'
20 Sya'ban 1447 H | Minggu, 8 Februari 2026
×
/ pekanbaru
Profesor Bungaran Saragih : Sawit Milik Rakyat Juga
| Selasa, 16 November 2021
Editor : | Penulis : admin

PEKANBARU, superriau.com - Menurut Profesor Bungaran Saragih, perkembangan perkebunan sawit saat ini di Indonesia adalah revolusi positif yang mendukung kemajuan negara di kancah internasional. Namun kejayaan Indonesia yang menjadi eksportir terbesar untuk produk turunan kelapa sawit bisa saja musnah jika tidak dikelola dengan baik.

"Kalau saja kita ingat, kita sudah pernah menjadi eksportir gula dan karet terbesar beberapa waktu silam.  Namun kini kalah dengan negara Malaysia dan Thailand," bebernya dalam Seminar Nasional Universitas Riau, Senin (15/11).

Menurutnya kondisi saat ini adalah sejarah ketiga Indonesia diakui dunia. Diingat mantan menteri pertanian kabinet gotong royong tersebut, sekitar 40 tahun lalu luasan perkebunan sawit hanya mencapai 380 ribu hektar seluruh Indonesia. Sementara saat ini sudah mencapai 16 juta hektar lebih.

Memang hingga saat ini muncul paradigma yang membenturkan perkebunan sawit dengan lingkungan. Kendati demikian kondisi sawit yang kini dinikmati masyarakat hingga pekebun kecil adalah pilar bahwa industri sawit tidak hanya memikirkan kesejahteraan namun juga rakyat dan sebagainya.

"Revolusi sawit adalah dimana para petani memiliki peran penting dan memang sedari dulu begitu. Jadi sawit adalah milik rakyat," tuturnya.

Jika sudah berkata, sawit milik rakyat maka luas perkebunan milik masyarakat tentu harus terbilang luas pula. Sementara, saat ini menurut Bungaran, Riau adalah provinsi yang menjadi pelopor untuk perkebunan rakyat. Tentu karena luasan kebun milik masyarakat tergolong luas.

"Semakin luas kebun masyarakat dibandingkan perusahaan maka akan semakin mengurangi kritikan tentang sawit. Sebab tentu sudah masuk dalam program sawit berkelanjutan dan sesuai dengan prinsip ISPO," paparnya.

Pria kelahiran 1945 itu berharap pengelolaan kelapa sawit digarap dengan bersungguh-sungguh dan berhati-hati. Bahkan juga dalam mengembangkan konsep pengelolaan tadi. Karena dia tak mau petani dijadikan alat untuk mengkritik keberlangsungan perkebunan sawit di Indonesia.

"Kebijakan pemerintah sudah komplit, namun jangan cepat puas karena ada upaya hilirisasi sesuai pernyataan Presiden yang luar biasa. Jika ini terpenuhi yakni ekpor barang jadi atau setengah jadi tentu Indonesia akan semakin harum di dunia internasional. Malah kita bisa menguasai pasar, jika kamu gak mau import ya kami pakai sendiri. Inilah negara berdaulat," jelasnya.

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
pekanbaru

Profesor Bungaran Saragih : Sawit Milik Rakyat Juga
Selasa, 16 November 2021
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

PEKANBARU, superriau.com - Menurut Profesor Bungaran Saragih, perkembangan perkebunan sawit saat ini di Indonesia adalah revolusi positif yang mendukung kemajuan negara di kancah internasional. Namun kejayaan Indonesia yang menjadi eksportir terbesar untuk produk turunan kelapa sawit bisa saja musnah jika tidak dikelola dengan baik.

"Kalau saja kita ingat, kita sudah pernah menjadi eksportir gula dan karet terbesar beberapa waktu silam.  Namun kini kalah dengan negara Malaysia dan Thailand," bebernya dalam Seminar Nasional Universitas Riau, Senin (15/11).

Menurutnya kondisi saat ini adalah sejarah ketiga Indonesia diakui dunia. Diingat mantan menteri pertanian kabinet gotong royong tersebut, sekitar 40 tahun lalu luasan perkebunan sawit hanya mencapai 380 ribu hektar seluruh Indonesia. Sementara saat ini sudah mencapai 16 juta hektar lebih.

Memang hingga saat ini muncul paradigma yang membenturkan perkebunan sawit dengan lingkungan. Kendati demikian kondisi sawit yang kini dinikmati masyarakat hingga pekebun kecil adalah pilar bahwa industri sawit tidak hanya memikirkan kesejahteraan namun juga rakyat dan sebagainya.

"Revolusi sawit adalah dimana para petani memiliki peran penting dan memang sedari dulu begitu. Jadi sawit adalah milik rakyat," tuturnya.

Jika sudah berkata, sawit milik rakyat maka luas perkebunan milik masyarakat tentu harus terbilang luas pula. Sementara, saat ini menurut Bungaran, Riau adalah provinsi yang menjadi pelopor untuk perkebunan rakyat. Tentu karena luasan kebun milik masyarakat tergolong luas.

"Semakin luas kebun masyarakat dibandingkan perusahaan maka akan semakin mengurangi kritikan tentang sawit. Sebab tentu sudah masuk dalam program sawit berkelanjutan dan sesuai dengan prinsip ISPO," paparnya.

Pria kelahiran 1945 itu berharap pengelolaan kelapa sawit digarap dengan bersungguh-sungguh dan berhati-hati. Bahkan juga dalam mengembangkan konsep pengelolaan tadi. Karena dia tak mau petani dijadikan alat untuk mengkritik keberlangsungan perkebunan sawit di Indonesia.

"Kebijakan pemerintah sudah komplit, namun jangan cepat puas karena ada upaya hilirisasi sesuai pernyataan Presiden yang luar biasa. Jika ini terpenuhi yakni ekpor barang jadi atau setengah jadi tentu Indonesia akan semakin harum di dunia internasional. Malah kita bisa menguasai pasar, jika kamu gak mau import ya kami pakai sendiri. Inilah negara berdaulat," jelasnya.