'
20 Sya'ban 1447 H | Minggu, 8 Februari 2026
×
/ nasional
Mendagri Ingin Pemda Segera Cairkan APBD untuk Bansos
| Sabtu, 24 Juli 2021
Editor : | Penulis : admin

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berharap semua pemda segera menyalurkan alokasi APBD yang dapat digunakan untuk pemberian bantuan sosial. Menurutnya, pemda memiliki anggaran seperti mata anggaran bansos, termasuk yang bersifat reguler, belanja tidak terduga (BTT), maupun melalui realokasi mata anggaran lainnya.

Dalam Rapat Koordinasi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Pemerintah Kota Depok yang dilakukan terpisah, Tito menegaskan meski pemerintah pusat menyalurkan bansos kepada masyarakat, pemerintah daerah harus tetap menyalurkan bantuan dengan menggunakan APBD masing-masing.

Ia juga meminta agar mata anggaran pengendalian COVID-19 dalam APBD 2021 segera direalisasikan. Tito menginginkan agar di situasi PPKM, semua pemda menggunakan anggaran dalam upaya mengendalikan COVID-19.

"Pemda memiliki mata anggaran dan tahu persis situasi masyarakat di sekitarnya, siapa saja yang terdampak. Kita ingin agar anggaran bantuan sosial ini maupun belanja tidak terduga betul-betul diturunkan di tengah situasi pembatasan ini agar masyarakat terdampak dibantu," ujar Tito dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/7/2021).

Tito meminta agar kepala daerah turun langsung memberikan atau menyalurkan bantuan tersebut, baik bantuan yang bersifat tunai maupun nontunai. Dengan hadirnya kepala daerah di tengah masyarakat, Tito menilai akan membawa pengaruh positif dan nilai tersendiri terhadap masyarakat.

"Jadi teman-teman kepala daerah, kita minta memberikan contoh dulu memberikan bantuan kepada masyarakat secara langsung," tutur Tito.

Dalam kesempatan itu, Tito juga mengatakan Kabupaten Bekasi dan Kota Depok merupakan daerah aglomerasi megapolitan atau penyangga DKI Jakarta. Label tersebut setali tiga uang dengan Kota Bekasi, dan daerah Tangerang Raya.

Sementara itu, angka COVID-19 Jakarta masih terbilang tinggi. Untuk itu, ia memberikan atensi terhadap penanganan COVID-19 pada daerah penyangga tersebut. Menurutnya, penanganan COVID-19 yang andal di daerah penyangga akan menunjang pengendalian pandemi di Jakarta.

"Kalau kurang terkendali di daerah penyangga ini, ini akan berpengaruh kepada pengendalian di ibu kota," ujar Tito.

Di sisi lain, ia menuturkan COVID-19 tidak mungkin dihilangkan sama sekali (zero transmission). Pasalnya, wilayah Indonesia terutama Pulau Jawa tidak ada batas alamnya, hanya dipisahkan oleh batas administrasi. Dengan letak geografis seperti itu, membuat interaksi sosial sulit untuk dihindari.

Untuk itu, Tito mengungkapkan terdapat empat indikator yang perlu diperhatikan oleh daerah dalam upaya pengendalian penyebaran atau penularan COVID-19. Empat indikator tersebut di antaranya tren angka positif (positivity rate), tingkat kesembuhan (recovery rate), jumlah kematian (fatality rate), dan kondisi tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit (Bed Occupancy Ratio/BOR).

Tito juga menjelaskan pentingnya vaksinasi sebagai salah satu upaya mengurangi dampak penularan COVID-19. Dia menjelaskan perlunya mempercepat vaksinasi, seperti dengan membuat sistem penyuntikannya berbasis kampung, menjalin kerja sama dengan TNI dan Polri. Di samping itu, pusat-pusat vaksinasi massal tetap harus disediakan.

Sementara itu, Tito turun langsung mengecek daerah-daerah yang penyaluran anggaran bantuan sosial (bansos) dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerahnya (APBD) untuk penanganan COVID-19-nya yang dinilai masih rendah.

"Hari ini kunjungan kerja dan rapat koordinasi dilakukan di Kabupaten Bekasi dan Kota Depok," kata Tito, Jumat (23/7).

Tito menegaskan, dirinya bakal turun langsung ke daerah lain yang dinilai masih rendah realisasi APBD dalam penyaluran bansosnya. Termasuk daerah yang memiliki alokasi BTT yang tidak direalisasikan untuk membantu masyarakat terdampak pandemi dan kebijakan PPKM.

"Senin (26/7/2021) rencana kami akan cek langsung ke Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan serta pada kesempatan berikutnya di daerah-daerah yang juga masih rendah lainnya," pungkasnya.

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
nasional

Mendagri Ingin Pemda Segera Cairkan APBD untuk Bansos
Sabtu, 24 Juli 2021
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berharap semua pemda segera menyalurkan alokasi APBD yang dapat digunakan untuk pemberian bantuan sosial. Menurutnya, pemda memiliki anggaran seperti mata anggaran bansos, termasuk yang bersifat reguler, belanja tidak terduga (BTT), maupun melalui realokasi mata anggaran lainnya.

Dalam Rapat Koordinasi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Pemerintah Kota Depok yang dilakukan terpisah, Tito menegaskan meski pemerintah pusat menyalurkan bansos kepada masyarakat, pemerintah daerah harus tetap menyalurkan bantuan dengan menggunakan APBD masing-masing.

Ia juga meminta agar mata anggaran pengendalian COVID-19 dalam APBD 2021 segera direalisasikan. Tito menginginkan agar di situasi PPKM, semua pemda menggunakan anggaran dalam upaya mengendalikan COVID-19.

"Pemda memiliki mata anggaran dan tahu persis situasi masyarakat di sekitarnya, siapa saja yang terdampak. Kita ingin agar anggaran bantuan sosial ini maupun belanja tidak terduga betul-betul diturunkan di tengah situasi pembatasan ini agar masyarakat terdampak dibantu," ujar Tito dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/7/2021).

Tito meminta agar kepala daerah turun langsung memberikan atau menyalurkan bantuan tersebut, baik bantuan yang bersifat tunai maupun nontunai. Dengan hadirnya kepala daerah di tengah masyarakat, Tito menilai akan membawa pengaruh positif dan nilai tersendiri terhadap masyarakat.

"Jadi teman-teman kepala daerah, kita minta memberikan contoh dulu memberikan bantuan kepada masyarakat secara langsung," tutur Tito.

Dalam kesempatan itu, Tito juga mengatakan Kabupaten Bekasi dan Kota Depok merupakan daerah aglomerasi megapolitan atau penyangga DKI Jakarta. Label tersebut setali tiga uang dengan Kota Bekasi, dan daerah Tangerang Raya.

Sementara itu, angka COVID-19 Jakarta masih terbilang tinggi. Untuk itu, ia memberikan atensi terhadap penanganan COVID-19 pada daerah penyangga tersebut. Menurutnya, penanganan COVID-19 yang andal di daerah penyangga akan menunjang pengendalian pandemi di Jakarta.

"Kalau kurang terkendali di daerah penyangga ini, ini akan berpengaruh kepada pengendalian di ibu kota," ujar Tito.

Di sisi lain, ia menuturkan COVID-19 tidak mungkin dihilangkan sama sekali (zero transmission). Pasalnya, wilayah Indonesia terutama Pulau Jawa tidak ada batas alamnya, hanya dipisahkan oleh batas administrasi. Dengan letak geografis seperti itu, membuat interaksi sosial sulit untuk dihindari.

Untuk itu, Tito mengungkapkan terdapat empat indikator yang perlu diperhatikan oleh daerah dalam upaya pengendalian penyebaran atau penularan COVID-19. Empat indikator tersebut di antaranya tren angka positif (positivity rate), tingkat kesembuhan (recovery rate), jumlah kematian (fatality rate), dan kondisi tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit (Bed Occupancy Ratio/BOR).

Tito juga menjelaskan pentingnya vaksinasi sebagai salah satu upaya mengurangi dampak penularan COVID-19. Dia menjelaskan perlunya mempercepat vaksinasi, seperti dengan membuat sistem penyuntikannya berbasis kampung, menjalin kerja sama dengan TNI dan Polri. Di samping itu, pusat-pusat vaksinasi massal tetap harus disediakan.

Sementara itu, Tito turun langsung mengecek daerah-daerah yang penyaluran anggaran bantuan sosial (bansos) dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerahnya (APBD) untuk penanganan COVID-19-nya yang dinilai masih rendah.

"Hari ini kunjungan kerja dan rapat koordinasi dilakukan di Kabupaten Bekasi dan Kota Depok," kata Tito, Jumat (23/7).

Tito menegaskan, dirinya bakal turun langsung ke daerah lain yang dinilai masih rendah realisasi APBD dalam penyaluran bansosnya. Termasuk daerah yang memiliki alokasi BTT yang tidak direalisasikan untuk membantu masyarakat terdampak pandemi dan kebijakan PPKM.

"Senin (26/7/2021) rencana kami akan cek langsung ke Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan serta pada kesempatan berikutnya di daerah-daerah yang juga masih rendah lainnya," pungkasnya.