'
20 Sya'ban 1447 H | Minggu, 8 Februari 2026
×
/ nasional
Corona di RI Belum Aman, WHO Ingatkan Begini!
| Sabtu, 31 Juli 2021
Editor : | Penulis : admin

Gelombang kasus Covid-19 yang terjadi di Indonesia menjadi perhatian dunia internasional. Indonesia diminta tidak terburu-buru untuk melonggarkan pembatasan yang dilakukan untuk menghindari penyebaran kasus.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun meminta pemerintah Indonesia untuk lebih waspada dalam menangani pandemi Covid-19. Dalam laporan berjudul 'Situation Report' disampaikan ada dua provinsi yang mengalami peningkatan di atas 50%.

Dua provinsi tersebut adalah Kalimantan Utara yang meningkat 58% dan Kalimantan Selatan 50%. Sementara di Pulau Jawa, sebagian besar mengalami penurunan infeksi kecuali di Jawa Tengah.

Kemudian WHO juga menemukan tingkat angka positif atau positivity rate di Indonesia mengalami kenaikan positivity rate hampir mencapai rekor puncak yang pernah dicetak pada Desember lalu. Saat ini tingkat positivity rate di Indonesia mencapai 30,5%.

"Sejak itu, bagaimanapun, proporsi positif telah meningkat dengan cepat dan mantap, mencapai dan tetap pada tingkat CT4 (insiden sangat tinggi) hingga saat ini. Pada 25 Juli, proporsi positif adalah 29,0%," tulis laporan itu.

Kemudian WHO juga menemukan tingkat angka positif atau positivity rate di Indonesia mengalami kenaikan positivity rate hampir mencapai rekor puncak yang pernah dicetak pada Desember lalu. Saat ini tingkat positivity rate di Indonesia mencapai 30,5%.

"Sejak itu, bagaimanapun, proporsi positif telah meningkat dengan cepat dan mantap, mencapai dan tetap pada tingkat CT4 (insiden sangat tinggi) hingga saat ini. Pada 25 Juli, proporsi positif adalah 29,0%," tulis laporan itu.

Lebih lanjut, WHO menyarankan agar Indonesia terus melanjutkan dan memperketat pembatasan-pembatasan yang telah berlaku saat ini. Pihaknya juga menyebut ketaatan protokol kesehatan juga perlu ditingkatkan.

"Upaya menekan penularan melalui PPKM perlu dilanjutkan dan dipercepat ... Sangat penting bagi masyarakat untuk terus berlatih menjaga jarak fisik, tangan dan pernapasan kebersihan, penggunaan masker, menghindari pengaturan keramaian, tertutup dan kontak dekat, dan memastikan ventilasi yang baik untuk membatasi penyebaran Covid-19," pungkas laporan tersebut


Kementerian Kesehatan mencatat pada Jumat (30/7/2021) ada 41.168 orang kasus baru Covid-19, sehingga jumlahnya 3,372 juta orang. Tingginya gelombang kasus baru ini juga berimbas pada tingginya angka kematian akibat virus ini. Hari ini kasus kematian bertambah 1.759 orang, sehingga totalnya 92.311 orang.

Provinsi yang menyumbang angka kematian tertinggi yakni Jawa Tengah dengan tambahan 449 orang, sehingga totalnya 19.028 orang. Jateng menjadi provinsi kedua dengan akumulasi jumlah kasus kematian terbanyak setelah Jawa Timur.

Jawa Timur dengan tambahan kasus kematian 381 orang, sehingga totalnya menembus 20.002 dan menjadi yang tertinggi dibandingkan provinsi lainnya. Sementara itu, kasus aktif di Indonesia pun masih tinggi sebanyak 549.343 orang yang membutuhkan perawatan baik isolasi mandiri ataupun di rumah sakit.

Dalam The Covid Resilience Ranking (Peringkat Ketahanan Covid-19) yang dirilis Bloomberg yang memasukkan 53 negara dunia, termasuk Indonesia. Indonesia sayangnya berada di posisi 53 atau posisi terbelakang dari survei ini dengan nilai 40,2.

RI dianggap masih berkutat dengan tingginya angka kematian, rendahnya vaksinasi, dan ketatnya tindakan penguncian. Media itu menulis bagaimana kematian tinggi masih menghantui Tanah Air. Rata-rata 1.300 orang meninggal karena Covid-19 setiap hari.

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
nasional

Corona di RI Belum Aman, WHO Ingatkan Begini!
Sabtu, 31 Juli 2021
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Gelombang kasus Covid-19 yang terjadi di Indonesia menjadi perhatian dunia internasional. Indonesia diminta tidak terburu-buru untuk melonggarkan pembatasan yang dilakukan untuk menghindari penyebaran kasus.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun meminta pemerintah Indonesia untuk lebih waspada dalam menangani pandemi Covid-19. Dalam laporan berjudul 'Situation Report' disampaikan ada dua provinsi yang mengalami peningkatan di atas 50%.

Dua provinsi tersebut adalah Kalimantan Utara yang meningkat 58% dan Kalimantan Selatan 50%. Sementara di Pulau Jawa, sebagian besar mengalami penurunan infeksi kecuali di Jawa Tengah.

Kemudian WHO juga menemukan tingkat angka positif atau positivity rate di Indonesia mengalami kenaikan positivity rate hampir mencapai rekor puncak yang pernah dicetak pada Desember lalu. Saat ini tingkat positivity rate di Indonesia mencapai 30,5%.

"Sejak itu, bagaimanapun, proporsi positif telah meningkat dengan cepat dan mantap, mencapai dan tetap pada tingkat CT4 (insiden sangat tinggi) hingga saat ini. Pada 25 Juli, proporsi positif adalah 29,0%," tulis laporan itu.

Kemudian WHO juga menemukan tingkat angka positif atau positivity rate di Indonesia mengalami kenaikan positivity rate hampir mencapai rekor puncak yang pernah dicetak pada Desember lalu. Saat ini tingkat positivity rate di Indonesia mencapai 30,5%.

"Sejak itu, bagaimanapun, proporsi positif telah meningkat dengan cepat dan mantap, mencapai dan tetap pada tingkat CT4 (insiden sangat tinggi) hingga saat ini. Pada 25 Juli, proporsi positif adalah 29,0%," tulis laporan itu.

Lebih lanjut, WHO menyarankan agar Indonesia terus melanjutkan dan memperketat pembatasan-pembatasan yang telah berlaku saat ini. Pihaknya juga menyebut ketaatan protokol kesehatan juga perlu ditingkatkan.

"Upaya menekan penularan melalui PPKM perlu dilanjutkan dan dipercepat ... Sangat penting bagi masyarakat untuk terus berlatih menjaga jarak fisik, tangan dan pernapasan kebersihan, penggunaan masker, menghindari pengaturan keramaian, tertutup dan kontak dekat, dan memastikan ventilasi yang baik untuk membatasi penyebaran Covid-19," pungkas laporan tersebut


Kementerian Kesehatan mencatat pada Jumat (30/7/2021) ada 41.168 orang kasus baru Covid-19, sehingga jumlahnya 3,372 juta orang. Tingginya gelombang kasus baru ini juga berimbas pada tingginya angka kematian akibat virus ini. Hari ini kasus kematian bertambah 1.759 orang, sehingga totalnya 92.311 orang.

Provinsi yang menyumbang angka kematian tertinggi yakni Jawa Tengah dengan tambahan 449 orang, sehingga totalnya 19.028 orang. Jateng menjadi provinsi kedua dengan akumulasi jumlah kasus kematian terbanyak setelah Jawa Timur.

Jawa Timur dengan tambahan kasus kematian 381 orang, sehingga totalnya menembus 20.002 dan menjadi yang tertinggi dibandingkan provinsi lainnya. Sementara itu, kasus aktif di Indonesia pun masih tinggi sebanyak 549.343 orang yang membutuhkan perawatan baik isolasi mandiri ataupun di rumah sakit.

Dalam The Covid Resilience Ranking (Peringkat Ketahanan Covid-19) yang dirilis Bloomberg yang memasukkan 53 negara dunia, termasuk Indonesia. Indonesia sayangnya berada di posisi 53 atau posisi terbelakang dari survei ini dengan nilai 40,2.

RI dianggap masih berkutat dengan tingginya angka kematian, rendahnya vaksinasi, dan ketatnya tindakan penguncian. Media itu menulis bagaimana kematian tinggi masih menghantui Tanah Air. Rata-rata 1.300 orang meninggal karena Covid-19 setiap hari.