'
19 Sya'ban 1447 H | Sabtu, 7 Februari 2026
×
/ nasional
Harga Sawit Naik Bukan Main! Begini Penjelasan Ketua Apkasindo
| Selasa, 12 Oktober 2021
Editor : | Penulis : admin

Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Dr Gulat Menurung

PEKANBARU - Petani sawit di Provinsi Riau kembali bisa tersenyum dan bergembira. Bagaimana tidak, harga sawit tembus Rp Rp 3.014,81 per/Kg mulai hari ini.

Dari data rilis Dinas Perkebunan Provinsi Riau, harga tersebut akan berlaku hingga 19 Oktober 2021. Harga kembali naik Rp 154,17/Kg dari minggu sebelumnya.

"Hari ini pecah rekor, harga buah kelapa sawit tertinggi lebih Rp 3.000/Kg," ucap Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Defris Hamaja kepada wartawan Selasa (12/10/2021).

Defris mengatakan kenaikan harga buah sawit ini terjadi di semua kelompok umur tanam sawit. Namun, kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok sawit 10-20 tahun.

Kenaikan harga sendiri disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya karena kenaikan dan penurunan harga jual crude palm oil (CPO).

"Naiknya harga TBS periode ini disebabkan terjadinya kenaikkan dan penurunan harga jual CPO. Termasuk pada harga kernel dari beberapa perusahaan yang jadi sumber data," katanya.

Ia mencontohkan kenaikan harga jual CPO, PT Perkebunan Nusantara V mengalami kenaikkan harga Rp 697,30/Kg, lalu Sinar Mas Group yang mengalami kenaikkan Rp 734,56/Kg.

Selanjutnya ada PT Asian Agri mengalami kenaikkan sebesar Rp 692,46/Kg,  PT Citra Riau Sarana kenaikkan harga Rp 713,60/Kg dari harga minggu lalu. Sedangkan harga jual Kernel PT Asian Agri Group mengalami penurunan harga Rp 20,00/Kg, dan PT Citra Riau Sarana mengalami kenaikkan sebesar Rp. 257,91/Kg.

"Kalau dari harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) selama sepekan terakhir melesat di Bursa Derivatif Malaysia hingga mendekati level psikologis MYR 5.000/ton. Secara mingguan, harga CPO terhitung meroket sekitar 10 persen dibandingkan akhir pekan lalu," katanya.

Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Dr Gulat ME Manurung mengaku sudah memprediksi akan terjadi kenaikan. Menurutnya ada beberapa faktor harga sawit akan terus naik.

"Aku sudah perkirakan Februari lalu angka ini pasti tembus Rp 3.000/Kg. Asumsinya jelas, dunia semakin sadar sawit dengan menanam dan manen. Kedua pandemi negara lain tidak bisa produksi tanaman kandungan minyak nabati selain sawit tak produktif. Sehingga sawit sasaran," terang Gulat di Pekanbaru.

Gulat menilai banyak negara di eropa biasa pengguna, sekarang jadi reseller. Bahan baku minyak sawit dibeli, ditimbun dalam konteksi memenuhi stok mereka, lalu akan diolah dan dijual kembali.

"Tak lupa karena berhasilnya program B30 Presiden Jokowi dalam konsesi domestik. Harga jadi naik, tentu tandan buah sawit harganya terdongkrak," kata Gulat. 

Namun begitu, Gulat minta pemerintah turut memantau harga pupuk. Mengingat saat ini harga pupuk juga melonjak drastis yang dikhawatirkan membebani petani.

"Harga TBS naik, tapi harga pupuk naik sudah rata-rata antara 80-120 persen naiknya. Jadi kenaikan ini juga harus dicari tahu oleh pemerintah. Oleh karena itu, pabrik pupuk plat merah jangan ikut-ikutan menaikkan. Karena faktanya pabrik pupuk plat merah lebih dulu menaikkan. Maka kami minta presiden perhatikan ini," kata Gulat.

Berikut harga sawit untuk sepekan mendatang:

- Umur 3th (Rp 2.220,35)

- Umur 4th (Rp 2.406,27)

- Umur 5th (Rp 2.631,15)

- Umur 6th (Rp 2.694,59) 

- Umur 7th (Rp 2.799,91)

- Umur 8th (Rp 2.877,47)

- Umur 9th (Rp 2.945,48)

- Umur 10th-20th (Rp 3.014,81)

- Umur 21th (Rp 2.886,07)

- Umur 22th (Rp 2.871,49)

- Umur 23th (Rp 2.859,35)

- Umur 24th (Rp 2.737,89)

- Umur 25th (Rp 2.671,10).

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
nasional

Harga Sawit Naik Bukan Main! Begini Penjelasan Ketua Apkasindo
Selasa, 12 Oktober 2021
Editor : | Penulis : admin
Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Dr Gulat Menurung
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

PEKANBARU - Petani sawit di Provinsi Riau kembali bisa tersenyum dan bergembira. Bagaimana tidak, harga sawit tembus Rp Rp 3.014,81 per/Kg mulai hari ini.

Dari data rilis Dinas Perkebunan Provinsi Riau, harga tersebut akan berlaku hingga 19 Oktober 2021. Harga kembali naik Rp 154,17/Kg dari minggu sebelumnya.

"Hari ini pecah rekor, harga buah kelapa sawit tertinggi lebih Rp 3.000/Kg," ucap Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Defris Hamaja kepada wartawan Selasa (12/10/2021).

Defris mengatakan kenaikan harga buah sawit ini terjadi di semua kelompok umur tanam sawit. Namun, kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok sawit 10-20 tahun.

Kenaikan harga sendiri disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya karena kenaikan dan penurunan harga jual crude palm oil (CPO).

"Naiknya harga TBS periode ini disebabkan terjadinya kenaikkan dan penurunan harga jual CPO. Termasuk pada harga kernel dari beberapa perusahaan yang jadi sumber data," katanya.

Ia mencontohkan kenaikan harga jual CPO, PT Perkebunan Nusantara V mengalami kenaikkan harga Rp 697,30/Kg, lalu Sinar Mas Group yang mengalami kenaikkan Rp 734,56/Kg.

Selanjutnya ada PT Asian Agri mengalami kenaikkan sebesar Rp 692,46/Kg,  PT Citra Riau Sarana kenaikkan harga Rp 713,60/Kg dari harga minggu lalu. Sedangkan harga jual Kernel PT Asian Agri Group mengalami penurunan harga Rp 20,00/Kg, dan PT Citra Riau Sarana mengalami kenaikkan sebesar Rp. 257,91/Kg.

"Kalau dari harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) selama sepekan terakhir melesat di Bursa Derivatif Malaysia hingga mendekati level psikologis MYR 5.000/ton. Secara mingguan, harga CPO terhitung meroket sekitar 10 persen dibandingkan akhir pekan lalu," katanya.

Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Dr Gulat ME Manurung mengaku sudah memprediksi akan terjadi kenaikan. Menurutnya ada beberapa faktor harga sawit akan terus naik.

"Aku sudah perkirakan Februari lalu angka ini pasti tembus Rp 3.000/Kg. Asumsinya jelas, dunia semakin sadar sawit dengan menanam dan manen. Kedua pandemi negara lain tidak bisa produksi tanaman kandungan minyak nabati selain sawit tak produktif. Sehingga sawit sasaran," terang Gulat di Pekanbaru.

Gulat menilai banyak negara di eropa biasa pengguna, sekarang jadi reseller. Bahan baku minyak sawit dibeli, ditimbun dalam konteksi memenuhi stok mereka, lalu akan diolah dan dijual kembali.

"Tak lupa karena berhasilnya program B30 Presiden Jokowi dalam konsesi domestik. Harga jadi naik, tentu tandan buah sawit harganya terdongkrak," kata Gulat. 

Namun begitu, Gulat minta pemerintah turut memantau harga pupuk. Mengingat saat ini harga pupuk juga melonjak drastis yang dikhawatirkan membebani petani.

"Harga TBS naik, tapi harga pupuk naik sudah rata-rata antara 80-120 persen naiknya. Jadi kenaikan ini juga harus dicari tahu oleh pemerintah. Oleh karena itu, pabrik pupuk plat merah jangan ikut-ikutan menaikkan. Karena faktanya pabrik pupuk plat merah lebih dulu menaikkan. Maka kami minta presiden perhatikan ini," kata Gulat.

Berikut harga sawit untuk sepekan mendatang:

- Umur 3th (Rp 2.220,35)

- Umur 4th (Rp 2.406,27)

- Umur 5th (Rp 2.631,15)

- Umur 6th (Rp 2.694,59) 

- Umur 7th (Rp 2.799,91)

- Umur 8th (Rp 2.877,47)

- Umur 9th (Rp 2.945,48)

- Umur 10th-20th (Rp 3.014,81)

- Umur 21th (Rp 2.886,07)

- Umur 22th (Rp 2.871,49)

- Umur 23th (Rp 2.859,35)

- Umur 24th (Rp 2.737,89)

- Umur 25th (Rp 2.671,10).