'
20 Sya'ban 1447 H | Minggu, 8 Februari 2026
×
/ pekanbaru
Kapolda Resmikan Aplikasi BSR Polda Riau
| Rabu, 6 Oktober 2021
Editor : | Penulis : admin

Kepolisian Daerah (Polda) Riau, terus mendukung Program Satuan Tugas Pemerintah provinsi (Pemprov) Riau, untuk mempercepat penanganan COVID-19 di Bumi Lancang Kuning. Dengan meresmikan Aplikasi Bersama Selamatkan Riau (BSR), dan Gedung Center Vaksin Polres Kepulauan Meranti, Rabu (6/10/2021) ini.

Peresmian ini, Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setia Imam Efendi turut didampingi Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil dan Kapolres AKBP Andi Yul.

Agung mengatakan, Aplikasi Bersama Selamatkan Riau (BSR) yang diluncurkan ini difungsikan untuk mempermudah pekerjaan petugas di lapangan dalam penanganan terhadap masyarakat yang terkonfirmasi COVID-19. 

“Aplikasi berbasis teknologi ini, juga sudah dijalankan diseluruh wilayah di Riau, melalui Polres yang ada,” ungkap Kapolda.

Aplikasi ini, kata Kapolda, merupakan terobosan teranyar yang digagas Polda Riau, yang didukung kecanggihan, efektivitas dan efisiensinya.

“Aplikasi ini ditujukan mengantisipasi lonjakan penularan Corona gelombang ketiga yang diwaspadai dalam bulan-bulan ke depan,” ungkapnya. 

Lanjut Kapolda, saat ini, sebanyak sekitar 1.800 orang tergabung dari Polri, TNI serta tenaga kesehatan di Riau bertindak sebagai tracer dalam aplikasi BSR ini.

Menurutnya, sejauh ini, Provinsi Riau sendiri telahy mampu menekan angka penularan COVID-19, saat gelombang kedua melanda beberapa waktu lalu. Hal ini juga ditandai penuruan angka penderita virus COVID-19 di Riau. 

“Dengan adanya Aplikasi BSR yang terbaru ini, diharapkan mampu menekan pandemi ketika gelombang ketiga,” harapnya.

Selain itu, launching Aplikasi Bersama Selamatkan Riau (BSR) di Kabupaten Kepulauan Meranti, sejalan dengan data awal Agustus angka positivity rate di Riau mencapai 31 persen. 

“Berkat kecepatan penanganan dan pencegahan, angka ini menurun drastis menjadi 1,4 persen,” terang Agung.

Agung mengklaim, terjadinya penurunan angka positivity yang hari ini menjadi 1,4 persen salah satunya merupakan kontribusi aplikasi BSR. 

“Bisa dilihat dari awal Agustus 2021 kemarin, penanganan yang awalnya masih sangat rendah, dengan jumlah orang terkonfirmasi sedikit yang diverifikasi saat ini semakin hari sudah semakin banyak. Artinya semakin banyak mereka yang ditangani dari aplikasi tersebut. Tentunya ini sangat baik,” terangnya.

Menurut Alumni Akpol 1988 ini, aplikasi BSR untuk memastikan masyarakat di Riau yang terkonfirmasi COVID-19 dapat tertangani dengan optimal, mulai dari validasi data, verifikasi, pemberian obat hingga evakuasi ke rumah sakit dan tempat isolasi terpusat. Kemudian, agar semua dapat ditangani maksimal dan mendetail, agar COVID-19 tidak menular luas terutama di klaster keluarga yang menjadi kontak erat.

Agung melanjutkan, tujuan lainnya yakni salah satunya untuk memudahkan semua pihak menjalankan tugas, dengan pencegahan penularan COVID-19 pada saudara-saudara kita.

“Tujuan kita ingin mencegah Warning gelombang ketiga penyebaran COVID-19 di Riau. Selain dengan percepatan vaksin yang terus berjalan. Dengan aplikasi BSR, petugas yang melakukan tracing dapat lebih mudah dalam memverifikasi, sehingga lebih valid,” kata Kapolda.

Kemudian, aplikasi “BSR” ini juga merupakan wujud dari kerja keras serta sebagai bukti bahwa negara hadir untuk masyarakat dalam pencegahan dan penanganan COVID-19.  

“Saya ingin agar angka kematian di Riau akibat terpapar Corona bisa ditekan, dan masyarakat mendapat pelayanan kesehatan optimal, melalui aplikasi BSR yang diluncurkan itu,” harapnya.

Menurutnya, pada sistem ini kerja Aplikasi BSR adalah informasi yang terintegrasi, dengan memproses data dari pusat, terhadap masyarakat yang terkonfirmasi Covid. Selanjutnya, data yang diterima kemudian ditindaklanjuti petugas (Tracer) diwilayahnya masing-masing, dengan tujuan validasi. 

Selanjutnya, kemudian petugas Tracer, melaporkan kembali menggunakan aplikasi BSR ini secara detail, mengenai penindakan yang sudah dilakukan. 

“Melalui laporan ini pula tindak lanjutan bisa diambil, agar penanganan terhadap orang yang terkonfirmasi jadi optimal,” terang Kapolda.

Sejak dijalankan, percepatan vaksinasi Polda Riau juga menjadi faktor tak kalah penting dalam menekan dan mencegah lajunya penyebaran Corona di Riau. Ia mencontohkan di Kabupaten Kepulauan Meranti, vaksinasi kepada masyarakat sudah mencapai 30 persen lebih.

Selanjutnya, kegiatan Kapolda dilanjutkan dengan meresmikan Gedung Vaksin Center sekaligus meninjau pelaksanaan vaksin massal Polres Kepulauan Meranti di Polsek Tebing Tinggi.

Kapolda mengatakan, penanggulangan pandemi COVID-19 di Kabupaten Kepulauan Meranti dilaksanakan dengan menerapkan sejumlah langkah, diantaranya percepatan vaksinasi.

“Saat ini Polres Meranti bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus menggalakkan percepatan vaksinasi hingga ke desa-desa. Dimana program vaksinasi di Kepulauan Meranti telah mencapai lebih dari 35%,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, Gedung Vaksin Centre Polres Meranti, nantinya akan beroperasi setiap hari sabagai salah satu upaya untuk mengejar Herd immunnity masyarakat.

Pihaknya menargetkan, di Gedung Vaksin Centre ini, akan mampu melayani sebanyak 1.000 masyarakat.

“Selain itu Polres Meranti juga menyiapkan tim vaksinasi door to door,” ujar Kapolda.

Maka dengan keberadaan Gedung Vaksinansi Center ini, Polres meranti nantinya akan melakukan vaksinasi terhadap suku asli Kepulauan Meranti, Suku Akik

“Masyarakat suku Akik, termasuk dari 1.000 yang divaksin itu,” pungkasnya.

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
pekanbaru

Kapolda Resmikan Aplikasi BSR Polda Riau
Rabu, 6 Oktober 2021
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Kepolisian Daerah (Polda) Riau, terus mendukung Program Satuan Tugas Pemerintah provinsi (Pemprov) Riau, untuk mempercepat penanganan COVID-19 di Bumi Lancang Kuning. Dengan meresmikan Aplikasi Bersama Selamatkan Riau (BSR), dan Gedung Center Vaksin Polres Kepulauan Meranti, Rabu (6/10/2021) ini.

Peresmian ini, Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setia Imam Efendi turut didampingi Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil dan Kapolres AKBP Andi Yul.

Agung mengatakan, Aplikasi Bersama Selamatkan Riau (BSR) yang diluncurkan ini difungsikan untuk mempermudah pekerjaan petugas di lapangan dalam penanganan terhadap masyarakat yang terkonfirmasi COVID-19. 

“Aplikasi berbasis teknologi ini, juga sudah dijalankan diseluruh wilayah di Riau, melalui Polres yang ada,” ungkap Kapolda.

Aplikasi ini, kata Kapolda, merupakan terobosan teranyar yang digagas Polda Riau, yang didukung kecanggihan, efektivitas dan efisiensinya.

“Aplikasi ini ditujukan mengantisipasi lonjakan penularan Corona gelombang ketiga yang diwaspadai dalam bulan-bulan ke depan,” ungkapnya. 

Lanjut Kapolda, saat ini, sebanyak sekitar 1.800 orang tergabung dari Polri, TNI serta tenaga kesehatan di Riau bertindak sebagai tracer dalam aplikasi BSR ini.

Menurutnya, sejauh ini, Provinsi Riau sendiri telahy mampu menekan angka penularan COVID-19, saat gelombang kedua melanda beberapa waktu lalu. Hal ini juga ditandai penuruan angka penderita virus COVID-19 di Riau. 

“Dengan adanya Aplikasi BSR yang terbaru ini, diharapkan mampu menekan pandemi ketika gelombang ketiga,” harapnya.

Selain itu, launching Aplikasi Bersama Selamatkan Riau (BSR) di Kabupaten Kepulauan Meranti, sejalan dengan data awal Agustus angka positivity rate di Riau mencapai 31 persen. 

“Berkat kecepatan penanganan dan pencegahan, angka ini menurun drastis menjadi 1,4 persen,” terang Agung.

Agung mengklaim, terjadinya penurunan angka positivity yang hari ini menjadi 1,4 persen salah satunya merupakan kontribusi aplikasi BSR. 

“Bisa dilihat dari awal Agustus 2021 kemarin, penanganan yang awalnya masih sangat rendah, dengan jumlah orang terkonfirmasi sedikit yang diverifikasi saat ini semakin hari sudah semakin banyak. Artinya semakin banyak mereka yang ditangani dari aplikasi tersebut. Tentunya ini sangat baik,” terangnya.

Menurut Alumni Akpol 1988 ini, aplikasi BSR untuk memastikan masyarakat di Riau yang terkonfirmasi COVID-19 dapat tertangani dengan optimal, mulai dari validasi data, verifikasi, pemberian obat hingga evakuasi ke rumah sakit dan tempat isolasi terpusat. Kemudian, agar semua dapat ditangani maksimal dan mendetail, agar COVID-19 tidak menular luas terutama di klaster keluarga yang menjadi kontak erat.

Agung melanjutkan, tujuan lainnya yakni salah satunya untuk memudahkan semua pihak menjalankan tugas, dengan pencegahan penularan COVID-19 pada saudara-saudara kita.

“Tujuan kita ingin mencegah Warning gelombang ketiga penyebaran COVID-19 di Riau. Selain dengan percepatan vaksin yang terus berjalan. Dengan aplikasi BSR, petugas yang melakukan tracing dapat lebih mudah dalam memverifikasi, sehingga lebih valid,” kata Kapolda.

Kemudian, aplikasi “BSR” ini juga merupakan wujud dari kerja keras serta sebagai bukti bahwa negara hadir untuk masyarakat dalam pencegahan dan penanganan COVID-19.  

“Saya ingin agar angka kematian di Riau akibat terpapar Corona bisa ditekan, dan masyarakat mendapat pelayanan kesehatan optimal, melalui aplikasi BSR yang diluncurkan itu,” harapnya.

Menurutnya, pada sistem ini kerja Aplikasi BSR adalah informasi yang terintegrasi, dengan memproses data dari pusat, terhadap masyarakat yang terkonfirmasi Covid. Selanjutnya, data yang diterima kemudian ditindaklanjuti petugas (Tracer) diwilayahnya masing-masing, dengan tujuan validasi. 

Selanjutnya, kemudian petugas Tracer, melaporkan kembali menggunakan aplikasi BSR ini secara detail, mengenai penindakan yang sudah dilakukan. 

“Melalui laporan ini pula tindak lanjutan bisa diambil, agar penanganan terhadap orang yang terkonfirmasi jadi optimal,” terang Kapolda.

Sejak dijalankan, percepatan vaksinasi Polda Riau juga menjadi faktor tak kalah penting dalam menekan dan mencegah lajunya penyebaran Corona di Riau. Ia mencontohkan di Kabupaten Kepulauan Meranti, vaksinasi kepada masyarakat sudah mencapai 30 persen lebih.

Selanjutnya, kegiatan Kapolda dilanjutkan dengan meresmikan Gedung Vaksin Center sekaligus meninjau pelaksanaan vaksin massal Polres Kepulauan Meranti di Polsek Tebing Tinggi.

Kapolda mengatakan, penanggulangan pandemi COVID-19 di Kabupaten Kepulauan Meranti dilaksanakan dengan menerapkan sejumlah langkah, diantaranya percepatan vaksinasi.

“Saat ini Polres Meranti bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus menggalakkan percepatan vaksinasi hingga ke desa-desa. Dimana program vaksinasi di Kepulauan Meranti telah mencapai lebih dari 35%,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, Gedung Vaksin Centre Polres Meranti, nantinya akan beroperasi setiap hari sabagai salah satu upaya untuk mengejar Herd immunnity masyarakat.

Pihaknya menargetkan, di Gedung Vaksin Centre ini, akan mampu melayani sebanyak 1.000 masyarakat.

“Selain itu Polres Meranti juga menyiapkan tim vaksinasi door to door,” ujar Kapolda.

Maka dengan keberadaan Gedung Vaksinansi Center ini, Polres meranti nantinya akan melakukan vaksinasi terhadap suku asli Kepulauan Meranti, Suku Akik

“Masyarakat suku Akik, termasuk dari 1.000 yang divaksin itu,” pungkasnya.