'
20 Sya'ban 1447 H | Minggu, 8 Februari 2026
×
/ nasional
Gubri Syamsuar Berkunjung ke Suku Talang Mamak di Desa Wisata Rantau Langsat
| Senin, 24 Januari 2022
Editor : | Penulis : admin

Desa Wisata Rantau Langsat memiliki keunikan tersendiri. Dihuni oleh warga suku Talang Mamak (suku asli) yang masih hidup secara tradisional. Keberadaan suku ini tergolong proto melayu atau melayu tua. Berada di hutan penyangga, kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT).  Lokasi tepatnya di Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau.

Jarak Desa Rantau Langsat hanya 80 kilometer dari pusat Kota Rengat, Inhu. Memiliki potensi wisata yang bisa diminati banyak wisatawan. Seperti wisata alam, adat istiadat, budaya, dan wisata minat khusus lainnya. 

Lantaran memiliki potensi alam dan budaya eksotis, desa wisata ini pernah meraih penghargaan juara III lomba desa wisata se- Provinsi Riau tahun 2021.

Di desa ini tradisi budaya dan kehidupan suku Talang Mamak hidup berkelompok. Menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Ditambah lagi keramahtamahan warga suku Talang Mamak ketika menyambut wisatawan berkunjung. Walau Talang Mamak hidup berkelompok jauh dari modernisasi, namun mereka terbuka menerima kunjungan wisatawan. 

Hasil Ekspedisi Biota Medika (1998) menunjukkan suku Talang Mamak mampu memanfaatkan 110 jenis tumbuhan untuk mengobati 56 jenis penyakit dan mengenali 22 jenis cendawan obat.

Bagi para pelancong yang suka menyantap durian, ada waktu-waktu yang perlu dicatat bila hendak mengunjungi desa ini. Pasalnya, pada bulan Januari - Februari musim durian tiba. Jumlahnya mencapai ratusan buah per harinya. 

Buah durian asal Desa Rantau Langsat tumbuh di dalam hutan penyangga sejak ratusan tahun lalu. Ukuran buahnya sama seperti durian lokal lainnya. Aromanya harum menyengat dan rasanya manis bercampur sedikit pahit di lidah. Bukan hanya memiliki cita rasa yang lezat. Kelebihan utama durian Rantau Langsat justru pada daging buahnya yang tebal juga beserat, bertekstur warna kuning pekat dan ukuran bijinya kecil. 

Gubernur Riau H Syamsuar ketika menyambangi Desa Wisata Rantau Langsat, Senin (24/1/2022) mengaku, keindahan hutan penyangga Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) dan sejuknya Sungai Batang Gansal memberi pengalaman luar biasa. 

"Pemandangan tersebut sangat menarik bagi wisatawan dan tak heran jika lebih dari 4.000 wisatawan berkunjung pada saat musim durian ini," ucapnya.

Pemerintah Provinsi Riau akan terus melakukan pengkajian dan perekaman kearifan lokal yang ada di masyarakat Talang Mamak untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) menyusul tradisi Gawai Gedang yang sudah ditetapkan pada tahun 2020.

"Adapun warisan budaya talang mamak untuk WBTB yaitu Bedukun Balai Terbang, Pengobatan Kampung Balai Panjang, Tari Kain, Gambus Talang Mamak, Sabung Ayam, Tari Belian dan atraksi budaya lainnya," jelasnya.

Untuk itu Gubri Syamsuar mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut berpartisipasi dalam pengembangan Desa Rantau Langsat. Ia mengaku, bahwa dukungan semua elemen memang sangat diharapkan untuk mengembangkan potensi desa dengan tetap mengedepankan kearifan lokal dan sumber daya lokal.

 

Selain itu, imbuh Gubri, Desa Rantau Langsat juga memiliki  atraksi seni terkemuka, yaitu Tari Rentak Bulian. Tarian ini  merupakan ritual pengobatan, di mana diambil dari kata Rentak dan Bulian. Rentak yang maksudnya merentak atau melangkah, dan Bulian adalah tempat singgah mahluk bunian atau mahluk halus dalam bahasa daerah Indragiri Hulu.

Cara Menuju

Untuk menuju Desa Rantau Langsat, wisatawan bisa melalui jalur darat, yakni dari Kota Pekanbaru maupun dari Kota Jambi. Bagi wisatawan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat, aksesibilitas jalan menuju desa wisata ini sudah memadai.  

Di Desa Rantau Langsat, kendaraan bisa diparkir di area parkir yang tak jauh dari pelabuhan sungai. Di sekitar lokasi ini telah disediakan fasilitas camping ground. Keindahan alam nan asri menjadi suguhan yang eksotis bagi pelancong yang berkunjung ke destinasi ini. 

Pesona Air Terjun

Desa wisata ini sedikitnya memiliki 5 Tembulun (air terjun dalam bahasa setempat). Tembulun Pampunawan di Dusun Lemang, memiliki empat tingkat air terjun. Di lokasi ini, hijaunya rimbunan pohon menjadikan kanopi tirai langit-langit yang bisa memanjakan mata memandang. Selain itu, ada juga Tembulun Membayang yang memiliki tujuh tingkat air terjun. Kemudian, Tembulun Siamang di dusun Siamang. 

Selanjutnya, air terjun atau Tembulun Bengayoan di Dusun Bengayawan. Di objek wisata ini terdapat air terjun dua tingkat. Jika pagi hari, hembusan kabut datang menyelimuti. Asapnya bertiup ke arah permukaan air membuat lumut yang tumbuh di atas bebatuan basah. 

Lalu, juga ada Air terjun Sultan Lembayang di Dusun Datai. Penamaan Sultan Lembayang diambil dari cerita sejarah pada zaman kerajaan dahulu yang menjadi salah satu sosok sultan kebanggaan masyarakat Datai. 

Selain objek wisata air terjun, wisatawan juga bisa menikmati wisata susur Sungai Batang Gansal. Pelancong diajak menyusuri sungai menuju hulu sungai, menggunakan perahu motor. 

 

Di sepanjang aliran sungai, pengunjung disuguhi lanskap hijau asri. Ditepiannya terlihat sejumlah batu yang memiliki cerita legenda. Pemandu wisata yang ikut mendampingi wisatawan, akan membantu menjelaskan cerita legenda batu-batu itu. 

Adapun sejumlah batu yang menjadi cerita legenda di tempat itu adalah, batu tobat (batu penghalang), batu hibatnasi, batu babi, batu naga, batu lipat kain, lubuk kodil, dan halaman bidadari. 

Tidak hanya batu legenda, ketika menyusuri sungai bila ada pengunjung yang memiliki nyali besar, pemandu wisata akan menawarkan wisatawan singgah naik ke darat untuk melihat gua harimau. Lokasinya berada di sekitar Dusun Pengayoman. 

Sembari menyusuri sungai, pemandu wisata juga mengajak singgah para wisatawan di Dusun Bengayawan. Lokasi ini juga merupakan satu di antara tempat yang dihuni oleh kelompok suku Talang Mamak. 

Di sini wisatawan bisa melihat bagaimana kehidupan asli warga asli suku Talang Mamak yang sangat bergantung dengan hutan alam. Mulai dari mencari getah damar, berkebun karet dan jernang, hingga aktivitas budidaya madu kelulut. 

 

 

 

 

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
nasional

Gubri Syamsuar Berkunjung ke Suku Talang Mamak di Desa Wisata Rantau Langsat
Senin, 24 Januari 2022
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Desa Wisata Rantau Langsat memiliki keunikan tersendiri. Dihuni oleh warga suku Talang Mamak (suku asli) yang masih hidup secara tradisional. Keberadaan suku ini tergolong proto melayu atau melayu tua. Berada di hutan penyangga, kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT).  Lokasi tepatnya di Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau.

Jarak Desa Rantau Langsat hanya 80 kilometer dari pusat Kota Rengat, Inhu. Memiliki potensi wisata yang bisa diminati banyak wisatawan. Seperti wisata alam, adat istiadat, budaya, dan wisata minat khusus lainnya. 

Lantaran memiliki potensi alam dan budaya eksotis, desa wisata ini pernah meraih penghargaan juara III lomba desa wisata se- Provinsi Riau tahun 2021.

Di desa ini tradisi budaya dan kehidupan suku Talang Mamak hidup berkelompok. Menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Ditambah lagi keramahtamahan warga suku Talang Mamak ketika menyambut wisatawan berkunjung. Walau Talang Mamak hidup berkelompok jauh dari modernisasi, namun mereka terbuka menerima kunjungan wisatawan. 

Hasil Ekspedisi Biota Medika (1998) menunjukkan suku Talang Mamak mampu memanfaatkan 110 jenis tumbuhan untuk mengobati 56 jenis penyakit dan mengenali 22 jenis cendawan obat.

Bagi para pelancong yang suka menyantap durian, ada waktu-waktu yang perlu dicatat bila hendak mengunjungi desa ini. Pasalnya, pada bulan Januari - Februari musim durian tiba. Jumlahnya mencapai ratusan buah per harinya. 

Buah durian asal Desa Rantau Langsat tumbuh di dalam hutan penyangga sejak ratusan tahun lalu. Ukuran buahnya sama seperti durian lokal lainnya. Aromanya harum menyengat dan rasanya manis bercampur sedikit pahit di lidah. Bukan hanya memiliki cita rasa yang lezat. Kelebihan utama durian Rantau Langsat justru pada daging buahnya yang tebal juga beserat, bertekstur warna kuning pekat dan ukuran bijinya kecil. 

Gubernur Riau H Syamsuar ketika menyambangi Desa Wisata Rantau Langsat, Senin (24/1/2022) mengaku, keindahan hutan penyangga Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) dan sejuknya Sungai Batang Gansal memberi pengalaman luar biasa. 

"Pemandangan tersebut sangat menarik bagi wisatawan dan tak heran jika lebih dari 4.000 wisatawan berkunjung pada saat musim durian ini," ucapnya.

Pemerintah Provinsi Riau akan terus melakukan pengkajian dan perekaman kearifan lokal yang ada di masyarakat Talang Mamak untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) menyusul tradisi Gawai Gedang yang sudah ditetapkan pada tahun 2020.

"Adapun warisan budaya talang mamak untuk WBTB yaitu Bedukun Balai Terbang, Pengobatan Kampung Balai Panjang, Tari Kain, Gambus Talang Mamak, Sabung Ayam, Tari Belian dan atraksi budaya lainnya," jelasnya.

Untuk itu Gubri Syamsuar mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut berpartisipasi dalam pengembangan Desa Rantau Langsat. Ia mengaku, bahwa dukungan semua elemen memang sangat diharapkan untuk mengembangkan potensi desa dengan tetap mengedepankan kearifan lokal dan sumber daya lokal.

 

Selain itu, imbuh Gubri, Desa Rantau Langsat juga memiliki  atraksi seni terkemuka, yaitu Tari Rentak Bulian. Tarian ini  merupakan ritual pengobatan, di mana diambil dari kata Rentak dan Bulian. Rentak yang maksudnya merentak atau melangkah, dan Bulian adalah tempat singgah mahluk bunian atau mahluk halus dalam bahasa daerah Indragiri Hulu.

Cara Menuju

Untuk menuju Desa Rantau Langsat, wisatawan bisa melalui jalur darat, yakni dari Kota Pekanbaru maupun dari Kota Jambi. Bagi wisatawan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat, aksesibilitas jalan menuju desa wisata ini sudah memadai.  

Di Desa Rantau Langsat, kendaraan bisa diparkir di area parkir yang tak jauh dari pelabuhan sungai. Di sekitar lokasi ini telah disediakan fasilitas camping ground. Keindahan alam nan asri menjadi suguhan yang eksotis bagi pelancong yang berkunjung ke destinasi ini. 

Pesona Air Terjun

Desa wisata ini sedikitnya memiliki 5 Tembulun (air terjun dalam bahasa setempat). Tembulun Pampunawan di Dusun Lemang, memiliki empat tingkat air terjun. Di lokasi ini, hijaunya rimbunan pohon menjadikan kanopi tirai langit-langit yang bisa memanjakan mata memandang. Selain itu, ada juga Tembulun Membayang yang memiliki tujuh tingkat air terjun. Kemudian, Tembulun Siamang di dusun Siamang. 

Selanjutnya, air terjun atau Tembulun Bengayoan di Dusun Bengayawan. Di objek wisata ini terdapat air terjun dua tingkat. Jika pagi hari, hembusan kabut datang menyelimuti. Asapnya bertiup ke arah permukaan air membuat lumut yang tumbuh di atas bebatuan basah. 

Lalu, juga ada Air terjun Sultan Lembayang di Dusun Datai. Penamaan Sultan Lembayang diambil dari cerita sejarah pada zaman kerajaan dahulu yang menjadi salah satu sosok sultan kebanggaan masyarakat Datai. 

Selain objek wisata air terjun, wisatawan juga bisa menikmati wisata susur Sungai Batang Gansal. Pelancong diajak menyusuri sungai menuju hulu sungai, menggunakan perahu motor. 

 

Di sepanjang aliran sungai, pengunjung disuguhi lanskap hijau asri. Ditepiannya terlihat sejumlah batu yang memiliki cerita legenda. Pemandu wisata yang ikut mendampingi wisatawan, akan membantu menjelaskan cerita legenda batu-batu itu. 

Adapun sejumlah batu yang menjadi cerita legenda di tempat itu adalah, batu tobat (batu penghalang), batu hibatnasi, batu babi, batu naga, batu lipat kain, lubuk kodil, dan halaman bidadari. 

Tidak hanya batu legenda, ketika menyusuri sungai bila ada pengunjung yang memiliki nyali besar, pemandu wisata akan menawarkan wisatawan singgah naik ke darat untuk melihat gua harimau. Lokasinya berada di sekitar Dusun Pengayoman. 

Sembari menyusuri sungai, pemandu wisata juga mengajak singgah para wisatawan di Dusun Bengayawan. Lokasi ini juga merupakan satu di antara tempat yang dihuni oleh kelompok suku Talang Mamak. 

Di sini wisatawan bisa melihat bagaimana kehidupan asli warga asli suku Talang Mamak yang sangat bergantung dengan hutan alam. Mulai dari mencari getah damar, berkebun karet dan jernang, hingga aktivitas budidaya madu kelulut.