'
19 Sya'ban 1447 H | Sabtu, 7 Februari 2026
×
/ hukum
Polisi Sita Ratusan Anak Panah saat Tangkap Camat di Papua
| Rabu, 1 September 2021
Editor : | Penulis : admin



Satgas Nemangkawi menyita ratusan anak panah saat menangkap Kepala Distrik alias Camat Wusama, Etius Baye (38) karena diduga menjadi penyokong dana bagi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

"Barang bukti, 106 anak panah; 20 busur panah; 31 mata panah," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal kepada wartawan, Rabu (1/9).

Barang bukti itu ditemukan saat penggeledahan kediaman Camat tersebut pada Jumat (27/8) lalu. Polisi sebelumnya menduga rumah Etius menjadi tempat persembunyian belasan anggota KKB.

Selain anak panah, polisi juga menyita senapan angin saat penggeledahan. Ditemukan juga beberapa senjata tajam yang terdiri dari sembilan parang dan sebuah pisau.

Kamal menerangkan, penyidik juga menemukan 26 ponsel genggam dan sebuah kamera digital. Kemudian, terdapat juga dua radio dan empat laptop yang saat penggeledahan.

"Saat melakukan penyergapan, personel berhasil mengamankan tiga orang pria atas nama Etius Baye (38), Yem Baye Alias Umbai (28) dan Yaluk Heluka," jelas dia.

Kamal menjelaskan, penangkapan itu dilakukan saat polisi menyelidiki kasus dugaan pembunuhan karyawan PT Indo Papua yang terjadi akhir Agustus lalu. Dimana, polisi semula menangkap seorang sopir kendaraan roda empat yang sering melintas di tempat kejadian perkara (TKP) dari arah Dekai menuju Kali Brazza.

Kemudian, ditemukan bahwa mobil tersebut melintas di depan Polres Yahukimo sehingga langsung diamankan. Sopir bernama Herson Heluka (20) kemudian diperiksa oleh polisi untuk dilakukan pengembangan.

Pengakuan itu yang kemudian membuat polisi melakukan penggeledahan di rumah Camat.

"Keempat tersangka, yakni Etius Baye (38), yang merupakan Kepala Distrik Wusama, berperan sebagai otak dan penyandang dana untuk aktifitas KKB, Herson Heluka (20), adalah supir yang kerap mengantar keperluan KKB, Sedangkan Y adalah keponakan Etius Baye (38), yang berperan untuk menyiapkan keperluan logistik KKB," jelas dia.

Polisi kemudian menetapkan empat orang tersebut sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana. Empat orang itu diklaim sebagai anggota di kelompok separatis bersenjata yang kini telah dicap teroris oleh pemerintah. Mereka saat ini telah ditahan di Polres Yahukimo.

"Dalam beberapa waktu terakhir kerap melakukan aksi teror di Yahukimo," ucap Kamal.

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
hukum

Polisi Sita Ratusan Anak Panah saat Tangkap Camat di Papua
Rabu, 1 September 2021
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan



Satgas Nemangkawi menyita ratusan anak panah saat menangkap Kepala Distrik alias Camat Wusama, Etius Baye (38) karena diduga menjadi penyokong dana bagi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

"Barang bukti, 106 anak panah; 20 busur panah; 31 mata panah," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal kepada wartawan, Rabu (1/9).

Barang bukti itu ditemukan saat penggeledahan kediaman Camat tersebut pada Jumat (27/8) lalu. Polisi sebelumnya menduga rumah Etius menjadi tempat persembunyian belasan anggota KKB.

Selain anak panah, polisi juga menyita senapan angin saat penggeledahan. Ditemukan juga beberapa senjata tajam yang terdiri dari sembilan parang dan sebuah pisau.

Kamal menerangkan, penyidik juga menemukan 26 ponsel genggam dan sebuah kamera digital. Kemudian, terdapat juga dua radio dan empat laptop yang saat penggeledahan.

"Saat melakukan penyergapan, personel berhasil mengamankan tiga orang pria atas nama Etius Baye (38), Yem Baye Alias Umbai (28) dan Yaluk Heluka," jelas dia.

Kamal menjelaskan, penangkapan itu dilakukan saat polisi menyelidiki kasus dugaan pembunuhan karyawan PT Indo Papua yang terjadi akhir Agustus lalu. Dimana, polisi semula menangkap seorang sopir kendaraan roda empat yang sering melintas di tempat kejadian perkara (TKP) dari arah Dekai menuju Kali Brazza.

Kemudian, ditemukan bahwa mobil tersebut melintas di depan Polres Yahukimo sehingga langsung diamankan. Sopir bernama Herson Heluka (20) kemudian diperiksa oleh polisi untuk dilakukan pengembangan.

Pengakuan itu yang kemudian membuat polisi melakukan penggeledahan di rumah Camat.

"Keempat tersangka, yakni Etius Baye (38), yang merupakan Kepala Distrik Wusama, berperan sebagai otak dan penyandang dana untuk aktifitas KKB, Herson Heluka (20), adalah supir yang kerap mengantar keperluan KKB, Sedangkan Y adalah keponakan Etius Baye (38), yang berperan untuk menyiapkan keperluan logistik KKB," jelas dia.

Polisi kemudian menetapkan empat orang tersebut sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana. Empat orang itu diklaim sebagai anggota di kelompok separatis bersenjata yang kini telah dicap teroris oleh pemerintah. Mereka saat ini telah ditahan di Polres Yahukimo.

"Dalam beberapa waktu terakhir kerap melakukan aksi teror di Yahukimo," ucap Kamal.