'
20 Sya'ban 1447 H | Minggu, 8 Februari 2026
×
/ nasional
Sejumlah Mayat Ditemukan di Ruang Roda Pesawat AS yang Terbang dari Kabul
| Rabu, 18 Agustus 2021
Editor : | Penulis : admin

Sejumlah mayat ditemukan di dalam ruang roda pendaratan sebuah pesawat militer Amerika Serikat (AS) yang mengudara dari Kabul, Afghanistan, setelah terjadi kekacauan yang dipicu berkuasanya kembali Taliban. Angkatan Udara AS kini tengah menyelidiki temuan mayat tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (18/8/2021), mayat-mayat itu ditemukan di dalam wheel well atau ruangan sempit yang menjadi tempat penyimpanan roda pesawat saat mengudara. Temuan mayat ini terjadi di salah satu pesawat militer jenis C-17 yang digunakan militer AS dalam proses evakuasi dari Kabul beberapa hari ini.

AS mengerahkan ribuan tentara dan pesawat militernya ke bandara Kabul sejak akhir pekan untuk mengamankan proses evakuasi para diplomat dan warga. Namun, situasi kacau tak terhindarkan saat ribuan warga Afghanistan berkumpul di bandara.

Warga membanjiri landasan demi bisa menaiki pesawat untuk meninggalkan negaranya dan menghindari Taliban yang dikenal sarat kekerasan. Foto-foto yang beredar di media sosial sejak awal pekan ini menunjukkan momen saat warga Afghanistan yang putus asa nekat berpegangan dan bergelantungan pada badan dan roda pesawat demi bisa meninggalkan Kabul.

Sebuah video lainnya bahkan menunjukkan momen mengerikan saat dua orang yang nekat bergelantungan pada pesawat militer AS, terjatuh dari ketinggian usai pesawat mengudara dari bandara Kabul. Beberapa orang dilaporkan meninggal dunia akibat aksi nekat semacam ini.

Angkatan Udara AS dalam pernyataannya menyebut bahwa sebuah pesawat militer C-17 mendarat di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul pada Senin (16/8) waktu setempat dan langsung dikerumuni oleh ratusan warga sipil Afghanistan.

"Menanggapi situasi keamanan yang memburuk dengan cepat di sekitar pesawat, awak C-17 memutuskan untuk meninggalkan lapangan udara itu secepat mungkin," demikian pernyataan Angkatan Udara AS

Juru bicara Angkatan Udara AS, Ann Stefanek, dalam pernyataan terpisah seperti dilansir USA Today menyebut bahwa pesawat militer AS itu membawa perlengkapan yang dibutuhkan bagi evakuasi warga sipil. Namun sebelum sempat membongkar muatan, ratusan warga sipil Afghanistan mengerumuni pesawat dan berpegangan pada badan pesawat. Video situasi kacau ini telah dibagikan secara luas di media sosial.

Setelah pesawat mendarat di Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, para awak menemukan sejumlah mayat di bagian roda pesawat. Jumlah pastinya tidak disebutkan lebih detail.

Stefanek hanya menyatakan bahwa pesawat militer itu kini di-grounded sementara untuk proses evakuasi mayat dan akan menjalani inspeksi sebelum diperbolehkan mengudara kembali. "Hati kami tertuju pada keluarga mereka yang tewas," ucap Stefanek dalam pernyataannya.

Angkatan Udara AS dalam pernyataannya menyebut bahwa kantor Investigasi Khusus pada Angkatan Udara AS tengah mengkaji informasi soal situasi yang melingkupi pesawat tersebut, termasuk 'hilangnya nyawa warga sipil -- termasuk video dokumentasi dan sumber postingan media sosial'.

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
nasional

Sejumlah Mayat Ditemukan di Ruang Roda Pesawat AS yang Terbang dari Kabul
Rabu, 18 Agustus 2021
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Sejumlah mayat ditemukan di dalam ruang roda pendaratan sebuah pesawat militer Amerika Serikat (AS) yang mengudara dari Kabul, Afghanistan, setelah terjadi kekacauan yang dipicu berkuasanya kembali Taliban. Angkatan Udara AS kini tengah menyelidiki temuan mayat tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (18/8/2021), mayat-mayat itu ditemukan di dalam wheel well atau ruangan sempit yang menjadi tempat penyimpanan roda pesawat saat mengudara. Temuan mayat ini terjadi di salah satu pesawat militer jenis C-17 yang digunakan militer AS dalam proses evakuasi dari Kabul beberapa hari ini.

AS mengerahkan ribuan tentara dan pesawat militernya ke bandara Kabul sejak akhir pekan untuk mengamankan proses evakuasi para diplomat dan warga. Namun, situasi kacau tak terhindarkan saat ribuan warga Afghanistan berkumpul di bandara.

Warga membanjiri landasan demi bisa menaiki pesawat untuk meninggalkan negaranya dan menghindari Taliban yang dikenal sarat kekerasan. Foto-foto yang beredar di media sosial sejak awal pekan ini menunjukkan momen saat warga Afghanistan yang putus asa nekat berpegangan dan bergelantungan pada badan dan roda pesawat demi bisa meninggalkan Kabul.

Sebuah video lainnya bahkan menunjukkan momen mengerikan saat dua orang yang nekat bergelantungan pada pesawat militer AS, terjatuh dari ketinggian usai pesawat mengudara dari bandara Kabul. Beberapa orang dilaporkan meninggal dunia akibat aksi nekat semacam ini.

Angkatan Udara AS dalam pernyataannya menyebut bahwa sebuah pesawat militer C-17 mendarat di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul pada Senin (16/8) waktu setempat dan langsung dikerumuni oleh ratusan warga sipil Afghanistan.

"Menanggapi situasi keamanan yang memburuk dengan cepat di sekitar pesawat, awak C-17 memutuskan untuk meninggalkan lapangan udara itu secepat mungkin," demikian pernyataan Angkatan Udara AS

Juru bicara Angkatan Udara AS, Ann Stefanek, dalam pernyataan terpisah seperti dilansir USA Today menyebut bahwa pesawat militer AS itu membawa perlengkapan yang dibutuhkan bagi evakuasi warga sipil. Namun sebelum sempat membongkar muatan, ratusan warga sipil Afghanistan mengerumuni pesawat dan berpegangan pada badan pesawat. Video situasi kacau ini telah dibagikan secara luas di media sosial.

Setelah pesawat mendarat di Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, para awak menemukan sejumlah mayat di bagian roda pesawat. Jumlah pastinya tidak disebutkan lebih detail.

Stefanek hanya menyatakan bahwa pesawat militer itu kini di-grounded sementara untuk proses evakuasi mayat dan akan menjalani inspeksi sebelum diperbolehkan mengudara kembali. "Hati kami tertuju pada keluarga mereka yang tewas," ucap Stefanek dalam pernyataannya.

Angkatan Udara AS dalam pernyataannya menyebut bahwa kantor Investigasi Khusus pada Angkatan Udara AS tengah mengkaji informasi soal situasi yang melingkupi pesawat tersebut, termasuk 'hilangnya nyawa warga sipil -- termasuk video dokumentasi dan sumber postingan media sosial'.