'
19 Jumadil Awwal 1448 H | Sabtu, 31 Oktober 2026
×
/ bengkalis
Bangun Ketahanan Digital, 69 Aplikasi Pemerintah Beroperasi di Pusat Data Nasional
| Kamis, 29 Oktober 2026
Editor : | Penulis :

SUPERRIAU.COM

Jakarta- Sebanyak 69 aplikasi berstatus go live di Pusat Data Nasional hingga September 2026, sementara 28 juta pelanggan seluler telah melakukan registrasi berbasis biometrik hingga akhir September 2026.

Kementerian Komunikasi dan Digital menempatkan penguatan infrastruktur, identitas digital, pengawasan platform, dan literasi masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem digital yang aman dan tepercaya.

Staf Ahli Menteri Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya Kementerian Komdigi Raden Wijaya Kusumawardhana menjelaskan bahwa penguatan ketahanan digital dilakukan seiring dengan semakin luasnya penggunaan layanan digital oleh masyarakat dan pemerintah.

"Hingga September 2026, ekosistem pusat data nasional telah dimanfaatkan lebih dari 490 tenan, yang terdiri dari kementerian, pemerintah daerah, maupun lembaga pemerintah lainnya," ujarnya saat mewakili Menkomdigi Meutya Hafid dalam National Cybersecurity Connect (NCC) 2026 di Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2026).

Wijaya menjelaskan layanan Pusat Data Nasional telah memasuki tahap operasional untuk aplikasi dengan tingkat risiko rendah. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari penguatan infrastruktur pemerintah digital yang juga mencakup jaringan intrapemerintah dan Sistem Penghubung Layanan Pemerintah.

Selain infrastruktur, Kemkomdigi memperkuat kepercayaan terhadap identitas digital melalui penerapan verifikasi biometrik pengenalan wajah dalam registrasi pelanggan seluler berdasarkan Peraturan Menteri Komdigi Nomor 7 Tahun 2026 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi melalui Jaringan Bergerak Seluler.

Hingga akhir September 2026, sebanyak 28 juta pelanggan telah melakukan registrasi menggunakan biometrik. Meski demikian, jumlah tersebut masih perlu ditingkatkan mengingat besarnya populasi pengguna perangkat seluler di Indonesia.

"Langkah ini diarahkan untuk memperkuat kualitas identitas pelanggan dan mempersempit peluang penyalahgunaan nomor seluler dalam aktivitas digital sekaligus tetap menuntut pelindungan data pribadi yang ketat," jelasnya.

Penguatan ketahanan digital juga dilakukan melalui pengawasan platform dan pelindungan pengguna. Sepanjang 20 Oktober 2024 hingga 11 September 2026, Kemkomdigi telah menangani 5,15 juta konten negatif, termasuk sekitar 4 juta konten perjudian online.

Pemerintah juga memperkuat tanggung jawab platform terhadap keselamatan anak melalui penerbitan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Di sisi pengembangan kapasitas masyarakat, program literasi digital telah menjangkau sekitar 5,7 juta orang. Sementara itu, lebih dari 870 ribu peserta telah menyelesaikan pelatihan Digital Talent Scholarship dan Microskill secara kumulatif hingga September 2026.

Wijaya menekankan bahwa pembangunan ketahanan digital tidak cukup diukur dari jumlah infrastruktur, aplikasi, maupun program yang telah dijalankan. Keberhasilan transformasi digital juga ditentukan oleh kemampuan layanan untuk tetap beroperasi ketika menghadapi gangguan serta kepercayaan masyarakat terhadap keamanan teknologi.

"Keamanan membangun kepercayaan, sementara ketahanan atau resilience memastikan kepercayaan tersebut tidak langsung hilang ketika terjadi gangguan," katanya.

Menurutnya, pendekatan tersebut sejalan dengan tiga pilar transformasi digital Kemkomdigi, yakni Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Ketiganya menempatkan perluasan akses, penciptaan nilai tambah ekonomi, serta pelindungan masyarakat sebagai bagian yang saling berkaitan.

Untuk memperkuat ketahanan tersebut, Kemkomdigi mengajak seluruh pemangku kepentingan menjalankan tiga agenda bersama, yaitu penerapan security by design dan resilience by design, penguatan koordinasi dan kesiapan menghadapi insiden siber, serta perluasan kapasitas keamanan digital hingga masyarakat dan pelaku usaha.

Kolaborasi itu melibatkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), pemerintah, industri, akademisi, serta masyarakat sesuai peran dan kewenangan masing-masing.

"Karena itu, kita membutuhkan pendekatan kolaboratif cyber governance yang menghubungkan kewenangan pemerintah, kemampuan teknologi industri, penelitian akademik, dan partisipasi masyarakat,"

Index
Mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis Ikuti Kelas Pemilu, KPU Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif
Kemkomdigi Ingatkan Ancaman AI, Penipuan Kini Bisa Meniru Suara dan Identitas
Bangun Ketahanan Digital, 69 Aplikasi Pemerintah Beroperasi di Pusat Data Nasional
Alhamdulillah, Labkesmas Bengkalis Raih Akreditasi Utama, Siap Tingkatkan Mutu Pelayanan
Bertemu USABC, Meutya Hafid Dorong Investasi Digital AS Beri Manfaat Nyata bagi Indonesia
Dewan Pendidikan Bengkalis Apresiasi K3S Bantan Gelar Lomba Cerdas Cermat Tingkat SD
Toreh Prestasi Internasional, Mahasiswa Polbeng Raih Gold Medal dan Special Award di IUIC 2026 Malay
Jurnalistik Cendekia Gelar REDAKSI, Ajak Anak Yayasan Aisyah Mengenal Literasi
Perkuat Tata Kelola Data Desa dan Kelurahan, Kecamatan Bengkalis Sosialisasikan Program Desa Cantik
Hadiri Pembukaan Musda XI DPD Partai Golkar, Bupati Kasmarni Ajak Perkuat Persatuan dan Sinergi Pemb
Index
Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Tengah Tantangan Fiskal, Wabup Ingatkan Peran Pemuda untuk Dae
Menkomdigi Meutya Hafid dan Kapolri Suyudi Perkuat Sinergi Berantas Judi Online Lintas Negara dan Pe
Bupati Kasmarni Terima Audiensi PKB Bengkalis, Perkuat Sinergi Bangun Daerah
Bupati Bengkalis Sampaikan Jawaban atas Pandangan Umum Tujuh Fraksi DPRD terhadap Ranperda APBD 2027
Peringatan Hari Santri 2026 di Ponpes Nurul Hidayah, Bupati Kasmarni Minta Santri Kuasai Iptek Menuj
Hadiri Paripurna DPRD, Bupati Bengkalis Harapkan Pandangan Umum Fraksi Jadi Bahan Penyempurnaan Ranp
Wabup Bengkalis Bagus Santoso Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Perkuat S
Ranperda APBD 2027 Disampaikan, DBH Migas Bengkalis Diproyeksi Turun 80,61 Persen
Diskominfotik Gaungkan Literasi Digital dan Anti Perundungan di SDN 32 Bantan
Wabup Bagus Santoso Hadiri Pembukaan Rakornas TPAKD oleh Presiden Prabowo
pemerintahan
Wali Kota Pekanbaru: Rumah Dinas Terbuka Bagi Siapa Saja
Pekanbaru Bersujud, Wako Agung dan Ratusan Warga Mohon Hujan di Tengah Kepungan Asap
Sekolah di Pekanbaru Dialihkan ke Daring, MBG Tetap Disalurkan
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Insinyur Profesional Utama
daerah
Mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis Ikuti Kelas Pemilu, KPU Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif
Kemkomdigi Ingatkan Ancaman AI, Penipuan Kini Bisa Meniru Suara dan Identitas
Bangun Ketahanan Digital, 69 Aplikasi Pemerintah Beroperasi di Pusat Data Nasional
Alhamdulillah, Labkesmas Bengkalis Raih Akreditasi Utama, Siap Tingkatkan Mutu Pelayanan
Politik
Musda VI Demokrat Riau Akan di Gelar,Agung Nugroho Calon Tunggal Ketua DPD Periode 2026-2031
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
bengkalis

Bangun Ketahanan Digital, 69 Aplikasi Pemerintah Beroperasi di Pusat Data Nasional
Kamis, 29 Oktober 2026
Editor : | Penulis :
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

SUPERRIAU.COM

Jakarta- Sebanyak 69 aplikasi berstatus go live di Pusat Data Nasional hingga September 2026, sementara 28 juta pelanggan seluler telah melakukan registrasi berbasis biometrik hingga akhir September 2026.

Kementerian Komunikasi dan Digital menempatkan penguatan infrastruktur, identitas digital, pengawasan platform, dan literasi masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem digital yang aman dan tepercaya.

Staf Ahli Menteri Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya Kementerian Komdigi Raden Wijaya Kusumawardhana menjelaskan bahwa penguatan ketahanan digital dilakukan seiring dengan semakin luasnya penggunaan layanan digital oleh masyarakat dan pemerintah.

"Hingga September 2026, ekosistem pusat data nasional telah dimanfaatkan lebih dari 490 tenan, yang terdiri dari kementerian, pemerintah daerah, maupun lembaga pemerintah lainnya," ujarnya saat mewakili Menkomdigi Meutya Hafid dalam National Cybersecurity Connect (NCC) 2026 di Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2026).

Wijaya menjelaskan layanan Pusat Data Nasional telah memasuki tahap operasional untuk aplikasi dengan tingkat risiko rendah. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari penguatan infrastruktur pemerintah digital yang juga mencakup jaringan intrapemerintah dan Sistem Penghubung Layanan Pemerintah.

Selain infrastruktur, Kemkomdigi memperkuat kepercayaan terhadap identitas digital melalui penerapan verifikasi biometrik pengenalan wajah dalam registrasi pelanggan seluler berdasarkan Peraturan Menteri Komdigi Nomor 7 Tahun 2026 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi melalui Jaringan Bergerak Seluler.

Hingga akhir September 2026, sebanyak 28 juta pelanggan telah melakukan registrasi menggunakan biometrik. Meski demikian, jumlah tersebut masih perlu ditingkatkan mengingat besarnya populasi pengguna perangkat seluler di Indonesia.

"Langkah ini diarahkan untuk memperkuat kualitas identitas pelanggan dan mempersempit peluang penyalahgunaan nomor seluler dalam aktivitas digital sekaligus tetap menuntut pelindungan data pribadi yang ketat," jelasnya.

Penguatan ketahanan digital juga dilakukan melalui pengawasan platform dan pelindungan pengguna. Sepanjang 20 Oktober 2024 hingga 11 September 2026, Kemkomdigi telah menangani 5,15 juta konten negatif, termasuk sekitar 4 juta konten perjudian online.

Pemerintah juga memperkuat tanggung jawab platform terhadap keselamatan anak melalui penerbitan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Di sisi pengembangan kapasitas masyarakat, program literasi digital telah menjangkau sekitar 5,7 juta orang. Sementara itu, lebih dari 870 ribu peserta telah menyelesaikan pelatihan Digital Talent Scholarship dan Microskill secara kumulatif hingga September 2026.

Wijaya menekankan bahwa pembangunan ketahanan digital tidak cukup diukur dari jumlah infrastruktur, aplikasi, maupun program yang telah dijalankan. Keberhasilan transformasi digital juga ditentukan oleh kemampuan layanan untuk tetap beroperasi ketika menghadapi gangguan serta kepercayaan masyarakat terhadap keamanan teknologi.

"Keamanan membangun kepercayaan, sementara ketahanan atau resilience memastikan kepercayaan tersebut tidak langsung hilang ketika terjadi gangguan," katanya.

Menurutnya, pendekatan tersebut sejalan dengan tiga pilar transformasi digital Kemkomdigi, yakni Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Ketiganya menempatkan perluasan akses, penciptaan nilai tambah ekonomi, serta pelindungan masyarakat sebagai bagian yang saling berkaitan.

Untuk memperkuat ketahanan tersebut, Kemkomdigi mengajak seluruh pemangku kepentingan menjalankan tiga agenda bersama, yaitu penerapan security by design dan resilience by design, penguatan koordinasi dan kesiapan menghadapi insiden siber, serta perluasan kapasitas keamanan digital hingga masyarakat dan pelaku usaha.

Kolaborasi itu melibatkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), pemerintah, industri, akademisi, serta masyarakat sesuai peran dan kewenangan masing-masing.

"Karena itu, kita membutuhkan pendekatan kolaboratif cyber governance yang menghubungkan kewenangan pemerintah, kemampuan teknologi industri, penelitian akademik, dan partisipasi masyarakat,"