'
15 Zulqaidah 1447 H | Sabtu, 2 Mei 2026
×
/ pekanbaru
MBG di Riau Dikawal Ketat Polisi, Pakai CCTv dan SOP Higienis
| Rabu, 15 Oktober 2025
Editor : | Penulis :

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Irjen Pol Herry Heryawan memerintahkan anak buahnya untuk mengawal ketat pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini sebagai upaya keamanan pangan demi pemenuhan gizi yang aman dan berkualitas bagi masyarakat. 

Penegasan ini disampaikan seiring dilaksanakannya program gizi yang melibatkan pengawasan ketat terhadap seluruh alur penyediaan makanan. Herry mengatakan aspek higienitas dan keamanan makanan menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.

Menurut Herry, pengawasan dilakukan secara menyeluruh, dimulai dari hulu hingga hilir proses penyiapan makanan. Herry memantau salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang didirikan Polres Indragiri Hilir.

"Untuk makanan kita harus cek, dari alur masuk, disimpan, baik bahan kering maupun basah, habis itu berlanjut, diolah, dimasak, dicampur, dan setelah selesai, suhunya dicek. Ketika dingin baru dimasukkan," ujar Herry usai mengunjungi dapur SPPG Polres Indragiri Hilir, Senin 13 Oktober 2025.

Herry menyebutkan, titik krusial dalam proses ini adalah pengujian kualitas dan keamanan pangan. Dia menjelaskan makanan yang telah selesai diolah akan melalui prosedur rapid test food security untuk memastikan tidak ada kontaminasi. 

"Setelah itu hasilnya disimpan. Setelah lolos pengujian, makanan kemudian diikat dan dimasukkan ke dalam mobil untuk siap didistribusikan," kata Herimen.

Seluruh proses ini, mulai dari masuknya bahan baku hingga pendistribusian akhir, harus betul-betul dicek berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) higienis, bahkan dipantau melalui kamera pengawas atau CCTV selama 24 jam.

Dalam memastikan keamanan distribusi, Kapolda melibatkan anggota kepolisian sebagai pendamping. 

"Kita minta pakai CCTv 24 jam. Bahan makanan ada pendamping dari polres. Ada 15 sekolah misalnya, ada 15 pendamping," kata Herry. 

Para pendamping ini akan mengawal mulai dari mobil pengangkut makanan hingga tiba di sekolah, lalu ditungguin dan dicek kembali untuk memastikan makanan tidak terkontaminasi.

Herry juga menyoroti pentingnya sanitasi peralatan makan, khususnya food tray atau ompreng.  "Lalu untuk food tray (ompreng), tempat cucinya dan air harus steril," tegasnya. 

Anggota yang ditugaskan sebagai pendamping pun bukan personel biasa, melainkan mereka yang memiliki keahlian khusus karena telah dilatih intensif selama seminggu dalam SPPG.

Aspek waktu memasak juga menjadi perhatian. Herry mengingatkan agar bahan makanan tidak dimasak pada malam hari, melainkan harus pada pagi hari. 

Setiap makanan juga wajib memiliki stiker yang ditempel dengan mencantumkan batas waktu kedaluwarsa konsumsi, misalnya "makanan ini tadi dikonsumsi sebelum jam 14 siang," sebagai upaya memastikan kesegaran dan menghindari risiko keracunan makanan.

Program pengawasan ketat keamanan pangan ini menunjukkan komitmen serius Herry, dalam mendukung inisiatif pemenuhan gizi, sekaligus menjadi upaya preventif Polri untuk menjaga kesehatan dan keselamatan generasi muda dari bahaya kontaminasi makanan.

Index
Kisah Pilu Putri, Korban Narkoba yang Datang ke Rumah Dinas Bupati Siak
Pelaku Usaha Pekanbaru Riau Gelar Temu Ramah dan Sosialisasi Bersama Penggadaian
Bupati Siak, Perempuan NU Harus Aktif di Bidang Sosial dan Ekonomi
Menteri LHK Hanif Dorong Pengakhiran Open Dumping, Pekanbaru Siapkan Teknologi Methane Capture
Berhasil Tekan Kemiskinan dan Stunting, WaliKota Agung Terima Penghargaan
Harga Lebih Murah, Operasi Pasar Murah Pemprov Riau Pekan Ini Digelar di Pekanbaru dan Siak
Rakor DBH Sawit 2026: Pelalawan Tegaskan Komitmen Percepat Pembangunan Infrastruktur
Pekan Ini Operasi Pasar Murah Digelar di 3 Kabupaten, Berikut Lokasinya
Pemko Pekanbaru Jawab Pandangan Umum Fraksi Terkait LKPj 2025
Pemko Pekanbaru Koordinasi ke Pemprov Minta Bangun Drainase Jalan Soekarno Hatta
Index
Deportasi Perdana Pascalebaran, 32 Pekerja Migran dari Malaysia Tiba di Pelabuhan Dumai
HUT PUPR ke-2,Ketum Handoko,PUPR Terus Berkembang,Berkolaborasi dengan Pihak Pemerintah dan Swasta
Bupati Pelalawan H. Zukri Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Jelang Idul Fitri
 Jalin Silaturrahmi,DPD Parsindo Riau Buka Puasa Bersama 137 Yatim dan Dhuafa
 Inspektorat Kota Pekanbaru dan Darma Wanita Berbagi 1000 Paket Takjil Gratis
Perkuat Sinergi Pengamanan Idulfitri, Bupati Siak Hadiri Rakor Operasi Lancang Kuning 2026
Polisi Bubarkan Kerumunan Pemuda di Pekanbaru untuk Antisipasi Balap Liar
Bupati Siak Afni, Hadiri Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 di Polda Riau
Serap Aspirasi hingga Bahas Beasiswa
Bupati Siak Afni Yakin Generasi Muda Siak Mampu Tumbuh Menjadi Generasi Qur’ani
pemerintahan
Menteri LHK Hanif Dorong Pengakhiran Open Dumping, Pekanbaru Siapkan Teknologi Methane Capture
Berhasil Tekan Kemiskinan dan Stunting, WaliKota Agung Terima Penghargaan
Harga Lebih Murah, Operasi Pasar Murah Pemprov Riau Pekan Ini Digelar di Pekanbaru dan Siak
Pekan Ini Operasi Pasar Murah Digelar di 3 Kabupaten, Berikut Lokasinya
daerah
Bupati Siak, Perempuan NU Harus Aktif di Bidang Sosial dan Ekonomi
Rakor DBH Sawit 2026: Pelalawan Tegaskan Komitmen Percepat Pembangunan Infrastruktur
Perkuat Sinergi Pengamanan Idulfitri, Bupati Siak Hadiri Rakor Operasi Lancang Kuning 2026
Polisi Bubarkan Kerumunan Pemuda di Pekanbaru untuk Antisipasi Balap Liar
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
pekanbaru

MBG di Riau Dikawal Ketat Polisi, Pakai CCTv dan SOP Higienis
Rabu, 15 Oktober 2025
Editor : | Penulis :
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Irjen Pol Herry Heryawan memerintahkan anak buahnya untuk mengawal ketat pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini sebagai upaya keamanan pangan demi pemenuhan gizi yang aman dan berkualitas bagi masyarakat. 

Penegasan ini disampaikan seiring dilaksanakannya program gizi yang melibatkan pengawasan ketat terhadap seluruh alur penyediaan makanan. Herry mengatakan aspek higienitas dan keamanan makanan menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.

Menurut Herry, pengawasan dilakukan secara menyeluruh, dimulai dari hulu hingga hilir proses penyiapan makanan. Herry memantau salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang didirikan Polres Indragiri Hilir.

"Untuk makanan kita harus cek, dari alur masuk, disimpan, baik bahan kering maupun basah, habis itu berlanjut, diolah, dimasak, dicampur, dan setelah selesai, suhunya dicek. Ketika dingin baru dimasukkan," ujar Herry usai mengunjungi dapur SPPG Polres Indragiri Hilir, Senin 13 Oktober 2025.

Herry menyebutkan, titik krusial dalam proses ini adalah pengujian kualitas dan keamanan pangan. Dia menjelaskan makanan yang telah selesai diolah akan melalui prosedur rapid test food security untuk memastikan tidak ada kontaminasi. 

"Setelah itu hasilnya disimpan. Setelah lolos pengujian, makanan kemudian diikat dan dimasukkan ke dalam mobil untuk siap didistribusikan," kata Herimen.

Seluruh proses ini, mulai dari masuknya bahan baku hingga pendistribusian akhir, harus betul-betul dicek berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) higienis, bahkan dipantau melalui kamera pengawas atau CCTV selama 24 jam.

Dalam memastikan keamanan distribusi, Kapolda melibatkan anggota kepolisian sebagai pendamping. 

"Kita minta pakai CCTv 24 jam. Bahan makanan ada pendamping dari polres. Ada 15 sekolah misalnya, ada 15 pendamping," kata Herry. 

Para pendamping ini akan mengawal mulai dari mobil pengangkut makanan hingga tiba di sekolah, lalu ditungguin dan dicek kembali untuk memastikan makanan tidak terkontaminasi.

Herry juga menyoroti pentingnya sanitasi peralatan makan, khususnya food tray atau ompreng.  "Lalu untuk food tray (ompreng), tempat cucinya dan air harus steril," tegasnya. 

Anggota yang ditugaskan sebagai pendamping pun bukan personel biasa, melainkan mereka yang memiliki keahlian khusus karena telah dilatih intensif selama seminggu dalam SPPG.

Aspek waktu memasak juga menjadi perhatian. Herry mengingatkan agar bahan makanan tidak dimasak pada malam hari, melainkan harus pada pagi hari. 

Setiap makanan juga wajib memiliki stiker yang ditempel dengan mencantumkan batas waktu kedaluwarsa konsumsi, misalnya "makanan ini tadi dikonsumsi sebelum jam 14 siang," sebagai upaya memastikan kesegaran dan menghindari risiko keracunan makanan.

Program pengawasan ketat keamanan pangan ini menunjukkan komitmen serius Herry, dalam mendukung inisiatif pemenuhan gizi, sekaligus menjadi upaya preventif Polri untuk menjaga kesehatan dan keselamatan generasi muda dari bahaya kontaminasi makanan.