'
19 Sya'ban 1447 H | Sabtu, 7 Februari 2026
×
/ pendidikan
109 Anak Siap Masuk Sekolah Rakyat Pekanbaru
| Selasa, 8 Juli 2025
Editor : | Penulis :

 Sekolah Rakyat di Kota Pekanbaru akhirnya siap beroperasi. Kabar gembira ini membawa harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang selama ini terhalang akses pendidikan.

Pada tahun ajaran 2025/2026 mendatang, sebanyak 109 calon peserta didik akan menjadi angkatan pertama yang merasakan pendidikan gratis di sekolah berasrama tersebut.

Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru, Dr H Idrus M.Ag, mengungkapkan bahwa mayoritas calon peserta didik berasal dari keluarga tidak mampu di Pekanbaru.

“Dari 109 calon peserta didik, sebanyak 76 anak merupakan warga Pekanbaru yang berasal dari keluarga kurang mampu,” jelas Idrus saat ditemui pada Senin (7/7/2025).

Selain itu, program ini juga membuka peluang bagi anak-anak di daerah sekitar. “Kemudian ditambah 33 orang lagi yang berasal dari kabupaten tetangga, yaitu Kampar, Siak, dan Pelalawan,” sambungnya.

Sekolah Rakyat bukan hanya sekadar sekolah gratis. Konsepnya yang berasrama dan terpadu membuat para siswa tidak hanya belajar akademik, tetapi juga dibina kemandirian dan karakter.

Meski antusiasme masyarakat sangat tinggi, hingga kini proses teknis pengoperasian sekolah masih menunggu kepastian dari pihak Sentra Abiseka.

“Jadi teknis kapan dimulainya belajar mengajar, itu langsung dari Sentra Abiseka. Mereka yang atur teknisnya,” tutur Idrus.

Namun begitu, Idrus memperkirakan bahwa kegiatan belajar mengajar bisa dimulai serentak dengan sekolah-sekolah lain di Pekanbaru.

“Kalau bisa, kita berharap bisa mulai bersamaan dengan SD dan SMP negeri, yang dijadwalkan masuk tanggal 14 Juli,” harapnya.

Idrus menegaskan, Sekolah Rakyat memang dirancang agar menjadi jalan keluar bagi keluarga yang kesulitan membiayai pendidikan anak.

Melalui skema berasrama, anak-anak tidak hanya dijamin gratis biaya sekolah, tetapi juga biaya makan, tempat tinggal, hingga perlengkapan belajar.

Langkah ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) No 8 Tahun 2025 tentang pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

“Sekolah Rakyat di Pekanbaru ini adalah wujud nyata dari upaya kita untuk memutus rantai kemiskinan,” kata Idrus penuh keyakinan.

Ia menambahkan, setiap anak yang diterima akan mendapatkan perhatian khusus, agar bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

“Kalau anak-anak ini berhasil, ke depannya mereka bisa membantu keluarganya keluar dari lingkaran kemiskinan,” tambahnya.

Sekolah Rakyat di Pekanbaru akan membuka jenjang SD, SMP, hingga SMA. Semua fasilitas disediakan negara, sehingga anak-anak hanya perlu membawa semangat dan tekad untuk belajar.

Konsep sekolah berasrama ini diharapkan mampu membentuk generasi yang mandiri dan berdaya saing. Selain ilmu akademik, anak-anak juga akan diajarkan keterampilan hidup dan nilai-nilai kebangsaan.

Selain di Pekanbaru, Sekolah Rakyat juga akan dibuka di beberapa kota lain sebagai bagian dari gerakan nasional. Namun, keberadaan Sekolah Rakyat di Pekanbaru menjadi salah satu pilot project yang sangat dinanti.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas. Banyak orang tua yang merasa lega sekaligus terharu karena akhirnya anak-anak mereka mendapatkan kesempatan yang sama untuk menggapai masa depan.

Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan tidak ada lagi anak-anak yang harus putus sekolah hanya karena faktor biaya. Sekolah Rakyat bukan sekadar gedung atau program bantuan sosial biasa. Ia adalah simbol harapan baru bagi ribuan keluarga yang bermimpi mengangkat derajat melalui pendidikan.

Dengan dimulainya Sekolah Rakyat, masa depan cerah kini terbuka lebar. Dan seperti kata Idrus, “Semoga ini menjadi langkah awal yang bisa mengubah banyak nasib, satu anak, satu keluarga, satu masa depan sekaligus.” 

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
pendidikan

109 Anak Siap Masuk Sekolah Rakyat Pekanbaru
Selasa, 8 Juli 2025
Editor : | Penulis :
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

 Sekolah Rakyat di Kota Pekanbaru akhirnya siap beroperasi. Kabar gembira ini membawa harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang selama ini terhalang akses pendidikan.

Pada tahun ajaran 2025/2026 mendatang, sebanyak 109 calon peserta didik akan menjadi angkatan pertama yang merasakan pendidikan gratis di sekolah berasrama tersebut.

Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru, Dr H Idrus M.Ag, mengungkapkan bahwa mayoritas calon peserta didik berasal dari keluarga tidak mampu di Pekanbaru.

“Dari 109 calon peserta didik, sebanyak 76 anak merupakan warga Pekanbaru yang berasal dari keluarga kurang mampu,” jelas Idrus saat ditemui pada Senin (7/7/2025).

Selain itu, program ini juga membuka peluang bagi anak-anak di daerah sekitar. “Kemudian ditambah 33 orang lagi yang berasal dari kabupaten tetangga, yaitu Kampar, Siak, dan Pelalawan,” sambungnya.

Sekolah Rakyat bukan hanya sekadar sekolah gratis. Konsepnya yang berasrama dan terpadu membuat para siswa tidak hanya belajar akademik, tetapi juga dibina kemandirian dan karakter.

Meski antusiasme masyarakat sangat tinggi, hingga kini proses teknis pengoperasian sekolah masih menunggu kepastian dari pihak Sentra Abiseka.

“Jadi teknis kapan dimulainya belajar mengajar, itu langsung dari Sentra Abiseka. Mereka yang atur teknisnya,” tutur Idrus.

Namun begitu, Idrus memperkirakan bahwa kegiatan belajar mengajar bisa dimulai serentak dengan sekolah-sekolah lain di Pekanbaru.

“Kalau bisa, kita berharap bisa mulai bersamaan dengan SD dan SMP negeri, yang dijadwalkan masuk tanggal 14 Juli,” harapnya.

Idrus menegaskan, Sekolah Rakyat memang dirancang agar menjadi jalan keluar bagi keluarga yang kesulitan membiayai pendidikan anak.

Melalui skema berasrama, anak-anak tidak hanya dijamin gratis biaya sekolah, tetapi juga biaya makan, tempat tinggal, hingga perlengkapan belajar.

Langkah ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) No 8 Tahun 2025 tentang pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

“Sekolah Rakyat di Pekanbaru ini adalah wujud nyata dari upaya kita untuk memutus rantai kemiskinan,” kata Idrus penuh keyakinan.

Ia menambahkan, setiap anak yang diterima akan mendapatkan perhatian khusus, agar bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

“Kalau anak-anak ini berhasil, ke depannya mereka bisa membantu keluarganya keluar dari lingkaran kemiskinan,” tambahnya.

Sekolah Rakyat di Pekanbaru akan membuka jenjang SD, SMP, hingga SMA. Semua fasilitas disediakan negara, sehingga anak-anak hanya perlu membawa semangat dan tekad untuk belajar.

Konsep sekolah berasrama ini diharapkan mampu membentuk generasi yang mandiri dan berdaya saing. Selain ilmu akademik, anak-anak juga akan diajarkan keterampilan hidup dan nilai-nilai kebangsaan.

Selain di Pekanbaru, Sekolah Rakyat juga akan dibuka di beberapa kota lain sebagai bagian dari gerakan nasional. Namun, keberadaan Sekolah Rakyat di Pekanbaru menjadi salah satu pilot project yang sangat dinanti.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas. Banyak orang tua yang merasa lega sekaligus terharu karena akhirnya anak-anak mereka mendapatkan kesempatan yang sama untuk menggapai masa depan.

Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan tidak ada lagi anak-anak yang harus putus sekolah hanya karena faktor biaya. Sekolah Rakyat bukan sekadar gedung atau program bantuan sosial biasa. Ia adalah simbol harapan baru bagi ribuan keluarga yang bermimpi mengangkat derajat melalui pendidikan.

Dengan dimulainya Sekolah Rakyat, masa depan cerah kini terbuka lebar. Dan seperti kata Idrus, “Semoga ini menjadi langkah awal yang bisa mengubah banyak nasib, satu anak, satu keluarga, satu masa depan sekaligus.”