'
18 Zulqaidah 1447 H | Selasa, 5 Mei 2026
×
/ pelalawan
5 Ribu Alat PCR Hampir Kedaluarsa Ditemukan Ketua DPRD Pelalawan Saat Sidak ke Instalasi Farmasi
| Kamis, 15 Juli 2021
Editor : | Penulis : admin

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pelalawan Baharudin SH menemukan ribuan alat swab Polymerase Chain Realtion (PCR) yang hampir kedaluarsa.

Penemuan itu saat ia meninjau Instalasi Farmasi Kesehatan (IFK) Pelalawan pada Rabu (14/7/2021).

Temuan itu mencuat saat Ketua DPRD Baharudin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gedung IFK yang ada di Jalan Batu Ampar Pangkalan Kerinci.

Baharudin mendapati 5 ribu lebih alat test PCR yang tertimbun dengan batas kedaluarsa yang akan habis dua bulan lagi.

Padahal alat tersebut sangat dibutuhkan untuk memeriksa pasien positif Covid-19 ataupun suspek corona.

"Kemarin saya melihat ribuan alat untuk swab test yang masa berlakunya akan habis dua bulan lagi,beber Baharudin, Kamis (15/7/2021).

" Kalau tidak dipakai, sangat sayang. Padahal kita saat ini butuh," imbuhnya.

Selain itu, kata Baharudin, ia menemukan obat-obatan yang juga dengan kondisi serupa.

Tetapi obat tersebut bukan untuk pasien terinfeksi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Termasuk kondisi kantor UPTD IFK yang tidak lagi memadai sebagai penyimpan obat dan alat kesehatan lainnya.

Hal ini perlu dijelaskan secara gamblang oleh Diskes sebagai instansi yang menaungi IFK.

"Kita akan jadwalkan pemanggilan Dinas Kesehatan dalam hearing untuk menjelaskan semuanya. Karena dana refocusing tahun 2020 sangat banyak, dipakai kemana saja," ujar politisi Partai Golkar ini.

Diskes Beri Penjelasan

Menanggapi temuan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan Asril M.Kes mengemukakan, IFK merupakan tempat penyimpanan obat serta segala kebutuhan kesehatan.

Termasuk menyimpan vaksin Sinovac sebagai penangkal virus corona yang disuntikkan kepada masyarakat.

Ia membenarkan jika ada 5200 lebih alat swab PCR yang saat ini tersimpan di IFK dan masa kedaluwarsanya hingga Bulan September mendatang.

Asril menjamin jika alat itu pasti digunakan pihaknya sebelum masa berlaku habis sesuai waktu yang tertera pada alat tersebut.

"Sekarang semua tenaga kesehatan harus diswab secara rutin. Jadi kita pakai itu. Jumlah Nakes kita hampir 2000. Artinya alat itu pasti terpakai nanti," terang Asril .

Alat PCR itu merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tahun 2020 lalu.

Pada saat klaster Temboro Magetan yang terjadi tahun 2020 lalu, gubernur menginstruksikan daerah melakukan swab test massal untuk mendeteksi penularan virus dari klaster pondok pesantren tersebut.

Kemudian Satgas Covid-19 melalui Diskes Pelalawan membeli alat test PCR untuk memeriksa sedikitnya 1.700 lebih warga berdasarkan rasio jumlah penduduk.

Di tengah perjalanan, Pemprov Riau mengirim alat PCR sebanyak 5.200 lebih ke Pelalawan dalam membantu pelaksanaan swab massal yang dilakukan di beberapa lokasi.

Namun alat itu tidak terpakai lagi dan disimpan di IFK seiring dengan keluarnya kebijakan pelaksanaan rapid test antigen kepada masyarakat serta kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

"Jadi pemanfaatannya pasti ada sebelum kedaluarsa. Baik kepada masyarakat maupun Nakes kita yang berjuang di garda terdepan selama pandemi Covid-19 ini," tegas Asril.

Ia tidak gentar jika DPRD memanggil pihak ya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) atau hearing untuk membahas temuan Sidak ke IFK tersebut.

Bahkan pihak ya menilai pertemuan formal seperti itu akan lebih menjawab permasalahan yang ada dengan data-data yang dimiliki Diskes Pelalawan.

Agar tidak ada penafsiran lain dari warga atau pihak manapun kepada Diskes.

"Sebaiknya memang kami dipanggil hearing di dewan. Kami bawa semua data pendukungnya supaya tidak bias lagi," ujarnya.

"Termasuk tentang obat-obatan dan gedung IFk," tukas juru bicara Satgas Covid-19 Pelalawan ini.

Index
Kisah Pilu Putri, Korban Narkoba yang Datang ke Rumah Dinas Bupati Siak
Pelaku Usaha Pekanbaru Riau Gelar Temu Ramah dan Sosialisasi Bersama Penggadaian
Bupati Siak, Perempuan NU Harus Aktif di Bidang Sosial dan Ekonomi
Menteri LHK Hanif Dorong Pengakhiran Open Dumping, Pekanbaru Siapkan Teknologi Methane Capture
Berhasil Tekan Kemiskinan dan Stunting, WaliKota Agung Terima Penghargaan
Harga Lebih Murah, Operasi Pasar Murah Pemprov Riau Pekan Ini Digelar di Pekanbaru dan Siak
Rakor DBH Sawit 2026: Pelalawan Tegaskan Komitmen Percepat Pembangunan Infrastruktur
Pekan Ini Operasi Pasar Murah Digelar di 3 Kabupaten, Berikut Lokasinya
Pemko Pekanbaru Jawab Pandangan Umum Fraksi Terkait LKPj 2025
Pemko Pekanbaru Koordinasi ke Pemprov Minta Bangun Drainase Jalan Soekarno Hatta
Index
Deportasi Perdana Pascalebaran, 32 Pekerja Migran dari Malaysia Tiba di Pelabuhan Dumai
HUT PUPR ke-2,Ketum Handoko,PUPR Terus Berkembang,Berkolaborasi dengan Pihak Pemerintah dan Swasta
Bupati Pelalawan H. Zukri Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Jelang Idul Fitri
 Jalin Silaturrahmi,DPD Parsindo Riau Buka Puasa Bersama 137 Yatim dan Dhuafa
 Inspektorat Kota Pekanbaru dan Darma Wanita Berbagi 1000 Paket Takjil Gratis
Perkuat Sinergi Pengamanan Idulfitri, Bupati Siak Hadiri Rakor Operasi Lancang Kuning 2026
Polisi Bubarkan Kerumunan Pemuda di Pekanbaru untuk Antisipasi Balap Liar
Bupati Siak Afni, Hadiri Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 di Polda Riau
Serap Aspirasi hingga Bahas Beasiswa
Bupati Siak Afni Yakin Generasi Muda Siak Mampu Tumbuh Menjadi Generasi Qur’ani
pemerintahan
Menteri LHK Hanif Dorong Pengakhiran Open Dumping, Pekanbaru Siapkan Teknologi Methane Capture
Berhasil Tekan Kemiskinan dan Stunting, WaliKota Agung Terima Penghargaan
Harga Lebih Murah, Operasi Pasar Murah Pemprov Riau Pekan Ini Digelar di Pekanbaru dan Siak
Pekan Ini Operasi Pasar Murah Digelar di 3 Kabupaten, Berikut Lokasinya
daerah
Bupati Siak, Perempuan NU Harus Aktif di Bidang Sosial dan Ekonomi
Rakor DBH Sawit 2026: Pelalawan Tegaskan Komitmen Percepat Pembangunan Infrastruktur
Perkuat Sinergi Pengamanan Idulfitri, Bupati Siak Hadiri Rakor Operasi Lancang Kuning 2026
Polisi Bubarkan Kerumunan Pemuda di Pekanbaru untuk Antisipasi Balap Liar
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
pelalawan

5 Ribu Alat PCR Hampir Kedaluarsa Ditemukan Ketua DPRD Pelalawan Saat Sidak ke Instalasi Farmasi
Kamis, 15 Juli 2021
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pelalawan Baharudin SH menemukan ribuan alat swab Polymerase Chain Realtion (PCR) yang hampir kedaluarsa.

Penemuan itu saat ia meninjau Instalasi Farmasi Kesehatan (IFK) Pelalawan pada Rabu (14/7/2021).

Temuan itu mencuat saat Ketua DPRD Baharudin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gedung IFK yang ada di Jalan Batu Ampar Pangkalan Kerinci.

Baharudin mendapati 5 ribu lebih alat test PCR yang tertimbun dengan batas kedaluarsa yang akan habis dua bulan lagi.

Padahal alat tersebut sangat dibutuhkan untuk memeriksa pasien positif Covid-19 ataupun suspek corona.

"Kemarin saya melihat ribuan alat untuk swab test yang masa berlakunya akan habis dua bulan lagi,beber Baharudin, Kamis (15/7/2021).

" Kalau tidak dipakai, sangat sayang. Padahal kita saat ini butuh," imbuhnya.

Selain itu, kata Baharudin, ia menemukan obat-obatan yang juga dengan kondisi serupa.

Tetapi obat tersebut bukan untuk pasien terinfeksi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Termasuk kondisi kantor UPTD IFK yang tidak lagi memadai sebagai penyimpan obat dan alat kesehatan lainnya.

Hal ini perlu dijelaskan secara gamblang oleh Diskes sebagai instansi yang menaungi IFK.

"Kita akan jadwalkan pemanggilan Dinas Kesehatan dalam hearing untuk menjelaskan semuanya. Karena dana refocusing tahun 2020 sangat banyak, dipakai kemana saja," ujar politisi Partai Golkar ini.

Diskes Beri Penjelasan

Menanggapi temuan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan Asril M.Kes mengemukakan, IFK merupakan tempat penyimpanan obat serta segala kebutuhan kesehatan.

Termasuk menyimpan vaksin Sinovac sebagai penangkal virus corona yang disuntikkan kepada masyarakat.

Ia membenarkan jika ada 5200 lebih alat swab PCR yang saat ini tersimpan di IFK dan masa kedaluwarsanya hingga Bulan September mendatang.

Asril menjamin jika alat itu pasti digunakan pihaknya sebelum masa berlaku habis sesuai waktu yang tertera pada alat tersebut.

"Sekarang semua tenaga kesehatan harus diswab secara rutin. Jadi kita pakai itu. Jumlah Nakes kita hampir 2000. Artinya alat itu pasti terpakai nanti," terang Asril .

Alat PCR itu merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tahun 2020 lalu.

Pada saat klaster Temboro Magetan yang terjadi tahun 2020 lalu, gubernur menginstruksikan daerah melakukan swab test massal untuk mendeteksi penularan virus dari klaster pondok pesantren tersebut.

Kemudian Satgas Covid-19 melalui Diskes Pelalawan membeli alat test PCR untuk memeriksa sedikitnya 1.700 lebih warga berdasarkan rasio jumlah penduduk.

Di tengah perjalanan, Pemprov Riau mengirim alat PCR sebanyak 5.200 lebih ke Pelalawan dalam membantu pelaksanaan swab massal yang dilakukan di beberapa lokasi.

Namun alat itu tidak terpakai lagi dan disimpan di IFK seiring dengan keluarnya kebijakan pelaksanaan rapid test antigen kepada masyarakat serta kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

"Jadi pemanfaatannya pasti ada sebelum kedaluarsa. Baik kepada masyarakat maupun Nakes kita yang berjuang di garda terdepan selama pandemi Covid-19 ini," tegas Asril.

Ia tidak gentar jika DPRD memanggil pihak ya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) atau hearing untuk membahas temuan Sidak ke IFK tersebut.

Bahkan pihak ya menilai pertemuan formal seperti itu akan lebih menjawab permasalahan yang ada dengan data-data yang dimiliki Diskes Pelalawan.

Agar tidak ada penafsiran lain dari warga atau pihak manapun kepada Diskes.

"Sebaiknya memang kami dipanggil hearing di dewan. Kami bawa semua data pendukungnya supaya tidak bias lagi," ujarnya.

"Termasuk tentang obat-obatan dan gedung IFk," tukas juru bicara Satgas Covid-19 Pelalawan ini.