'
19 Sya'ban 1447 H | Sabtu, 7 Februari 2026
×
/ siak
Wao, Gajah Liar di Riau Dipasang GPS Collar?
| Senin, 6 Februari 2023
Editor : | Penulis : admin

Untuk mencegah konflik antara manusia dan gajah liar yang sering terjadi di Provinsi Riau, tiga gajah liar dipasang Geograpics Positioning System (GPS) Collar.

Tiga gajah liar yang dipasangi GPS Collar masing-masing berusia 45 tahun. Gajah pertama memiliki berat badan 3.765 kg. Melahirkan satu bayi gajah betina berusia lebih kurang 3 bulan. 

Kemudian, ada pula gajah betina dewasa yang diperkirakan sedang hamil dengan estimasi berat badan lebih kurang 2 ton 2.067 kg. Lalu satu gajah lagi berusia sekitar 35 tahun dengan berat badan 3.514 kg.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Genman S Hasibuan menjelaskan, pemasangan GPS Collar ini bertujuan meminimalisir interaksi negatif manusia dan satwa liar gajah sumatera.

"Tiga gajah liar yang dipasang GPS Collar ini dari sub populasi Petapahan, Balai Raja dan Giam Siak Kecil Provinsi Riau," jelas Kepala BKSDA Riau, Senin (6/2/2023).

Tujuannya, setelah pemasangan GPS Collar pihaknya akan dapat mengetahui pergerakan gajah dalam selang waktu tertentu, sehingga bisa berfungsi sebagai salah satu upaya early warning system mitigasi interaksi negatif gajah liar. 

"Pemasangan GPS ini agar upaya antisipasi dini bisa dilakukan dengan cara penggiringan gajah liar kembali ke dalam kawasan hutan sebagai habitatnya. Sehingga diharapkan tidak sampai memberikan dampak negatif terhadap masyarakat," jelas Genman.

Pemasangan tiga GPS itu, dilakukan sejak 21 Januari 2023 hingga 2 Februari 2023. Namun, sebelum dipasang, pihaknya terlebih dahulu melakukan beberapa tahapan seperti sosialisasi dan edukasi manfaat GPS Collar kepada perwakilan para pihak dan masyarakat yang sering dilalui gajah liar.

Kemudian, juga menggelar rapat persiapan, survey keberadaan kelompok gajah target serta pengkondisian Tim pelaksana dan peralatan.

Sedangkan, proses pemasangan GPS ini dilakukan perawat gajah dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas. "GPS ini dipasang tim yang sudah berpengalaman dalam penanganan gajah liar dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau," ujarnya.

Maka, fungsi GPS Collar yang dipasang nantinya akan berfungsi maksimal sebagai sarana mitigasi interaksi negatif gajah liar.

Sehingga, apabila kesadaran dan kerjasama masyarakat yang terdampak dalam melakukan penggiringan gajah liar secara mandiri ke dalam kawasan hutan sebagai habitatnya terbangun dengan baik.

"Terkait fungsi GPS Collar ini, ke depannya tetap diperlukan peran para pihak terkait dalam membina dan mendampingi masyarakat terdampak," ucap Genman. 

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
siak

Wao, Gajah Liar di Riau Dipasang GPS Collar?
Senin, 6 Februari 2023
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Untuk mencegah konflik antara manusia dan gajah liar yang sering terjadi di Provinsi Riau, tiga gajah liar dipasang Geograpics Positioning System (GPS) Collar.

Tiga gajah liar yang dipasangi GPS Collar masing-masing berusia 45 tahun. Gajah pertama memiliki berat badan 3.765 kg. Melahirkan satu bayi gajah betina berusia lebih kurang 3 bulan. 

Kemudian, ada pula gajah betina dewasa yang diperkirakan sedang hamil dengan estimasi berat badan lebih kurang 2 ton 2.067 kg. Lalu satu gajah lagi berusia sekitar 35 tahun dengan berat badan 3.514 kg.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Genman S Hasibuan menjelaskan, pemasangan GPS Collar ini bertujuan meminimalisir interaksi negatif manusia dan satwa liar gajah sumatera.

"Tiga gajah liar yang dipasang GPS Collar ini dari sub populasi Petapahan, Balai Raja dan Giam Siak Kecil Provinsi Riau," jelas Kepala BKSDA Riau, Senin (6/2/2023).

Tujuannya, setelah pemasangan GPS Collar pihaknya akan dapat mengetahui pergerakan gajah dalam selang waktu tertentu, sehingga bisa berfungsi sebagai salah satu upaya early warning system mitigasi interaksi negatif gajah liar. 

"Pemasangan GPS ini agar upaya antisipasi dini bisa dilakukan dengan cara penggiringan gajah liar kembali ke dalam kawasan hutan sebagai habitatnya. Sehingga diharapkan tidak sampai memberikan dampak negatif terhadap masyarakat," jelas Genman.

Pemasangan tiga GPS itu, dilakukan sejak 21 Januari 2023 hingga 2 Februari 2023. Namun, sebelum dipasang, pihaknya terlebih dahulu melakukan beberapa tahapan seperti sosialisasi dan edukasi manfaat GPS Collar kepada perwakilan para pihak dan masyarakat yang sering dilalui gajah liar.

Kemudian, juga menggelar rapat persiapan, survey keberadaan kelompok gajah target serta pengkondisian Tim pelaksana dan peralatan.

Sedangkan, proses pemasangan GPS ini dilakukan perawat gajah dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas. "GPS ini dipasang tim yang sudah berpengalaman dalam penanganan gajah liar dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau," ujarnya.

Maka, fungsi GPS Collar yang dipasang nantinya akan berfungsi maksimal sebagai sarana mitigasi interaksi negatif gajah liar.

Sehingga, apabila kesadaran dan kerjasama masyarakat yang terdampak dalam melakukan penggiringan gajah liar secara mandiri ke dalam kawasan hutan sebagai habitatnya terbangun dengan baik.

"Terkait fungsi GPS Collar ini, ke depannya tetap diperlukan peran para pihak terkait dalam membina dan mendampingi masyarakat terdampak," ucap Genman.