'
20 Sya'ban 1447 H | Minggu, 8 Februari 2026
×
/ pekanbaru
Anggaran Pendidikan Kota Pekanbaru Belum 20% Dari APBD,ini Kata Aidil Amri
| Rabu, 1 Maret 2023
Editor : | Penulis : admin

Komisi III DPRD Pekanbaru menggelar rapat (hearing) bersama Disdik Pekanbaru.Hearing ini membahas beberapa permasalahan yang ada di Dunia Pendidikan tersebut, diantaranya ialah, Gaji honor, BOS, Pembangunan 2 tempat sekolah,Ruang Kelas Baru ( RKB) dan lain sebagainya.

Selasa (28/2/2023) di ruang Komisi III DPRD.

Hearing dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Aidil Amri S Sos,dan dampingi anggota lainnya Hamdani SIP, Suherman dan Heri Kawi. Sementara dari Disdik, langsung dihadiri Kepala Disdik Pekanbaru DR Abdul Jamal, Sekretaris Muzailis, Kabid SMP Nurbaiti SPd MPd, serta bidang lainnya.

Diawal rapat,Kepala Disdik Pekanbaru DR Abdul Jamal memaparkan secara rinci, tentang potret pendidikan di Kota Pekanbaru ini.

Di jelaskan Jamal, sarana dan prasarana masih kurang (SDN dan SMPN). Kondisi ini terjadi karena Pemko masih kekurangan anggaran. Bahkan dari anggaran Disdik Pekanbaru tahun 2023 sebesar Rp 713 miliar, sudah termasuk semuanya. Mulai dari gaji, dana BOS hingga bantuan lainnya.

" Tahun ini kita bangun 2 tempat SMPN, dan penambahan RKB. Kemudian, ada beberapa tempat harus kita bangun lagi di 2024. Seperti di Marpoyan Damai, Kulim, Tenayan," Ujar Jamal. 


Saat ini ada beberapa wilayah masih kekurangan sekolah, terutama SMPN, pemerintah tetap memikirkan untuk mencarikan solusinya. Di sisi lain, jika pemerintah membangun semua sekolah, pada akhirnya nanti sekolah swasta bisa tutup.

"Sekarang sudah ada sekolah 5 swasta yang tutup. Intinya sekarang, kehadiran pemerintah sudah tinggi. Tapi di mana dibutuhkan zonasi, kita bangun. Sekarang untuk SDN, sudah terakomodir 70 persen, sedangkan SMPN sekitar 68 persen," terangnya.

Selain itu, tambah Jamal, pihaknya juga memaparkan mengenai persiapan PPDB yang sebentar lagi digelar. Untuk diketahui, sampaikan kapan pun PPDB ini pasti ada masalah. Karena tak semua siswa tak bisa diakomodir. Nanti kalau diakomodir semua, swasta akan tutup.

"Selanjutnya, kita paparkan juga mengenai status guru honorer. Pada November 2023 nanti, ada PP (Peraturan Pemerintah Kemenpan RB), bahwa tak ada lagi honorer. Sekarang yang terjadi guru honor dan komite masih banyak. Sekarang sudah didata, dan dibuatkan PMK (Peraturan Menteri Keuangan) nya. Besok itu hanya dua kategori guru saja, PNS dan PPPK," katanya.

Menanggapi hal itu,Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru Aidil Amri S Sos mengatakan bahwa, untuk kekurangan anggaran di Disdik, pihaknya dalam waktu dekat akan menemui Pj Wali Kota Muflihun, agar dicarikan solusinya.

Sebab hingga sekarang, anggaran pendidikan di Kota Pekanbaru tidak sampai 20 persen, sesuai amanat UU.

"Dari APBD Pekanbaru, belum penuh 20 persen. Kita akui, sekarang banyak sekolah yang tidak layak. Makanya perlu tambahan anggaran. Ini PR kami yang prioritas," sebutnya.

Lebih lanjut disampaikan, mengenai minimnya bantuan anggaran dari Pemprov Riau, sangat disayangkan Komisi III DPRD. Padahal, anggaran Silpa Pemprov itu besar, sekitar Rp 1 triliun. Kenapa tidak digunakan untuk bantuan pendidikan di Kota Pekanbaru.

"Setelah kita mendengar keluhan dari Disdik Pekanbaru, ternyata Pemprov Riau tak ada bantu untuk pendidikan kota Pekanbaru. Alasannya tak ada regulasinya. Sementara di sisi lain, pusat bisa membantu, kan tidak masuk akal Provinsi tak bisa membantu," tegasnya.

Secara keseluruhan, Komisi III DPRD sangat berterima kasih dengan Disdik Pekanbaru, yang sudah bisa menciptakan kondusifitas di internal, sekolah dan lainnya.kita juga apresiasi. Termasuk sosialisasi Kurikulum Merdeka. Alhamdulillah sudah mulai, kalau bisa secepatnya disosialisasikan sehingga siswa bisa ujian dengan Kurikulum Merdeka," 

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
pekanbaru

Anggaran Pendidikan Kota Pekanbaru Belum 20% Dari APBD,ini Kata Aidil Amri
Rabu, 1 Maret 2023
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Komisi III DPRD Pekanbaru menggelar rapat (hearing) bersama Disdik Pekanbaru.Hearing ini membahas beberapa permasalahan yang ada di Dunia Pendidikan tersebut, diantaranya ialah, Gaji honor, BOS, Pembangunan 2 tempat sekolah,Ruang Kelas Baru ( RKB) dan lain sebagainya.

Selasa (28/2/2023) di ruang Komisi III DPRD.

Hearing dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Aidil Amri S Sos,dan dampingi anggota lainnya Hamdani SIP, Suherman dan Heri Kawi. Sementara dari Disdik, langsung dihadiri Kepala Disdik Pekanbaru DR Abdul Jamal, Sekretaris Muzailis, Kabid SMP Nurbaiti SPd MPd, serta bidang lainnya.

Diawal rapat,Kepala Disdik Pekanbaru DR Abdul Jamal memaparkan secara rinci, tentang potret pendidikan di Kota Pekanbaru ini.

Di jelaskan Jamal, sarana dan prasarana masih kurang (SDN dan SMPN). Kondisi ini terjadi karena Pemko masih kekurangan anggaran. Bahkan dari anggaran Disdik Pekanbaru tahun 2023 sebesar Rp 713 miliar, sudah termasuk semuanya. Mulai dari gaji, dana BOS hingga bantuan lainnya.

" Tahun ini kita bangun 2 tempat SMPN, dan penambahan RKB. Kemudian, ada beberapa tempat harus kita bangun lagi di 2024. Seperti di Marpoyan Damai, Kulim, Tenayan," Ujar Jamal. 


Saat ini ada beberapa wilayah masih kekurangan sekolah, terutama SMPN, pemerintah tetap memikirkan untuk mencarikan solusinya. Di sisi lain, jika pemerintah membangun semua sekolah, pada akhirnya nanti sekolah swasta bisa tutup.

"Sekarang sudah ada sekolah 5 swasta yang tutup. Intinya sekarang, kehadiran pemerintah sudah tinggi. Tapi di mana dibutuhkan zonasi, kita bangun. Sekarang untuk SDN, sudah terakomodir 70 persen, sedangkan SMPN sekitar 68 persen," terangnya.

Selain itu, tambah Jamal, pihaknya juga memaparkan mengenai persiapan PPDB yang sebentar lagi digelar. Untuk diketahui, sampaikan kapan pun PPDB ini pasti ada masalah. Karena tak semua siswa tak bisa diakomodir. Nanti kalau diakomodir semua, swasta akan tutup.

"Selanjutnya, kita paparkan juga mengenai status guru honorer. Pada November 2023 nanti, ada PP (Peraturan Pemerintah Kemenpan RB), bahwa tak ada lagi honorer. Sekarang yang terjadi guru honor dan komite masih banyak. Sekarang sudah didata, dan dibuatkan PMK (Peraturan Menteri Keuangan) nya. Besok itu hanya dua kategori guru saja, PNS dan PPPK," katanya.

Menanggapi hal itu,Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru Aidil Amri S Sos mengatakan bahwa, untuk kekurangan anggaran di Disdik, pihaknya dalam waktu dekat akan menemui Pj Wali Kota Muflihun, agar dicarikan solusinya.

Sebab hingga sekarang, anggaran pendidikan di Kota Pekanbaru tidak sampai 20 persen, sesuai amanat UU.

"Dari APBD Pekanbaru, belum penuh 20 persen. Kita akui, sekarang banyak sekolah yang tidak layak. Makanya perlu tambahan anggaran. Ini PR kami yang prioritas," sebutnya.

Lebih lanjut disampaikan, mengenai minimnya bantuan anggaran dari Pemprov Riau, sangat disayangkan Komisi III DPRD. Padahal, anggaran Silpa Pemprov itu besar, sekitar Rp 1 triliun. Kenapa tidak digunakan untuk bantuan pendidikan di Kota Pekanbaru.

"Setelah kita mendengar keluhan dari Disdik Pekanbaru, ternyata Pemprov Riau tak ada bantu untuk pendidikan kota Pekanbaru. Alasannya tak ada regulasinya. Sementara di sisi lain, pusat bisa membantu, kan tidak masuk akal Provinsi tak bisa membantu," tegasnya.

Secara keseluruhan, Komisi III DPRD sangat berterima kasih dengan Disdik Pekanbaru, yang sudah bisa menciptakan kondusifitas di internal, sekolah dan lainnya.kita juga apresiasi. Termasuk sosialisasi Kurikulum Merdeka. Alhamdulillah sudah mulai, kalau bisa secepatnya disosialisasikan sehingga siswa bisa ujian dengan Kurikulum Merdeka,"