'
19 Sya'ban 1447 H | Sabtu, 7 Februari 2026
×
/ pekanbaru
Kakanwil Kemenkumham Riau Berharap Warga Binaan Berubah Setelah Jalani Rehabilitasi
| Selasa, 26 November 2024
Editor : | Penulis : admin

Pekanbaru – Dalam upaya menekan angka penyalahgunaan narkoba, Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Pekanbaru telah melaksanakan program rehabilitasi sosial selama enam bulan terakhir. Program yang melibatkan 30 warga binaan ini telah menunjukkan hasil yang cukup signifikan, terlihat dari perubahan perilaku para peserta.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau, Budi Argap Situngkir, dalam penutupan program rehabilitasi sosial ini pada Selasa (26/11/2024) menyampaikan apresiasinya jajaran Lapas Perempuan Pekanbaru di bawah komando Kalapas Sri Astiana atas keberhasilan program ini. "Program rehabilitasi ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan upaya serius dalam mengubah hidup para warga binaan," ujar Budi.

Selama enam bulan, para peserta dibimbing oleh konselor dari Yayasan Gemuni. Mereka mengikuti berbagai kegiatan edukasi, seminar, dan konseling intensif untuk memahami dampak buruk narkoba serta membangun kesadaran akan pentingnya hidup sehat.

Kepala BNN Kota Pekanbaru, AKBP Wawan turut mengapresiasi program ini. "Kami optimis bahwa program rehabilitasi ini akan menghasilkan warga binaan yang benar-benar bersih dari kecanduan narkoba," ungkapnya. Wawan berharap para peserta dapat menjadi contoh bagi warga binaan lainnya dan tidak kembali ke jalan yang salah.

Pada kegiatan penutupan program rehabilitasi sosial ini tampak hadir Kepala Divisi Administrasi Johan Manurung, Kepala Divisi Pemasyarakatan Ricky Dwi Biantoro, dan Kepala UPT Pemasyarakatan se-Kota Pekanbaru.

Meskipun program ini telah berjalan dengan baik, masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah keterbatasan anggaran. Budi Argap mengakui bahwa dukungan anggaran untuk program rehabilitasi masih sangat minim. "Kami berharap BNN dan pemerintah daerah dapat memberikan dukungan lebih besar agar program ini dapat berjalan lebih optimal," ujarnya.

Budi juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat dalam membantu para mantan narapidana untuk beradaptasi kembali dengan kehidupan masyarakat. "Masyarakat harus memberikan kesempatan kedua bagi mereka untuk membuktikan bahwa mereka bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik," imbuhnya.

Budi juga mengajak para petugas pemasyarakatan untuk lebih proaktif dalam memberikan pembinaan kepada warga binaan. "Jangan hanya berfokus pada penjagaan, tetapi juga berikan perhatian dan kasih sayang kepada mereka," tegasnya.

 

Dengan berakhirnya program rehabilitasi ini, diharapkan para peserta dapat menjadi duta anti-narkoba di tengah masyarakat. Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas program rehabilitasi, sehingga semakin banyak warga binaan yang dapat sembuh dari kecanduan narkoba dan kembali ke kehidupan yang lebih baik.

 

Selain mengikuti program rehabilitasi, para warga binaan Lapas Perempuan Pekanbaru juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan pembinaan kerja. Kakanwil beserta rombongan menyempatkan diri untuk melihat langsung proses pembinaan kerja yang ada di Lapas Perempuan Pekanbaru. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah budidaya ikan lele. Dalam kunjungannya, Kakanwil secara simbolis melepaskan 1.500 bibit ikan lele ke kolam yang telah disiapkan.

 

Selain budidaya ikan lele, Lapas Perempuan Pekanbaru juga menawarkan berbagai program pembinaan kerja lainnya, seperti menjahit, merajut dan menyanting batik, salon, serta memasak aneka kue dan roti. Program-program ini tidak hanya bertujuan untuk mengisi waktu luang para warga binaan, tetapi juga untuk membekali mereka dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas dari masa pidana.

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
pekanbaru

Kakanwil Kemenkumham Riau Berharap Warga Binaan Berubah Setelah Jalani Rehabilitasi
Selasa, 26 November 2024
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Pekanbaru – Dalam upaya menekan angka penyalahgunaan narkoba, Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Pekanbaru telah melaksanakan program rehabilitasi sosial selama enam bulan terakhir. Program yang melibatkan 30 warga binaan ini telah menunjukkan hasil yang cukup signifikan, terlihat dari perubahan perilaku para peserta.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau, Budi Argap Situngkir, dalam penutupan program rehabilitasi sosial ini pada Selasa (26/11/2024) menyampaikan apresiasinya jajaran Lapas Perempuan Pekanbaru di bawah komando Kalapas Sri Astiana atas keberhasilan program ini. "Program rehabilitasi ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan upaya serius dalam mengubah hidup para warga binaan," ujar Budi.

Selama enam bulan, para peserta dibimbing oleh konselor dari Yayasan Gemuni. Mereka mengikuti berbagai kegiatan edukasi, seminar, dan konseling intensif untuk memahami dampak buruk narkoba serta membangun kesadaran akan pentingnya hidup sehat.

Kepala BNN Kota Pekanbaru, AKBP Wawan turut mengapresiasi program ini. "Kami optimis bahwa program rehabilitasi ini akan menghasilkan warga binaan yang benar-benar bersih dari kecanduan narkoba," ungkapnya. Wawan berharap para peserta dapat menjadi contoh bagi warga binaan lainnya dan tidak kembali ke jalan yang salah.

Pada kegiatan penutupan program rehabilitasi sosial ini tampak hadir Kepala Divisi Administrasi Johan Manurung, Kepala Divisi Pemasyarakatan Ricky Dwi Biantoro, dan Kepala UPT Pemasyarakatan se-Kota Pekanbaru.

Meskipun program ini telah berjalan dengan baik, masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah keterbatasan anggaran. Budi Argap mengakui bahwa dukungan anggaran untuk program rehabilitasi masih sangat minim. "Kami berharap BNN dan pemerintah daerah dapat memberikan dukungan lebih besar agar program ini dapat berjalan lebih optimal," ujarnya.

Budi juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat dalam membantu para mantan narapidana untuk beradaptasi kembali dengan kehidupan masyarakat. "Masyarakat harus memberikan kesempatan kedua bagi mereka untuk membuktikan bahwa mereka bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik," imbuhnya.

Budi juga mengajak para petugas pemasyarakatan untuk lebih proaktif dalam memberikan pembinaan kepada warga binaan. "Jangan hanya berfokus pada penjagaan, tetapi juga berikan perhatian dan kasih sayang kepada mereka," tegasnya.

 

Dengan berakhirnya program rehabilitasi ini, diharapkan para peserta dapat menjadi duta anti-narkoba di tengah masyarakat. Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas program rehabilitasi, sehingga semakin banyak warga binaan yang dapat sembuh dari kecanduan narkoba dan kembali ke kehidupan yang lebih baik.

 

Selain mengikuti program rehabilitasi, para warga binaan Lapas Perempuan Pekanbaru juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan pembinaan kerja. Kakanwil beserta rombongan menyempatkan diri untuk melihat langsung proses pembinaan kerja yang ada di Lapas Perempuan Pekanbaru. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah budidaya ikan lele. Dalam kunjungannya, Kakanwil secara simbolis melepaskan 1.500 bibit ikan lele ke kolam yang telah disiapkan.

 

Selain budidaya ikan lele, Lapas Perempuan Pekanbaru juga menawarkan berbagai program pembinaan kerja lainnya, seperti menjahit, merajut dan menyanting batik, salon, serta memasak aneka kue dan roti. Program-program ini tidak hanya bertujuan untuk mengisi waktu luang para warga binaan, tetapi juga untuk membekali mereka dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas dari masa pidana.