'
21 Sya'ban 1447 H | Senin, 9 Februari 2026
×
/ kuansing
Kunjungi ODGJ yang dipasung, Kapolsek LTD Sampaikan Pesan ini Kepada Keluarganya
| Jumat, 24 Februari 2023
Editor : | Penulis : 1admin

Kunjungi ODGJ yang dipasung, Kapolsek Logas Tanah Darat sampaikan pesan ini kepada keluarganya

Kuansing- Kapolsek Logas Tanah Darat (LTD) Kuantan Singingi (Kuansing) Iptu Dodi Hajri didampingi Babhinkamtibmas Aiptu Iswadi dan sejumlah anggota Polsek Logas Tanah Darat mendatangi kediaman keluarga penderita Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dipasung di Dusun 1 Desa Perhentian Luas Kecamatan Logas Tanah Darat. 

Ketika dijumpai di kediamannya, pria penderita ODGJ yang diketahui bernama Hasan (40) tersebut terlihat memperihatinkan dengan kondisi kaki kanan terpasung, rambut panjang yang sudah menggumbal serta kuku kaki dan tangan yang sudah panjang. 

"Kondisi Hasan sangat memprihatinkan, kaki kanannya terpasung di kayu. Rambutnya juga sudah sangat panjang dan sudah menggimbal. Selain itu juga kuku kaki dan tangannya sudah panjang" Ujar Kapolsek Dodi

Hasan pria penderita ODGJ tersebut dipasung disebuah bangunan tanpa dinding dibelakang rumah orang tuanya, disana Hasan sendiri tanpa mengenakkan baju dan terlihat ada selembar kain untuk penutup bagian pusar kebawah. 

Mengawali perbincangannya dengan Hasan, Kapolsek memberikan sebotol susu dan beberapa potong roti kepada Hasan, sehingga Hasan yang awalnya pasang muka marah menjadi tersenyum dan menerima kehadiran Kapolsek Logas Tanah Darat. 

Kapolsek menanyakan nama, umur dan dimana Hasan dulu sekolah. Selain itu juga Kapolsek menanyakan apakah Hasan ingin sembuh dan Kapolsek menyampaikan niat untuk membawa Hasan berobat ke Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru. 

Dari beberapa pertanyaan yang diajukan Kapolsek tersebut, Hasan dapat menjawabnya dengan benar dan menjawab kalau dirinya ingin sembuh serta bersedia dibawa ke Pekanbaru untuk berobat sambil menunjuk ke arah perutnya yang katanya sedang sakit. 

Usai berbincang-bincang dengan Hasan, Kapolsek menemui kakak kandung Hasan. Kakak kandung Hasan menjelaskan bahwa gangguan jiwa Hasan mulai muncul sejak duduk di kelas 3 (tiga) STM ketika magang di Pekanbaru. Kantor tempat Hasan magang waktu itu menghubungi keluarga kalau Hasan sakit di Pekanbaru. Kemudian keluarga menjemput dan membawa Hasan pulang ke kampung. 

"Hasan sempat dirawat di RSJ Tampan, sembuh untuk beberapa saat namun kambuh lagi karena gak mau minum obat" Ucap Kapolsek menirukan keterangan kakak Hasan. 

Sejak 4 tahun terakhir Hasan terpaksa dipasung karena dianggap membahayakan diri sendiri dan orang lain. Apabila kumat Dia selalu mengganggu ketentraman warga sekitar (suka mengamuk dan melempar benda-benda yang ada disekitarnya).

Di hadapan ibu dan kakak kandung Hasan, Kapolsek memberikan pengertian bahwa Hasan tidak boleh dipasung. Karena bagaimanapun pasung itu adalah melanggar undang-undang. Pemasungan bukanlah tindakan yang benar, justru sebaliknya akan memperburuk keadaan ODGJ itu sendiri. 

Pada kesempatan tersebut Kapolsek menyampaikan niatnya bersama Puskesmas ingin membawa Hasan berobat ke RSJ Tampan Pekanbaru bersama. 

Pihak keluarga juga tidak keberatan kalau Hasan kembali dibawa berobat dan berharap Hasan dapat sembuh kembali.

"Alhamdulillah, ibu dan kakak Hasan mengizinkan Hasan untuk mendapat perawatan yang layak di RSJ Tampan Pekanbaru. Insyaa Allah, nanti kami akan berkunjung lagi dengan membawa pihak Puskesmas Perhentian Luas, akan kita buka pasungan di kaki Hasan yang sudah terpasang sejak 4 tahun lalu," pungkasnya.

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
kuansing

Kunjungi ODGJ yang dipasung, Kapolsek LTD Sampaikan Pesan ini Kepada Keluarganya
Jumat, 24 Februari 2023
Editor : | Penulis : 1admin
Kunjungi ODGJ yang dipasung, Kapolsek Logas Tanah Darat sampaikan pesan ini kepada keluarganya
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Kuansing- Kapolsek Logas Tanah Darat (LTD) Kuantan Singingi (Kuansing) Iptu Dodi Hajri didampingi Babhinkamtibmas Aiptu Iswadi dan sejumlah anggota Polsek Logas Tanah Darat mendatangi kediaman keluarga penderita Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dipasung di Dusun 1 Desa Perhentian Luas Kecamatan Logas Tanah Darat. 

Ketika dijumpai di kediamannya, pria penderita ODGJ yang diketahui bernama Hasan (40) tersebut terlihat memperihatinkan dengan kondisi kaki kanan terpasung, rambut panjang yang sudah menggumbal serta kuku kaki dan tangan yang sudah panjang. 

"Kondisi Hasan sangat memprihatinkan, kaki kanannya terpasung di kayu. Rambutnya juga sudah sangat panjang dan sudah menggimbal. Selain itu juga kuku kaki dan tangannya sudah panjang" Ujar Kapolsek Dodi

Hasan pria penderita ODGJ tersebut dipasung disebuah bangunan tanpa dinding dibelakang rumah orang tuanya, disana Hasan sendiri tanpa mengenakkan baju dan terlihat ada selembar kain untuk penutup bagian pusar kebawah. 

Mengawali perbincangannya dengan Hasan, Kapolsek memberikan sebotol susu dan beberapa potong roti kepada Hasan, sehingga Hasan yang awalnya pasang muka marah menjadi tersenyum dan menerima kehadiran Kapolsek Logas Tanah Darat. 

Kapolsek menanyakan nama, umur dan dimana Hasan dulu sekolah. Selain itu juga Kapolsek menanyakan apakah Hasan ingin sembuh dan Kapolsek menyampaikan niat untuk membawa Hasan berobat ke Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru. 

Dari beberapa pertanyaan yang diajukan Kapolsek tersebut, Hasan dapat menjawabnya dengan benar dan menjawab kalau dirinya ingin sembuh serta bersedia dibawa ke Pekanbaru untuk berobat sambil menunjuk ke arah perutnya yang katanya sedang sakit. 

Usai berbincang-bincang dengan Hasan, Kapolsek menemui kakak kandung Hasan. Kakak kandung Hasan menjelaskan bahwa gangguan jiwa Hasan mulai muncul sejak duduk di kelas 3 (tiga) STM ketika magang di Pekanbaru. Kantor tempat Hasan magang waktu itu menghubungi keluarga kalau Hasan sakit di Pekanbaru. Kemudian keluarga menjemput dan membawa Hasan pulang ke kampung. 

"Hasan sempat dirawat di RSJ Tampan, sembuh untuk beberapa saat namun kambuh lagi karena gak mau minum obat" Ucap Kapolsek menirukan keterangan kakak Hasan. 

Sejak 4 tahun terakhir Hasan terpaksa dipasung karena dianggap membahayakan diri sendiri dan orang lain. Apabila kumat Dia selalu mengganggu ketentraman warga sekitar (suka mengamuk dan melempar benda-benda yang ada disekitarnya).

Di hadapan ibu dan kakak kandung Hasan, Kapolsek memberikan pengertian bahwa Hasan tidak boleh dipasung. Karena bagaimanapun pasung itu adalah melanggar undang-undang. Pemasungan bukanlah tindakan yang benar, justru sebaliknya akan memperburuk keadaan ODGJ itu sendiri. 

Pada kesempatan tersebut Kapolsek menyampaikan niatnya bersama Puskesmas ingin membawa Hasan berobat ke RSJ Tampan Pekanbaru bersama. 

Pihak keluarga juga tidak keberatan kalau Hasan kembali dibawa berobat dan berharap Hasan dapat sembuh kembali.

"Alhamdulillah, ibu dan kakak Hasan mengizinkan Hasan untuk mendapat perawatan yang layak di RSJ Tampan Pekanbaru. Insyaa Allah, nanti kami akan berkunjung lagi dengan membawa pihak Puskesmas Perhentian Luas, akan kita buka pasungan di kaki Hasan yang sudah terpasang sejak 4 tahun lalu," pungkasnya.