'
19 Zulqaidah 1447 H | Rabu, 6 Mei 2026
×
/ nasional
Mendagri Ingin Pemda Segera Cairkan APBD untuk Bansos
| Sabtu, 24 Juli 2021
Editor : | Penulis : admin

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berharap semua pemda segera menyalurkan alokasi APBD yang dapat digunakan untuk pemberian bantuan sosial. Menurutnya, pemda memiliki anggaran seperti mata anggaran bansos, termasuk yang bersifat reguler, belanja tidak terduga (BTT), maupun melalui realokasi mata anggaran lainnya.

Dalam Rapat Koordinasi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Pemerintah Kota Depok yang dilakukan terpisah, Tito menegaskan meski pemerintah pusat menyalurkan bansos kepada masyarakat, pemerintah daerah harus tetap menyalurkan bantuan dengan menggunakan APBD masing-masing.

Ia juga meminta agar mata anggaran pengendalian COVID-19 dalam APBD 2021 segera direalisasikan. Tito menginginkan agar di situasi PPKM, semua pemda menggunakan anggaran dalam upaya mengendalikan COVID-19.

"Pemda memiliki mata anggaran dan tahu persis situasi masyarakat di sekitarnya, siapa saja yang terdampak. Kita ingin agar anggaran bantuan sosial ini maupun belanja tidak terduga betul-betul diturunkan di tengah situasi pembatasan ini agar masyarakat terdampak dibantu," ujar Tito dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/7/2021).

Tito meminta agar kepala daerah turun langsung memberikan atau menyalurkan bantuan tersebut, baik bantuan yang bersifat tunai maupun nontunai. Dengan hadirnya kepala daerah di tengah masyarakat, Tito menilai akan membawa pengaruh positif dan nilai tersendiri terhadap masyarakat.

"Jadi teman-teman kepala daerah, kita minta memberikan contoh dulu memberikan bantuan kepada masyarakat secara langsung," tutur Tito.

Dalam kesempatan itu, Tito juga mengatakan Kabupaten Bekasi dan Kota Depok merupakan daerah aglomerasi megapolitan atau penyangga DKI Jakarta. Label tersebut setali tiga uang dengan Kota Bekasi, dan daerah Tangerang Raya.

Sementara itu, angka COVID-19 Jakarta masih terbilang tinggi. Untuk itu, ia memberikan atensi terhadap penanganan COVID-19 pada daerah penyangga tersebut. Menurutnya, penanganan COVID-19 yang andal di daerah penyangga akan menunjang pengendalian pandemi di Jakarta.

"Kalau kurang terkendali di daerah penyangga ini, ini akan berpengaruh kepada pengendalian di ibu kota," ujar Tito.

Di sisi lain, ia menuturkan COVID-19 tidak mungkin dihilangkan sama sekali (zero transmission). Pasalnya, wilayah Indonesia terutama Pulau Jawa tidak ada batas alamnya, hanya dipisahkan oleh batas administrasi. Dengan letak geografis seperti itu, membuat interaksi sosial sulit untuk dihindari.

Untuk itu, Tito mengungkapkan terdapat empat indikator yang perlu diperhatikan oleh daerah dalam upaya pengendalian penyebaran atau penularan COVID-19. Empat indikator tersebut di antaranya tren angka positif (positivity rate), tingkat kesembuhan (recovery rate), jumlah kematian (fatality rate), dan kondisi tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit (Bed Occupancy Ratio/BOR).

Tito juga menjelaskan pentingnya vaksinasi sebagai salah satu upaya mengurangi dampak penularan COVID-19. Dia menjelaskan perlunya mempercepat vaksinasi, seperti dengan membuat sistem penyuntikannya berbasis kampung, menjalin kerja sama dengan TNI dan Polri. Di samping itu, pusat-pusat vaksinasi massal tetap harus disediakan.

Sementara itu, Tito turun langsung mengecek daerah-daerah yang penyaluran anggaran bantuan sosial (bansos) dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerahnya (APBD) untuk penanganan COVID-19-nya yang dinilai masih rendah.

"Hari ini kunjungan kerja dan rapat koordinasi dilakukan di Kabupaten Bekasi dan Kota Depok," kata Tito, Jumat (23/7).

Tito menegaskan, dirinya bakal turun langsung ke daerah lain yang dinilai masih rendah realisasi APBD dalam penyaluran bansosnya. Termasuk daerah yang memiliki alokasi BTT yang tidak direalisasikan untuk membantu masyarakat terdampak pandemi dan kebijakan PPKM.

"Senin (26/7/2021) rencana kami akan cek langsung ke Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan serta pada kesempatan berikutnya di daerah-daerah yang juga masih rendah lainnya," pungkasnya.

Index
Kisah Pilu Putri, Korban Narkoba yang Datang ke Rumah Dinas Bupati Siak
Pelaku Usaha Pekanbaru Riau Gelar Temu Ramah dan Sosialisasi Bersama Penggadaian
Bupati Siak, Perempuan NU Harus Aktif di Bidang Sosial dan Ekonomi
Menteri LHK Hanif Dorong Pengakhiran Open Dumping, Pekanbaru Siapkan Teknologi Methane Capture
Berhasil Tekan Kemiskinan dan Stunting, WaliKota Agung Terima Penghargaan
Harga Lebih Murah, Operasi Pasar Murah Pemprov Riau Pekan Ini Digelar di Pekanbaru dan Siak
Rakor DBH Sawit 2026: Pelalawan Tegaskan Komitmen Percepat Pembangunan Infrastruktur
Pekan Ini Operasi Pasar Murah Digelar di 3 Kabupaten, Berikut Lokasinya
Pemko Pekanbaru Jawab Pandangan Umum Fraksi Terkait LKPj 2025
Pemko Pekanbaru Koordinasi ke Pemprov Minta Bangun Drainase Jalan Soekarno Hatta
Index
Deportasi Perdana Pascalebaran, 32 Pekerja Migran dari Malaysia Tiba di Pelabuhan Dumai
HUT PUPR ke-2,Ketum Handoko,PUPR Terus Berkembang,Berkolaborasi dengan Pihak Pemerintah dan Swasta
Bupati Pelalawan H. Zukri Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Jelang Idul Fitri
 Jalin Silaturrahmi,DPD Parsindo Riau Buka Puasa Bersama 137 Yatim dan Dhuafa
 Inspektorat Kota Pekanbaru dan Darma Wanita Berbagi 1000 Paket Takjil Gratis
Perkuat Sinergi Pengamanan Idulfitri, Bupati Siak Hadiri Rakor Operasi Lancang Kuning 2026
Polisi Bubarkan Kerumunan Pemuda di Pekanbaru untuk Antisipasi Balap Liar
Bupati Siak Afni, Hadiri Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 di Polda Riau
Serap Aspirasi hingga Bahas Beasiswa
Bupati Siak Afni Yakin Generasi Muda Siak Mampu Tumbuh Menjadi Generasi Qur’ani
pemerintahan
Menteri LHK Hanif Dorong Pengakhiran Open Dumping, Pekanbaru Siapkan Teknologi Methane Capture
Berhasil Tekan Kemiskinan dan Stunting, WaliKota Agung Terima Penghargaan
Harga Lebih Murah, Operasi Pasar Murah Pemprov Riau Pekan Ini Digelar di Pekanbaru dan Siak
Pekan Ini Operasi Pasar Murah Digelar di 3 Kabupaten, Berikut Lokasinya
daerah
Bupati Siak, Perempuan NU Harus Aktif di Bidang Sosial dan Ekonomi
Rakor DBH Sawit 2026: Pelalawan Tegaskan Komitmen Percepat Pembangunan Infrastruktur
Perkuat Sinergi Pengamanan Idulfitri, Bupati Siak Hadiri Rakor Operasi Lancang Kuning 2026
Polisi Bubarkan Kerumunan Pemuda di Pekanbaru untuk Antisipasi Balap Liar
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
nasional

Mendagri Ingin Pemda Segera Cairkan APBD untuk Bansos
Sabtu, 24 Juli 2021
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berharap semua pemda segera menyalurkan alokasi APBD yang dapat digunakan untuk pemberian bantuan sosial. Menurutnya, pemda memiliki anggaran seperti mata anggaran bansos, termasuk yang bersifat reguler, belanja tidak terduga (BTT), maupun melalui realokasi mata anggaran lainnya.

Dalam Rapat Koordinasi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Pemerintah Kota Depok yang dilakukan terpisah, Tito menegaskan meski pemerintah pusat menyalurkan bansos kepada masyarakat, pemerintah daerah harus tetap menyalurkan bantuan dengan menggunakan APBD masing-masing.

Ia juga meminta agar mata anggaran pengendalian COVID-19 dalam APBD 2021 segera direalisasikan. Tito menginginkan agar di situasi PPKM, semua pemda menggunakan anggaran dalam upaya mengendalikan COVID-19.

"Pemda memiliki mata anggaran dan tahu persis situasi masyarakat di sekitarnya, siapa saja yang terdampak. Kita ingin agar anggaran bantuan sosial ini maupun belanja tidak terduga betul-betul diturunkan di tengah situasi pembatasan ini agar masyarakat terdampak dibantu," ujar Tito dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/7/2021).

Tito meminta agar kepala daerah turun langsung memberikan atau menyalurkan bantuan tersebut, baik bantuan yang bersifat tunai maupun nontunai. Dengan hadirnya kepala daerah di tengah masyarakat, Tito menilai akan membawa pengaruh positif dan nilai tersendiri terhadap masyarakat.

"Jadi teman-teman kepala daerah, kita minta memberikan contoh dulu memberikan bantuan kepada masyarakat secara langsung," tutur Tito.

Dalam kesempatan itu, Tito juga mengatakan Kabupaten Bekasi dan Kota Depok merupakan daerah aglomerasi megapolitan atau penyangga DKI Jakarta. Label tersebut setali tiga uang dengan Kota Bekasi, dan daerah Tangerang Raya.

Sementara itu, angka COVID-19 Jakarta masih terbilang tinggi. Untuk itu, ia memberikan atensi terhadap penanganan COVID-19 pada daerah penyangga tersebut. Menurutnya, penanganan COVID-19 yang andal di daerah penyangga akan menunjang pengendalian pandemi di Jakarta.

"Kalau kurang terkendali di daerah penyangga ini, ini akan berpengaruh kepada pengendalian di ibu kota," ujar Tito.

Di sisi lain, ia menuturkan COVID-19 tidak mungkin dihilangkan sama sekali (zero transmission). Pasalnya, wilayah Indonesia terutama Pulau Jawa tidak ada batas alamnya, hanya dipisahkan oleh batas administrasi. Dengan letak geografis seperti itu, membuat interaksi sosial sulit untuk dihindari.

Untuk itu, Tito mengungkapkan terdapat empat indikator yang perlu diperhatikan oleh daerah dalam upaya pengendalian penyebaran atau penularan COVID-19. Empat indikator tersebut di antaranya tren angka positif (positivity rate), tingkat kesembuhan (recovery rate), jumlah kematian (fatality rate), dan kondisi tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit (Bed Occupancy Ratio/BOR).

Tito juga menjelaskan pentingnya vaksinasi sebagai salah satu upaya mengurangi dampak penularan COVID-19. Dia menjelaskan perlunya mempercepat vaksinasi, seperti dengan membuat sistem penyuntikannya berbasis kampung, menjalin kerja sama dengan TNI dan Polri. Di samping itu, pusat-pusat vaksinasi massal tetap harus disediakan.

Sementara itu, Tito turun langsung mengecek daerah-daerah yang penyaluran anggaran bantuan sosial (bansos) dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerahnya (APBD) untuk penanganan COVID-19-nya yang dinilai masih rendah.

"Hari ini kunjungan kerja dan rapat koordinasi dilakukan di Kabupaten Bekasi dan Kota Depok," kata Tito, Jumat (23/7).

Tito menegaskan, dirinya bakal turun langsung ke daerah lain yang dinilai masih rendah realisasi APBD dalam penyaluran bansosnya. Termasuk daerah yang memiliki alokasi BTT yang tidak direalisasikan untuk membantu masyarakat terdampak pandemi dan kebijakan PPKM.

"Senin (26/7/2021) rencana kami akan cek langsung ke Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan serta pada kesempatan berikutnya di daerah-daerah yang juga masih rendah lainnya," pungkasnya.