'
19 Sya'ban 1447 H | Sabtu, 7 Februari 2026
×
/ nasional
Kejam! Kakak Ipar Penebar Racun Maut Sempat Melayat Korban
| Rabu, 3 November 2021
Editor : | Penulis : admin

superriau.com - Sarbini, tersangka kasus racun maut yang merenggut nyawa adik iparnya di Klaten, Jawa Tengah, Hani Dwi Susanti (30), ternyata tidak hanya meracuni. Pelaku bahkan melayat ke rumah korban.

''Pada hari Senin tanggal 1 November sekitar pukul 11.00 WIB pelaku pulang mencari kayu. Pelaku sempat melayat korban," papar Kapolres Klaten AKBP Eko Prasetyo pada wartawan di Mapolres Klaten, Rabu (3/11/2021).

Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Guruh Bagus Eddy Suryana menambahkan aksi melayat pelaku diduga sebagai alibi. Tujuannya agar polisi tidak bisa mengungkap.

"Mungkin yang bersangkutan mengira kita dari kepolisian tidak bisa mengungkap kasus itu," terang Guruh.

Tersangka, sebut Guruh, Sarbini melayat korban bahkan mengantar jenazah korban sampai pemakaman hingga dini hari. Setelah itu, tersangka baru melarikan diri dan ditangkap di Wonogiri.

"Betul melayat sampai pemakaman selesai, setelah itu meninggalkan tempat. Kita tangkap saat di Wonogiri," lanjut Guruh.

Dari pemeriksaan sementara, sebut Guruh, Sarbini hanya pelaku tunggal dalam aksi tersebut. Tapi demikian penyelidikan polisi hingga saat ini masih terus dilakukan.

"Sementara saat ini pelaku hanya tunggal. Yang bersangkutan ini (tersangka) sudah pisah dengan anak istrinya," pungkas Guruh.

Sebelumnya diberitakan, Hani Dwi Susanti (30) warga Dusun Panggang Welut, Desa Taji, Kecamatan Juwiring, Klaten, Jawa Tengah, tewas setelah minum air yang telah dicampuri racun dari kulkas rumahnya.

Pelaku yang mencampurkan racun adalah kakak iparnya sendiri, Sarbini yang memang memiliki hubungan kekeluargaan kurang baik dengan korban maupun suami korban.

Pelaku ditangkap saat berada di rumah teman di Eromoko, Wonogiri pada Selasa (2/11) dini hari.

 

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
nasional

Kejam! Kakak Ipar Penebar Racun Maut Sempat Melayat Korban
Rabu, 3 November 2021
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

superriau.com - Sarbini, tersangka kasus racun maut yang merenggut nyawa adik iparnya di Klaten, Jawa Tengah, Hani Dwi Susanti (30), ternyata tidak hanya meracuni. Pelaku bahkan melayat ke rumah korban.

''Pada hari Senin tanggal 1 November sekitar pukul 11.00 WIB pelaku pulang mencari kayu. Pelaku sempat melayat korban," papar Kapolres Klaten AKBP Eko Prasetyo pada wartawan di Mapolres Klaten, Rabu (3/11/2021).

Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Guruh Bagus Eddy Suryana menambahkan aksi melayat pelaku diduga sebagai alibi. Tujuannya agar polisi tidak bisa mengungkap.

"Mungkin yang bersangkutan mengira kita dari kepolisian tidak bisa mengungkap kasus itu," terang Guruh.

Tersangka, sebut Guruh, Sarbini melayat korban bahkan mengantar jenazah korban sampai pemakaman hingga dini hari. Setelah itu, tersangka baru melarikan diri dan ditangkap di Wonogiri.

"Betul melayat sampai pemakaman selesai, setelah itu meninggalkan tempat. Kita tangkap saat di Wonogiri," lanjut Guruh.

Dari pemeriksaan sementara, sebut Guruh, Sarbini hanya pelaku tunggal dalam aksi tersebut. Tapi demikian penyelidikan polisi hingga saat ini masih terus dilakukan.

"Sementara saat ini pelaku hanya tunggal. Yang bersangkutan ini (tersangka) sudah pisah dengan anak istrinya," pungkas Guruh.

Sebelumnya diberitakan, Hani Dwi Susanti (30) warga Dusun Panggang Welut, Desa Taji, Kecamatan Juwiring, Klaten, Jawa Tengah, tewas setelah minum air yang telah dicampuri racun dari kulkas rumahnya.

Pelaku yang mencampurkan racun adalah kakak iparnya sendiri, Sarbini yang memang memiliki hubungan kekeluargaan kurang baik dengan korban maupun suami korban.

Pelaku ditangkap saat berada di rumah teman di Eromoko, Wonogiri pada Selasa (2/11) dini hari.