'
20 Sya'ban 1447 H | Minggu, 8 Februari 2026
×
/ nasional
Tiga Desa di Riau Terima Sertifikat Proklim Utama dari KLHK
| Senin, 25 Oktober 2021
Editor : | Penulis : admin

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya Bakar.

Pekanbaru -  Tiga Desa di Riau meraih Sertifikat Proklim Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penyerahan Sertifikat Proklim dilakukan secara daring oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya Bakar.

Adapun tiga desa itu adalah, Dusun Pandan Mukti Kampung Empang, Kecamatan Koto Gasib, Dusun 1 Sei Duek Desa Teluk Paman Timur, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar dan Lingkungan 1 Kelurahan Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. 

Siti mengapresiasi program-program terkait Proklim yang dilaksanakan oleh berbagai perusahaan. Adanya program tersebut membuktikan bahwa isu perubahan iklim semakin dipahami masyarakat dan instansi dalam kepedulian serta aksi mitigasi.

Penghargaan ini, lanjut Siti, sebagai apresiasi kepada desa dan kelurahan yang telah berperan aktif dalam meningkatkan ketahanan iklim serta menurunkan emisi gas rumah kaca. 

“Maka dari itu, KLHK patut memberikan penghargaan yang tinggi dan rasa terimakasih yang banyak pada peran berbagai perusahaan dan instansi di Festival Iklim 2021 KLHK,” kata Siti dikutip Minggu (24/10/2021). 

Tiga desa itu binaan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Penyerahan Sertifikat Proklim dilakukan secara daring yang diumumkan pada Festival Iklim Tahun 2021 yang dilaksanakan pada 19 Oktober 2020. 

Direktur RAPP, Mulia Nauli mengatakan kegiatan program kampung iklim yang dilaksanakan di desa binaan terdiri dari tiga elemen yakni kegiatan adaptasi, mitigasi dan penguatan kelompok masyarakat.

Untuk mendukung kegiatan adaptasi, masyarakat telah melaksanakan program kawasan rumah pangan lestari (KRPL). Di mana dalam program ini masyarakat melaksanakan budidaya pertanian hortikultura yang ramah lingkungan dengan memaksimalkan pemanfaatan pekarangan.

Dengan KRPL ini diharapkan lingkungan rumah dan pekarangan masyarakat menjadi lebih asri dan memberikan manfaat dalam ketahanan pangan dan mampu meningkatkan pendapatan.

“Dalam kegiatan mitigasi perubahan iklim, masyarakat telah melakukan pengelolaan sampah dengan memisahkan sampah organik dan anorganik. Sampah organik dan limbah kotoran ternak dapat dibuat kompos untuk menyuburkan tanaman KRPL. Penggunaan energi baru, terbarukan dan konservasi energi dilakukan dengan membuat biogas sederhana dengan memanfaatkan kotoran ternak yang dimiliki petani," jelas Mulia.

Biogas tersebut, imbuh Mulia, dapat digunakan untuk memasak keperluan rumah tangga. Untuk meningkatkan tutupan vegetasi, dilakukan kegiatan penghijauan dengan tanaman buah-buahan. Masyarakat juga telah memiliki kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang diharapkan dapat melakukan pencegahan dan penanggulangan terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan di sekitar desa. 

Seluruh kegiatan adaptasi dan mitigasi yang dilakukan masyarakat ini dikoordinasikan melalui kelembagaan masyarakat berupa kelompok tani. RAPP secara berkelanjutan melakukan pendampingan terhadap kelompok tersebut mulai dengan perencanaan kegiatan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Penguatan kelompok juga dilakukan dalam bentuk pelatihan seperti pelatihan pertanian, pelatihan peternakan dan pelatihan pembukuan sederhana.

“Selain itu masyarakat juga telah banyak melakukan kegiatan adaptasi dan mitigasi lainnya secara swadaya. Hal ini lalu diperkuat secara bersama-sama melalui program Community Development RAPP, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau," sebutnya. 

"Seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan didokumentasikan dan didaftarkan sebagai kegiatan proklim desa ke Sistim Registrasi Nasional (SRN) yang berada di bawah naungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” tukasnya

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
nasional

Tiga Desa di Riau Terima Sertifikat Proklim Utama dari KLHK
Senin, 25 Oktober 2021
Editor : | Penulis : admin
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya Bakar.
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Pekanbaru -  Tiga Desa di Riau meraih Sertifikat Proklim Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penyerahan Sertifikat Proklim dilakukan secara daring oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya Bakar.

Adapun tiga desa itu adalah, Dusun Pandan Mukti Kampung Empang, Kecamatan Koto Gasib, Dusun 1 Sei Duek Desa Teluk Paman Timur, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar dan Lingkungan 1 Kelurahan Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. 

Siti mengapresiasi program-program terkait Proklim yang dilaksanakan oleh berbagai perusahaan. Adanya program tersebut membuktikan bahwa isu perubahan iklim semakin dipahami masyarakat dan instansi dalam kepedulian serta aksi mitigasi.

Penghargaan ini, lanjut Siti, sebagai apresiasi kepada desa dan kelurahan yang telah berperan aktif dalam meningkatkan ketahanan iklim serta menurunkan emisi gas rumah kaca. 

“Maka dari itu, KLHK patut memberikan penghargaan yang tinggi dan rasa terimakasih yang banyak pada peran berbagai perusahaan dan instansi di Festival Iklim 2021 KLHK,” kata Siti dikutip Minggu (24/10/2021). 

Tiga desa itu binaan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Penyerahan Sertifikat Proklim dilakukan secara daring yang diumumkan pada Festival Iklim Tahun 2021 yang dilaksanakan pada 19 Oktober 2020. 

Direktur RAPP, Mulia Nauli mengatakan kegiatan program kampung iklim yang dilaksanakan di desa binaan terdiri dari tiga elemen yakni kegiatan adaptasi, mitigasi dan penguatan kelompok masyarakat.

Untuk mendukung kegiatan adaptasi, masyarakat telah melaksanakan program kawasan rumah pangan lestari (KRPL). Di mana dalam program ini masyarakat melaksanakan budidaya pertanian hortikultura yang ramah lingkungan dengan memaksimalkan pemanfaatan pekarangan.

Dengan KRPL ini diharapkan lingkungan rumah dan pekarangan masyarakat menjadi lebih asri dan memberikan manfaat dalam ketahanan pangan dan mampu meningkatkan pendapatan.

“Dalam kegiatan mitigasi perubahan iklim, masyarakat telah melakukan pengelolaan sampah dengan memisahkan sampah organik dan anorganik. Sampah organik dan limbah kotoran ternak dapat dibuat kompos untuk menyuburkan tanaman KRPL. Penggunaan energi baru, terbarukan dan konservasi energi dilakukan dengan membuat biogas sederhana dengan memanfaatkan kotoran ternak yang dimiliki petani," jelas Mulia.

Biogas tersebut, imbuh Mulia, dapat digunakan untuk memasak keperluan rumah tangga. Untuk meningkatkan tutupan vegetasi, dilakukan kegiatan penghijauan dengan tanaman buah-buahan. Masyarakat juga telah memiliki kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang diharapkan dapat melakukan pencegahan dan penanggulangan terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan di sekitar desa. 

Seluruh kegiatan adaptasi dan mitigasi yang dilakukan masyarakat ini dikoordinasikan melalui kelembagaan masyarakat berupa kelompok tani. RAPP secara berkelanjutan melakukan pendampingan terhadap kelompok tersebut mulai dengan perencanaan kegiatan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Penguatan kelompok juga dilakukan dalam bentuk pelatihan seperti pelatihan pertanian, pelatihan peternakan dan pelatihan pembukuan sederhana.

“Selain itu masyarakat juga telah banyak melakukan kegiatan adaptasi dan mitigasi lainnya secara swadaya. Hal ini lalu diperkuat secara bersama-sama melalui program Community Development RAPP, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau," sebutnya. 

"Seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan didokumentasikan dan didaftarkan sebagai kegiatan proklim desa ke Sistim Registrasi Nasional (SRN) yang berada di bawah naungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” tukasnya