'
19 Sya'ban 1447 H | Sabtu, 7 Februari 2026
×
/ nasional
Salat di Masjidil Haram Sudah Tak Dibatasi, Pemerintah Tunggu Kabar Umrah dari Saudi
| Senin, 18 Oktober 2021
Editor : | Penulis : admin

Jemaah haji tawaf di Masjidil Haram. ©REUTERS/Ahmed Jadallah

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief belum bisa memastikan kapan Arab Saudi mengizinkan jemaah Indonesia sudah untuk umrah. Meski begitu, dia mengungkapkan isyarat dibukanya umrah di masa pandemi untuk Indonesia.

Menurut Latief, suasana di Arab Saudi sudah mulai terlihat normal. Kebijakan jaga jarak juga sudah dilonggarkan.

"Kabar langsung dari pemerintah (Arabnya) belum ada (sudah dibolehkan umrah) tetapi kita melihat sendiri ada banyak perkembangan terbaru misalnya sudah mulai dibuka kelonggaran-kelonggaran social distancing," kata Latief di Jakarta, Senin (18/10).

Selain itu, kata dia, pesta-pesta dan acara lainnya di Arab Saudi sudah dilakukan masyarakat. Kemudian, jarak jemaah di masjid juga sudah tidak dibatasi lagi.

"Juga sudah mulai dikurangi kebijakannya bahkan pesta pesta, acara keluarga pernikahan sebagainya sudah mulai tampak batas tanpa sosial distancing, batas masjid juga sudah mulai dibuka," ungkapnya.

Maka, lanjut Latief, hal itu adalah indikasi yang baik untuk Indonesia bahwa di Saudi sudah mulai longgar. Tetapi, jemaah Indonesia juga harus memahami bahwa sebuah negara yang sudah melonggarkan prosesnya bukan berarti masuknya akan mudah.

"Masuknya juga akan sangat ketat untuk memastikan bahwa semuanya aman. Oleh karena itu kita tetap mitigasi dalam hal kesehatan calon jemaah umrah kita jalankan," kata Latief.

"Persoalannya bukan hanya umrah saja ini umrah masa pandemi. Umrahnya saya kira itu bisa terlaksana kalau beberapa persyaratan yang sifatnya diplomatik maupun juga protokol kesehatan bisa terlampaui," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, mulai Minggu (17/10), Masjidil Haram di kota suci Makkah, Arab Saudi, beroperasi dengan kapasitas penuh. Para jemaah diizinkan salat berdekatan tanpa berjarak. Ini merupakan pertama kalinya diberlakukan sejak pandemi Covid-19.

Kebijakan ini dilaksanakan setelah Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menyetujui sejumlah pelonggaran tindakan pencegahan Covid-19, termasuk mengizinkan Masjidil Haram beroperasi dalam kapasitas penuh, seperti dilaporkan Biro Pers Saudi (SPA).

Negara kerajaan ini juga mengizinkan perkumpulan dan akan mencabut kewajiban masker bagi orang yang telah menerima dosis penuh vaksin Covid-19.

Dilansir Al Arabiya, Minggu (17/10), para pekerja mencabut tanda di lantai yang memandu orang untuk melakukan jaga jarak di dalam dan sekitar Masjidil Haram.

Gambar dan cuplikan video pada Minggu pagi menunjukkan orang-orang sedang salat dengan saf yang berdekatan.

Sementara aturan jaga jarak dicabut, pihak berwenang mengatakan pengunjung harus divaksinasi penuh dan harus tetap memakai masker di dalam masjid.

Pada Agustus, Arab Saudi mengumumkan akan mulai menerima warga asing yang telah divaksinasi untuk melaksanakan umrah.

 

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
nasional

Salat di Masjidil Haram Sudah Tak Dibatasi, Pemerintah Tunggu Kabar Umrah dari Saudi
Senin, 18 Oktober 2021
Editor : | Penulis : admin
Jemaah haji tawaf di Masjidil Haram. ©REUTERS/Ahmed Jadallah
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief belum bisa memastikan kapan Arab Saudi mengizinkan jemaah Indonesia sudah untuk umrah. Meski begitu, dia mengungkapkan isyarat dibukanya umrah di masa pandemi untuk Indonesia.

Menurut Latief, suasana di Arab Saudi sudah mulai terlihat normal. Kebijakan jaga jarak juga sudah dilonggarkan.

"Kabar langsung dari pemerintah (Arabnya) belum ada (sudah dibolehkan umrah) tetapi kita melihat sendiri ada banyak perkembangan terbaru misalnya sudah mulai dibuka kelonggaran-kelonggaran social distancing," kata Latief di Jakarta, Senin (18/10).

Selain itu, kata dia, pesta-pesta dan acara lainnya di Arab Saudi sudah dilakukan masyarakat. Kemudian, jarak jemaah di masjid juga sudah tidak dibatasi lagi.

"Juga sudah mulai dikurangi kebijakannya bahkan pesta pesta, acara keluarga pernikahan sebagainya sudah mulai tampak batas tanpa sosial distancing, batas masjid juga sudah mulai dibuka," ungkapnya.

Maka, lanjut Latief, hal itu adalah indikasi yang baik untuk Indonesia bahwa di Saudi sudah mulai longgar. Tetapi, jemaah Indonesia juga harus memahami bahwa sebuah negara yang sudah melonggarkan prosesnya bukan berarti masuknya akan mudah.

"Masuknya juga akan sangat ketat untuk memastikan bahwa semuanya aman. Oleh karena itu kita tetap mitigasi dalam hal kesehatan calon jemaah umrah kita jalankan," kata Latief.

"Persoalannya bukan hanya umrah saja ini umrah masa pandemi. Umrahnya saya kira itu bisa terlaksana kalau beberapa persyaratan yang sifatnya diplomatik maupun juga protokol kesehatan bisa terlampaui," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, mulai Minggu (17/10), Masjidil Haram di kota suci Makkah, Arab Saudi, beroperasi dengan kapasitas penuh. Para jemaah diizinkan salat berdekatan tanpa berjarak. Ini merupakan pertama kalinya diberlakukan sejak pandemi Covid-19.

Kebijakan ini dilaksanakan setelah Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menyetujui sejumlah pelonggaran tindakan pencegahan Covid-19, termasuk mengizinkan Masjidil Haram beroperasi dalam kapasitas penuh, seperti dilaporkan Biro Pers Saudi (SPA).

Negara kerajaan ini juga mengizinkan perkumpulan dan akan mencabut kewajiban masker bagi orang yang telah menerima dosis penuh vaksin Covid-19.

Dilansir Al Arabiya, Minggu (17/10), para pekerja mencabut tanda di lantai yang memandu orang untuk melakukan jaga jarak di dalam dan sekitar Masjidil Haram.

Gambar dan cuplikan video pada Minggu pagi menunjukkan orang-orang sedang salat dengan saf yang berdekatan.

Sementara aturan jaga jarak dicabut, pihak berwenang mengatakan pengunjung harus divaksinasi penuh dan harus tetap memakai masker di dalam masjid.

Pada Agustus, Arab Saudi mengumumkan akan mulai menerima warga asing yang telah divaksinasi untuk melaksanakan umrah.