'
20 Sya'ban 1447 H | Minggu, 8 Februari 2026
×
/ nasional
Neraca Perdagangan Riau Surplus US$ 1,55 Miliar
| Jumat, 15 Oktober 2021
Editor : | Penulis : admin

Kepala BPS Riau Misfaruddin

PEKANBARU - Neraca Perdagangan Riau bulan September 2021 surplus sebesar US$ 1,55 miliar, dengan demikian kumulatif selama Januari - September 2021, surplus sebesar US$ 13,45 miliar.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Misfaruddin mengatakan bahwa surplus ini terjadi lantaran peningkatan pada kinerja ekspor lebih tinggi dibanding peningkatan pada kinerja impor.

"Neraca Perdagangan atau Neraca Ekspor Impor Provinsi Riau bulan September 2021 mengalami surplus sebesar US$ 1,55 miliar yang dipicu oleh surplus pada sektor non migas sebesar US$ 1,51 miliar dan sektor migas sebesar US$ 40,80 juta. Dari sisi volume perdagangan, pada bulan September 2021 Neraca Perdagangan Provinsi Riau mengalami surplus sebesar 1.726,95 ribu ton. Hal tersebut didorong oleh surplusnya neraca volume perdagangan sektor non migas sebesar 1.679,91 ribu ton dan sektor migas sebesar 47,04 ribu ton," kata Misfaruddin di Pekanbaru, Jumat (15/10/2021).

Ia merincikan bahwa nilai ekspor Riau berdasarkan harga Free On Board (FOB) pada bulan September 2021 sebesar US$ 1,67 miliar atau mengalami penurunan sebesar 24,04 persen dibanding ekspor bulan Agustus 2021 sebesar US$ 2,20 miliar. 

"Penurunan ini disebabkan oleh turunnya ekspor migas dan ekspor non migas masing-masing sebesar 41,61 persen dan 23,36 persen. Ekspor migas dari US$ 81,84 juta pada bulan Agustus 2021 turun menjadi US$ 47,79 juta pada bulan September 2021, demikian juga ekspor non migas dari US$ 2,20 miliar pada bulan Agustus 2021 turun menjadi US$ 1,67 miliar pada bulan September 2021," jelasnya.

Sedangkan selama Januari - September 2021, nilai ekspor Riau mengalami kenaikan sebesar 51,41 persen dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang disebabkan oleh naiknya ekspor migas dan ekspor non migas masing-masing sebesar 332,93 persen dan 41,38 persen.

"Kenaikan ekspor migas disebabkan oleh naiknya ekspor minyak mentah dan ekspor industri pengolahan hasil minyak masing-masing sebesar 1.085,42 persen dan 31,47 persen," ungkapnya.

Lalu, nilai impor Riau berdasarkan harga Cost Insurance and Freight (CIF) pada bulan September 2021 mencapai US$ 115,33 juta atau mengalami penurunan sebesar 12,49 persen dibanding nilai impor Agustus 2021 yang mencapai US$ 131,79 juta. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya impor non migas sebesar 15,02 persen meskipun impor migas mengalami kenaikan sebesar 62,25 persen.

"Selama Januari-September 2021, nilai impor Riau mencapai US$ 1,02 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 0,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yang besarnya US$ 1,01 miliar. Kenaikan impor ini disebabkan oleh naiknya impor non migas sebesar 2,20 persen, meskipun impor migas turun sebesar 14,31 persen," jelasnya. 

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
nasional

Neraca Perdagangan Riau Surplus US$ 1,55 Miliar
Jumat, 15 Oktober 2021
Editor : | Penulis : admin
Kepala BPS Riau Misfaruddin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

PEKANBARU - Neraca Perdagangan Riau bulan September 2021 surplus sebesar US$ 1,55 miliar, dengan demikian kumulatif selama Januari - September 2021, surplus sebesar US$ 13,45 miliar.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Misfaruddin mengatakan bahwa surplus ini terjadi lantaran peningkatan pada kinerja ekspor lebih tinggi dibanding peningkatan pada kinerja impor.

"Neraca Perdagangan atau Neraca Ekspor Impor Provinsi Riau bulan September 2021 mengalami surplus sebesar US$ 1,55 miliar yang dipicu oleh surplus pada sektor non migas sebesar US$ 1,51 miliar dan sektor migas sebesar US$ 40,80 juta. Dari sisi volume perdagangan, pada bulan September 2021 Neraca Perdagangan Provinsi Riau mengalami surplus sebesar 1.726,95 ribu ton. Hal tersebut didorong oleh surplusnya neraca volume perdagangan sektor non migas sebesar 1.679,91 ribu ton dan sektor migas sebesar 47,04 ribu ton," kata Misfaruddin di Pekanbaru, Jumat (15/10/2021).

Ia merincikan bahwa nilai ekspor Riau berdasarkan harga Free On Board (FOB) pada bulan September 2021 sebesar US$ 1,67 miliar atau mengalami penurunan sebesar 24,04 persen dibanding ekspor bulan Agustus 2021 sebesar US$ 2,20 miliar. 

"Penurunan ini disebabkan oleh turunnya ekspor migas dan ekspor non migas masing-masing sebesar 41,61 persen dan 23,36 persen. Ekspor migas dari US$ 81,84 juta pada bulan Agustus 2021 turun menjadi US$ 47,79 juta pada bulan September 2021, demikian juga ekspor non migas dari US$ 2,20 miliar pada bulan Agustus 2021 turun menjadi US$ 1,67 miliar pada bulan September 2021," jelasnya.

Sedangkan selama Januari - September 2021, nilai ekspor Riau mengalami kenaikan sebesar 51,41 persen dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang disebabkan oleh naiknya ekspor migas dan ekspor non migas masing-masing sebesar 332,93 persen dan 41,38 persen.

"Kenaikan ekspor migas disebabkan oleh naiknya ekspor minyak mentah dan ekspor industri pengolahan hasil minyak masing-masing sebesar 1.085,42 persen dan 31,47 persen," ungkapnya.

Lalu, nilai impor Riau berdasarkan harga Cost Insurance and Freight (CIF) pada bulan September 2021 mencapai US$ 115,33 juta atau mengalami penurunan sebesar 12,49 persen dibanding nilai impor Agustus 2021 yang mencapai US$ 131,79 juta. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya impor non migas sebesar 15,02 persen meskipun impor migas mengalami kenaikan sebesar 62,25 persen.

"Selama Januari-September 2021, nilai impor Riau mencapai US$ 1,02 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 0,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yang besarnya US$ 1,01 miliar. Kenaikan impor ini disebabkan oleh naiknya impor non migas sebesar 2,20 persen, meskipun impor migas turun sebesar 14,31 persen," jelasnya.