'
20 Sya'ban 1447 H | Minggu, 8 Februari 2026
×
/ pekanbaru
Wali Kota, BI, dan BRK Sosialisasi Aplikasi QRIS di Pasar Limapuluh
| Selasa, 16 November 2021
Editor : | Penulis : admin

PEKANBARU, superriau.com  - Walikota Pekanbaru Firdaus, pimpinan Bank Indonesia (BI) perwakilan Riau, dan Bank Riau Kepri (BRK) meresmikan penggunaan aplikasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kepada para pedagang di Pasar Limapuluh, Senin (15/11). Dengan aplikasi ini, pedagang dan pembeli lebih aman bertransaksi tanpa uang tunai dan terhindari dari penyebaran uang palsu.

"Kami telah meluncurkan aplikasi Sehat Inovatif Aman Pakai (SIAP) QRIS di Pasar Limapuluh. Sistem pembayaran QRIS akan memberikan banyak manfaat," ujar Kepala BI Perwakilan Riau Decymus usai peluncuran aplikasi QRIS.

QRIS merupakan salah satu bentuk perubahan budaya. Di Pasar Limapuluh ini, pembeli dan pedagang didorong berpindah ke alat pembayaran yang bersifat digital.


"Bukan hanya memudahkan konsumen, tapi juga bisa mendorong usaha para produsen. Namun, kami harus mendorong di sisi pedagang. Karena, banyak pedagang yang tidak tahu pembayaran secara digital," ungkapnya.

Maka, sosialisasi penggunaan QRIS perlu dilakukan supaya pedagang menyediakan alat bayar digital. Dengan pembayaran digital, masyarakat tak perlu datang ke pasar.

"Pasar yang semula bersifat pasif, hanya menunggu pembeli, sekarang bisa pesan langsung ke pedagang. Artinya, omzet pedagang akan meningkat. Kalau omzet meningkat, usaha pedagang itu bisa jadi lebih besar," jelas Decymus.

Kesempatan yang sama, Deputi Kepala Divisi Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah dan Manajemen Internal Bank Indonesia Perwakilan Riau Asral Mashuri menjelaskan, setiap aplikasi teknologi memiliki risiko. Dalam mengaplikasikan teknologi QRIS ini, BI sudah melakukan beberapa pengamanan.

Jadi, setiap pedagang diberikan One Time Password (OTP). Ketika mengaktifkan aplikasi untuk bisa menerima pembayaran, pedagang diberikan OTP yang umurnya hanya 5 menit.

Setelah diaktifkan, maka aplikasi tersebut sudah aman karena servernya sudah dikunci. Pedagang juga diberikan PIN pembayaran.


"Hingga saat ini, kami pastikan belum ada kasus pembayaran digital menggunakan QRIS yang fraud (bobol). Kecuali PIN itu diberikan kepada orang lain. Penggunaan QRIS juga terhindar dari risiko uang palsu," jelas Asral.

Walikota Firdaus mengatakan, percepatan transformasi dalam budaya berbelanja harus dilakukan. Kondisi pandemi Covid-19 memaksa terjadinya perubahan budaya, berbelanja secara tatap muka.

"Secara nasional, penggunaan teknologi informasi (IT) di era Revolusi 4.0 ini mengharuskan kita untuk belajar merubah kebiasaan dari belanja bertatap muka dan uang tunai diubah menjadi berbelanja menggunakan uang elektronik dengan pemesanan melalui aplikasi. Kita tak harus ke pasar," ungkapnya.

Pasar Limapuluh ini akan sepi dari pedagang suatu saat nanti. Tapi, transaksi dagangnya makin ramai. Karena, pemesanan barang sudah melalui QRIS.

"Di pasar ini, kami juga mengerahkan PT. Sarana Pangan Madani (SPM) ikut membantu transformasi dalam mempraktikkan kebudayaan baru yaitu penggunaan pembayaran digital," sebut Firdaus.

Direktur Dana dan Jasa Bank Riau Kepri MA Suharto mengatakan, pihaknya mendukung transaksi digitalisasi. Kanal QRIS telah disiapkan untuk pembayaran retribusi pasar.

"Kami juga mengembangkan pembayaran retribusi untuk tera timbangan pedagang," ujarnya.

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
pekanbaru

Wali Kota, BI, dan BRK Sosialisasi Aplikasi QRIS di Pasar Limapuluh
Selasa, 16 November 2021
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

PEKANBARU, superriau.com  - Walikota Pekanbaru Firdaus, pimpinan Bank Indonesia (BI) perwakilan Riau, dan Bank Riau Kepri (BRK) meresmikan penggunaan aplikasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kepada para pedagang di Pasar Limapuluh, Senin (15/11). Dengan aplikasi ini, pedagang dan pembeli lebih aman bertransaksi tanpa uang tunai dan terhindari dari penyebaran uang palsu.

"Kami telah meluncurkan aplikasi Sehat Inovatif Aman Pakai (SIAP) QRIS di Pasar Limapuluh. Sistem pembayaran QRIS akan memberikan banyak manfaat," ujar Kepala BI Perwakilan Riau Decymus usai peluncuran aplikasi QRIS.

QRIS merupakan salah satu bentuk perubahan budaya. Di Pasar Limapuluh ini, pembeli dan pedagang didorong berpindah ke alat pembayaran yang bersifat digital.


"Bukan hanya memudahkan konsumen, tapi juga bisa mendorong usaha para produsen. Namun, kami harus mendorong di sisi pedagang. Karena, banyak pedagang yang tidak tahu pembayaran secara digital," ungkapnya.

Maka, sosialisasi penggunaan QRIS perlu dilakukan supaya pedagang menyediakan alat bayar digital. Dengan pembayaran digital, masyarakat tak perlu datang ke pasar.

"Pasar yang semula bersifat pasif, hanya menunggu pembeli, sekarang bisa pesan langsung ke pedagang. Artinya, omzet pedagang akan meningkat. Kalau omzet meningkat, usaha pedagang itu bisa jadi lebih besar," jelas Decymus.

Kesempatan yang sama, Deputi Kepala Divisi Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah dan Manajemen Internal Bank Indonesia Perwakilan Riau Asral Mashuri menjelaskan, setiap aplikasi teknologi memiliki risiko. Dalam mengaplikasikan teknologi QRIS ini, BI sudah melakukan beberapa pengamanan.

Jadi, setiap pedagang diberikan One Time Password (OTP). Ketika mengaktifkan aplikasi untuk bisa menerima pembayaran, pedagang diberikan OTP yang umurnya hanya 5 menit.

Setelah diaktifkan, maka aplikasi tersebut sudah aman karena servernya sudah dikunci. Pedagang juga diberikan PIN pembayaran.


"Hingga saat ini, kami pastikan belum ada kasus pembayaran digital menggunakan QRIS yang fraud (bobol). Kecuali PIN itu diberikan kepada orang lain. Penggunaan QRIS juga terhindar dari risiko uang palsu," jelas Asral.

Walikota Firdaus mengatakan, percepatan transformasi dalam budaya berbelanja harus dilakukan. Kondisi pandemi Covid-19 memaksa terjadinya perubahan budaya, berbelanja secara tatap muka.

"Secara nasional, penggunaan teknologi informasi (IT) di era Revolusi 4.0 ini mengharuskan kita untuk belajar merubah kebiasaan dari belanja bertatap muka dan uang tunai diubah menjadi berbelanja menggunakan uang elektronik dengan pemesanan melalui aplikasi. Kita tak harus ke pasar," ungkapnya.

Pasar Limapuluh ini akan sepi dari pedagang suatu saat nanti. Tapi, transaksi dagangnya makin ramai. Karena, pemesanan barang sudah melalui QRIS.

"Di pasar ini, kami juga mengerahkan PT. Sarana Pangan Madani (SPM) ikut membantu transformasi dalam mempraktikkan kebudayaan baru yaitu penggunaan pembayaran digital," sebut Firdaus.

Direktur Dana dan Jasa Bank Riau Kepri MA Suharto mengatakan, pihaknya mendukung transaksi digitalisasi. Kanal QRIS telah disiapkan untuk pembayaran retribusi pasar.

"Kami juga mengembangkan pembayaran retribusi untuk tera timbangan pedagang," ujarnya.