'
19 Sya'ban 1447 H | Sabtu, 7 Februari 2026
×
/ bengkalis
Diiringi Pagelaran Seni Budaya, Penurunan Bendera di Lapangan Tugu Jadi Magnet Warga
| Minggu, 17 Agustus 2025
Editor : | Penulis :

SUPERRIAU.COM

BENGKALIS – Ribuan pasang mata tumpah ruah memadati Lapangan Tugu, Bengkalis, pada Minggu sore, 17 Agustus 2025, untuk menyaksikan momen sakral upacara penurunan bendera Merah Putih.

Acara ini menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dan berlangsung khidmat, dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bengkalis, H. Bagus Santoso.

?Sejak pukul 16.00 WIB, warga dari berbagai penjuru, mulai dari anak-anak, remaja, hingga lansia, berbondong-bondong datang. Mereka rela berdesakan demi bisa melihat setiap detik jalannya upacara.

Pemandangan ini menunjukkan betapa kuatnya semangat nasionalisme dan kecintaan masyarakat terhadap Tanah Air

?Inti dari upacara ini adalah aksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bengkalis. Dengan langkah tegap, serempak, dan penuh dedikasi, para anggota Paskibraka menjalankan tugas mulia mereka.

Mereka berhasil menurunkan bendera Merah Putih dengan sempurna, melipatnya dengan rapi, dan menyerahkannya kepada Wakil Bupati Bengkalis, H Bagus Santoso.

?Setiap gerakan yang presisi dan disiplin dari Paskibraka mengundang decak kagum dan tepuk tangan meriah dari para penonton.

Tugas berat tersebut diemban dengan sempurna oleh tim inti yang terdiri dari pelajar-pelajar terbaik dari berbagai sekolah di Bengkalis.

Muhammad Hafidz Putra, siswa SMAN 1 Bengkalis, dipercaya sebagai Komandan Peleton (Danton) yang memimpin seluruh rangkaian pasukan dengan penuh ketegasan.

?Sementara itu, peran vital sebagai pembawa baki bendera dipercayakan kepada Chika Amelya Boru Lubis dari SMAN 1 Pinggir.

Dengan langkah anggun dan penuh konsentrasi, ia berhasil membawa bendera pusaka dari tiang ke tempat penyerahan.

?Tim penurun bendera yang bertugas di tiang juga tak kalah memukau. M. Adib Syahputra (SMAN 2 Bengkalis) sebagai pembentang, Wahyu Nurcahyadi Kemit (SMAS IT Mutiara) sebagai penarik, dan Muhammad Zaki Aziar (SMAN 1 Mandau) sebagai pengulur bendera, bekerja sama secara apik.

Gerakan mereka yang serempak dan presisi membuat bendera Merah Putih turun dengan perlahan dan terhormat.

?Keberhasilan tim ini juga tak lepas dari peran dua anggota pendamping, yaitu Dhini Puspita Fahma (SMAN 2 Mandau) dan Octavia Safitri (SMAN 1 Pinggir).

Kehadiran mereka di sisi kanan dan kiri pilar menjadi tumpuan yang memastikan kelancaran seluruh prosesi.

Tak sedikit orang tua yang terlihat bangga dan terharu melihat performa para pemuda-pemudi terbaik Bengkalis ini.

Keberhasilan mereka dalam mengemban tugas tidak hanya menjadi penutup rangkaian upacara HUT RI, tetapi juga simbol keberlanjutan perjuangan bangsa yang diwariskan kepada generasi muda.

Pertunjukan ini menjadi simbol semangat perjuangan dan keberanian yang sejalan dengan makna kemerdekaan.

?Tak lama kemudian, suasana semakin bergemuruh dengan hadirnya Barongsai.

Gerakan lincah dan akrobatik dari tarian singa ini menarik perhatian ribuan warga yang memadati lokasi.

Kesenian yang berasal dari budaya Tionghoa ini menjadi bukti nyata toleransi dan keberagaman yang hidup harmonis di Bengkalis.

Tepuk tangan riuh mengiringi setiap gerakan lincah sang naga yang seolah menari di udara.

Puncak pertunjukan sore itu adalah kolaborasi apik antara marching band Andam Dewi dengan tabuhan kompang Desa Meskom.

Penampilan yang sangat dinanti ini berhasil menciptakan harmoni yang memesona.

Marching Band Andam Dewi, yang dikenal dengan alunan musik modern dan formasi atraktif, membuka pertunjukan dengan lagu-lagu heroik yang membangkitkan semangat.

Namun, kejutan terbesar datang saat melodi tiupan terompet dan dentuman drum modern tiba-tiba disambut dengan tabuhan bertubi-tubi dari pemain kompang.

?Perpaduan antara musik modern dan klasik Melayu ini menghasilkan irama yang kaya dan unik.

Setiap dentuman drum marching band seolah dijawab oleh pukulan kompang yang beraturan, menciptakan dialog musik yang indah antara dua genre berbeda.

Para pemain Marching Band Andam Dewi juga terlihat menikmati alunan kompang, membuat penampilan mereka terasa lebih hidup dan autentik.

?Kolaborasi sebagai simbol Kebhinekaan penonton yang memadati Lapangan Tugu tampak terhanyut dalam perpaduan musik ini.

Mereka bersorak dan bertepuk tangan, mengapresiasi inovasi yang memadukan tradisi dengan modernitas.

Kolaborasi ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol pentingnya sinergi antara generasi muda dan tradisi lokal.(Rilis)

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
bengkalis

Diiringi Pagelaran Seni Budaya, Penurunan Bendera di Lapangan Tugu Jadi Magnet Warga
Minggu, 17 Agustus 2025
Editor : | Penulis :
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

SUPERRIAU.COM

BENGKALIS – Ribuan pasang mata tumpah ruah memadati Lapangan Tugu, Bengkalis, pada Minggu sore, 17 Agustus 2025, untuk menyaksikan momen sakral upacara penurunan bendera Merah Putih.

Acara ini menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dan berlangsung khidmat, dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bengkalis, H. Bagus Santoso.

?Sejak pukul 16.00 WIB, warga dari berbagai penjuru, mulai dari anak-anak, remaja, hingga lansia, berbondong-bondong datang. Mereka rela berdesakan demi bisa melihat setiap detik jalannya upacara.

Pemandangan ini menunjukkan betapa kuatnya semangat nasionalisme dan kecintaan masyarakat terhadap Tanah Air

?Inti dari upacara ini adalah aksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bengkalis. Dengan langkah tegap, serempak, dan penuh dedikasi, para anggota Paskibraka menjalankan tugas mulia mereka.

Mereka berhasil menurunkan bendera Merah Putih dengan sempurna, melipatnya dengan rapi, dan menyerahkannya kepada Wakil Bupati Bengkalis, H Bagus Santoso.

?Setiap gerakan yang presisi dan disiplin dari Paskibraka mengundang decak kagum dan tepuk tangan meriah dari para penonton.

Tugas berat tersebut diemban dengan sempurna oleh tim inti yang terdiri dari pelajar-pelajar terbaik dari berbagai sekolah di Bengkalis.

Muhammad Hafidz Putra, siswa SMAN 1 Bengkalis, dipercaya sebagai Komandan Peleton (Danton) yang memimpin seluruh rangkaian pasukan dengan penuh ketegasan.

?Sementara itu, peran vital sebagai pembawa baki bendera dipercayakan kepada Chika Amelya Boru Lubis dari SMAN 1 Pinggir.

Dengan langkah anggun dan penuh konsentrasi, ia berhasil membawa bendera pusaka dari tiang ke tempat penyerahan.

?Tim penurun bendera yang bertugas di tiang juga tak kalah memukau. M. Adib Syahputra (SMAN 2 Bengkalis) sebagai pembentang, Wahyu Nurcahyadi Kemit (SMAS IT Mutiara) sebagai penarik, dan Muhammad Zaki Aziar (SMAN 1 Mandau) sebagai pengulur bendera, bekerja sama secara apik.

Gerakan mereka yang serempak dan presisi membuat bendera Merah Putih turun dengan perlahan dan terhormat.

?Keberhasilan tim ini juga tak lepas dari peran dua anggota pendamping, yaitu Dhini Puspita Fahma (SMAN 2 Mandau) dan Octavia Safitri (SMAN 1 Pinggir).

Kehadiran mereka di sisi kanan dan kiri pilar menjadi tumpuan yang memastikan kelancaran seluruh prosesi.

Tak sedikit orang tua yang terlihat bangga dan terharu melihat performa para pemuda-pemudi terbaik Bengkalis ini.

Keberhasilan mereka dalam mengemban tugas tidak hanya menjadi penutup rangkaian upacara HUT RI, tetapi juga simbol keberlanjutan perjuangan bangsa yang diwariskan kepada generasi muda.

Pertunjukan ini menjadi simbol semangat perjuangan dan keberanian yang sejalan dengan makna kemerdekaan.

?Tak lama kemudian, suasana semakin bergemuruh dengan hadirnya Barongsai.

Gerakan lincah dan akrobatik dari tarian singa ini menarik perhatian ribuan warga yang memadati lokasi.

Kesenian yang berasal dari budaya Tionghoa ini menjadi bukti nyata toleransi dan keberagaman yang hidup harmonis di Bengkalis.

Tepuk tangan riuh mengiringi setiap gerakan lincah sang naga yang seolah menari di udara.

Puncak pertunjukan sore itu adalah kolaborasi apik antara marching band Andam Dewi dengan tabuhan kompang Desa Meskom.

Penampilan yang sangat dinanti ini berhasil menciptakan harmoni yang memesona.

Marching Band Andam Dewi, yang dikenal dengan alunan musik modern dan formasi atraktif, membuka pertunjukan dengan lagu-lagu heroik yang membangkitkan semangat.

Namun, kejutan terbesar datang saat melodi tiupan terompet dan dentuman drum modern tiba-tiba disambut dengan tabuhan bertubi-tubi dari pemain kompang.

?Perpaduan antara musik modern dan klasik Melayu ini menghasilkan irama yang kaya dan unik.

Setiap dentuman drum marching band seolah dijawab oleh pukulan kompang yang beraturan, menciptakan dialog musik yang indah antara dua genre berbeda.

Para pemain Marching Band Andam Dewi juga terlihat menikmati alunan kompang, membuat penampilan mereka terasa lebih hidup dan autentik.

?Kolaborasi sebagai simbol Kebhinekaan penonton yang memadati Lapangan Tugu tampak terhanyut dalam perpaduan musik ini.

Mereka bersorak dan bertepuk tangan, mengapresiasi inovasi yang memadukan tradisi dengan modernitas.

Kolaborasi ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol pentingnya sinergi antara generasi muda dan tradisi lokal.(Rilis)