'
19 Sya'ban 1447 H | Sabtu, 7 Februari 2026
×
/ pelalawan
5 Ribu Alat PCR Hampir Kedaluarsa Ditemukan Ketua DPRD Pelalawan Saat Sidak ke Instalasi Farmasi
| Kamis, 15 Juli 2021
Editor : | Penulis : admin

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pelalawan Baharudin SH menemukan ribuan alat swab Polymerase Chain Realtion (PCR) yang hampir kedaluarsa.

Penemuan itu saat ia meninjau Instalasi Farmasi Kesehatan (IFK) Pelalawan pada Rabu (14/7/2021).

Temuan itu mencuat saat Ketua DPRD Baharudin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gedung IFK yang ada di Jalan Batu Ampar Pangkalan Kerinci.

Baharudin mendapati 5 ribu lebih alat test PCR yang tertimbun dengan batas kedaluarsa yang akan habis dua bulan lagi.

Padahal alat tersebut sangat dibutuhkan untuk memeriksa pasien positif Covid-19 ataupun suspek corona.

"Kemarin saya melihat ribuan alat untuk swab test yang masa berlakunya akan habis dua bulan lagi,beber Baharudin, Kamis (15/7/2021).

" Kalau tidak dipakai, sangat sayang. Padahal kita saat ini butuh," imbuhnya.

Selain itu, kata Baharudin, ia menemukan obat-obatan yang juga dengan kondisi serupa.

Tetapi obat tersebut bukan untuk pasien terinfeksi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Termasuk kondisi kantor UPTD IFK yang tidak lagi memadai sebagai penyimpan obat dan alat kesehatan lainnya.

Hal ini perlu dijelaskan secara gamblang oleh Diskes sebagai instansi yang menaungi IFK.

"Kita akan jadwalkan pemanggilan Dinas Kesehatan dalam hearing untuk menjelaskan semuanya. Karena dana refocusing tahun 2020 sangat banyak, dipakai kemana saja," ujar politisi Partai Golkar ini.

Diskes Beri Penjelasan

Menanggapi temuan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan Asril M.Kes mengemukakan, IFK merupakan tempat penyimpanan obat serta segala kebutuhan kesehatan.

Termasuk menyimpan vaksin Sinovac sebagai penangkal virus corona yang disuntikkan kepada masyarakat.

Ia membenarkan jika ada 5200 lebih alat swab PCR yang saat ini tersimpan di IFK dan masa kedaluwarsanya hingga Bulan September mendatang.

Asril menjamin jika alat itu pasti digunakan pihaknya sebelum masa berlaku habis sesuai waktu yang tertera pada alat tersebut.

"Sekarang semua tenaga kesehatan harus diswab secara rutin. Jadi kita pakai itu. Jumlah Nakes kita hampir 2000. Artinya alat itu pasti terpakai nanti," terang Asril .

Alat PCR itu merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tahun 2020 lalu.

Pada saat klaster Temboro Magetan yang terjadi tahun 2020 lalu, gubernur menginstruksikan daerah melakukan swab test massal untuk mendeteksi penularan virus dari klaster pondok pesantren tersebut.

Kemudian Satgas Covid-19 melalui Diskes Pelalawan membeli alat test PCR untuk memeriksa sedikitnya 1.700 lebih warga berdasarkan rasio jumlah penduduk.

Di tengah perjalanan, Pemprov Riau mengirim alat PCR sebanyak 5.200 lebih ke Pelalawan dalam membantu pelaksanaan swab massal yang dilakukan di beberapa lokasi.

Namun alat itu tidak terpakai lagi dan disimpan di IFK seiring dengan keluarnya kebijakan pelaksanaan rapid test antigen kepada masyarakat serta kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

"Jadi pemanfaatannya pasti ada sebelum kedaluarsa. Baik kepada masyarakat maupun Nakes kita yang berjuang di garda terdepan selama pandemi Covid-19 ini," tegas Asril.

Ia tidak gentar jika DPRD memanggil pihak ya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) atau hearing untuk membahas temuan Sidak ke IFK tersebut.

Bahkan pihak ya menilai pertemuan formal seperti itu akan lebih menjawab permasalahan yang ada dengan data-data yang dimiliki Diskes Pelalawan.

Agar tidak ada penafsiran lain dari warga atau pihak manapun kepada Diskes.

"Sebaiknya memang kami dipanggil hearing di dewan. Kami bawa semua data pendukungnya supaya tidak bias lagi," ujarnya.

"Termasuk tentang obat-obatan dan gedung IFk," tukas juru bicara Satgas Covid-19 Pelalawan ini.

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
pelalawan

5 Ribu Alat PCR Hampir Kedaluarsa Ditemukan Ketua DPRD Pelalawan Saat Sidak ke Instalasi Farmasi
Kamis, 15 Juli 2021
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pelalawan Baharudin SH menemukan ribuan alat swab Polymerase Chain Realtion (PCR) yang hampir kedaluarsa.

Penemuan itu saat ia meninjau Instalasi Farmasi Kesehatan (IFK) Pelalawan pada Rabu (14/7/2021).

Temuan itu mencuat saat Ketua DPRD Baharudin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gedung IFK yang ada di Jalan Batu Ampar Pangkalan Kerinci.

Baharudin mendapati 5 ribu lebih alat test PCR yang tertimbun dengan batas kedaluarsa yang akan habis dua bulan lagi.

Padahal alat tersebut sangat dibutuhkan untuk memeriksa pasien positif Covid-19 ataupun suspek corona.

"Kemarin saya melihat ribuan alat untuk swab test yang masa berlakunya akan habis dua bulan lagi,beber Baharudin, Kamis (15/7/2021).

" Kalau tidak dipakai, sangat sayang. Padahal kita saat ini butuh," imbuhnya.

Selain itu, kata Baharudin, ia menemukan obat-obatan yang juga dengan kondisi serupa.

Tetapi obat tersebut bukan untuk pasien terinfeksi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Termasuk kondisi kantor UPTD IFK yang tidak lagi memadai sebagai penyimpan obat dan alat kesehatan lainnya.

Hal ini perlu dijelaskan secara gamblang oleh Diskes sebagai instansi yang menaungi IFK.

"Kita akan jadwalkan pemanggilan Dinas Kesehatan dalam hearing untuk menjelaskan semuanya. Karena dana refocusing tahun 2020 sangat banyak, dipakai kemana saja," ujar politisi Partai Golkar ini.

Diskes Beri Penjelasan

Menanggapi temuan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan Asril M.Kes mengemukakan, IFK merupakan tempat penyimpanan obat serta segala kebutuhan kesehatan.

Termasuk menyimpan vaksin Sinovac sebagai penangkal virus corona yang disuntikkan kepada masyarakat.

Ia membenarkan jika ada 5200 lebih alat swab PCR yang saat ini tersimpan di IFK dan masa kedaluwarsanya hingga Bulan September mendatang.

Asril menjamin jika alat itu pasti digunakan pihaknya sebelum masa berlaku habis sesuai waktu yang tertera pada alat tersebut.

"Sekarang semua tenaga kesehatan harus diswab secara rutin. Jadi kita pakai itu. Jumlah Nakes kita hampir 2000. Artinya alat itu pasti terpakai nanti," terang Asril .

Alat PCR itu merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tahun 2020 lalu.

Pada saat klaster Temboro Magetan yang terjadi tahun 2020 lalu, gubernur menginstruksikan daerah melakukan swab test massal untuk mendeteksi penularan virus dari klaster pondok pesantren tersebut.

Kemudian Satgas Covid-19 melalui Diskes Pelalawan membeli alat test PCR untuk memeriksa sedikitnya 1.700 lebih warga berdasarkan rasio jumlah penduduk.

Di tengah perjalanan, Pemprov Riau mengirim alat PCR sebanyak 5.200 lebih ke Pelalawan dalam membantu pelaksanaan swab massal yang dilakukan di beberapa lokasi.

Namun alat itu tidak terpakai lagi dan disimpan di IFK seiring dengan keluarnya kebijakan pelaksanaan rapid test antigen kepada masyarakat serta kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

"Jadi pemanfaatannya pasti ada sebelum kedaluarsa. Baik kepada masyarakat maupun Nakes kita yang berjuang di garda terdepan selama pandemi Covid-19 ini," tegas Asril.

Ia tidak gentar jika DPRD memanggil pihak ya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) atau hearing untuk membahas temuan Sidak ke IFK tersebut.

Bahkan pihak ya menilai pertemuan formal seperti itu akan lebih menjawab permasalahan yang ada dengan data-data yang dimiliki Diskes Pelalawan.

Agar tidak ada penafsiran lain dari warga atau pihak manapun kepada Diskes.

"Sebaiknya memang kami dipanggil hearing di dewan. Kami bawa semua data pendukungnya supaya tidak bias lagi," ujarnya.

"Termasuk tentang obat-obatan dan gedung IFk," tukas juru bicara Satgas Covid-19 Pelalawan ini.