'
18 Zulqaidah 1447 H | Selasa, 5 Mei 2026
×
/ bengkalis
ISNJ Bengkalis Gelar Seminar Internasional Bersama Jabatan Bahasa Melayu di Universiti Fatoni Thaila
| Senin, 4 Agustus 2025
Editor : | Penulis :

SUPERRIAU.COM

BENGKALIS -  Institut Syariah Negeri (ISN) Junjungan Bengkalis sukses menyelenggarakan Seminar Internasional bersama Jabatan Bahasa Melayu di Universiti Fatoni, Thailand, pada 4 Agustus 2025.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Dr. Ahmad Mahdari Waheno, SE selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Universiti Fatoni, dengan mengusung tema “Wakaf dan Perniagaan Pada Era Digital”. Dalam sambutannya, Dr. Ahmad Mahdari menekankan betapa pentingnya kolaborasi akademik lintas negara untuk menghadirkan inovasi dalam pengelolaan wakaf serta mengembangkan bisnis sosial yang berbasis teknologi digital.

Kata sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan Institut Syariah Negeri Junjungan Bengkalis, Dr. Khodijah Ishak, M.E.Sy. Beliau menjelaskan bahwa program kegiatan seminar internasional yang melibatkan dosen dan mahasiswa ISN Junjungan Bengkalis bersama Jabatan Bahasa Melayu Universiti Fatoni Thailand ini diselenggarakan dalam rangka melestarikan dan memperkenalkan kekayaan budaya Melayu serta mempererat hubungan antar kedua institusi. Selain itu, Dr. Khodijah juga menegaskan urgensi penguatan wakaf produktif sebagai penopang ekonomi umat, sekaligus memberikan dorongan kuat kepada mahasiswa untuk memanfaatkan peluang digital di sektor ekonomi syariah.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi wahana berbagi ilmu dan pengalaman mengenai pengelolaan wakaf dan perniagaan di era digital, tetapi juga menjadi momen penting untuk memperkuat sinergi budaya serta akademik antara Indonesia dan Thailand. Dengan semangat kolaborasi tersebut, seminar diharapkan dapat menghasilkan inovasi dan solusi nyata yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta memperkuat posisi ekonomi syariah dalam kancah digital global.

Tiga narasumber kompeten dihadirkan dalam seminar ini dari dua lembaga terkemuka. Muhammad Elsa Tomisa, M.E.Sy dari ISN Junjungan Bengkalis membawakan materi “Potensi Pengembangan Wakaf Produktif”, yang mengajak peserta menyoroti berbagai peluang dan tantangan dalam optimalisasi aset wakaf demi memberdayakan masyarakat melalui digitalisasi.

Sementara itu, Dr. Suraiya Chapakiya dari Jabatan Bahasa Universiti Fatoni Thailand menjelaskan tentang “Peranan Teknologi dalam Pengurusan Wakaf dan Pembangunan Perniagaan Sosial”. Beliau menekankan bagaimana teknologi dapat berperan penting dalam menciptakan transparansi serta akuntabilitas bagi pengelolaan wakaf.

Narasumber ketiga, Dr. Mashuri, M.E.Nv dari ISN Junjungan Bengkalis, menerangkan materi “Model Pengelolaan Wakaf Berbasis Digital” yang mengupas inovasi model-model digital dalam pengelolaan wakaf guna memaksimalkan manfaat sosial dan ekonomi masyarakat.

Antusiasme peserta seminar sangat tinggi. Diskusi berjalan interaktif serta menghasilkan berbagai rekomendasi strategis bagi pengembangan wakaf dan ekonomi syariah berbasis teknologi digital. Dengan terselenggaranya seminar internasional ini, diharapkan terwujud kolaborasi lebih erat antara kedua institusi dan tercipta inovasi nyata dalam pengelolaan wakaf serta pengembangan perniagaan sosial di era digital, untuk kemaslahatan umat dan masyarakat global.(Rilis)

Index
Kisah Pilu Putri, Korban Narkoba yang Datang ke Rumah Dinas Bupati Siak
Pelaku Usaha Pekanbaru Riau Gelar Temu Ramah dan Sosialisasi Bersama Penggadaian
Bupati Siak, Perempuan NU Harus Aktif di Bidang Sosial dan Ekonomi
Menteri LHK Hanif Dorong Pengakhiran Open Dumping, Pekanbaru Siapkan Teknologi Methane Capture
Berhasil Tekan Kemiskinan dan Stunting, WaliKota Agung Terima Penghargaan
Harga Lebih Murah, Operasi Pasar Murah Pemprov Riau Pekan Ini Digelar di Pekanbaru dan Siak
Rakor DBH Sawit 2026: Pelalawan Tegaskan Komitmen Percepat Pembangunan Infrastruktur
Pekan Ini Operasi Pasar Murah Digelar di 3 Kabupaten, Berikut Lokasinya
Pemko Pekanbaru Jawab Pandangan Umum Fraksi Terkait LKPj 2025
Pemko Pekanbaru Koordinasi ke Pemprov Minta Bangun Drainase Jalan Soekarno Hatta
Index
Deportasi Perdana Pascalebaran, 32 Pekerja Migran dari Malaysia Tiba di Pelabuhan Dumai
HUT PUPR ke-2,Ketum Handoko,PUPR Terus Berkembang,Berkolaborasi dengan Pihak Pemerintah dan Swasta
Bupati Pelalawan H. Zukri Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Jelang Idul Fitri
 Jalin Silaturrahmi,DPD Parsindo Riau Buka Puasa Bersama 137 Yatim dan Dhuafa
 Inspektorat Kota Pekanbaru dan Darma Wanita Berbagi 1000 Paket Takjil Gratis
Perkuat Sinergi Pengamanan Idulfitri, Bupati Siak Hadiri Rakor Operasi Lancang Kuning 2026
Polisi Bubarkan Kerumunan Pemuda di Pekanbaru untuk Antisipasi Balap Liar
Bupati Siak Afni, Hadiri Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 di Polda Riau
Serap Aspirasi hingga Bahas Beasiswa
Bupati Siak Afni Yakin Generasi Muda Siak Mampu Tumbuh Menjadi Generasi Qur’ani
pemerintahan
Menteri LHK Hanif Dorong Pengakhiran Open Dumping, Pekanbaru Siapkan Teknologi Methane Capture
Berhasil Tekan Kemiskinan dan Stunting, WaliKota Agung Terima Penghargaan
Harga Lebih Murah, Operasi Pasar Murah Pemprov Riau Pekan Ini Digelar di Pekanbaru dan Siak
Pekan Ini Operasi Pasar Murah Digelar di 3 Kabupaten, Berikut Lokasinya
daerah
Bupati Siak, Perempuan NU Harus Aktif di Bidang Sosial dan Ekonomi
Rakor DBH Sawit 2026: Pelalawan Tegaskan Komitmen Percepat Pembangunan Infrastruktur
Perkuat Sinergi Pengamanan Idulfitri, Bupati Siak Hadiri Rakor Operasi Lancang Kuning 2026
Polisi Bubarkan Kerumunan Pemuda di Pekanbaru untuk Antisipasi Balap Liar
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
bengkalis

ISNJ Bengkalis Gelar Seminar Internasional Bersama Jabatan Bahasa Melayu di Universiti Fatoni Thaila
Senin, 4 Agustus 2025
Editor : | Penulis :
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

SUPERRIAU.COM

BENGKALIS -  Institut Syariah Negeri (ISN) Junjungan Bengkalis sukses menyelenggarakan Seminar Internasional bersama Jabatan Bahasa Melayu di Universiti Fatoni, Thailand, pada 4 Agustus 2025.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Dr. Ahmad Mahdari Waheno, SE selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Universiti Fatoni, dengan mengusung tema “Wakaf dan Perniagaan Pada Era Digital”. Dalam sambutannya, Dr. Ahmad Mahdari menekankan betapa pentingnya kolaborasi akademik lintas negara untuk menghadirkan inovasi dalam pengelolaan wakaf serta mengembangkan bisnis sosial yang berbasis teknologi digital.

Kata sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan Institut Syariah Negeri Junjungan Bengkalis, Dr. Khodijah Ishak, M.E.Sy. Beliau menjelaskan bahwa program kegiatan seminar internasional yang melibatkan dosen dan mahasiswa ISN Junjungan Bengkalis bersama Jabatan Bahasa Melayu Universiti Fatoni Thailand ini diselenggarakan dalam rangka melestarikan dan memperkenalkan kekayaan budaya Melayu serta mempererat hubungan antar kedua institusi. Selain itu, Dr. Khodijah juga menegaskan urgensi penguatan wakaf produktif sebagai penopang ekonomi umat, sekaligus memberikan dorongan kuat kepada mahasiswa untuk memanfaatkan peluang digital di sektor ekonomi syariah.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi wahana berbagi ilmu dan pengalaman mengenai pengelolaan wakaf dan perniagaan di era digital, tetapi juga menjadi momen penting untuk memperkuat sinergi budaya serta akademik antara Indonesia dan Thailand. Dengan semangat kolaborasi tersebut, seminar diharapkan dapat menghasilkan inovasi dan solusi nyata yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta memperkuat posisi ekonomi syariah dalam kancah digital global.

Tiga narasumber kompeten dihadirkan dalam seminar ini dari dua lembaga terkemuka. Muhammad Elsa Tomisa, M.E.Sy dari ISN Junjungan Bengkalis membawakan materi “Potensi Pengembangan Wakaf Produktif”, yang mengajak peserta menyoroti berbagai peluang dan tantangan dalam optimalisasi aset wakaf demi memberdayakan masyarakat melalui digitalisasi.

Sementara itu, Dr. Suraiya Chapakiya dari Jabatan Bahasa Universiti Fatoni Thailand menjelaskan tentang “Peranan Teknologi dalam Pengurusan Wakaf dan Pembangunan Perniagaan Sosial”. Beliau menekankan bagaimana teknologi dapat berperan penting dalam menciptakan transparansi serta akuntabilitas bagi pengelolaan wakaf.

Narasumber ketiga, Dr. Mashuri, M.E.Nv dari ISN Junjungan Bengkalis, menerangkan materi “Model Pengelolaan Wakaf Berbasis Digital” yang mengupas inovasi model-model digital dalam pengelolaan wakaf guna memaksimalkan manfaat sosial dan ekonomi masyarakat.

Antusiasme peserta seminar sangat tinggi. Diskusi berjalan interaktif serta menghasilkan berbagai rekomendasi strategis bagi pengembangan wakaf dan ekonomi syariah berbasis teknologi digital. Dengan terselenggaranya seminar internasional ini, diharapkan terwujud kolaborasi lebih erat antara kedua institusi dan tercipta inovasi nyata dalam pengelolaan wakaf serta pengembangan perniagaan sosial di era digital, untuk kemaslahatan umat dan masyarakat global.(Rilis)