesia, tetapi juga telah menjadi pilihan para petinggi negeri dan memikat hati para kolektor di mancanegara, seperti Malaysia dan Thailand. Memiliki sehelai kain dari Putri Tenun Mas berarti memiliki sebuah mahakarya yang diakui dunia.

Bunyi Kearifan dari Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM)

?Di balik setiap helai kain yang memukau, terdapat sebuah proses yang meditatif dan penuh kesabaran. Berlokasi di Jalan Utama Dusun Pelimau, Desa Sebauk, Kecamatan Bengkalis, sanggar Putri Tenun Mas menjadi rumah bagi para pengrajin terampil. Di sinilah simfoni tradisi dimainkan. Suara ritmis dari hentakan alat tenun bukan mesin (ATBM) mengisi udara, menjadi penanda bahwa setiap benang yang dirajut adalah hasil dari sentuhan tangan manusia, bukan deru mesin pabrik.

?Penggunaan ATBM adalah sebuah komitmen terhadap kualitas dan otentisitas. Proses ini memungkinkan setiap detail motif terukir dengan sempurna, menciptakan tekstur kain yang khas dan karakter yang tidak akan pernah bisa ditiru oleh mesin. Setiap tarikan dan sisipan benang adalah curahan ketekunan, doa, dan passion, menjadikan setiap kain sebagai karya seni personal yang memiliki jiwa. Inilah yang membedakan Putri Tenun Mas dan menjadikan produknya begitu bernilai.

?Motif yang Bercerita, Warna yang Memesona

?Keindahan tenun Melayu Riau terletak pada ragam motifnya yang sarat akan makna filosofis dan nilai-nilai luhur. Putri Tenun Mas dengan bangga mempersembahkan koleksi motif klasik yang menjadi primadona, di samping terus berinovasi melahirkan motif-motif baru yang kontemporer. Beberapa motif terlaris mereka adalah cerminan dari alam dan kearifan lokal:

?Pucuk Rebung: Motif ikonik ini melambangkan harapan, pertumbuhan, dan tekad yang kuat untuk terus maju. Garis-garisnya yang menjulang tegas memberikan kesan wibawa bagi pemakainya.

?Siku Keluang dan Siku Awan: Terinspirasi dari gerak lincah kelelawar dan arak-arakan awan di langit, motif ini menggambarkan keindahan alam Melayu yang dinamis dan penuh harmoni.

?Tampuk Manggis: Motif ini mengambil bentuk dari kelopak di pangkal buah manggis, melambangkan kejujuran dan kebaikan hati yang tersembunyi, sesuai dengan peribahasa "seperti buah manggis".

?Siku Bunga: Menggambarkan keindahan dan keharuman, motif ini seringkali menjadi pilihan untuk acara-acara yang penuh sukacita, memancarkan aura keanggunan dan kebahagiaan.

?Setiap motif ini ditenun dengan pilihan warna yang kaya dan memikat, mulai dari warna-warna alam yang teduh hingga warna-warna cerah yang penuh semangat, memastikan ada sehelai kain yang sempurna untuk setiap selera dan kesempatan.

Dengan keindahan dan kerumitan proses pembuatannya, setiap helai kain tenun ini adalah sebuah investasi dalam seni dan budaya. Harga untuk sehelai kain dimulai dari Rp425.000, sementara untuk satu set (sepasang) yang megah dimulai dari harga Rp1 jutaan. Harga ini tentunya sangat sepadan dengan nilai yang didapat dan bervariasi, dipengaruhi oleh dua faktor utama: tingkat kepadatan motif dan jenis bahan premium yang digunakan. Semakin rumit dan padat motifnya, serta semakin tinggi kualitas benang yang dipakai, semakin tinggi pula nilai artistik dan investasinya.

?Kisah di Balik Sanggar: Visi Devi Susanti

?Setiap karya besar lahir dari sebuah percikan inspirasi. Bagi Devi Susanti, pendiri Putri Tenun Mas, percikan itu muncul pada tahun 2006 dari sebuah pertanyaan sederhana namun mendalam: "Bagaimana bisa sehelai benang diolah menjadi sehelai kain yang begitu indah?" Rasa penasaran inilah yang menjadi bahan bakar semangatnya. Ia tidak hanya mencari jawaban, tetapi juga menyelami, mempelajari, dan akhirnya jatuh cinta pada seni tenun.

?Dari rasa cinta itu, lahirlah Putri Tenun Mas. Visi Devi Susanti jauh melampaui sekadar bisnis. Ia ingin mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan dan mengembangkan warisan kain tenun Riau. Usahanya tidak hanya mengangkat derajat kain tenun itu sendiri, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan memberdayakan masyarakat di sekitarnya, khususnya para ibu rumah tangga, untuk menjadi pengrajin yang mandiri secara ekonomi. Putri Tenun Mas adalah bukti nyata bagaimana kecintaan pada budaya dapat menciptakan dampak sosial yang positif.Membawa pulang sehelai Putri Tenun Mas bukan sekadar transaksi jual beli. Ini adalah sebuah partisipasi dalam melestarikan budaya, mendukung komunitas pengrajin lokal, dan memiliki sebuah warisan yang keindahannya akan abadi melintasi generasi. Inilah oleh-oleh khas Bengkalis yang sesungguhnya.(Rilis)

Index
Kisah Pilu Putri, Korban Narkoba yang Datang ke Rumah Dinas Bupati Siak
Pelaku Usaha Pekanbaru Riau Gelar Temu Ramah dan Sosialisasi Bersama Penggadaian
Bupati Siak, Perempuan NU Harus Aktif di Bidang Sosial dan Ekonomi
Menteri LHK Hanif Dorong Pengakhiran Open Dumping, Pekanbaru Siapkan Teknologi Methane Capture
Berhasil Tekan Kemiskinan dan Stunting, WaliKota Agung Terima Penghargaan
Harga Lebih Murah, Operasi Pasar Murah Pemprov Riau Pekan Ini Digelar di Pekanbaru dan Siak
Rakor DBH Sawit 2026: Pelalawan Tegaskan Komitmen Percepat Pembangunan Infrastruktur
Pekan Ini Operasi Pasar Murah Digelar di 3 Kabupaten, Berikut Lokasinya
Pemko Pekanbaru Jawab Pandangan Umum Fraksi Terkait LKPj 2025
Pemko Pekanbaru Koordinasi ke Pemprov Minta Bangun Drainase Jalan Soekarno Hatta
Index
Deportasi Perdana Pascalebaran, 32 Pekerja Migran dari Malaysia Tiba di Pelabuhan Dumai
HUT PUPR ke-2,Ketum Handoko,PUPR Terus Berkembang,Berkolaborasi dengan Pihak Pemerintah dan Swasta
Bupati Pelalawan H. Zukri Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Jelang Idul Fitri
 Jalin Silaturrahmi,DPD Parsindo Riau Buka Puasa Bersama 137 Yatim dan Dhuafa
 Inspektorat Kota Pekanbaru dan Darma Wanita Berbagi 1000 Paket Takjil Gratis
Perkuat Sinergi Pengamanan Idulfitri, Bupati Siak Hadiri Rakor Operasi Lancang Kuning 2026
Polisi Bubarkan Kerumunan Pemuda di Pekanbaru untuk Antisipasi Balap Liar
Bupati Siak Afni, Hadiri Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 di Polda Riau
Serap Aspirasi hingga Bahas Beasiswa
Bupati Siak Afni Yakin Generasi Muda Siak Mampu Tumbuh Menjadi Generasi Qur’ani
pemerintahan
Menteri LHK Hanif Dorong Pengakhiran Open Dumping, Pekanbaru Siapkan Teknologi Methane Capture
Berhasil Tekan Kemiskinan dan Stunting, WaliKota Agung Terima Penghargaan
Harga Lebih Murah, Operasi Pasar Murah Pemprov Riau Pekan Ini Digelar di Pekanbaru dan Siak
Pekan Ini Operasi Pasar Murah Digelar di 3 Kabupaten, Berikut Lokasinya
daerah
Bupati Siak, Perempuan NU Harus Aktif di Bidang Sosial dan Ekonomi
Rakor DBH Sawit 2026: Pelalawan Tegaskan Komitmen Percepat Pembangunan Infrastruktur
Perkuat Sinergi Pengamanan Idulfitri, Bupati Siak Hadiri Rakor Operasi Lancang Kuning 2026
Polisi Bubarkan Kerumunan Pemuda di Pekanbaru untuk Antisipasi Balap Liar
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
bengkalis

Tenun Putri Mas: Merajut Warisan Melayu Riau dalam Sehelai Kain Berkelas Dunia
Jumat, 10 Oktober 2025
Editor : | Penulis :
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

SUPERRIAU.COM

Setiap perjalanan meninggalkan jejak, dan setiap destinasi memiliki jiwa yang terangkum dalam karyanya. Saat berkunjung ke Bengkalis, Negeri Junjungan di pesisir Riau, pencarian akan sebuah oleh-oleh yang otentik bukan hanya tentang membawa pulang barang, melainkan membawa pulang sebuah cerita, sepotong warisan, dan kebanggaan dari tanah Melayu. Di antara riuh rendahnya pilihan, ada satu nama yang bersinar paling terang, sebuah nama yang identik dengan keindahan, kualitas, dan tradisi: Putri Tenun Mas.

?Ini bukanlah sekadar sebuah usaha kain tenun. Putri Tenun Mas adalah sebuah sanggar seni, sebuah penjaga tradisi, dan sebuah duta budaya yang telah membawa keindahan kain tenun Riau melintasi batas-batas provinsi hingga ke panggung internasional. Produk-produknya yang anggun dan berkelas tidak hanya menghiasi lemari para pecinta wastra di seluruh Indonesia, tetapi juga telah menjadi pilihan para petinggi negeri dan memikat hati para kolektor di mancanegara, seperti Malaysia dan Thailand. Memiliki sehelai kain dari Putri Tenun Mas berarti memiliki sebuah mahakarya yang diakui dunia.

Bunyi Kearifan dari Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM)

?Di balik setiap helai kain yang memukau, terdapat sebuah proses yang meditatif dan penuh kesabaran. Berlokasi di Jalan Utama Dusun Pelimau, Desa Sebauk, Kecamatan Bengkalis, sanggar Putri Tenun Mas menjadi rumah bagi para pengrajin terampil. Di sinilah simfoni tradisi dimainkan. Suara ritmis dari hentakan alat tenun bukan mesin (ATBM) mengisi udara, menjadi penanda bahwa setiap benang yang dirajut adalah hasil dari sentuhan tangan manusia, bukan deru mesin pabrik.

?Penggunaan ATBM adalah sebuah komitmen terhadap kualitas dan otentisitas. Proses ini memungkinkan setiap detail motif terukir dengan sempurna, menciptakan tekstur kain yang khas dan karakter yang tidak akan pernah bisa ditiru oleh mesin. Setiap tarikan dan sisipan benang adalah curahan ketekunan, doa, dan passion, menjadikan setiap kain sebagai karya seni personal yang memiliki jiwa. Inilah yang membedakan Putri Tenun Mas dan menjadikan produknya begitu bernilai.

?Motif yang Bercerita, Warna yang Memesona

?Keindahan tenun Melayu Riau terletak pada ragam motifnya yang sarat akan makna filosofis dan nilai-nilai luhur. Putri Tenun Mas dengan bangga mempersembahkan koleksi motif klasik yang menjadi primadona, di samping terus berinovasi melahirkan motif-motif baru yang kontemporer. Beberapa motif terlaris mereka adalah cerminan dari alam dan kearifan lokal:

?Pucuk Rebung: Motif ikonik ini melambangkan harapan, pertumbuhan, dan tekad yang kuat untuk terus maju. Garis-garisnya yang menjulang tegas memberikan kesan wibawa bagi pemakainya.

?Siku Keluang dan Siku Awan: Terinspirasi dari gerak lincah kelelawar dan arak-arakan awan di langit, motif ini menggambarkan keindahan alam Melayu yang dinamis dan penuh harmoni.

?Tampuk Manggis: Motif ini mengambil bentuk dari kelopak di pangkal buah manggis, melambangkan kejujuran dan kebaikan hati yang tersembunyi, sesuai dengan peribahasa "seperti buah manggis".

?Siku Bunga: Menggambarkan keindahan dan keharuman, motif ini seringkali menjadi pilihan untuk acara-acara yang penuh sukacita, memancarkan aura keanggunan dan kebahagiaan.

?Setiap motif ini ditenun dengan pilihan warna yang kaya dan memikat, mulai dari warna-warna alam yang teduh hingga warna-warna cerah yang penuh semangat, memastikan ada sehelai kain yang sempurna untuk setiap selera dan kesempatan.

Dengan keindahan dan kerumitan proses pembuatannya, setiap helai kain tenun ini adalah sebuah investasi dalam seni dan budaya. Harga untuk sehelai kain dimulai dari Rp425.000, sementara untuk satu set (sepasang) yang megah dimulai dari harga Rp1 jutaan. Harga ini tentunya sangat sepadan dengan nilai yang didapat dan bervariasi, dipengaruhi oleh dua faktor utama: tingkat kepadatan motif dan jenis bahan premium yang digunakan. Semakin rumit dan padat motifnya, serta semakin tinggi kualitas benang yang dipakai, semakin tinggi pula nilai artistik dan investasinya.

?Kisah di Balik Sanggar: Visi Devi Susanti

?Setiap karya besar lahir dari sebuah percikan inspirasi. Bagi Devi Susanti, pendiri Putri Tenun Mas, percikan itu muncul pada tahun 2006 dari sebuah pertanyaan sederhana namun mendalam: "Bagaimana bisa sehelai benang diolah menjadi sehelai kain yang begitu indah?" Rasa penasaran inilah yang menjadi bahan bakar semangatnya. Ia tidak hanya mencari jawaban, tetapi juga menyelami, mempelajari, dan akhirnya jatuh cinta pada seni tenun.

?Dari rasa cinta itu, lahirlah Putri Tenun Mas. Visi Devi Susanti jauh melampaui sekadar bisnis. Ia ingin mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan dan mengembangkan warisan kain tenun Riau. Usahanya tidak hanya mengangkat derajat kain tenun itu sendiri, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan memberdayakan masyarakat di sekitarnya, khususnya para ibu rumah tangga, untuk menjadi pengrajin yang mandiri secara ekonomi. Putri Tenun Mas adalah bukti nyata bagaimana kecintaan pada budaya dapat menciptakan dampak sosial yang positif.Membawa pulang sehelai Putri Tenun Mas bukan sekadar transaksi jual beli. Ini adalah sebuah partisipasi dalam melestarikan budaya, mendukung komunitas pengrajin lokal, dan memiliki sebuah warisan yang keindahannya akan abadi melintasi generasi. Inilah oleh-oleh khas Bengkalis yang sesungguhnya.(Rilis)