'
19 Sya'ban 1447 H | Sabtu, 7 Februari 2026
×
/ nasional
Heboh! Ada Fenomena Hujan Salju di Arab Saudi, Kok Bisa?
| Jumat, 5 November 2021
Editor : | Penulis : admin

superriau.com - Selama ini bagi orang awam, Arab Saudi adalah negara yang sangat panas, tapi bisakah anda membayangkan kalau negara tiba-tiba ada hujan salju.

Fenomena hujan salju yang turun di Arab Saudi masih terus menarik perhatian masyarakat banyak. Sampai saat ini, banyak yang bertanya-tanya mengapa salju turun di Arab Saudi yang notabene adalah wilayah gurun dengan suhu panas. Bahkan suhu tertinggi di sana bisa mencapai 55 derajat celcius.

Hujan salju diketahui pertama kali turun pada 18 Februari 2021 di wilayah Tabuk. Hal ini langsung menjadi perhatian masyarakat luas di media sosial (medsos). Kala itu, seekor unta yang tertutup salju pun sempat menjadi tren di Twitter.  
Seperti diketahui, salju turun di wilayah Tabuk, tepatnya di Jabal al-Lawz (Jabal al-Loz). Jabal al-Lawz berarti Gunung Almond karena di sana banyak ditemukan pohon Almond. Tabuk yang berada di sebelah Barat Laut Arab Saudi memiliki letak geografis berada di ketinggian 750 meter dan berjarak sekitar 193 kilometer dari Laut Merah.

Wilayah Tabuk berbatasan dengan Yordania dan di sebelah pesisir Barat Laut berbatasan dengan Laut Merah, Mesir. Letak geografis ini mempengaruhi cuaca di Tabuk. Yakni ada musim panas dan musim dingin. Musim panas berlangsung selama 4,4 bulan, yakni dari 20 Mei sampai 1 Oktober. Lalu musim dingin terjadi sekitar 2,9 bulan, dari 29 November sampai 25 Februari.

Adapun suhu tertinggi harian rata-rata di wilayah Tabuk di bawah 22 derajat celcius. Biasanya waktu paling dingin dalam setahun di Tabuk terjadi pada Januari. Di bulan ini, rata-rata suhu terendah 5 derajat celcius dan suhu tertinggi mencapai 18 derajat celcius.

Menurut laman britannica.com, suhu minimum yang tercatat di wilayah utara Arab Saudi yang berbatasan dengan Yordania –termasuk Tabuk- adalah 10 derajat Farenheit atau minus 12 derajat celcius, terjadi pada tahun 1950. Ketika itu disertai dengan hujan salju yang signifikan dan ketebalan salju sekitar 1 inci atau 2,6 cm.

Juru bicara resmi Otoritas Umum Meteorologi dan Perlindungan Lingkungan Arab Saudi, Hussein Al-Qahtani mengatakan, cuaca di wilayah utara Tabuk dipengaruhi oleh gelombang kutub. Bahkan pada musim dingin biasa disertai hujan salju yang lebat.

Dia menjelaskan hujan salju yang terjadi pada pertengahan Februari lalu tidak diklasifikasikan sebagai badai salju, melainkan sebagai hujan salju ringan. Suhu musim dingin tahun ini juga tidak separah tahun sebelumnya.

“Kami telah memperhatikan dalam beberapa tahun terakhir bahwa penurunan suhu telah melebihi 8 derajat Celcius di bawah nol di beberapa wilayah. Namun, sejauh ini kami belum mencatat penurunan suhu yang tajam dan tidak menghadapi gelombang kutub yang parah seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Hussein Al-Qahtani kepada Asharq Al-Awsat.

Jadi fenomena salju yang turun di Arab Saudi, atau tepatnya di Tabuk, merupakan kejadian siklus alam atau kondisi cuaca yang biasa terjadi sana. Bahkan pemerintah Arab Saudi menjadikan wilayah Tabuk sebagai destinasi wisata bagi turis yang ingin menyaksikan salju pada musim dingin.

“Untuk menikmati salju, Anda dapat mengunjungi Tabuk dan mendaki puncak Jabal al-Lawz yang tertutup salju. Badai kuat yang membawa suhu di bawah nol derajat telah mengubah sebagian gurun Arab Saudi menjadi negeri ajaib musim dingin,” tulis saudiseasons.com.

Bahkan laman visitsaudi.com menawarkan keajaiban wisata musim dingin di Tabuk dengan tagline Rasakan Keajaiban Musim Dingin Arab. “Untuk mengalami pemandangan salju musim dingin yang tiada duanya, pergilah ke utara di Saudi. Ya, salju memang turun di Saudi, terutama di pegunungan di wilayah utara,” terangnya.

“Nikmati pemandangan semak-semak yang membeku dan puncak gunung yang diselimuti dan saksikan unta-unta berjalan melintasi arus ajaib musim dingin. Ketika salju turun di Saudi, rasakan kegembiraan di antara penduduk setempat,” tulis visitsaudi.com.

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
nasional

Heboh! Ada Fenomena Hujan Salju di Arab Saudi, Kok Bisa?
Jumat, 5 November 2021
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

superriau.com - Selama ini bagi orang awam, Arab Saudi adalah negara yang sangat panas, tapi bisakah anda membayangkan kalau negara tiba-tiba ada hujan salju.

Fenomena hujan salju yang turun di Arab Saudi masih terus menarik perhatian masyarakat banyak. Sampai saat ini, banyak yang bertanya-tanya mengapa salju turun di Arab Saudi yang notabene adalah wilayah gurun dengan suhu panas. Bahkan suhu tertinggi di sana bisa mencapai 55 derajat celcius.

Hujan salju diketahui pertama kali turun pada 18 Februari 2021 di wilayah Tabuk. Hal ini langsung menjadi perhatian masyarakat luas di media sosial (medsos). Kala itu, seekor unta yang tertutup salju pun sempat menjadi tren di Twitter.  
Seperti diketahui, salju turun di wilayah Tabuk, tepatnya di Jabal al-Lawz (Jabal al-Loz). Jabal al-Lawz berarti Gunung Almond karena di sana banyak ditemukan pohon Almond. Tabuk yang berada di sebelah Barat Laut Arab Saudi memiliki letak geografis berada di ketinggian 750 meter dan berjarak sekitar 193 kilometer dari Laut Merah.

Wilayah Tabuk berbatasan dengan Yordania dan di sebelah pesisir Barat Laut berbatasan dengan Laut Merah, Mesir. Letak geografis ini mempengaruhi cuaca di Tabuk. Yakni ada musim panas dan musim dingin. Musim panas berlangsung selama 4,4 bulan, yakni dari 20 Mei sampai 1 Oktober. Lalu musim dingin terjadi sekitar 2,9 bulan, dari 29 November sampai 25 Februari.

Adapun suhu tertinggi harian rata-rata di wilayah Tabuk di bawah 22 derajat celcius. Biasanya waktu paling dingin dalam setahun di Tabuk terjadi pada Januari. Di bulan ini, rata-rata suhu terendah 5 derajat celcius dan suhu tertinggi mencapai 18 derajat celcius.

Menurut laman britannica.com, suhu minimum yang tercatat di wilayah utara Arab Saudi yang berbatasan dengan Yordania –termasuk Tabuk- adalah 10 derajat Farenheit atau minus 12 derajat celcius, terjadi pada tahun 1950. Ketika itu disertai dengan hujan salju yang signifikan dan ketebalan salju sekitar 1 inci atau 2,6 cm.

Juru bicara resmi Otoritas Umum Meteorologi dan Perlindungan Lingkungan Arab Saudi, Hussein Al-Qahtani mengatakan, cuaca di wilayah utara Tabuk dipengaruhi oleh gelombang kutub. Bahkan pada musim dingin biasa disertai hujan salju yang lebat.

Dia menjelaskan hujan salju yang terjadi pada pertengahan Februari lalu tidak diklasifikasikan sebagai badai salju, melainkan sebagai hujan salju ringan. Suhu musim dingin tahun ini juga tidak separah tahun sebelumnya.

“Kami telah memperhatikan dalam beberapa tahun terakhir bahwa penurunan suhu telah melebihi 8 derajat Celcius di bawah nol di beberapa wilayah. Namun, sejauh ini kami belum mencatat penurunan suhu yang tajam dan tidak menghadapi gelombang kutub yang parah seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Hussein Al-Qahtani kepada Asharq Al-Awsat.

Jadi fenomena salju yang turun di Arab Saudi, atau tepatnya di Tabuk, merupakan kejadian siklus alam atau kondisi cuaca yang biasa terjadi sana. Bahkan pemerintah Arab Saudi menjadikan wilayah Tabuk sebagai destinasi wisata bagi turis yang ingin menyaksikan salju pada musim dingin.

“Untuk menikmati salju, Anda dapat mengunjungi Tabuk dan mendaki puncak Jabal al-Lawz yang tertutup salju. Badai kuat yang membawa suhu di bawah nol derajat telah mengubah sebagian gurun Arab Saudi menjadi negeri ajaib musim dingin,” tulis saudiseasons.com.

Bahkan laman visitsaudi.com menawarkan keajaiban wisata musim dingin di Tabuk dengan tagline Rasakan Keajaiban Musim Dingin Arab. “Untuk mengalami pemandangan salju musim dingin yang tiada duanya, pergilah ke utara di Saudi. Ya, salju memang turun di Saudi, terutama di pegunungan di wilayah utara,” terangnya.

“Nikmati pemandangan semak-semak yang membeku dan puncak gunung yang diselimuti dan saksikan unta-unta berjalan melintasi arus ajaib musim dingin. Ketika salju turun di Saudi, rasakan kegembiraan di antara penduduk setempat,” tulis visitsaudi.com.