'
20 Sya'ban 1447 H | Minggu, 8 Februari 2026
×
/ nasional
Ritual Melukat di Pantai Lovina Awali Upacara Masuk Hindu Sukmawati
| Senin, 25 Oktober 2021
Editor : | Penulis : admin

Sukmawati Soekarnoputri saat mengikuti upacara Melukat - IST

Sukmawati Soekarnoputri mulai menjalani prosesi upacara untuk masuk menjadi pemeluk agama Hindu, Sudhi Wadani. Ritual pertamanya adalah pembersihan diri atau melukat, yang digelar pada Senin petang (25/10/21) di pantai Banyu Alit, kawasan Lovina, Singaraja, Buleleng.

Anggota keluarga Pasek Bale Agung, nampak sibuk mempersiapkan berbagai sarana upacara yang diperlukan. Gelaran itu dilangsungkan tertutup dan terbatas.

Petugas pengamanan baik polisi, maupun pecalang berjaga mengamankan jalannya upacara. Selain mereka, warga sekitar tidak ada yang menyaksikan prosesi ini karena digelar tertutup.

 

Berbagai sesaji dalam ritual pengelukatan itu dipimpin oleh Ida Pandita Mpu Jaya Diwijananda dari Griya Kasaiwan Satya Mandala, Kelurahan Banjar Tegal, Kecamatan/Kabupaten Buleleng - IST

 

Jero Mangku Gde Made Swardana, selaku Jero Mangku Merajan Pasek Bale Agung menyebut tujuan dari pengelukatan itu yakni untuk membersihkan kotoran rohaniah.

"Bahasanya meruwat, pertama harus dibersihkan, mestinya mandi di laut untuk membersihkan diri, lalu setelah selesai ganti pakaian, dan kemudian melakukan ritual pembersihan diri," ungkapnya.

Meski demikian, menurut penuturannya, Sukmawati menghendaki untuk tidak basah sekujur tubuhnya. "Ada permintaan dari ibu (Sukmawati) untuk tidak sampai basah kuyup atau jadi meketis (terpercik) saja tidak kena badan seluruhnya," jelasnya.

Ritual pengelukatan itu dipimpin oleh Ida Pandita Mpu Jaya Diwijananda dari Griya Kasaiwan Satya Mandala, Kelurahan Banjar Tegal, Kecamatan/Kabupaten Buleleng.

Sementara itu, mengenai prosesi lanjutan pada Selasa besok, dimulai dari upacara potong gigi atau metatah lalu, upacara inti yakni Sudhi Wadani. Sukmawati akan menyatakan diri secara dan berjanji menjadi umat Hindu.

Jero Mangku Gde Made Swardana, selaku Jero Mangku Merajan Pasek Bale Agung - ISt

"Proses itu akan dipimpin langsung oleh PHDI Buleleng. Setelah itu beberapa tanya jawab dan membuat pernyataan sumpah janji dan proses tanda tangan, dan secara formal sudah menyatakan diri sebagai warga Hindu, dan kemudian ditutup dengan persembahyangan di merajan" jelasnya.

Jero Made Swardana menegaskan, hanya beberapa orang saja yang akan diizinkan masuk ke areal itu. Diantaranya utusan PHDI Buleleng, Bendesa Adat Buleleng, dan Lurah Paket Agung yang menjadi saksi.

Termasuk pihak keluarga Sukmawati, setelah melakukan upacara sudhi wadani, akan dilangsungkan upacara metatah di bangunan bale gede.

Bagunan itu diistimewakan, pasalnya di sana adalah rumah kelahiran nenek Sukmawati, Nyoman Rai Srimben. Selanjutnya Sukmawati akan melakukan proses persembahyang di Pura Merajan Dadia Pasek Bale Agung dan Pura Desa Adat Buleleng.

 

 

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
nasional

Ritual Melukat di Pantai Lovina Awali Upacara Masuk Hindu Sukmawati
Senin, 25 Oktober 2021
Editor : | Penulis : admin
Sukmawati Soekarnoputri saat mengikuti upacara Melukat - IST
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Sukmawati Soekarnoputri mulai menjalani prosesi upacara untuk masuk menjadi pemeluk agama Hindu, Sudhi Wadani. Ritual pertamanya adalah pembersihan diri atau melukat, yang digelar pada Senin petang (25/10/21) di pantai Banyu Alit, kawasan Lovina, Singaraja, Buleleng.

Anggota keluarga Pasek Bale Agung, nampak sibuk mempersiapkan berbagai sarana upacara yang diperlukan. Gelaran itu dilangsungkan tertutup dan terbatas.

Petugas pengamanan baik polisi, maupun pecalang berjaga mengamankan jalannya upacara. Selain mereka, warga sekitar tidak ada yang menyaksikan prosesi ini karena digelar tertutup.

 

Berbagai sesaji dalam ritual pengelukatan itu dipimpin oleh Ida Pandita Mpu Jaya Diwijananda dari Griya Kasaiwan Satya Mandala, Kelurahan Banjar Tegal, Kecamatan/Kabupaten Buleleng - IST

 

Jero Mangku Gde Made Swardana, selaku Jero Mangku Merajan Pasek Bale Agung menyebut tujuan dari pengelukatan itu yakni untuk membersihkan kotoran rohaniah.

"Bahasanya meruwat, pertama harus dibersihkan, mestinya mandi di laut untuk membersihkan diri, lalu setelah selesai ganti pakaian, dan kemudian melakukan ritual pembersihan diri," ungkapnya.

Meski demikian, menurut penuturannya, Sukmawati menghendaki untuk tidak basah sekujur tubuhnya. "Ada permintaan dari ibu (Sukmawati) untuk tidak sampai basah kuyup atau jadi meketis (terpercik) saja tidak kena badan seluruhnya," jelasnya.

Ritual pengelukatan itu dipimpin oleh Ida Pandita Mpu Jaya Diwijananda dari Griya Kasaiwan Satya Mandala, Kelurahan Banjar Tegal, Kecamatan/Kabupaten Buleleng.

Sementara itu, mengenai prosesi lanjutan pada Selasa besok, dimulai dari upacara potong gigi atau metatah lalu, upacara inti yakni Sudhi Wadani. Sukmawati akan menyatakan diri secara dan berjanji menjadi umat Hindu.

Jero Mangku Gde Made Swardana, selaku Jero Mangku Merajan Pasek Bale Agung - ISt

"Proses itu akan dipimpin langsung oleh PHDI Buleleng. Setelah itu beberapa tanya jawab dan membuat pernyataan sumpah janji dan proses tanda tangan, dan secara formal sudah menyatakan diri sebagai warga Hindu, dan kemudian ditutup dengan persembahyangan di merajan" jelasnya.

Jero Made Swardana menegaskan, hanya beberapa orang saja yang akan diizinkan masuk ke areal itu. Diantaranya utusan PHDI Buleleng, Bendesa Adat Buleleng, dan Lurah Paket Agung yang menjadi saksi.

Termasuk pihak keluarga Sukmawati, setelah melakukan upacara sudhi wadani, akan dilangsungkan upacara metatah di bangunan bale gede.

Bagunan itu diistimewakan, pasalnya di sana adalah rumah kelahiran nenek Sukmawati, Nyoman Rai Srimben. Selanjutnya Sukmawati akan melakukan proses persembahyang di Pura Merajan Dadia Pasek Bale Agung dan Pura Desa Adat Buleleng.