'
20 Sya'ban 1447 H | Minggu, 8 Februari 2026
×
/ pekanbaru
Ketua FPII Provinsi Riau Mengutuk Keras Tindakan Penganiayaan Terhadap Wartawan
| Sabtu, 8 Oktober 2022
Editor : | Penulis : admin

 


Pekanbaru-Riau - Kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi. Kali ini kekerasan terhadap Wartawan terjadi di kota Pekanbaru, kekerasan itu terjadi jumat tanggal 7 oktober sekitar jam 20'10 wib di salah satu kafe jalan rajawali kecamatan sukajadi terhadap Miftahul Syamsir Pemred Riauwicara.com.

Kekerasan terhadap wartawan ini diduga  terkait pemberitaan yang memberitakan terkait kinerja Pemerintah Kota Pekanbaru, 

Terjadinya kembali penganiayaan terhadap wartawan ini menjadi catatan buruk bagi Bangsa Indonesia, karna kita tau bahwa Pers yang memiliki fungsi menyampaikan dan menyebarkan informasi cenderung lebih dipercaya masyarakat dan akan menjadi pandangan umum suatu perkara atau peristiwa, maka ketika kebebasan Pers dirampas, negara harus bertanggung jawab dan segera mengambil tindakan, karna negara wajib menjunjung tinggi hukum. 

Demo Sumarak Sigalingging Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Provinsi Riau yang datang langsung menjenguk korban yang di rawat di rumah sakit Santa Maria mendapatkan keterangan langsung dari korban terkait penganiayaan terhadap dirinya. 

Dalam pengakuanya, Miftahul Syamsir sebagai korban mengatakan kejadian berawal saat orang yang mengatasnamakan simpatisan PJ Walikota Pekanbaru menanyakan terkait pemberitaan yang diterbitkan oleh korban, orang-orang yang mengatasnamakan simpatisan Pj Walikota Pekanbaru mengatakan kepada korban bahwa Dia merasa tidak senang dengan pemberitaan tersebut, korban yang merasa beritanya sudah sesuai KEJ merasa tidak ada yang salah dengan berita yang diterbitkan, saat korban memberikan jawaban tersebut, Orang-orang yang mengatasnamakan simpatisan Pj Walikota pekanbaru tersebut langsung melakukan pemukulan dan pengeroyokan terhadap Pemred Riauwicara.com tersebut.

Masih saat berbincang dengan Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Provinsi Riau terkait penganiayan yang dialaminya, dalam keadaan terbaring lemah Miftahul Syamsir dengan suara pelan dan terlihat sambil menahan rasa sakit mengatakan meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera mengusut kasus penganiayaan terhadap dirinya. 

Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) saat di wawancarai awak media mengatakan mengutuk keras terkait penganiayaan terhadap Wartawan, Sigalingging  minta agar aparat penegak hukum segera menangkap pelaku dan mengusut tuntas kasus penganiayaan terhadap wartawan yang terjadi dikota Pekanbaru ini, Sigalingging juga mengatakan adanya kejadian ini adalah bentuk dari penghalangan kerja wartawan yang kita tau sebagai pilar ke empat Demokrasi yang dilindungi Undang-undang, dan yang akan mengangkat semangat perjuangan pergerakan Nasional.

Lebih lanjut Sigalingginging mengatakan Pers sebagai pilar ke empat Demokrasi adalah salah satu tonggak dalam pembangunan dan kemajuan Bangsa, Saya meminta aparat penegak hukum agar benar-benar bekerja dengan benar dalam kasus ini, karna kita tau kejadian penganiayaan terhadap wartawan bukan kali ini terjadi, jadi saya berharap pihak kepolisian dengan kehebatan intelijennya dapat mengungkap kasus ini, dan memproses sesuai dengan hukum yang berlaku, agar tidak ada lagi penganiayan terhadap wartawan. Diakhir penyampaiannya, Sigalingging mengatakan Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Provinsi Riau akan mengawal kasus ini, FPII berharap  jangan ada lagi yang menggunakan cara-cara premanisme guna menghambat kerja wartawan dalam memberikan informasi kepada publik.

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
pekanbaru

Ketua FPII Provinsi Riau Mengutuk Keras Tindakan Penganiayaan Terhadap Wartawan
Sabtu, 8 Oktober 2022
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

 


Pekanbaru-Riau - Kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi. Kali ini kekerasan terhadap Wartawan terjadi di kota Pekanbaru, kekerasan itu terjadi jumat tanggal 7 oktober sekitar jam 20'10 wib di salah satu kafe jalan rajawali kecamatan sukajadi terhadap Miftahul Syamsir Pemred Riauwicara.com.

Kekerasan terhadap wartawan ini diduga  terkait pemberitaan yang memberitakan terkait kinerja Pemerintah Kota Pekanbaru, 

Terjadinya kembali penganiayaan terhadap wartawan ini menjadi catatan buruk bagi Bangsa Indonesia, karna kita tau bahwa Pers yang memiliki fungsi menyampaikan dan menyebarkan informasi cenderung lebih dipercaya masyarakat dan akan menjadi pandangan umum suatu perkara atau peristiwa, maka ketika kebebasan Pers dirampas, negara harus bertanggung jawab dan segera mengambil tindakan, karna negara wajib menjunjung tinggi hukum. 

Demo Sumarak Sigalingging Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Provinsi Riau yang datang langsung menjenguk korban yang di rawat di rumah sakit Santa Maria mendapatkan keterangan langsung dari korban terkait penganiayaan terhadap dirinya. 

Dalam pengakuanya, Miftahul Syamsir sebagai korban mengatakan kejadian berawal saat orang yang mengatasnamakan simpatisan PJ Walikota Pekanbaru menanyakan terkait pemberitaan yang diterbitkan oleh korban, orang-orang yang mengatasnamakan simpatisan Pj Walikota Pekanbaru mengatakan kepada korban bahwa Dia merasa tidak senang dengan pemberitaan tersebut, korban yang merasa beritanya sudah sesuai KEJ merasa tidak ada yang salah dengan berita yang diterbitkan, saat korban memberikan jawaban tersebut, Orang-orang yang mengatasnamakan simpatisan Pj Walikota pekanbaru tersebut langsung melakukan pemukulan dan pengeroyokan terhadap Pemred Riauwicara.com tersebut.

Masih saat berbincang dengan Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Provinsi Riau terkait penganiayan yang dialaminya, dalam keadaan terbaring lemah Miftahul Syamsir dengan suara pelan dan terlihat sambil menahan rasa sakit mengatakan meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera mengusut kasus penganiayaan terhadap dirinya. 

Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) saat di wawancarai awak media mengatakan mengutuk keras terkait penganiayaan terhadap Wartawan, Sigalingging  minta agar aparat penegak hukum segera menangkap pelaku dan mengusut tuntas kasus penganiayaan terhadap wartawan yang terjadi dikota Pekanbaru ini, Sigalingging juga mengatakan adanya kejadian ini adalah bentuk dari penghalangan kerja wartawan yang kita tau sebagai pilar ke empat Demokrasi yang dilindungi Undang-undang, dan yang akan mengangkat semangat perjuangan pergerakan Nasional.

Lebih lanjut Sigalingginging mengatakan Pers sebagai pilar ke empat Demokrasi adalah salah satu tonggak dalam pembangunan dan kemajuan Bangsa, Saya meminta aparat penegak hukum agar benar-benar bekerja dengan benar dalam kasus ini, karna kita tau kejadian penganiayaan terhadap wartawan bukan kali ini terjadi, jadi saya berharap pihak kepolisian dengan kehebatan intelijennya dapat mengungkap kasus ini, dan memproses sesuai dengan hukum yang berlaku, agar tidak ada lagi penganiayan terhadap wartawan. Diakhir penyampaiannya, Sigalingging mengatakan Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Provinsi Riau akan mengawal kasus ini, FPII berharap  jangan ada lagi yang menggunakan cara-cara premanisme guna menghambat kerja wartawan dalam memberikan informasi kepada publik.