'
21 Sya'ban 1447 H | Senin, 9 Februari 2026
×
/ pekanbaru
HUT Ke 238 Kota Pekanbaru, DPRD Kota Pekanbaru Rapat Paripurna Istimewa
| Jumat, 24 Juni 2022
Editor : | Penulis : admin

Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Sabarudi Saat memimpin Rapat Paripurna Istimewa

DPRD kota Pekanbaru menggelar sidang rapat paripurna istimewa HUT ke 238 Kota Pekanbaru, Kamis (23/06/22).

Rapat paripurna ini dipimpin oleh Ketua DPRD kota Pekanbaru, Muhammad Sabarudi.

Dalam paripurna, turut hadir Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri, Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution dan Pj wali Kota Pekanbaru Muflihun, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda), Para mantan Ketua DPRD Pekanbaru, pimpinan beserta anggota DPRD Riau, Lembaga Adat Melayu (LAM), mantan Wali Kota Pekanbaru, para OPD, para anggota dewan serta para tamu undangan.

 Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution Saat Menyapaikan Pidato nya

Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Sabarudi Saat memimpin Paripurna menceritakan sejarah singkat awal mula nama Kota Pekanbaru yang dahulu Pekanbaru dikenal dengan nama Senapelan.

 Dahulunya dikenal dengan nama Senapelan yang saat itu dipimpin oleh seorang Kepala Suku disebut Batin.

 

Pj wali Kota Pekanbaru Muflihun,Saat Menyampaikan Sambutannya Pada Sidang Paripurna

 

 Para Anggota DPRD Serta Tamu Undangan Lain nya Saat Mengikuti Rapat Paripurna 

Pada tanggal 9 April Tahun 1689, telah diperbaharui sebuah  perjanjian antara Kerajaan Johor dengan Belanda (VOC) dimana dalam perjanjian tersebut Belanda diberi hak yang lebih luas.

Karena kapal Belanda tidak dapat masuk ke Petapahan, maka Senapelan menjadi tempat perhentian kapal-kapal Belanda, selanjutnya pelayaran ke Petapahan dilanjutkan dengan perahu-perahu kecil. Dengan kondisi ini, Payung Sekaki atau Senapelan menjadi tempat penumpukan berbagai komoditi perdagangan baik dari luar untuk diangkut ke pedalaman.

Terus berkembang, Payung Sekaki atau Senapelan memegang peranan penting dalam lalu lintas perdagangan. 

Perkembangan Senapelan sangat erat dengan Kerajaan Siak Sri Indra Pura. Semenjak Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah menetap di Senapelan, beliau  membangun Istana di Kampung Bukit, terletak disekitar lokasi Mesjid Raya sekarang.Sultan kemudian berinisiatif membuat pekan atau pasar di Senapelan namun tidak berkembang.

Sultan kemudian berinisiatif membuat pekan atau pasar di Senapelan namun tidak berkembang. Kemudian usaha yang dirintis tersebut dilanjutkan oleh putranya  Raja Muda Muhammad Ali yang bergelar Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazamsyah meskipun lokasi pasar bergeser di sekitar Pelabuhan Pekanbaru sekarang.

Akhirnya Senapelan yang kemudian lebih popular disebut Pekanbaru resmi didirikan pada tanggal 21 Rajab hari Selasa tahun 1204 H bersamaan dengan 23 Juni 1784 M oleh Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazamsyah dibawah pemerintahan Sultan Yahya yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kota Pekanbaru.

 

Di umur 238 tahun ini, Kota Pekanbaru telah berevolusi menjadi Kota Metropolitan. Berbagai macam permasalahan timbul seiring perkembangan zaman, tentu proses pemacahan masalah semakin rumit dengan berbagai pertimbangan.

Hari ini sudah baik maka harus kita tingkatkan. Kita harus senantiasa mengevaluasi diri juga, apakah masih ada hal yang lerku kita perbaiki,dalam jangka waktu dekat, Legislatif dan Eksekutif akan bersinergi untuk meraih hal yang paling penting yang sebelumnya pernah diraih Kota Pekanbaru secara berturut-turut.

"Kita fokus ke penanganan banjir, permasalahan jalan berlubang dan terpenting piala adipura yang sudah lama tidak kita raih, akan kita fokuskan lagi," urai Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
pekanbaru

HUT Ke 238 Kota Pekanbaru, DPRD Kota Pekanbaru Rapat Paripurna Istimewa
Jumat, 24 Juni 2022
Editor : | Penulis : admin
Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Sabarudi Saat memimpin Rapat Paripurna Istimewa
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

DPRD kota Pekanbaru menggelar sidang rapat paripurna istimewa HUT ke 238 Kota Pekanbaru, Kamis (23/06/22).

Rapat paripurna ini dipimpin oleh Ketua DPRD kota Pekanbaru, Muhammad Sabarudi.

Dalam paripurna, turut hadir Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri, Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution dan Pj wali Kota Pekanbaru Muflihun, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda), Para mantan Ketua DPRD Pekanbaru, pimpinan beserta anggota DPRD Riau, Lembaga Adat Melayu (LAM), mantan Wali Kota Pekanbaru, para OPD, para anggota dewan serta para tamu undangan.

 Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution Saat Menyapaikan Pidato nya

Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Sabarudi Saat memimpin Paripurna menceritakan sejarah singkat awal mula nama Kota Pekanbaru yang dahulu Pekanbaru dikenal dengan nama Senapelan.

 Dahulunya dikenal dengan nama Senapelan yang saat itu dipimpin oleh seorang Kepala Suku disebut Batin.

 

Pj wali Kota Pekanbaru Muflihun,Saat Menyampaikan Sambutannya Pada Sidang Paripurna

 

 Para Anggota DPRD Serta Tamu Undangan Lain nya Saat Mengikuti Rapat Paripurna 

Pada tanggal 9 April Tahun 1689, telah diperbaharui sebuah  perjanjian antara Kerajaan Johor dengan Belanda (VOC) dimana dalam perjanjian tersebut Belanda diberi hak yang lebih luas.

Karena kapal Belanda tidak dapat masuk ke Petapahan, maka Senapelan menjadi tempat perhentian kapal-kapal Belanda, selanjutnya pelayaran ke Petapahan dilanjutkan dengan perahu-perahu kecil. Dengan kondisi ini, Payung Sekaki atau Senapelan menjadi tempat penumpukan berbagai komoditi perdagangan baik dari luar untuk diangkut ke pedalaman.

Terus berkembang, Payung Sekaki atau Senapelan memegang peranan penting dalam lalu lintas perdagangan. 

Perkembangan Senapelan sangat erat dengan Kerajaan Siak Sri Indra Pura. Semenjak Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah menetap di Senapelan, beliau  membangun Istana di Kampung Bukit, terletak disekitar lokasi Mesjid Raya sekarang.Sultan kemudian berinisiatif membuat pekan atau pasar di Senapelan namun tidak berkembang.

Sultan kemudian berinisiatif membuat pekan atau pasar di Senapelan namun tidak berkembang. Kemudian usaha yang dirintis tersebut dilanjutkan oleh putranya  Raja Muda Muhammad Ali yang bergelar Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazamsyah meskipun lokasi pasar bergeser di sekitar Pelabuhan Pekanbaru sekarang.

Akhirnya Senapelan yang kemudian lebih popular disebut Pekanbaru resmi didirikan pada tanggal 21 Rajab hari Selasa tahun 1204 H bersamaan dengan 23 Juni 1784 M oleh Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazamsyah dibawah pemerintahan Sultan Yahya yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kota Pekanbaru.

 

Di umur 238 tahun ini, Kota Pekanbaru telah berevolusi menjadi Kota Metropolitan. Berbagai macam permasalahan timbul seiring perkembangan zaman, tentu proses pemacahan masalah semakin rumit dengan berbagai pertimbangan.

Hari ini sudah baik maka harus kita tingkatkan. Kita harus senantiasa mengevaluasi diri juga, apakah masih ada hal yang lerku kita perbaiki,dalam jangka waktu dekat, Legislatif dan Eksekutif akan bersinergi untuk meraih hal yang paling penting yang sebelumnya pernah diraih Kota Pekanbaru secara berturut-turut.

"Kita fokus ke penanganan banjir, permasalahan jalan berlubang dan terpenting piala adipura yang sudah lama tidak kita raih, akan kita fokuskan lagi," urai Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.