'
20 Sya'ban 1447 H | Minggu, 8 Februari 2026
×
/ kuansing
Maraknya Kasus Pelecehan Seksual Di Kuansing, Aktivis Riau Soroti Kinerja Dinas P2KBP3A
| Sabtu, 4 Februari 2023
Editor : | Penulis : 1

Maraknya Kasus Pelecehan Seksual Di Kuansing, Aktivis Riau Soroti Kinerja Dinas P2KBP3A

Aktivis Riau Alhamdi Fikri Mahasiswa Universitas Islam Riau, asal Kab. Kuantan Singingi menilai selama tahun 2022 lalu, banyak terjadi pelecehan seksual terhadap anak. Sepanjang tahun 2022 saja kita selalu mendengar di media setiap bulannya ada saja kasus-kasus seperti ini, bahkan penutup tahun 2022 dan pembuka tahun 2023 kita disuguhkan dengan pelecehan seksual terhadap anak di Desa Sungai Bawang Kecamatan Singingi. 

Pemerintah Daerah dan Masyarakat harus menjadikan ini isu bersama. Saat ini banyak kasus pelecehan seksual menimpa para anak, dan itu banyak yang luput dari perhatian maupun lambat penanganannya". Ujar fikri

Namun kenyataannya Upaya, Aksi, dan Regulasi Pemerintah Daerah dalam hal Mitigasi maupun penanganan trauma anak pasca kejadian tidak terlihat sampai saat ini.

Yang kita lihat hari ini, Pemerintah Daerah tidak ada pergerakannya dalam penanganan kasus pelecehan ini, pelaku di tangkap oleh pihak kepolisian dan setelah itu kembali hening, kita tidak mendengar adanya pendampingan terhadap korban kekerasan tersebut, padahal selain menangkap pelaku, para korban juga tidak kalah penting untuk mendapatkan pendampingan baik itu dari Psikologis, pengalihan ke rumah aman.

Dari kasus-kasus yang terjadi pada saat ini, dan juga melihat kondisi pelecehan terhadap anak masih bisa di katakan belum ada pengurangan jumlah kasus, maka dari itu fikri juga sedikit memberikan saran terhadap lembaga yang terkait untuk melaksanakan program untuk meminimalisir kejadian serupa.

"Saya berniat untuk berdialog bersama Pemerintah Daerah Kab. Kuantan Singingi dalam hal ini instansi terkait yang menangani kasus ini yaitu Dinas Pengendalian Penduduk keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kuantan Singingi dimna ada DP2TP2A sebagai unsur dinas tersebut, semoga saja ada forum yang bisa mewadahi kami". Ujarnya.

Upaya pencegahan dan solusi dalam penanganan kasus ini dari dinas DP2KBP3A mungkin saja sudah ada namun tidak terlihat solusi yang di munculkan secara signifikan, maka dari itu fikri memberikan saran untuk melakukan beberapa program pencegahannya.

"Pada tahun 2022 kuansing adalah satu satunya kabupaten yang tidak mendapatkan penghargaan kabupaten/kota Layak Anak di Provinsi Riau, maka dari itu saya memberi saran kepada pemkab kuansing atau dinas terkait untuk dapat segera membuat perda tentang kota layak anak, yang mana di dalam perda tersebut ada regulasi terhadap mitigasi, aksi, dan penanganan terhadap pelecehan seksual pada anak yang akan menjadikan kuansing sebagai klaster Kota Layak Anak". Tutup fikri.

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
kuansing

Maraknya Kasus Pelecehan Seksual Di Kuansing, Aktivis Riau Soroti Kinerja Dinas P2KBP3A
Sabtu, 4 Februari 2023
Editor : | Penulis : 1
Maraknya Kasus Pelecehan Seksual Di Kuansing, Aktivis Riau Soroti Kinerja Dinas P2KBP3A
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Aktivis Riau Alhamdi Fikri Mahasiswa Universitas Islam Riau, asal Kab. Kuantan Singingi menilai selama tahun 2022 lalu, banyak terjadi pelecehan seksual terhadap anak. Sepanjang tahun 2022 saja kita selalu mendengar di media setiap bulannya ada saja kasus-kasus seperti ini, bahkan penutup tahun 2022 dan pembuka tahun 2023 kita disuguhkan dengan pelecehan seksual terhadap anak di Desa Sungai Bawang Kecamatan Singingi. 

Pemerintah Daerah dan Masyarakat harus menjadikan ini isu bersama. Saat ini banyak kasus pelecehan seksual menimpa para anak, dan itu banyak yang luput dari perhatian maupun lambat penanganannya". Ujar fikri

Namun kenyataannya Upaya, Aksi, dan Regulasi Pemerintah Daerah dalam hal Mitigasi maupun penanganan trauma anak pasca kejadian tidak terlihat sampai saat ini.

Yang kita lihat hari ini, Pemerintah Daerah tidak ada pergerakannya dalam penanganan kasus pelecehan ini, pelaku di tangkap oleh pihak kepolisian dan setelah itu kembali hening, kita tidak mendengar adanya pendampingan terhadap korban kekerasan tersebut, padahal selain menangkap pelaku, para korban juga tidak kalah penting untuk mendapatkan pendampingan baik itu dari Psikologis, pengalihan ke rumah aman.

Dari kasus-kasus yang terjadi pada saat ini, dan juga melihat kondisi pelecehan terhadap anak masih bisa di katakan belum ada pengurangan jumlah kasus, maka dari itu fikri juga sedikit memberikan saran terhadap lembaga yang terkait untuk melaksanakan program untuk meminimalisir kejadian serupa.

"Saya berniat untuk berdialog bersama Pemerintah Daerah Kab. Kuantan Singingi dalam hal ini instansi terkait yang menangani kasus ini yaitu Dinas Pengendalian Penduduk keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kuantan Singingi dimna ada DP2TP2A sebagai unsur dinas tersebut, semoga saja ada forum yang bisa mewadahi kami". Ujarnya.

Upaya pencegahan dan solusi dalam penanganan kasus ini dari dinas DP2KBP3A mungkin saja sudah ada namun tidak terlihat solusi yang di munculkan secara signifikan, maka dari itu fikri memberikan saran untuk melakukan beberapa program pencegahannya.

"Pada tahun 2022 kuansing adalah satu satunya kabupaten yang tidak mendapatkan penghargaan kabupaten/kota Layak Anak di Provinsi Riau, maka dari itu saya memberi saran kepada pemkab kuansing atau dinas terkait untuk dapat segera membuat perda tentang kota layak anak, yang mana di dalam perda tersebut ada regulasi terhadap mitigasi, aksi, dan penanganan terhadap pelecehan seksual pada anak yang akan menjadikan kuansing sebagai klaster Kota Layak Anak". Tutup fikri.