'
19 Sya'ban 1447 H | Sabtu, 7 Februari 2026
×
/ inhil
Penanganan Cepat Malaria di Inhil Petugas Lakukan Pengobatan dan Pencegahan
| Senin, 7 Oktober 2024
Editor : | Penulis : admin

Setelah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, dinyatakan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat wabah malaria, petugas gabungan dari berbagai instansi langsung bergerak cepat. 

Upaya penanganan dan pencegahan dilakukan dengan serius, termasuk pengobatan untuk warga yang terkena malaria.

"Selain pengobatan, petugas kami juga melakukan skrining dari desa ke desa, serta rumah-rumah warga. Kasus malaria di Inhil bervariasi, dari yang sedang, ringan, hingga tanpa gejala," ujar Penanggung Jawab Malaria Fungsional Epidemiologi Madya Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Musfardi Rustam, Senin (7/10/2024).

Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, menjadi daerah dengan kasus terbanyak. Sebagai langkah pencegahan, petugas membagikan kelambu kepada warga di desa tersebut. 

Selain itu, promosi kesehatan juga gencar dilakukan, memberikan edukasi tentang penyebab, penularan, dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

"Kami juga membagikan makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita, sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya tahan tubuh mereka," tambah Musfardi.

Status KLB ditetapkan sejak Rabu (02/09/2024) setelah kasus malaria di Inhil mencapai 42 kasus. Diharapkan dalam dua bulan ke depan, penyebaran malaria dapat dikendalikan sehingga masyarakat tidak lagi khawatir dengan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles ini.

"Dengan penetapan KLB, seluruh lintas sektor siap bekerja sama untuk menangani malaria di Inhil, khususnya di Desa Kuala Selat," tegas Musfardi.

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama di area yang bisa menjadi sarang nyamuk. 

"Kami memberikan rekomendasi kepada kepala desa dan camat untuk mengaktifkan kembali gotong royong membersihkan lingkungan. Genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk harus dibersihkan," jelasnya.

Musfardi juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan kelambu di rumah sebagai langkah pencegahan primer. Selain itu, ia menyarankan penggunaan obat nyamuk dan pelindung saat keluar rumah pada malam hari untuk mencegah gigitan nyamuk.

"Perubahan perilaku masyarakat sangat penting, terutama dalam penggunaan kelambu dan perlindungan diri. Ini adalah langkah utama untuk menghentikan penyebaran malaria," tutupnya. 

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
inhil

Penanganan Cepat Malaria di Inhil Petugas Lakukan Pengobatan dan Pencegahan
Senin, 7 Oktober 2024
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Setelah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, dinyatakan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat wabah malaria, petugas gabungan dari berbagai instansi langsung bergerak cepat. 

Upaya penanganan dan pencegahan dilakukan dengan serius, termasuk pengobatan untuk warga yang terkena malaria.

"Selain pengobatan, petugas kami juga melakukan skrining dari desa ke desa, serta rumah-rumah warga. Kasus malaria di Inhil bervariasi, dari yang sedang, ringan, hingga tanpa gejala," ujar Penanggung Jawab Malaria Fungsional Epidemiologi Madya Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Musfardi Rustam, Senin (7/10/2024).

Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, menjadi daerah dengan kasus terbanyak. Sebagai langkah pencegahan, petugas membagikan kelambu kepada warga di desa tersebut. 

Selain itu, promosi kesehatan juga gencar dilakukan, memberikan edukasi tentang penyebab, penularan, dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

"Kami juga membagikan makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita, sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya tahan tubuh mereka," tambah Musfardi.

Status KLB ditetapkan sejak Rabu (02/09/2024) setelah kasus malaria di Inhil mencapai 42 kasus. Diharapkan dalam dua bulan ke depan, penyebaran malaria dapat dikendalikan sehingga masyarakat tidak lagi khawatir dengan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles ini.

"Dengan penetapan KLB, seluruh lintas sektor siap bekerja sama untuk menangani malaria di Inhil, khususnya di Desa Kuala Selat," tegas Musfardi.

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama di area yang bisa menjadi sarang nyamuk. 

"Kami memberikan rekomendasi kepada kepala desa dan camat untuk mengaktifkan kembali gotong royong membersihkan lingkungan. Genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk harus dibersihkan," jelasnya.

Musfardi juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan kelambu di rumah sebagai langkah pencegahan primer. Selain itu, ia menyarankan penggunaan obat nyamuk dan pelindung saat keluar rumah pada malam hari untuk mencegah gigitan nyamuk.

"Perubahan perilaku masyarakat sangat penting, terutama dalam penggunaan kelambu dan perlindungan diri. Ini adalah langkah utama untuk menghentikan penyebaran malaria," tutupnya.