'
20 Sya'ban 1447 H | Minggu, 8 Februari 2026
×
/ pekanbaru
Kasus Covid Melonjak, Universitas Riau Siapkan Laboratorium PCR
| Jumat, 6 Agustus 2021
Editor : | Penulis : admin

Universitas Riau (Unri) menyiapkan laboratorium pemeriksaan sample polymerase chain reaction (PCR) COVID-19 bernama Lontar. Kampus negeri itu mengerahkan sejumlah ahli untuk memeriksa spesimen Covid-19.

"Karena kasus Covid-19 di Riau semakin naik sejak awal 2021 ini, maka kami menyiapkan laboratorium untuk pemeriksaan sampel Covid-19," ujar Dekan Fakultas Kedokteran Unri, Prof dr Dedi Afandi Jumat (6/8).

Menurut Dedi, seluruh Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Fakultas Kedokteran juga ikut dilibatkan untuk pemeriksaan spesimen dari rumah sakit dan Puskesmas di Riau. Laboratorium mereka sesuai standar.

"Sejauh ini, spesimen paling banyak dari Puskesmas dan rumah sakit di luar lingkungan kampus. Petugas dan pegawai kita semua terlibat, jadi ngajar, penelitian dan juga memeriksa spesimen," jelasnya.

Dedi menggratiskan hasil tracing di lingkungan kampus, rumah sakit hingga Puskesmas. Karena itulah pegawai kampus harus bekerja lebih karena keterbatasan jumlah SDM.

"Semua hasil tracing yang direkomendasikan Satgas Fakultas gratis. Memang, SDM yang mejadi salah satu kendala meski sudah kami kerahkan semua," jelasnya.

Dedi menceritakan, para anggotanya jadi lebih bekerja 'nothing to lose', dengan keterbatasan jumlah tersebut. Mereka tidak kenal lelah siang dan malam.

"Petugas labor kita ini bekerja pagi ngambil swab dan siang berganti peran jadi ekstraksi. Padahal kalau di tempat lain lain itu yang ambil swab dan ekstraksi itu beda. Tapi kita tetap ikhlas," jelasnya.

Ketua Laboratorium Lontar Fakultas Kedokteran Universitas Riau, Maya Savira SPKM, menilai keberadaan laboratorium Lontar sebagai kontribusi kampus dalam penanganan Covid-19.

"Ini kontribusi Universitas Riau terhadap penanggulangan pandemi di Riau. Panggilan jiwa bagi agar bisa ikut dalam penanggulangan Covid-19," tegas Maya.

Laboratorium Lontar berdiri awal tahun 2021. Namun, labor yang dananya bersumber dari kampus dan Balitbang Kemenkes itu baru dapat izin operasional pada 17 Mei. Kemudian dari pihak kampus mengajukan izin untuk swab PCR.

Setelah pengajuan swab diterima Balitbang, pihaknya mulai melakukan tes swab PCR. Awalnya, spesimen PCR hanya diambil dari kalangan kampus.

"Lalu setelah surat keluar, kami sudah mulai swab di lingkungan Universitas Riau. Termasuk pusat kegiatan mahasiswa (PKM) di wilayah Pekanbaru, 16 Juni kami sudah menerima sampel dari Kampus," katanya.

Seiring berjalannya waktu, Satgas Covid-19 kampus meminta labor untuk ikut memeriksa sampel di Puskesmas dan RS Universitas Riau. Dalam sehari, ada 180-200 spesimen diperiksa dengan bantuan 17 pegawai.

"Sample dari Puskesmas dan RS UNRI itu sehari mencapai 180-200 spesimen yang diperiksa," jelas Maya.

Maya juga bekerja sebagai pegawai dan penelitinya terlibat di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Saat ini ada 13 laboratorium PCR di Riau, termasuk Lontar.

"Untuk SDM kita sebagian ke RSUD, karena tim ahli di RSUD juga dari kita. Riau ada 13 dan laboratorium, salah satunya Lontar. Kalau aturan kerja pukul 08-15.00, tetapi karena sampel banyak bisa sampai pukul 21.00 Wib," ucapnya.

Maya menyampaikan, dana yang digunakan labor semua berasal dari Universitas Riau. Meskipun terbatas, ia bangga karena kampus dapat berkontribusi dalam penanganan Covid-19.

Untuk diketahui, pasien positif kasus Covid-19 di Riau terus mengalami kenaikan sejak Mei lalu. Saat ini jumlah kasus baru mencapai 1.000-2.000 lebih pasien positif Covid-19.

Bahkan pada Kamis (5/8) kemarin, terdapat penambahan 860 pasien Covid-19. Sehingga total terkonfirmasi 102.926 kasus positif dengan rincian isolasi mandiri 12.365 orang, dirawat di RS 1.392 orang, pasien sembuh 86.375 orang dan 2.794 orang meninggal dunia.

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
pekanbaru

Kasus Covid Melonjak, Universitas Riau Siapkan Laboratorium PCR
Jumat, 6 Agustus 2021
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Universitas Riau (Unri) menyiapkan laboratorium pemeriksaan sample polymerase chain reaction (PCR) COVID-19 bernama Lontar. Kampus negeri itu mengerahkan sejumlah ahli untuk memeriksa spesimen Covid-19.

"Karena kasus Covid-19 di Riau semakin naik sejak awal 2021 ini, maka kami menyiapkan laboratorium untuk pemeriksaan sampel Covid-19," ujar Dekan Fakultas Kedokteran Unri, Prof dr Dedi Afandi Jumat (6/8).

Menurut Dedi, seluruh Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Fakultas Kedokteran juga ikut dilibatkan untuk pemeriksaan spesimen dari rumah sakit dan Puskesmas di Riau. Laboratorium mereka sesuai standar.

"Sejauh ini, spesimen paling banyak dari Puskesmas dan rumah sakit di luar lingkungan kampus. Petugas dan pegawai kita semua terlibat, jadi ngajar, penelitian dan juga memeriksa spesimen," jelasnya.

Dedi menggratiskan hasil tracing di lingkungan kampus, rumah sakit hingga Puskesmas. Karena itulah pegawai kampus harus bekerja lebih karena keterbatasan jumlah SDM.

"Semua hasil tracing yang direkomendasikan Satgas Fakultas gratis. Memang, SDM yang mejadi salah satu kendala meski sudah kami kerahkan semua," jelasnya.

Dedi menceritakan, para anggotanya jadi lebih bekerja 'nothing to lose', dengan keterbatasan jumlah tersebut. Mereka tidak kenal lelah siang dan malam.

"Petugas labor kita ini bekerja pagi ngambil swab dan siang berganti peran jadi ekstraksi. Padahal kalau di tempat lain lain itu yang ambil swab dan ekstraksi itu beda. Tapi kita tetap ikhlas," jelasnya.

Ketua Laboratorium Lontar Fakultas Kedokteran Universitas Riau, Maya Savira SPKM, menilai keberadaan laboratorium Lontar sebagai kontribusi kampus dalam penanganan Covid-19.

"Ini kontribusi Universitas Riau terhadap penanggulangan pandemi di Riau. Panggilan jiwa bagi agar bisa ikut dalam penanggulangan Covid-19," tegas Maya.

Laboratorium Lontar berdiri awal tahun 2021. Namun, labor yang dananya bersumber dari kampus dan Balitbang Kemenkes itu baru dapat izin operasional pada 17 Mei. Kemudian dari pihak kampus mengajukan izin untuk swab PCR.

Setelah pengajuan swab diterima Balitbang, pihaknya mulai melakukan tes swab PCR. Awalnya, spesimen PCR hanya diambil dari kalangan kampus.

"Lalu setelah surat keluar, kami sudah mulai swab di lingkungan Universitas Riau. Termasuk pusat kegiatan mahasiswa (PKM) di wilayah Pekanbaru, 16 Juni kami sudah menerima sampel dari Kampus," katanya.

Seiring berjalannya waktu, Satgas Covid-19 kampus meminta labor untuk ikut memeriksa sampel di Puskesmas dan RS Universitas Riau. Dalam sehari, ada 180-200 spesimen diperiksa dengan bantuan 17 pegawai.

"Sample dari Puskesmas dan RS UNRI itu sehari mencapai 180-200 spesimen yang diperiksa," jelas Maya.

Maya juga bekerja sebagai pegawai dan penelitinya terlibat di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Saat ini ada 13 laboratorium PCR di Riau, termasuk Lontar.

"Untuk SDM kita sebagian ke RSUD, karena tim ahli di RSUD juga dari kita. Riau ada 13 dan laboratorium, salah satunya Lontar. Kalau aturan kerja pukul 08-15.00, tetapi karena sampel banyak bisa sampai pukul 21.00 Wib," ucapnya.

Maya menyampaikan, dana yang digunakan labor semua berasal dari Universitas Riau. Meskipun terbatas, ia bangga karena kampus dapat berkontribusi dalam penanganan Covid-19.

Untuk diketahui, pasien positif kasus Covid-19 di Riau terus mengalami kenaikan sejak Mei lalu. Saat ini jumlah kasus baru mencapai 1.000-2.000 lebih pasien positif Covid-19.

Bahkan pada Kamis (5/8) kemarin, terdapat penambahan 860 pasien Covid-19. Sehingga total terkonfirmasi 102.926 kasus positif dengan rincian isolasi mandiri 12.365 orang, dirawat di RS 1.392 orang, pasien sembuh 86.375 orang dan 2.794 orang meninggal dunia.